3121 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PEMBUATAN POP UP BOOK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PANJER
ABSTRAKMembaca buku berarti membuka jendela dunia untuk mengembangkan wawasandan pengetahuan terutama bagi siswa sekolah dasar. Namun sangat disayangkanjika minat baca di sekolah dasar rendah. Hal ini dimungkin terjadi karenaterbatasnya buku-buku cerita serta kegiatan membaca yang belum menjadipembiasaan di sekolah. Terbatasnya pengetahuan guru akan pentingnyapengembangan literasi awal di kelas permulaan dapat berdampak pada motivasisiswa dalam proses pembelajaran. Untuk itu tim pengusul memberikan solusi dalammenyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan merencanakan programpelatihan bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri 4 Panjer dalam pembuatan Pop UpBook. Hasil kegiatan ini adalah sebagian besar guru belum pernah mendapatkanpelatihan pembuatan Pop Up Book. Para guru memberikan respon yang positifterhadap kegiatan yang dilakukan karena materi yang dibawakan menarik dansesuai dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung. Selain itu kreativitasguru dalam membuat media pembelajaran berupa pop-up book meningkat.Harapannya melalui adanya pop up book guru dapat memberikan konsep realdalam bentuk gambar 3D kepada siswa sekolah dasar.Kata kunci: pelatihan, pop-up book, sekolah dasa
ANALISIS DAMPAK INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI MOBILE BANKING JENIUS PADA PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL (BTPN) TBK
ABSTRACTCompetition that occurs in the banking world is how to provide products that are easy and instant. This encourages healthy competition among companies. Banks also aim to facilitate more services to customers such as: e-banking, m-banking and Automated Teller Machines (ATM). But not all technologies used in companies has a positive impact. Therefore, this study aims to determine the impact generated by investing in Jenius digital banking information technology at PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. The method used in this study is the Cost Benefit Analys (CBA) method using secondary data sources in the form of annual financial reports and other documents such as news, historical records, and other supporting books. The Cost Benefit Analys (CBA) method used produces the impact and feasibility of implementing information technology investmentsKeywords: IT Investment, Cost Benefit Analys (CBA), JeniusABSTRAKPersaingan yang terjadi di dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang mudah dan cepat. Ini mendorong persaingan yang sehat di antara perusahaan. Perusahaan juga bertujuan untuk memfasilitasi lebih banyak layanan kepada pelanggan seperti : e-banking, m-banking dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Tetapi tidak semua penggunaan teknologi pada perusahaan berdampak positif. Maka dari itu pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak yang dihasilkan dengan melakukan investasi teknologi informasi mobile banking Jenius pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Cost Benefit Analys (CBA) dengan menggunakan sumber data skunder yaitu berupa laporan keuangan tahunan dan juga dokumen lainnya seperti : berita, catatan sejarah, dan juga buku pendukung lainnya. Metode Cost Benefit Analys (CBA) yang digunakan menghasilkan dampak dan kelayakan dari implementasi investasi teknologi informasi.Kata Kunci: Investasi TI, Cost Benefit Analys (CBA), Jeniu
AN ANALYSIS OF FIGURATIVE LANGUAGE FOUND IN TWILIGHT SAGA POEM BY STEPHENIE MEYERS
ABSTRACTLiterary work is a work in which the writer aims to present her work that has anaesthetic impression. There are literary works such as prose, poetry or drama. To make a poemmore beautiful and easy to understand, a writer needs to understand the rules of making a goodpoem. This study aimed to analyze the types of figurative language found in Twilight Saga’sPoem and the meaning of the figurative language found in Twilight Saga’s poems. The datawere taken from the Twilight Saga poem adapted from the novel of Stephanie Meyers. Thedata were collected by using observation methods with the following steps: downloading andreading the poem, and then selecting the data which use figurative language. The data wereanalyzed by using qualitative method. Regarding the analysis, there are two theories used inthis research: theory of Figurative Language by Perrine (1977) and theory of Meaning by Leech(1981). For the results, there was found 17 data, includes: simile (2 items or 12,5%), metaphor(1 items or 6,3%), personification (2 items or 12,5%), synecdoche (2 item or 12,5%), symbol(4 items or 25%), hyperbole (3 item or 18,7%) and irony (2 item or 12,5%). The dominanttypes of figurative language are symbol and hyperbole because the author places moreemphasis in choosing beautiful words to make the poems more interesting and meaningful.Keywords: figurative language, meaning, poemABSTRAKKarya sastra adalah suatu karya yang bertujuan untuk menyajikan karyanya yangberkesan estetik, ada karya sastra seperti prosa, puisi atau drama. Agar puisi lebih indah danmudah dipahami, penulis perlu memahami aturan pembuatan puisi yang baik. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis jenis bahasa kiasan yang ditemukan dalam Puisi Twilight Sagadan makna bahasa kiasan yang terdapat dalam puisi Twilight Saga. Data ini diambil dari puisiberjudul Twilight Saga yang diadaptasi dari novel Stephanie Meyers. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menyajikan gambaran data.