3121 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MASA PANDEMI COVID 19
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Blended Learning pada mata pelajaran matematika selama pandemi Covid 19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan populasi seluruh kelas XII SMK TI Bali Global Denpasar yang mendapat mata pelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Blended Learning. Sampel penelitian adalah 34 siswa kelas XII yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pelaksanaan Blended Learning dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran tatap muka dan online secara bergantian, masing-masing selama seminggu. Pembelajaran online dilakukan dengan berbantuan Google Classroom dan Microsoft Team. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan aplikasi Google Form, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Penilaian efektivitaditinjau dari aspek kepuasan dan pemahaman materi pelajaran yang diberikan. Dari aspek kepuasan, penerapan model pembelajaran Blended Learning memberi dampak positif, dimana sebesar 47,05% menjawab puas, 35,29% menjawab sangat puas, dan 11,76% menjawab cukup puas. Sedangkan hanya 5,89% yang menjawab kurang puas dan tidak ada yang menjawab sangat tidak puas. Dari aspek pemahaman materi, sebagian besar siswa merasa mudah memahami materi yang diberikan dengan model pembelajaran Blended Learning. Sebesar 44,12% menjawab mudah memahami materi yang diberikan, 26,47% menjawab sangat mudah, dan 17,65% yang menjawab cukup mudah memahami materi. Sedangkan, hanya terdapat 8,82% yang menjawab sulit memahami materi, dan 2,94% yang menjawab sangat sulit menerima materi yang diberikan. Siswa juga lebih menyukai model pembelajaran Blended Learning dibandingkan dengan pembelajaran online. Sebesar 86,8% menyatakan lebih menyukai model pembelajaran Blended Learning, dan hanya 13,2% yang lebih menyukai pembelajaran online yang dilaksanakan sejak awal pandemi.Kata kunci: blended leaning, pandemi covid-19, efektivitas, google classroom, microsoft teamAbstractThis study aims to determine the effectiveness of the Blended Learning model in mathematics subjects during the Covid-19 pandemic. This study was a qualitative descriptive study with a population of all class XII SMK TI Bali Global Denpasar who received mathematics subjects using the Blended Learning model. The research sample was 34 students of class XII who were selected by simple random sampling technique. The implementation of Blended Learning is carried out by carrying out face-to-face and online learning alternately, each for a week. Online learning is carried out with the help of Google Classroom and Microsoft Team. Collecting data using a questionnaire with the Google Form application, and data analysis using descriptive statistics. Assessment of effectiveness using indicators of satisfaction and understanding of the subject matter provided. From the aspect of satisfaction, the application of the Blended Learning model has a positive impact, where 47.05% answered satisfied, 35.29% answered very satisfied, and 11.76% answered quite satisfied. Meanwhile, only 5.89% answered that they were not satisfied and no one answered that they were very dissatisfied. From the aspect of understanding the material, most students find it easy to understand the material provided with the Blended Learning model. 44.12% answered that it was easy to understand the material provided, 26.47% answered very easily, and 17.65% answered that it was quite easy to understand the material. Meanwhile, there were only 8.82% who answered that it was difficult to understand the material, and 2.94% who answered that it was very difficult to accept the material given. Students also prefer the Blended Learning model than online learning. 86.8% stated that they prefer the Blended Learning model, and only 13.2% prefer online learning that has been implemented since the beginning of the pandemic.Keyword: blended leaning, pandemic covid-19, effectiveness, google classroom, microsoft tea
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA ZINGIBERACEAE TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli
