3121 research outputs found
Sort by
SIKAP GENERASI Z TERHADAP EKSISTENSI KEDAI KOPI LOKAL DAN INTERNASIONAL: RISET PERILAKU KONSUMEN BERBASIS VISUAL
ABSTRACTConsuming coffee in coffee shops has become a global phenomenon, while the trend of coffee consumption in coffee shops as a form of social activity is on the rise among Generation Z in the recent years, including in the midst of Covid-19 pandemic. Consumption behavior is influenced to a large extent by the consumers’ external environment, including friends, families, colleagues, and social networks. This study aims to investigate the interest, attitude, and preference of Generation Z in consuming coffee as a form of social activity—in traditionally-styled local coffee shops, modern local coffee shops, and international chain coffee shops. It is a descriptive qualitative study using photo elicitation interview method for data collection. The data was gathered from a series of semi-structured interview questions involving eight Generation Z participants (four males and four females). The study found that the three different types of coffee shops have different sense of existence from the perspectives of the participants. The traditionally-styled local coffee shops are favored by young consumers in search of a vintage atmosphere or experience. Modern local coffee shops tend to be favored by those searching for adequate facilities such as WiFi, a co-working space, and “Instagrammable†appeal. Meanwhile, the international chain coffee shops are less favored by the Indonesian Generation Z in this study due to its high price and sense of high prestige.Keywords: coffee shop, Generation Z, consumer behavior, photo elicitation, visual researchABSTRAKMengkonsumsi kopi di kedai sudah semakin membudaya, bahkan tren mengkonsumsi kopi di kedai kopi sebagai suatu kegiatan sosial (social activity) semakin marak di kalangan Generasi Z dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di tengah pandemi Covid-19. Perilaku konsumsi kopi sangat dipengaruhi oleh lingkungan termasuk keluarga, teman, rekan kerja, serta lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah ketertarikan, perbedaan sikap dan preferensi Generasi Z dalam mengkonsumsi kopi sebagai aktivitas sosial di kedai kopi lokal tradisional, kedai lokal modern, dan kedai kopi internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan photo elicitation interview. Data dikumpulkan dengan pertanyaan semi-terstruktur yang melibatkan 8 partisipan Generasi Z (4 laki-laki dan 4 perempuan). Penelitian ini menemukan bahwa ketiga jenis kedai kopi memiliki eksistensi yang berbeda dari segi sudut pandang partisipan. Kedai kopi lokal tradisional cenderung diminati oleh partisipan yang mencari suasana atau pengalaman yang vintage. Kedai kopi lokal modern cenderung diminati karena adanya fasilitas yang memadai seperti koneksi WiFi, mendukung konsep co-working space, serta memiliki suasana nyaman dan Instagramable. Sedangkan untuk kedai kopi internasional kurang diminatidengan alasan harga yang diberikan hanya cocok untuk masyarakat kalangan atas.Kata Kunci: Kedai kopi, Generasi Z, photo elicitation, perilaku konsumen, riset visua
“DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE†MENINGKATKAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PETUGAS PENYAPU JALAN DI WILAYAH DALUNG, KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG BALI
ABSTRAK