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dengan langkah-langkah sebagaiberikut: mengunduh dan membaca puisi, kemudian memilih data yang menggunakan bahasakiasan. Dalam analisis data, ada dua teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teoriFigurative Language oleh Perrine (1977) dan teori Meaning oleh Leech (1981). Dari hasilpenelitian didapatkan 17 data yang meliputi: simile (2 items or 12,5%), metaphor (1 items or6,3%), personification (2 items or 12,5%), synecdoche (2 item or 12,5%), symbol (4 items or25%), hyperbole (3 item or 18,7%) and irony (2 item or 12,5%). Jenis bahasa kiasan yangdominan adalah simbol dan hiperbola karena penulis lebih menekankan pada pemilihan katakatayang indah untuk membuat puisinya menjadi menarik dan penuh makna.Kata Kunci: bahasa kiasan, makna, puis
STUDENTS’ ABILITY IN PRONOUNCING ENGLISH DIPHTHONGS
ABSTRACTPronouncing English vowels are more difficult than Indonesian vowels. English has more vowelsthan the Indonesian language. The difference between those vowels triggers some errors inpronouncing the English Vowel sounds made by Indonesian students. Therefore, in this research,the ability of second semester students of English Literature Study Program at Undhira Universityin pronouncing English vowels, especially diphthongs will be analyzed. The data were collectedby asking the students to make a video of pronouncing some words that consist of diphthongssounds. Based on the analysis, it can be concluded that students’ pronunciation is in the averagelevel to very good level. The most difficult diphthong to be pronounced is diphthong [ʊə] and theeasiest diphthong sound that can be pronounced is diphthong [ɔɪ].Keywords: Pronunciation, English Vowels, DiphthongsABSTRAKMengucapkan vokal bahasa Inggris lebih sulit daripada vokal bahasa Indonesia. Bahasa Inggrismemiliki lebih banyak vokal daripada bahasa Indonesia. Perbedaan antara vokal tersebut memicubeberapa kesalahan dalam melafalkan bunyi Vokal Bahasa Inggris yang dibuat oleh siswaIndonesia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dianalisis kemampuan mahasiswa SastraInggris semester II Universitas Undhira dalam melafalkan vokal bahasa Inggris khususnyadiftong. Pengumpulan data dilakukan dengan cara meminta siswa membuat video pengucapanbeberapa kata yang terdiri dari bunyi diftong. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwapengucapan siswa berada pada level cukup hingga level sangat baik. Diftong yang paling sulitdiucapkan adalah diftong [ʊə] dan bunyi diftong yang paling mudah diucapkan adalah diftong[ɔɪ].Kata kunci: Pengucapan, Vokal Bahasa Inggris, Difton
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) dengan Metode DPPH
Radikal bebas merupakan atom atau gugus atom yang kulit luarnya memiliki elektron yang tidak berpasangan. Apabila terjadi ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan antioksidan dalam tubuh maka akan terbentuk stres oksidatif yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Radikal bebas dapat diatasi dengan senyawa antioksidan yang mampu menstabilkan dengan menambah kekurangan elektron radikal bebas sehingga dapat menghambat terjadinya reaksi berantai. Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase rendemen dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan serta nilai IC50 dari ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus). Daun nangka diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol dan aquades. Ekstrak tersebut selanjutnya diuji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol dan aquades daun nangka memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan nilai persentase rendemen secara berturut-turut sebesar 12% dan 36% serta nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 61,54 ppm dan 69,71 ppm yang digolongkan sebagai antioksidan kuat.
Kata kunci: Antioksidan, radikal bebas, daun nangka, IC5
Uji Fitokimia Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina lithosperma Miq.) dengan Dua Pelarut Berbeda
Tanaman dadap serep (Erythrina lithosperma Miq.) dikenal luas dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia karena kandungan senyawa aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak daun dadap serep menggunakan dua jenis pelarut yang berbeda, yaitu etanol 96% dan akuades. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi untuk pelarut etanol dan metode dekokta untuk pelarut akuades. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif dengan pengamatan perubahan warna atau endapan setelah penambahan pereaksi spesifik. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut etanol 96% mengandung senyawa fenolik dan tanin, sedangkan ekstrak menggunakan akuades mengandung lebih banyak jenis senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Tidak ditemukan kandungan steroid dan terpenoid pada kedua jenis ekstrak. Pelarut akuades terbukti lebih efektif dalam mengekstrak senyawa aktif dari daun dadap serep dibandingkan pelarut etanol 96%, diduga karena sifat polar dari akuades yang cocok untuk melarutkan senyawa metabolit sekunder yang juga bersifat polar. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis pelarut sangat berpengaruh terhadap hasil ekstraksi senyawa aktif dari tanaman obat. Penelitian ini mendukung potensi pemanfaatan daun dadap serep sebagai sumber alami senyawa bioaktif dengan penggunaan pelarut air yang lebih murah, aman, dan mudah diperoleh. Temuan ini diharapkan menjadi referensi penting dalam pengembangan produk herbal berbasis bahan alam lokal.