ABSTRAKRimpang kunyit kuning (Curcuma longa), kunyit putih (Curcuma zedoaria), jahe merah(Zingiber officinale var. Rubrum) dan jahe gajah (Zingiber officinale var. Officinarum)termasuk dalam familia Zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisionaloleh masyarakat Indonesia. Infeksi bakteri Escherichia coli merupakan infeksi yang terjadiakibat kontaminasi makanan atau minuman yang dikonsumsi. Dewasa ini masyarakat lebihbanyak tertarik menggunakan obat tradisional dibandingkan dengan obat sintetis, karenadipercaya apabila mengkonsumsi obat yang berasal dari tumbuhan obat atau herbalmemiliki resiko efek samping yang lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui aktivitas antibakteri infusa Zingiberaceae terhadap pertumbuhan Escherichia coli.Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan sumuran. Hasil penelitianmenunjukan bahwa infusa Zingiberaceae memiliki daya hambat terhadap Escherichia coli.Perlakuan terbaik metode difusi cakram ada pada infusa jahe gajah (Zingiber officinale var.Officinarum) dengan nilai rata-rata daya hambat 9,00 mm, sedangkan perlakuan terbaikmetode sumuran ada pada kunyit putih (Curcuma zedoaria) dengan nilai rata-rata dayahambat 6,30 mm.Kata kunci: antibakteri, infusa, Zingiberaceae, Escherichia coli
TAHAPAN PENGGUNAAN LEGO DALAM PEMBELAJARAN SIMPLE PRESENT TENSE
ABSTRAKBahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari. Hal ini tidakterlepas dari posisi Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional. Di Indonesia, BahasaInggris dipelajari sebagai bahasa asing. Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL)maksudnya adalah bahasa Inggris diajarkan pada pembelajar di negara-negara di manamayoritas penduduknya tidak berbicara bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Oleh sebabitu, pembelajar Bahasa Inggris di Indonesia dikategorikan sebagai pembelajar EFL. Ketikaberada pada tingkat tata Bahasa dalam mempelajari Bahasa Inggris, pembelajar EFL inimerasa bahwa tata Bahasa merupakan bagian tersulit karena mereka harus menghafalkanberbagai rumus tata Bahasa (Tenses) yang ada dalam Bahasa Inggris. Para pengajar BahasaInggris pun mencari berbagai metode agar pembelajar lebih mudah memahami materi tataBahasa ini. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini diuji metode Silent Waydengan memanfaatkan alat permainan Lego sebagai media pembelajaran Simple PresentTense untuk pembelajar EFL. Alat permainan Lego ini dipilih sebagai pengganti media rodsyang biasanya digunakan dalam metode silent way. Metode silent way ini adalah satumetode yang memberikan kesempatan yang lebih banyak pada siswa untuk melakukanpraktek bahasa dimana peran guru hanya sebagi fasilitator. Dalam penelitian ini akandiselidiki tahapan penggunaan alat permainan Lego sebagai media pembelajaran SimplePresent Tense untuk pembelajar EFL. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatifmenggunakan teknik penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimanamasing-masing siklus terdiri dari tahapan perancangan, pelaksanaan, pengamatan danrefleksi.Kata Kunci: Metode Silent Way, Lego, Simple Present Tens
TOKOH DAN PENOKOHAN PEREMPUAN DALAM CERITA RAKYAT BALI
ABSTRAKCerita rakyat merupakan cerita yang diceritakan secara lisan dan merupakan ceritatradisi yang dilahirkan dari sebuah kebudayaan di dalam masyarakat (Harvilahti, 2003:200).Endraswara (2010:3) mengungkapkan bahwa dalam masyarakat tertentu, cerita rakyatdiwariskan dari generasi ke generasi secara lisan. Sama halnya dengan cerita rakyat didaerah lain, cerita rakyat Bali memiliki makna pesan moral yang mendalam yang patutdiajarkan kepada generasi muda. Penelitian ini membahas tentang tokoh dan penokohanperempuan dalam cerita rakyat Bali. Jones (dalam Nurgiyantoro, 2007 : 165) menyatakanbahwa penokohan merupakan gambaran jelas tentang tokoh yang disebutkan dalam ceritatersebut. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan terdapat 2 (dua) penampilan tokoh, yakniantagonis dan protagonis.Kata kunci: Tokoh, Penokohan, Cerita Rakya
PELATIHAN PENGOLAHAN JENIS HIDANGAN BREAKFAST DAN A LA CARTE MANU SERTA PENGETAHUAN ENTREPENEURSHIP
ABSTRAKDesa Munggu adalah salah satu desa di kecamatan mengwi, kabupaten badung, yangberpotensi sebagai jalur pariwisata yang sangat baik. salah satunya adalah yang menjadi programkegiatan kami adalah PKK banjar kerobokan berjumlah 23 peserta mayoritas sebagai IbuRumah tangga. Meningkatnya kebutuhan rumah tangga, kebutuhan untuk biaya pendidikan anakmenjadi salah satu permasalahan. Kaum ibu diharapkan mampu memberikan kontribusipenghasilan untuk menambah pendapatan keluarga, dengan meningkatkan ketrampilanmemproduksi hidangan breakfast dan A La Carte Menu potensi yang dikembangkan untukmenghasilkan hidangan breakfast dan A La Carte Menu yang berkualitas, penampilan menarik,memiliki rasa yang enak, serta inovatif dan kreatif. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalahMemberikan pengetahuan tentang pengembangan enterpreneurship untuk memulai usaha danmeningkatkan ketrampilan khususnya dalam pengolahan hidangan breakfast dan A La Carte Menu .Metode dilaksanakan secara demonstrasi dianalisis dengan teknik Deskriptif Kualitatif pree test danpost test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri peserta meningkat sebesar28% Peserta memenuhi kriteria ketuntasan yang diharapkan.Untuk kepemimpinan peserta dalamketangkasan dan pola pikir berwirausaha mengalami peningkatan sebesar 14%. Keyakinan pesertadalam keberhasilan berwirausaha meningkat sebesar 2%, dari Aspek Kognitif peserta dalampelatihan membuat hidangan breakfast dan pengetahuan entrepeneurship meningkat sebesar 14%.Aspek Psikomotorik peserta pelatihan membuat hidangan breakfast dan pengetahuan usahakecil/entrepeneurship yang diukur berdasarkan kecepatan, ketepatan, dan teknik pengolahanhidangan breakfast pada pree test dan post test meningkat sebesar 17%. dari hasil pembahasantersebut menunjukkan pembekalan ketrampilan, pemberdayaan masyarakat dan pengetahuanentrepeneurship khususnya bagi Ibu-ibu PKK banjar kerobokan, desa munggu, kecamatan mengwi,badung meningkat secara keseluruhan dan berhasil.Kata kunci: Pelatihan, Hidangan Breakfast, Entrepeneurship
PENINGKATAN KUALITAS LULUSAN SMK MELALUI PENDAMPINGAN DENGAN LESSON STUDY
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran guru melalui lessonstudy, mengembangkan minat berwirausaha dan hasil belajar siswa SMK SingamandawaMonarch Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjekpenelitian adalah siswa kelas XI Jasa Boga SMK Singamandawa Monarch Bali.Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, tes. Teknik analisis datadengan mencari rerata hasil pre-test post-test dan menarik kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan pelatihan minat berwirausaha dalam pengolahan dan penyajian makananmelalui lesson study telah berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan minatberwirausaha siswa dengan rerata pos-test sebesar 83,9 %. Hasil belajar pengolahandan penyajian makanan berada pada kategori sangat baik dengan rerata pos-testsebesar 91 % dan akumulasi hasil evaluasi minat berwirausaha dan hasil belajar denganrerata pos-test sebesar 87,1 % dengan kategori sangat baik.Kata kunci: Lesson Study, minat berwirausaha, hasil belaja
PENDAMPINGAN MENGENAI HOAX DAN DIGITAL SAFETY KEPADA KARANG TARUNA DI DESA CATUR, KINTAMANI - BANGLI
ABSTRAKPenggunaan internet di Indonesia saat ini hampir melapisi seluruh masyarakat, segala kegiatanakan berhubungan dengan media digital. Arus informasi semakin cepat dan bebas di sebarluaskanke masyarakat tanpa pertanggung jawaban bahwa informasi tersebut benar adanya. Kehidupanmasyarakat saat ini sudah terbagi dua menjadi dunia maya dan dunia nyata, bahkan sebagianmasyarakat lebih aktif di dunia maya atau sosial media mereka sehingga tanpa kita ketahuikehidupan kita sudah menjadi konsumsi publik yang bisa diakses dimana saja dan oleh siapa saja.Maka dari itu tujuan dari kegiatan pendampingan dan pelatihan ini untuk membantu para generasimuda yang saat ini generasi muda sebagai tombak utama digitalisasi agar lebih memahami danmengerti pemilahan informasi yang benar dan sesuai fakta serta bisa memilah dan melindungikehidupan mereka agar terhindar dari kejahatan internet yang semakin mengarah ke kriminalitas.Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik survey kepada paraSTT yang ada di desa Catur, Kintamani, Bangli. Dengan dilakukannya survey kami memperolehhasil bahwa sebagian besar anggota STT (Karang Taruna) mengetahui mengenai hoax dan digitalsafety akan tetapi tidak bisa menangani hal tersebut dengan cara yang tepat.Kata Kunci: literasi digital, hoax, digital safety, internet, karang taruna, Catur, Kintamani, Bangl
Mengatasi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa di Masa Pandemi dengan Teknik Goal Setting dan Time Management
Abstrak. Perkuliahan yang dilaksanakan secara daring di masa pandemi ternyata berimbas bagi mahasiswa. Pembelajaran jarak jauh membuat perilaku prokrastinasi akademik meningkat. Prokrastinasi akademik merupakan kebiasaan menunda yang berkaitan dengan tugas akademik. Penundaan dilakukan secara sengaja meskipun mahasiswa mengetahui dampak buruk yang dihasilkan melalui perilaku menunda tersebut. Jika dibiarkan, prokrastinasi dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penerapan teknik goal setting dan time management dalam membantu mahasiswa menetapkan prioritas dan fokus. Teknik ini juga memberikan manfaat untuk meminimalkan kecemasan pada tenggat waktu, kurangnya fokus, penundaan, dan kelelahan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian kualitatif, dengan sumber data sekunder yang didapatkan dari kajian literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam langkah dalam penerapan teknik goal setting dan time management. Adapun langkah-langkah tersebut yaitu: clarify your value, setting goals, develop an action plan, evaluate how you spend your time, combating procrastination, and organizing your time. Menerapkan keenam langkah ini secara konsisten dan bersinambungan membuat mahasiswa mampu untuk menciptakan manajemen waktu yang baik. Dengan begitu, mahasiswa bisa menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan atau kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas akademik secara tepat waktu.Kata Kunci: goal setting, time management, prokrastinasi akademik, pandem