Paparan debu berulang selama lebih dari 6 bulan yang dialami petugas penyapu jalan berpotensi menyebabkan gangguan paru restriktif akut yang ditandai dengan nilai Kapasitas Vital Paru kurang dari 80%. Penelitian ini bertujuan mengetahui bahwa pemberian Diaphragmatic Breathing Exercise dapat meningkatkan Kapasitas Vital Paru Pada Petugas Penyapu Jalan. Penelitian merupakan penelitian Pra Eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pre and Post Test Design. Sampel merupakan 15 orang wanita petugas penyapu jalan di Jalan Raya Area Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada keseluruhan sampel dilakukan pemeriksaan awal nilai Kapasitas Vital Paru dan selanjutnya diberikan Diaphragmatic Breathing Exercise setiap hari selama 15 menit. Setelah 2 minggu (14 hari), pada keseluruhan sampel dilakukan pemeriksaan Kapasitas Vital Paru akhir. Untuk mengetahui pengaruh pemberian Diapraghmatic Breathing Exercise maka digunakan uji parametric yaitu Paired t Test dengan tingkat kemaknaan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata nilai Kapasitas Vital Paru sampel sebesar 3,932%. Setelah dianalisis secara statistic diperoleh nilai p=0,002 (
EFEKTIFITAS QUADRICEPS ISOMETRIC STRENGTHENING KOMBINASI HAMSTRING STATIC STRETCHING MENINGKATKAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PENDERITA OSTEOARTHRITIS KNEE DI RS DR SOEPRAOEN KOTA MALANG
ABSTRAK
Nyeri, kekakuan otot, dan penurunan kekuatan quadriceps merupakan prediktor utama dalam menurunkan aktivitas fungsional knee osteoarthritis. Latihan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas otot sehingga terjadi peningkatan kemampuan fungsional adalah quadriceps isometric strengthening dan stretching hamstring. Studi ini untuk mengkombinasikan kedua teknik latihan tersebut. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen menggunakan pre-post test one group design, dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2021 di RS. Tingkat II dr. Soepraoen Malang. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang pasien osteoarthritis, dengan teknik pengambilan sampel secara acak dengan usia responden 55-65 tahun, baik laki-laki dan perempuan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didapatkan sampel sejumlah 20 orang. Penelitian menggunakan alat ukur Western Ontario dan McMaster Quesionnaire Universities Osteoarthritis Index (WOMAC) untuk menilai kemampuan fungsional penderita knee osteoarthritis. Dosis quadriceps isometric strengthening exercise dilakukan dengan tahanan 6-10 detik/set, jeda 5 detik, 8 set 3 kali repetisi. Hamstring stretching dengan tahanan 6-10 detik/set, jeda 5 detik, 8 set 3 kali repetisi, yang masing-masing dilakukan selama 2 minggu sebanyak 6 kali treatment. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil median pre- dan post-test masing-masing 70.50 dan 50.00 dengan nilai signifikansi 0,0
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus
ABSTRAK
Penyakit infeksi menjadi penyebab utama kematian di dunia. Pengobatan infeksi menggunakan antibiotik sintetis cenderung menyebabkan resistensi, sedangkan penggunaan antibiotik alami masih jarang menyebabkan resistensi. Senyawa antibakteri atau antimikroba yang sering ditemukan dalam tanaman meliputi senyawa fenol, terpena, alkaloid, dan polipeptida. Beberapa senyawa turunan yang memiliki aktivitas antimikroba seperti katekol, pirogalol, asam fenolat, kuinon, ksanton, flavonoid, tanin dan kumarin. Salah satu tanaman yang memiliki senyawa flavonoid itu adalah buah naga. Sebagian besar masyarakat lebih terpaku pada pemanfaatan daging buahnya saja dan kulit buah yang tidak digunakan dibuang begitu saja sebagai limbah karena pemanfaatan yang sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti antimikroba ekstrak kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) terhadap bakteri uji Escherichia coli dan Staphylococcus aereus. Kulit buah naga super merah dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 50oC selama 3 hari. Dijadikan ekstrak dengan metode maserasi dengan perbandingan bubuk halus dan pelarut (1:5). Pengujian antibakteri menggunakan uji difusi agar. Ekstrak kulit buah naga merah mampu melakukan penghambatan namun masih lemah terhadap E. coli yaitu 1,8 mm dan Staph. aureus yaitu 3 mm.
