E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN BERBASIS WEBSITE PADA UD. MERTHA NADI

    No full text
    ABSTRACTTechnology Information in the era of Industrial Revolution 4.0 is growing rapidly. Technological developments influenced many aspects of life such as trade. UD Mertha Nadi is a trading business that sells building materials. Sales transaction process there, still uses the manual system. The effect of using this manual system, it causes frequent errors in making sales reports. Sales reports are recapitulated at the end of the month by recalculated one by one of sales notes. This often causes errors in calculations. UD. Mertha Nadi also had difficulty controlling the amount of goods. These problems cause the transaction process to be less effective. To overcome these problems, a sales and purchase information system is needed to overcome the obstacles in the UD. Mertha Nadi. This study aims to design a website-based buying and selling information system at UD Mertha Nadi. At the same time knowing the implementation of the system that has been developed. The development of this website-based system uses the extreme programming (XP) method with the PHP programming language and MySQL database as well as in making the system design the researcher uses the UML modeling method. The final result achieved is a website-based buying and selling information system design at the UD Mertha Nadi which can be accessed by 5 users including cashier, owner, warehouse staff, treasurer, and delivery staff.Keywords : Technology Information, Purchase and Sales Information System, Trading Business, Extreme ProgrammingABSTRAKTeknologi informasi pada era revolusi 4.0 berkembang pesat. Perkembangan teknologi memberikan berbagai pengaruh pada aspek kehidupan, salah satunya dalam bidang perdagangan. UD Mertha Nadi merupakan usaha dagang yang menjual bahan bangunan. Proses transaksi penjualan UD. Mertha Nadi masih menggunakan sistem manual. Akibat penggunaan sistem yang masih manual ini, menyebabkan sering terjadinya kesalahan dalam membuat laporan penjualan. Laporan penjualan direkap pada akhir bulan dengan menghitung kembali satu per satu nota penjualan. Hal tersebut sering menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penghitungan. UD. Mertha Nadi juga mengalami kesulitan dalam mengontrol jumlah barang. Permasalahan tersebut menyebabkan proses transaksi menjadi kurang efektif. Untuk mengatasi permasalah tersebut maka diperlukan sebuah sistem informasi penjualan dan pembelian untuk mengatasi kendala pada toko UD. Mertha Nadi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun sistem informasi pembelian dan penjualan berbasis website pada UD Mertha Nadi. Sekaligus mengetahui implementasi sistem yang telah dikembangkan. Pembangunan sistem berbasis website ini menggunakan metode extreme programming (XP) dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL serta dalam membuat perancangan sistem peneliti mengunakan metode pemodelan UML. Hasil akhir yang di capai adalah sebuah rancang bangun sistem informasi pembelian dan penjualan berbasis website pada Toko UD. Mertha Nadi yang dapat diakses oleh 5 user diantaranya adalah kasir, pemilik, staff gudang, bendahara, staff pengiriman.Kata Kunci: Teknologi informasi, Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan, Usaha Dagang, ExtremeProgrammin

    ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN KARYAWAN SERTA PERHITUNGAN PPH PASAL 21 PADA CV SENI ECHO

    No full text
    ABSTRACTCV Seni Echo is a private company engaged in the production and trade of handicrafts for local and international markets. The payroll and remuneration system is a system used by companies to provide wages and salaries to their employees for the services they provide. PPh 21 is withholding tax imposed on income received by a domestic Individual Taxpayer (WPOP) for the work, services, or activities he performs. Internal control is a system to provide security guarantees to companies.The purpose of this research is to implement a computerized system and implement internal control at CV Seni Echo. The method used is the SDLC method with a prototype model. This study will analyze and design the Payroll and Income Tax Calculation system for Article 21, where the development of this system can provide convenience and security for company operations at CV Seni Echo. This report will generate Payroll report, Tax report, Bonus report, Absence Recap, Meal Report, Allowance Report.Keywords: Payroll, PPh 21, Internal Control, Prototype MethodABSTRAK CV Seni Echo merupakan perusahaan swasta dalam bidang produksi dan perdagangan barang kerajinan (handicrafts) untuk pasar lokal dan internasional. Sistem penggajian dan pengupahan adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan untuk memberi upah dan gaji kepada para karyawannya atas jasa-jasa yang mereka berikan. PPh 21 adalah pemotongan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh seorang Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) dalam negeri atas pekerjaan, jasa, atau kegiatan yang dilakukannya.Pengendalian intern adalah sebuah sistem untuk memberikan jaminan keamanan kepada perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan sistem yang terkomputerisasi dan menerapkan pengendalian intern pada CV Seni Echo. Metode yang digunakan adalah metode SDLC dengan model prototype. Penelitian ini akan melakukan analisis dan perancangan sistem Penggajian dan Perhitungan PPh Pasal 21, dimana pengembangan sistem ini dapat memberi kemudahan dan keamanan bagi operasional perusahaan pada CV Seni Echo. Laporan ini akan menghasilkan laporan Penggajian, laporan Pajak, laporan Bonus, Rekap Absen, Laporan Uang Makan, Laporan Tunjangan.Kata Kunci: Penggajian, PPh 21, Pengendalian Intern, Metode Prototyp

    ANALISIS PERBANDINGAN METODE VECTOR SPACE MODEL DAN LEVENSHTEIN DISTANCE DALAM SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI PADA PERPUSTAKAAN DIGITAL STMIK PRIMAKARA (PRIMAKARA LIBRARY)

    No full text
    ABSTRACTDigital Library is an application of Information technology that is used for storage, retrieving, and distributing information of all kinds of knowledge in digital form. STMIK Primakara currently has a Digital Library under the name PRILI (Primakara Library). The number of books in PRILI is still relatively small, but as time goes by, it will definitely continue to grow. The more books there are, search engines will definitely need to make it easier to find the desired book, but the search engine is only able to find the title. To be able to do a search according to user needs, the author will analyze the search engine using the Information Retrieval System. In the Information Retrieval System, a specific method is needed to be applied to the system. The author will analyze two methods, namely the Vector Space Model (VSM) and Levenshtein Distance. The two methods will compare the search results, in the form of relevance values. This value will determine which method the results are most in accordance with the wishes of the user. The test uses data of 298 book titles. The data will then be tested using 10 keywords, where each keyword uses 1-4 terms which are totaled into 40 keywords. In the values of Precision, Recall, accuracy, and F-measure in each term test in the Vector Space Model method, where the fewer terms used, the greater the relevance value, while the time required is faster, while in the Levenshtein Distance method where The more terms used, the greater the relevance value, while for the longer time it takes. The average obtained if all terms are calculated, in the Vector Space Model method with an average relevance of Precision 58.1%, Recall 91.1%, accuracy 94.5%, F-measure 63% and processing time needed 1.43 seconds; while the Levenshtein Distance method has an average relevance of 9.6% Precision, 24.4% Recall, 75.4% accuracy, F-measure 11.1% and the required processing time is 0.87 seconds. The relevance of the Vector Space Model method is superior to the Levenshtein Distance method, but the average time required for the Vector Space Model method is longer than the Levenshtein Distance method.Keywords: Information Retrieval, Vector Space Model, Levenshtein Distance, Library.ABSTRAKPerpustakaan Digital adalah suatu penerapan teknologi Informasi yang digunakan untuk sarana penyimpanan, mengambil, dan mendistribusikan informasi segala jenis ilmu pengetahuan dalam bentuk digital. STMIK Primakara saat ini sudah memiliki Perpustakaan Digital dengan nama PRILI (Primakara Library). Buku yang ada pada PRILI masih terbilang sedikit namun seiring berjalannya waktu pasti akan terus bertambah. Semakin banyaknya buku pasti dibutuhakan mesin pencari untuk mempermudah dalam pencarian buku yang diinginkan namun mesin pencari hanya mampu mencari judulnya saja. Untuk dapat melakukan pencarian sesuai kebutuhan user, penulis akan menganalisis mesin pencari menggunakan Sistem Temu Kembali Informasi (Information Retrieval). Dalam Sistem Temu Kembali Informasi diperlukan sebuah metode untuk diterapkan pada sistem, Penulis akan melakukan analisis pada dua metode yaitu Vektor Space Model (VSM) dan Levenshtein Distance. Dua metode tersebut akan dibandingkan hasil pencariannya, berupa nilai relevansinya. Nilai tersebut akan menentukan metode mana yang hasilnya paling sesuai dengan keinginan user. Pengujian menggunakan data sejumlah 298 judul buku. Data tersebut selanjutnya akan dilakukan pengujian dengan menggunakan 10 kata kunci, diamana tiap kata kuncinya menggunakan 1 – 4 term yang ditotalkan menjadi 40 kata kunci. Pada nilai dari Precision, Recall, accuracy, dan F-measure pada tiap pengujian term-nya dalam metode Vector Space Model, dimana makin sedikit term yang digunakan maka nilai relevansinya makin besar, sementara waktu yang dibutuhkan lebih cepat,sedangkan pada Metode Levenshtein Distance dimana makin banyak term yang digunakan makanilai relevansinya makin besar, sementara untuk waktu yang dibutuhkan lebih lama. Rata-rata yangdidapat jika semua term dihitung, pada metode Vector Space Model dengan relevansi rata-rata padaPrecision 58.1%, Recall 91.1%, accuracy 94.5%, F-measure 63% dan waktu proses yang dibutuhkan1,43 detik; sedangkan metode Levenshtein Distance relevansi rata-rata pada Precision 9.6%, Recall24.4%, accuracy 75.4%, F-measure 11.1% dan waktu proses yang dibutuhkan 0,87 detik. Relevansimetode Vector Space Model lebih unggul dibandingkan dengan metode Levenshtein Distance,namun rata-rata waktu yang dibutuhkan pada metode Vector Space Model lebih lama dari padaLevenshtein Distance.Kata Kunci: Sistem Temu Kembali Informasi, Vektor Space Model, Levenshtein Distance,Perpustakaan