Kata kunci: Erythrina lithosperma, dadap serep, fitokimia, metabolit sekunder
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PEMELIHARAAN PADA MESIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL DAN GAS (PLTDG) MENGGUNAKAN METODE FUZZY-AHP (STUDI KASUS PT. INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKIT BALI)
ABSTRACTThis study aims to assist the CBM (Condition Based Maintenance) division in determining maintenance decisions for power plant machines, especially in measuring engine data tribology. This system is used to facilitate data processing in determining the decision to do or not to maintenance the machine. The method used for data processing uses the method Fuzzy AHP (Analytical hierarchy Process). The results of this study indicate that the application of the decision support system used to determine the maintenance of this power plant machines, has been able to perform calculations using the method Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process) faster than manual calculations so that it can be more efficient and have a more accurate level of accuracy.Keywords: decision support system, Fuzzy-AHP, machines maintenance.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membantu divisi CBM (Condition Based Maintenance) dalam penentuan keputusan pemeliharaan mesin pembangkit listrik khususnya pada pengukuran mesin tribology. Sistem ini digunakan untuk mempermudah pengelohan data dalam menentukan keputusan dilakukan atau tidaknya pemeliharaan mesin. Metode yang digunakan untuk proses pengolahan data menggunakan metode Fuzzy-AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil penelitian ini menunjukan aplikasi sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk menentukan pemeliharaan mesin pembangkit listrik ini, sudah dapat melakukan perhitungan dengan metode Fuzzy-AHP () lebih cepat dibandingkan perhitungan secara manual sehingga bias lebih efisien dan tingkat keakuratan yang lebih akurat.Kata kunci: sistem pendukung keputusan, Fuzzy-AHP, pemeliharaan mesin
Persediaan Perishable pada Vendor Terhadap Pengendalian Biaya Dapur LKSA Widhya Asih Blimbingsari, Jembrana Bali
AbstrakPenelitian ini adalah menghasilkan vendor persediaan perisable gudang dapur yang dapat mengendalikan biaya dapur harian LKSA Blimbingsari. Berdasakan skala prioritas masalah yang harus mendapatkan solusi adalah:1) minimnya sediaan bahan yang bervariasi dari jenis sayur mayur dan buah-buahan, 2) kurang maksimalnya pengaturan pengadaan bahan pangan dalam pengelolaan lahan yang tersedia. Metode yang diberikan adalah learning by doing dengan cara luring maupun daring melalui penggunaan, perangkat pembelajaran LSM, dengan proses sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, keberlanjutan program. Hasil penelitian mengalami peningkatan jenis perishable sebanyak 45% dari sebelumnya, sebagai indicator meningkatnya variasi bahan pada menu bulanan. Hal ini telah dapat berkontribusi dalam pengendalian biaya konsumsi dari hasil kebun sendiri sebesar 20% dari total kebutuhan konsumsi dengan kontribusi biaya-biaya sayuran dan buah sepenuhnya sebesar 15%, serta 5% dari 10% kebutuhan bumbu-bumbu.Kata kunci: Pengendalian Biaya, Perishable, Vendor, Remaja, LKSA Widhya Asih BlimbingsariAbstractThis research is to produce a kitchen warehouse perishable inventory vendor who can control the daily kitchen costs of LKSA Blimbingsari. Based on the priority scale, the problems that must be solved are: 1) the lack of material supplies that vary from types of vegetables and fruits, 2) the less optimal arrangement of food supply in the management of available land. The method given is learning by doing by means of offline and online through the use of learning tools, with the process of socialization, implementation, mentoring, program sustainability. The results of the study experienced an increase in perishable types as much as 45% from the previous, as an indicator of the increasing variety of ingredients on the monthly menu. This has been able to contribute to controlling consumption costs from own garden produce by 20% of the total consumption needs with the full contribution of vegetable and fruit costs of 15%, and 5% of 10% of the need for spices.Keywords: Cost Control, Perishable, Vendor, Teenager, LKSA Widhya Asih Blimbingsar