Kata kunci: ekstrak kulit buah naga, E. coli, S. aureus, antimikroba
ABSTRACT
Infectious diseases are a major cause of death in the world. Treatment of infections using synthetic antibiotics tends to cause resistance, while the use of natural antibiotics still rarely causes resistance. Antibacterial or antimicrobial compounds often found in plants include phenols, terpenes, alkaloids, and polypeptides. From phenol compounds, there are also some derivative compounds that have an antimicrobial activity such as catechol, pyrogallol, phenolic acid, quinone, xanthone, flavonoids, tannins, and coumarins. One of the plants that have flavonoid compounds is dragon fruit. Most people are more focused on the use of their flesh only and unused fruit peels are thrown away as waste because of very limited utilization. The purpose of this study was to determine the antioxidant and antimicrobial activity of super red dragon fruit peel extract (Hylocereus costaricensis) on Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Super red dragon fruit skin is dried using an oven at 50oC for 3 days. Made into extract by maceration method with fine powder and solvent ratio (1: 5). Testing of antibacterial testing using agar diffusion test. Its antibacterial activity is also weak. Super red dragon fruit skin which is used as extract has very weak antibacterial activity 1,8 mm for E. coli and 3 mm for Staph. aureus.
Keywords: dragon fruit peel extract, E. coli, S. aureus, antimicrobia
DIMENSI MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PESERTA PROLANIS DI PUSKESMAS KOTA DENPASAR
ABSTRAK
Penyakit kronis telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan merupakan masalah serius yang masih mendapat perhatian khusus di bidang kesehatan. Hal ini dapat diketahui pada tahun 2016, sekitar 71 persen penyebab kematian di dunia adalah penyakit tidak menular (PTM) yang membunuh 36 juta jiwa per tahun. Sebagai salah satu upaya pelayanan kesehatan di dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi kematian akibat penyakit kronis terutama yang tidak menular di Indonesia, sejak tahun 2014 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menerapkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Hasil survei nasional melaporkan bahwa kepuasan peserta terhadap BPJS Kesehatan mengalami penurunan dari 81% pada tahun 2014 menjadi 79% dan 78,5% pada tahun 2015 dan 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan peserta Prolanis di seluruh Puskesmas Kota Denpasar dilihat dari dimensi mutu pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan 420 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner sejak bulan Juli 2021 sampai September 2021. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian yaitu adanya hubungan kehandalan (p value = 0,000), daya tanggap (p value = 0,000), jaminan (p value = 0,000), kepedulian (p value = 0,000), dan bukti fisik ( p value = 0,000) dengan kepuasan peserta Prolanis. Kesimpulan penelitian yaitu adanya hubungan dimensi mutu pelayanan terhadap kepuasan peserta Prolanis di Puskesmas Denpasar dan disarankan agar petugas kesehatan di Puskesmas kota Denpasar agar tetap memperhatikan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta Prolanis.
Kata kunci: Mutu pelayanan, Prolanis, penyakit tidak menular (PTM)
ABSTRACT
Chronic disease has become one of the biggest causes of death in the world and is a serious problem that still receives special attention in the health sector. It can be seen in 2016, around 71 percent of the causes of death in the world are non-communicable diseases (NCDs) which kill 36 million people per year. As one of the health service efforts in an effort to improve public health and reduce deaths from chronic diseases, especially non-communicable diseases in Indonesia, since 2014 the Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) has implemented the Chronic Disease Management Program (Prolanis).The results of a national survei report that participant satisfaction with BPJS has decreased from 81% in 2014 to 79% and 78.5% in 2015 and 2016. The study aims to determine the relationship between service perceptions and Prolanis participant satisfaction at the Denpasar City Health Center. This research is a quantitative research that will use an analytical approach with 420 respondents. Data collection using a questionnaire from July 2021 to September 2021. Data analysis using the Chi-Square test. The results of the study are that there is a relationship between reliability (p value = 0.000), responsiveness (p value = 0.000), assurance (p value = 0.000), concern (p value = 0.000), and physical evidence (p value = 0.000) with participant satisfaction. Prolanis. The conclusion of the study is that there is a perception of service quality on the satisfaction of Prolanis participants at the Denpasar Health Center and it is recommended that health workers at the Denpasar City Health Center pay attention to the quality of services provided to Prolanis participants.