    LINGUISTIK FORENSIK: SEBUAH TINJAUAN BAHASA DALAM RANAH HUKUM

    No full text
              Tegaknya hukum di negeri ini tercermin jelas tidak hanya dari perilaku para elit politik tetapi juga dari masyarakatnya. Kasus pelanggaran hukum mulai kasus pencurian sandal jepit hingga korupsi yang bersifat gotong royong sudah sangat akrab bahkan menjadi hal yang biasa layaknya sebuah tontonan di pasar seni. Berhasil tidaknya penanganan kasus pelanggaran hukum di negeri ini berkorelasi dengan aspek kognitif dan psikologis para penegak hukum.            Bahasa sebagai salah satu aspek kognitif dalam diri manusia tidak dapat dilepaskan dari konspirasi para pelanggar hukum maupun para penegak hukumnya. Di sinilah peran ahli bahasa (linguis) menyumbangkan pemikiran dalam menganalisis aspek-aspek kebahasaan dalam konteks penanganan kasus-kasus pelanggaran hukum. Para linguis hendaknya tidak terlena dengan rimba kebahasaannya saja, tetapi juga menyumbangkan pemikiran analisis kebahasaannya dalam kasus-kasus hukum mengingat segala peristiwa komunikasi dari pelanggaran hingga penanganan dan keputusan hukum terhadap pelanggarannya tidak dapat dilepaskan dari aspek kebahasaan baik lisan maupun tulisan. Inilah keterkaitan bahasa dan hukum.            Jadi, sudah selayaknyalah jika para linguis merambah ranah hukum dengan analisis kebahasaannya. Metode linguistik kiranya dapat membedah segala aspek kebahasaan dalam setiap peristiwa pelanggaran maupun penanganan hingga keputusan hukumnya. Untuk itu, dalam artikel ini penulis mencoba merangsang para linguis atau pemerhati maupun penggiat bahasa untuk mendiskusikan perihal linguistik forensik. Istilah linguistik forensik merujuk pada pengertian kajian ilmu bahasa dalam ranah hukum.Kata kunci: linguis, linguistik forensik, ranah huku