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental
AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kreativitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII JB 1 di SMK Wira Harapan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus I kreativitas siswa memperoleh persentase rerata 68% mengalami peningkatan 14% dengan persentase rerata 82% pada siklus II. Hasil Belajar siswa siklus I memperoleh persentase rerata 79,94% mengalami peningkatan 3,22% dengan persentase rerata 83,16% pada siklus II. Ketuntasan klasikal siswa persentase rerata 50% pada siklus I mengalami peningkatan 50% menjadi 100% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Project Based Learning mampu meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental.AbstractThe aim of this study was to determine the increase in creativity and student learning outcomes through the application of the Project-Based Learning model. The research used is Classroom Action Research conducted through cycle I and cycle II. The sampling technique used is purposive sampling. The sample in this study were students of class XII JB 1 at SMK Wira Harapan. The technique of analyzing data was descriptive qualitative. The results of the first cycle of student creativity obtained an average percentage of 68%, an increase of 14% with an average percentage of 82% in the second cycle. Student learning outcomes in the first cycle obtained an average percentage of 79.94%, an increase of 3.22% with an average percentage of 83.16% in the second cycle. The average percentage of students' classical mastery in the first cycle increased from 50% to 100% in the second cycle. Based on the results, it can be concluded that the application of the Project-Based Learning model was able to increase creativity and student learning outcomes in the subjects of Processing and Serving Continental Food
Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Blended Learning Berbantuan Google Classroom pada Mata Pelajaran Dasar Kuliner
AbstractThis research aims to find out the increase of students’ motivation andlearning outcome in basic culinary subjects through blended learningmodel application that assisted by google classroom. The quantitativeanalysis technique used in this research is in the experimentalresearch design category and the sampling technique is purposivesampling. The research subject is all of the students in X class ofCulinary Art in SMKN 5 Denpasar totaling 40 people. The results ofthe pre-test of learning motivation obtained indicators of the need forachievement and affiliation of 78% and power of 73%. The pre-test ofcognitive domain learning outcomes showed a percentage of 80%,affective 81%, and psychomotor 79%. Through the application of theblended learning model, the results of an increase in the motivationalpost-test are the need for achievement by 79%, power and affiliationby 80%. Learning outcomes have increased, namely the cognitivedomain by 85%, affective 84% and psychomotor 82%. It concludedthat there is an increase in students' motivation and learning outcomesafter applying the blended learning model.AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui peningkatan motivasidan hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar kuliner melaluipenerapan model blended learning berbantuan google classroom.Teknik analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian iniberkategori jenis penelitian eksperimen serta teknik sampling yaitupurposive sampling. Subjek yang diambil dalam penelitian ini yaknisemua siswa kelas X Tata Boga 1 SMKN 5 Denpasar yang berjumlah40 orang. Hasil pretest motivasi belajar memperoleh indikatorkebutuhan akan prestasi dan afiliasi sebesar 78% dan kekuasaansebesar 73%. Pretest hasil belajar ranah kognitif menunjukanpersentase sebesar 80%, afektif 81%, dan psikomotor 79%. Melaluipenerapan model blended learning, mendapatkan hasil peningkatanpada posttest motivasi yaitu kebutuhan akan prestasi sebesar 79%, kekuasaan dan afiliasi sebesar 80%. Hasil belajar mengalamipeningkatan yaitu ranah kognitif sebesar 85%, afektif 84% danpsikomotor 82%. Simpulan yang diperoleh adalah terjadi suatupeningkatan motivasi dan hasil belajar pada siswa setelah menerapkanmodel pembelajaran blended learning