Keywords: Service quality, Prolanis, non-communicable diseases (NCDs
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO TAHUN 2022
WHO memperkirakan 1,13 miliar atau sekitar 15% orang di seluruh dunia menderita hipertensi, dan dua pertiganya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hipertensi membunuh hampir 9,4 juta orang setiap tahun secara global dengan kejadian yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tilamuta Kabupaten Boalemo Tahun 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di wilayah Kerja Puskesmas Tilamuta Kabupaten Boalemo. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 352 lansia yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data bivariat. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi square menunjukan hipertensi 64,8% responden penderita hipertensi 35.2%. Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan Riwayat keluarga (p=0,004),obesitas (p=0,000), junk food (p=0,009), stres (p=0,000), konsumsi alkohol (p=0,002), konsumsi kopi (p=0,001) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Sedangkan untuk hubungan umur (p=0,244), jenis kelamin (p=0,694), aktivitas fisik, (p=0,077), dan kebiasaan merokok tidak berhubungan (p=0,190) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Perlu upaya peningkatkan promosi terhadap pola makan yang sehat untuk lansia, seperti lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah.
Kata kunci: Determinan, Gaya Hidup, Hipertensi, Lansia
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Pembantu Jumantik di Desa Panjer
ABSTRAKJumlah kasus infeksi demam berdarah dengue semakin meningkat dan memicu masalah kesehatan global. Pemerintah telah mencanangkan program satu Jumantik satu keluarga untuk menurunkan jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue di Indonesia. Untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan infeksi tersebut sangat diperlukan dukungan dan peran serta masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sebagai pembantu Jumantik dalam identifikasi barang-barang yang memiliki potensi sebagai tempat sarang nyamuk pada saat musim penghujan. Mitra yaitu sekelompok ibu-ibu di Desa Panjer mempunyai masalah kurangnya pengetahuan mengenai infeksi demam berdarah beserta pencegahannya sehingga tidak mampu berperan sebagai pembantu Jumantik. Kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi untuk memberikan pelatihan serta pendampingan untuk membentuk pembantu Jumantik dalam identifikasi barang bekas yang ada diseputar halaman rumah mitra yang memiliki potensi sebagai tempat tumbuhnay jentik nyamuk penyebar virus penyebab demam berdarah dengue. Kegiatan diawali dengan pret-est, pemaparan materi infeksi dengue serat pencegahannya lalu ditutup dengan evaluasi post-test untuk mengukur output kegiatan. Hasil kegiatan telah menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra sebesar 90% dalam memahami penyakit serta pencegahan infeksi demam berdarah. Outcome kegiatan akan dievaluasi dari penurunan jumlah kasus infeksi demam berdarah di Desa Panjer.Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, pembantu jumantik, infeksi dengueABSTRACTDengue virus infection poses a significant global health concern worldwide. A high number of dengue cases are reported annually in Indonesia and the government released a specific program to reduce the dengue cases. Empowering of the community to support the programme is absolutely needed. This programme aims to achieve the national programme in reducing the dengue cases particularly by helping the Jumantik. The main problems of the partner is the lack of dengue infection knowledge and the prevention methods. The program delivers training and mentoring to the partners about dengue infection prevention, and identifies the potential goods as the mosquito reservoir. The programme result is the improvement of the partner's knowledge, accounting as high as 90% improvement. The programme outcome will be evaluated by observing the reduction of the local dengue cases.Keywords: community empowering, jumantik, dengu
EDUKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA KELOMPOK PEKERJA SALON DAN SPA DI MASA PANDEMI COVID-19
ABSTRAKPandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali, termasuk usaha salon dan spa. Dampak utama yang dialami adalah penurunan jumlah pelanggan dan penerapan protokol kesehatan yang tepat selama bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pekerja salon dan spa terkait penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di era pandemi. Kegiatan pengabdian menerapkan metode pembelajaran blended learning. Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi dan melibatkan 5 orang pekerja. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi, pretest, pemberian edukasi protokol kesehatan dan sistem marketing di masa pandemi Covid-19, pemutaran video, dan postest. Pekerja yang terlibat berada pada rentang usia 25 tahun hingga 46 tahun. Karakteristik pekerja yaitu 100% adalah perempuan, pendidikan terakhir SMP sebanyak 2 orang (40%), dan SMA sebanyak 3 orang (60%). Mayoritas pekerja beragama Hindu (80%) dan sudah menikah (80%). Masa kerja pekerja bervariasi yaitu antara 1 tahun hingga 6 tahun. Seluruh pekerja memiliki jadwal kerja yang sama yaitu 6 kali per minggu. Setelah pelaksanaan kegiatan, diperoleh hasil yaitu persentase kehadiran pekerja pada kegiatan ini sangat baik (100%). Pelaksanan kegiatan dengan membagi menjadi beberapa sesi kegiatan serta dengan penerapan metode edukasi secara daring dan luring (blended learning) berdampak baik pada peningkatan pengetahuan mitra yang ditandai dengan terdapatnya peningkatan rerata nilai pretest dan postest, yaitu awal adalah 38 poin, meningkat menjadi 84 poin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode edukasi blended learning meningkatkan pengetahuan pekerja salon dan spa dalam hal penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Covid-19, edukasi kesehatan, sistem pemasaran, blended learningABSTRACTThe pandemic of Covid-19 had a significant impact on Bali's tourism, including salon and spa businesses. The main impact was declining customers numbers and the implementation of appropriate health protocols. This program aimed to provide education to salon and spa workers regarding the health protocols and marketing strategies during the pandemic era. The community project activity applied through blended learning method, divided into several sessions with five workers involvement. The activities included discussions, pre-test, education on health protocols and marketing system, video, and post-test. The workers’ age range was 25 to 46 years ,which were 100% women, 40% were junior high school and 60% were high schools’ graduates, majority were Hindu (80%) and were married (80%). The length of working period varied from 1 year to 6 years. All workers had the same work schedule, 6 times per week. The result of the activity was that the percentage of partner's attendance was good (100%). The implementation of the program by online and offline methods (blended learning) had a good impact on increasing knowledge, which was marked by an increase in the average pre-test from 38 points into 84 points on post-test scores. Based on these results, we concluded that the blended learning method increases the knowledge of salon and spa workers in terms of implementing health protocols and online marketing during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19, health education, marketing system, blended learnin
PENENTUAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KELURAHAN KETEWEL, KABUPATEN GIANYAR MENGGUNAKAN ALGORTIMA DJIKSTRA MATLAB
ABSTRACTKetewel is one of the tourist attractions in Bali which is famous for the beauty of its calm and comfortable beaches, unlike other beaches in Bali such as Kuta, Legian or Tanjung Benoa. Behind its beauty, Ketewel has the potential to be hit by a Tsunami disaster because Ketewel is located near the Subduction zone. Based on this, it is very important to know the tsunami evacuation route in Ketewel. In this study, it was attempted to provide an alternative tsunami evacuation route in Ketewel using the Djikstra algorithm. The Djikstra algorithm analyzes paths with a certain point as the starting point and leads to every other node (single source shortest path). The steps taken are to collect data directly in the field to find out the safe point and measure the real distance of each location. Based on the location map, a graph is formed and weighted. The graph that has been formed is transformed into a neighboring matrix, then processed using Djikstra using the MATLAB program. The result of this research is the shortest path for tsunami evacuation in