    THE DISCOVERY OF REGISTERS IN ENGLISH NEWSPAPER OF BALI TRAVEL NEWS

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to discuss the discovery of registers in the newsletter Bali Travel Newsaccording to Biber and Conrad theory (2009) which states that registers are variationsrelated to certain usage situations. The existence of newspapers in the form of printedmedia is still in great demand by the public. This newspaper is written in English andcontains articles that do occur in tourism in Bali without age restrictions to readers. Ingeneral, newspapers often used informal words rather than formal words according totheir lexical and grammatical characteristics which are very interesting and entertaining.The register description includes three main components: context of situation, linguisticfeatures, and functional interpretation between the first and two components. The data isanalyzed with descriptive qualitative method. Linguistic features included word selectionsuch as the use of pronouns, lexical and active as well as passive voice. Results arepresented through formal and informal methods.Keywords: register, context of situation, linguistic features.ABSTRAKPenelitian ini bermaksud untuk membahas temuan register pada surat kabar Bali TravelNews menurut teori Biber dan Conrad (2009) yang menyatakan bahwa register adalahvariasi yang berkaitan dengan situasi penggunaan tertentu. Keberadaan surat kabardalam bentuk media cetak masih banyak diminati oleh masyarakat. Koran inimenggunakan bahasa Inggris dan berisi artikel yang terjadi di Pariwisata di Bali tanpaadanya batasan umur bagi pembacanya. Pada umumnya, surat kabar lebih seringmenggunakan kata-kata informal daripada kata-kata formal sesuai dengan ciri leksikaldan gramatikal yang sangat menarik dan menghibur. Deskripsi register mencakup tigakomponen utama: konteks situasi, fitur linguistik, dan interpretasi fungsional antarakomponen pertama dan dua. Itu dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Cirikebahasaan termasuk pemilihan kata seperti penggunaan kata ganti, leksikal dan aktifserta suara pasif. Hasil disajikan melalui metode formal dan informal.Kata kunci: register, konteks situasi, ciri kebahasaa

    COHERENCE ANALYSIS OF RACIAL PREJUDICE IN THE ANSWERS TO QUORA APPLICATION’S QUESTION WHAT IS THE MOST RACIST THING SOMEONE HAS SAID TO YOU

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to analyze the coherence of answers by Quora application users thatcontain racist utterances. Answers from Quora users were analyzed for racial prejudicebased on the theory from Blummer (1958) about feelings of empathy that represent racialprejudice. The four feelings referred to by Blummer (1958) are: feeling superior, feelingthat the subordinate race is essentially different, the feeling of claiming ownership ofspecial rights, and the fourth is that the subordinate race has hidden motives for the specialrights of the dominant race. To analyze the coherence of user answers, the theory used isthe theory proposed by Oshima & Hogue (2006) about four ways of achieving coherence.According to Oshima & Hogue (2006), there are four ways to achieve coherence, namely:repeating keywords, using pronouns consistently, using transitional signs, and arrangingideas in a logical order. The result indicates that from the five analyzed data points, fourcan be classified as the feeling of the subordinate group is different and alien, and onecan be identified as the feeling of superiority. The answers are considered as coherence,the writers manage to make a repetition of the key noun, using consistent pronouns, usingtransition signals, and arranging the ideas in logical order.Keywords: coherence, racism, discourse and racism, racial prejudiceABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis koherensi dari jawaban para penggunaaplikasi Quora yang mengandung ujaran-ujaran rasisme. Jawaban dari para penggunaQuora akan dianalisis dari sisi prasangka rasial berdasarkan teori dari Blummer (1958)tentang empat perasaan yang mewakili prasangka rasial. Adapun empat perasaan yangdimaksud oleh Blummer (1958) yaitu: perasaan superior, perasaan bahwa ras bawahanpada hakikatnya berbeda, perasaan pernyataan kepemilikan atas hak-hak istimewakhusus, dan yang keempat adalah bahwa ras bawahan mempunyai motif terselubungterhadap hak khusus dari ras dominan. Untuk menganalisis koherensi dari jawabanpengguna, teori yang digunakan adalah teori koherensi oleh Oshima & Hogue (2006)tentang empat cara mencapai koheren. Menurut Oshima & Hogue (2006) ada empat carauntuk bisa mencapai koherensi yaitu: mengulang kata kunci, menggunakan kata gantisecara konsisten, menggunakan tanda-tanda transisi, dan merangkai ide dengan urutanyang logis. Hasil penelitian ini menunjukkan, dari lima data yang telah dianalisis, empatdapat diklasifikasikan sebagai perasaan bahwa ras bawahaan pada hakikatnya berbeda,dan satu teridentifikasi sebagai perasaan superior. Jawaban pada penelitian inidianggap koheren, di  mana para penlis mampu untuk mengulang kata kunci, menggunakan kata ganti secara konsisten, menggunakan tanda-tanda transisi, sertamerangkai ide dengan urutan yang logis.Kata Kunci: koherensi, rasisme, wacana dan rasisme, prasangka rasia