Ketewel.Keyword: shortest path, tsunami evacuation, djikstra algorithm, graphABSTRAKKetewel merupakan salah satu objek wisata di Bali yang terkenal akan keindahan pantainya yang tenang dan nyaman, tidak seperti pantai lainnya dibali seperti Kuta, Legian atau Tanjung Benoa. Dibalik keindahannnya, Ketewel berpotensi untuk dilanda oleh bencana Tsunami karena Ketewel terletak didekat zona Subduksi. Berdasarkan hal tersebut sangatlah penting untuk mengetahui jalur evakuasi tsunami di Ketewel.Dalam penelitian ini dicoba untuk memberikan alternatif jalur evakuasi tsunami di Ketewel dengan menggunakan algortima Djikstra. Algoritma Djikstra menganalisis jalur-jalur dengan simpul tertentu sebagai titik awal dan menuju ke setiap simpul lainnya (single source shortest path). Tahapan yang dilakukan adalah dengan pendataan langsung ke lapangan untuk mengetahui titik aman serta mengukur jarak riil setiap lokasi. Berdasarkan peta lokasi, dibentuk graf dan diberi bobot. Graf yang telah terbentuk di transformasikan menjadi matriks ketetanggan, lalu diolah dengan menggunakan Djikstra menggunakan program MATLAB. Hasil dari penelitian ini adalah jalur terpendek evakuasi Tsunami di Ketewel.Kata kunci: jalur terpendek, evakuasi tsunami, algoritma djikstra, gra
OPTIMALISASI PENGELOMPOKKAN DATA TINGKAT HUNIAN HOTEL DENGAN ALGORITMA K-MEDOID
ABSTRACTHotel occupancy rates have decreased significantly during the Covid-19 pandemic. For the sake of increasing the economy in the hotel industry sector, an analysis of hotel occupancy data grouping is needed so that it can provide the right problem solving to increase hotel occupancy rates through promotions and other vouchers based on group characteristics. This research is in the form of grouping data on hotel occupancy rates in Indonesia using the K-Medoid clustering method and the Davies Bouldin Index (DBI). The selection of the K-Medoid clustering method is based on the K-medoid method which is not affected by noise and data outliers. Grouping the data with 9 clusters resulted in a better cluster quality seen from the minimum DBI value obtained of 1,003. The results of clustering are determined by the characteristics of the data in the cluster with a small dispersion/dispersion size because the standard deviation value is smaller than the mean value. The data used for clustering has a small variation. The cluster group with the lowest occupancy rate is located in the center of the cluster, namely January with an occupancy rate of 11.86%, February 21.66%, March 31.16%, April 17.12%, May 33.73% and June 26.88%. Areas classified as low occupancy groups are Aceh, West Sulawesi and Bali based on data from January 2022 to June 2022. These areas need to increase the number of hotel occupancy with various promotions.Keywords: K-medoid, Davies-Bouldin Index, Occupancy, Hotel.ABSTRAKTingkat hunian hotel mengalami penurunan signifikan selama pandemi Covid-19. Demi peningkatan perekonomian pada sektor industri perhotelan, diperlukan suatu analisis pengelompokkan data tingkat hunian hotel sehingga dapat memberikan pemecahan masalah yang tepat untuk meningkatkan tingkat hunian hotel melalui promosi dan voucher lainnya berdasarkan karakteristik kelompok. Penelitan ini berupa pengelompokkan data tingkat hunian hotel di Indonesia menggunakan metode clustering K-Medoid dan Davies Bouldin Index (DBI). Pemilihan metode clustering K-Medoid didasarkan pada metode K-medoid tidak terpengaruh noise dan pencilan data (outlier). Pengelompokkan data dengan 9 cluster menghasilkan kualitas cluster yang lebih baik dilihat dari nilai DBI minimum yang diperoleh sebesar 1.003. Hasil clustering ditentukan oleh karakteristik data yang di clustering dengan ukuran penyebaran/dispersi yang kecil karena nilai standar deviasi yang lebih kecil dari nilai mean. Data yang digunakan untuk clustering memiliki variasi yang kecil. Kelompok cluster yang memiliki tingkat hunian paling rendah terletak pada pusat cluster yaitu bulan januari dengan tingkat hunian 11.86%, Februari 21.66%, Maret 31.16%, april 17.12%, mei 33.73% dan juni 26.88%. Daerah yang tergolong kelompok hunian rendah yaitu Aceh, Sulawesi Barat dan Bali berdasarkan data dari Januari 2022 hingga Juni 2022 Daerah-daerah tersebut perlu dilakukan peningkatan jumlah hunian hotel dengan berbagai promosi.Kata Kunci : K-medoid, Davies-Bouldin Index, Hunian, Hotel