    PLOT IN BAZ LUHRMANN’S THE GREAT GATSBY MOVIE

    Get PDF
    ABSTRACTThis study aims to analyze plot as one of the intrinsic elements of literary work in the formof a film entitled “The Great Gatsbyâ€. The data for this study came from Baz Luhrmann'sfilm, which was released in 2013. The approach of this study was the descriptive qualitativemethod. There are several questions that researcher wants to find, they are focused on theplot laws and structure of plot is applied in the movie proposed by Kenney in his bookentitled How to Analyze Fiction (1966). The findings of the research show that there are sixsections for plot laws, which include plausibility, surprise, suspense, plot and unity, plot asunity, and plot as expression. only the subplot is not found in the movie. For the plotstructure, there are five plot stages proposed by Kenney, which consists of the beginning ofthe story, the middle of the story which is divided into three parts, namely conflict,complication and climax.Keywords: analysis plot, literature, plot laws, structure of plotABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menganalisis plot sebagai salah satu elemen intrinsik dari karyasastra dalam bentuk film berjudul "The Great Gatsby". Data untuk penelitian ini berasaldari film Baz Luhrmann, which dirilis pada tahun 2013. Pendekatan penelitian ini adalahmetode kualitatif deskriptif. Ada beberapa pertanyaan yang ingin ditemukan peneliti,mereka berfokus pada hukum plot dan struktur plot yang diterapkan dalam film yangdiusulkan oleh Kenney dalam bukunya yang berjudul How to Analyze Fiction (1966).Temuan penelitian the menunjukkan bahwa ada enam bagian untuk hukum plot, yangmeliputi masuk akal, kejutan, ketegangan, plot dan persatuan, plot sebagai kesatuan, danplot sebagai ekspresi. Untuk penataan plot, ada lima tahap plot yang diusulkan oleh Kenney,yang terdiri dari awal cerita, tengah cerita yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu konflik,komplikasi dan klimaks.Kata kunci: plot analisis, literatur, hukum plot, struktur plo

    PLOT ANALYSIS IN THE GIVER NOVEL BY LOIS LOWRY

    Get PDF
    ABSTRACTPlot is the literary term that describes the element of a story. This research concerns toanalyze about plot elements in the novel entitled“The Giver†by Lois Lowry. Observationmethod are used in collecting the data by following several steps those are by finding thekeyword belongs to each elements of plot, reading repeatedly, understanding the storywhile taking note. In this study, the data were analyzed descriptive qualitatively by usingthe theory from Freytag as cited in Macewan (1900). The finding of this research showthat this novel applied dramatic plot which are consists of several elements namely risingmovement, climax, falling action, and resolution. Exposition is talking about Jonas whoare in eleven years old and become twelve in December live in community with hisparents and little sister, but they all do not have blood relation because all children bornfrom biological mother. He was frightened, but he decided not frightened but toapprehensive to happening in December. Rising movement happened when Jonas haveasiggment from Chief Elder to become a receiver of memory, climax happened whenJonas realizes his father “releases†the newchildren actually that Kill. Falling actionhappened when Jonas escape from Community to take Gabriel in order to save Gabrielfrom being “Release†and the last catastrophe or resolution happened Jonas and gabrielride to another place he sees distance light and hear people singing.Keyword: plot, plot type, The Giver novelABSTRAKAlur adalah istilah sastra yang menggambarkan unsur cerita. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis elemen yang menyusun alur cerita dalam novel Lois Lowry “TheGiverâ€. Peneliti ini menggunakan metode observasi dalam pengumpulan data denganmenerapkan langkah-langkah yaitu mencari kata kunci yang menunjukkan bagian darielemen-elemen, membaca berkali-kali, memahami cerita, dan mencatat. Penelitian inidianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan teori dari Freytag yang dikutip dariMacewan (1900). Jenis plot yang diterapkan dalam novel adalah plot dramatis yangterdiri dari beberapa elemen yaitu cerita permulaan, penanjakan, klimaks, keteganganmenurun, dan peleraian. Permulaan diawali dengan memperkenalkan karakter ceritaketika Jonas berusia sebelas tahun yang menjadi dua belas bulan desember tinggal diKomunitas bersama orang tua dan adik perempuannya, yang mereka tidak memilikihubungan darah karena semua anak lahir dari ibu kandung. Ia takut, dan ia berusahatidak takut tapi bersemangat untuk menunggu apa yang terjadi dibulan desember. Ceritapenanjakan terjadi saat Jonas mendapat penugasan dari Chief Elder menjadi penerimamemory, klimaksnya terjadi saat Jonas menyadari ayahnya “melepaskan†anak-anakbaru itu sebenarnya membunuh. Ketegangan menurun terjadi saat Jonas melarikan diridari Komunitas untuk mengambil Gabriel untuk menyelamatkan Gabriel dari "Lepaskan dan pertikaian atau peleraian terjadi ketika Jonas dan Gabriel naik ke tempat lain, Iamelihat cahaya dikejauhan dan mendengar orang bernyanyi.Kata Kunci: alur, jenis alur, novel The Give

    Peningkatan Fleksibilitas dan Koordinasi Tangan Dengan Stretching Dinamis Pada Penabuh Gender Wayang di Sanggar Seni Kebo Iwa

    No full text
    AbstrakGender Wayang dimainkan dengan cara melakukan gerakan dominan fleksi dan ekstensi pergelangan tangan. Gerakan tersebut memerlukan fleksibilitas dan koordinasi yang baik, fleksibilitas merupakan keleluasaan atau kemudahan gerakan pada persendian pada saat melakukan aktivitas fisik tanpa ada hambatan apapun sedangkan koordinasi merupakan kerja sama antara sistem saraf pusat dengan otot untuk menghasilkan tenaga atau gerakan. Fleksibilitas pada saat memainkan Gender Wayang diperlukan untuk menjangkau nada-nada ke kanan dan ke kiri agar lebih mudah sehingga koordinasi tangan juga semakin bagus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One-Group Pre test-Post test Design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 5 orang berjenis kelamin laki-laki dan berumur 12-16 tahun di Sanggar Seni Kebo Iwa. Latihan yang diberikan yaitu Stretching Dinamis selama 4 minggu dan diberikan setiap 2 hari. Pengukuran fleksibilitas pergelangan tangan menggunakan alat ukur Goniometer sedangkan untuk mengukur koordinasi tangan menggunakan alat ukur test Ball Warfen Und-fangen yang dilakukan sebelum diberikan latihan dan sesudah diberikan latihan. Penelitian ini melakukan uji normalitas dengan Shapiro Wilk Test dan didapatkan semua sampel berdistribusi normal, setelah itu dilakukan uji hipotesis dengan Paired Sampel t-test diperoleh nilai rata-rata (mean) pre test dan post test pada fleksi dekstra 11.000, fleksi sinistra -7.000, ekstensi dekstra 10.000 dan ekstensi sinistra -8.000. Setelah diberikan latihan peningkatan fleksibilitas pada fleksi dekstra 19.2%, fleksi sinistra 17.5%, ekstensi dekstra 23.9%, dan ekstensi sinistra 16.3% sedangkan peningkatan pada koordinasi yaitu 31.25%. Dari hipotesis penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Stretching Dinamis dapat meningkatkan fleksibilitas pergelangan tangan dan koordinasi tangan pada Penabuh Gender Wayang Bali di Sanggar Seni Kebo Iwa.Kata kunci: Gender Wayang, Fleksibilitas, Stretching Dinamis.AbstractGender Wayang is played by performing dominant movements of wrist flexion and extension. These movements require flexibility and good coordination, flexibility is the flexibility or ease of movement in the joints when doing physical activities without any obstacles, while coordination is the cooperation between the central nervous system and muscles to produce power or movement. Flexibility when playing Gender Wayang is needed to reach the notes to the right and left to make it easier so that hand coordination is also getting better. This study uses a research design of One-Group Pre-test-Post test Design. The sample in this study amounted to 5 people, male and aged 12-16 years at the Kebo Iwa Art Studio. The exercise given is Dynamic Stretching for 4 weeks and is given every 2 days. The measurement of wrist flexibility uses a Goniometer while measuring hand coordination uses the Ball Warfen Und-Fangen test which is carried out before being given exercise and after being given exercise. This study conducted a normality test using the Shapiro Wilk Test and all samples were normally distributed. After that, the hypothesis was tested using the Paired Sample t-test. The average value (mean) for pre-test and post-test was 11,000 in right flexion, -7,000 in left flexion, right extension 10,000 and left extension -8,000. After being given exercise, the increase in flexibility in right flexion is 19.2%, left flexion is 17.5%, right extension is 23.9%, and left extension is 16.3%, while the increase in coordination is 31.25%. From this research hypothesis, it can be concluded that Dynamic Stretching can improve wrist flexibility and hand coordination in Balinese Wayang Gender Players at the Kebo Iwa Art Studio.Keywords: Gender Wayang, Flexibility, Dynamic Stretching

    Evaluasi Program Home Care Jembrana Kembali Jaya (JKJ) Plus di Puskesmas II Mendoyo

    No full text
    AbstrakUpaya pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jembrana meluncurkan program Jembrana Kembali Jaya (JKJ) Plus. Salah satu jenis pelayanan JKJ Plus yang telah dilaksanakan rutin saat ini adalah home care. Berdasarkan pelaksanaan program dari Mei sampai dengan Desember 2021, Puskesmas II Mendoyo masih belum berjalan dengan efektif dibandingkan puskesmas lainnya sehingga perlu adanya evaluasi terkait pelaksaan program. Penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di Puskesmas II Mendoyo pada bulan Maret-Agustus 2022. Hasil evaluasi input program home care JKJ Plus diperoleh aspek man, money, method, material, dan machine sudah sesuai dengan pedoman. Namun mengalami kendala pelaksanaan program pada SDM yang rangkap tanggung jawab dan keterbatasan APD. Hasil evaluasi proses program home care JKJ Plus diperoleh sudah sesuai berjalan dengan baik dan sesuai pedoman. Perlu dikembangkan pedoman evaluasi dan melakukan evaluasi program home care JKJ Plus di seluruh Puskesmas.Kata kunci: Evaluasi, home care, JKJ Plus, Puskesmas AbstractTo approach health services to the community, the Jembrana Regency Government launched the JKJ Plus program. One type of JKJ Plus service that has been carried out routinely is home care. Based on the implementation of the program from May to December 2021, Puskesmas II Mendoyo is still not running effectively compared to other health centers. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected using interviews and document review. The research was conducted at Puskesmas II Mendoyo in March-August 2022. The results of the evaluation of the input of the JKJ Plus home care program were by the guidelines. However, there are obstacles in human resources who have dual responsibilities and the limitations of PPE. The results of the evaluation of the JKJ Plus home care program process were obtained that were running well and according to the guidelines. Need evaluation in all health centers.Keywords: Evaluation, home care, JKJ Plus, Puskesma

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!