3121 research outputs found
Sort by
Antibacterial Effectiveness Test on the Combination of Kersen Leaf (Muntingia calabura L.) and Jackfruit Leaf (Artocarpus heterophyllus L.) Extracts Against The Growth of Staphylococcus aureus Bacteria
Kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus L.) are tropical plants that grow in Indonesia. The phytochemical content of kersen leaves and jackfruit leaves include flavonoids, tannins and saponins. Flavonoids have antibacterial properties because they can fight bacteria in several ways. These substances can interfere with the formation of bacterial genetic material (nucleic acids), damage cell membranes that maintain the contents of bacterial cells, and inhibit the processes used by bacteria to produce energy. This study aims to determine the effectiveness of secondary metabolite compounds against the growth of Staphylococcus aureus bacteria contained in kersen leaves and jackfruit leaves. The research method used is experimental. The sample in this study was a combination of 96% ethanol extract of kersen leaves (Muntingia calabura L.) and jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus. L). The yield of extracts obtained in kersen leaves amounted to 32.1% and avocado leaves 25.42%. Phytochemical screening showed that both samples contained secondary metabolites such as flavonoids, tannins and saponins. The combination of kersen leaf and jackfruit leaf extracts at a concentration ratio of 80:50% and has an average inhibition zone with high effectiveness of 11.10 mm which is classified as strong. This shows that there is a difference, the inhibition zone is better than ampicillin in inhibiting Staphylococcus aureus bacteria
An Overview of the Quality of Outpatient Administrative Registration Service at Pengayoman Cipinang Hospital Jakarta in 2025
Outpatient registration administration services are the first gateway to interaction between patients and hospitals. This study aimed to analyze the quality of outpatient registration administration services at Pengayoman Cipinang Hospital in 2025 based on hospital service standards, focusing on four key aspects: availability, responsiveness, comfort, and timeliness. The approach used was descriptive quantitative, with a sample of 42 outpatient respondents who met the criteria. Data were collected using a Likert-based questionnaire instrument, then analyzed to describe respondents' perceptions of the four service dimensions. The analysis results showed that the majority of patients gave a positive assessment of service quality, with the highest percentage in the comfort dimension (76.2%), followed by punctuality (75.5%), availability (74.4%), and responsiveness (70.24%). These findings indicated that although the service system has been running quite effectively, there are still gaps for improvement to achieve excellent service standards. Recommendations proposed include optimizing the number of service counters during peak hours, conducting regular training for administrative staff, improving waiting room facilities, and implementing a digital information system capable of providing real-time queue status updates to patients. These efforts are expected to maintain the existing quality of administrative registration services at Pengayoman Cipinang Hospital
The Correlation Between Mothers’ Knowledge Level And Polio Immunization Coverage At Dahlia Integrated Healthcare Center Of Datarajan
Polio is a dangerous contagious disease that continues to threaten children, with recent cases re-emerging in Indonesia due to low immunization coverage. A lack of maternal knowledge has been identified as one of the main barriers to the success of polio immunization programs. This study aims to analyze the correlation between mothers’ knowledge level and polio immunization coverage among children at Dahlia Integrated Healthcare Center of Datarajan Village. A quantitative cross-sectional study was conducted from February to April 2025 in Datarajan Village of Tanggamus Regency, involving 47 respondents. Data were collected using a questionnaire on mothers’ knowledge and children’s immunization status and analyzed using univariate and bivariate methods. The results showed that most mothers had a “Moderate” level of knowledge (53%), while the majority (91%) of children had received complete polio immunization. Statistical analysis revealed no significant correlation between mothers’ knowledge level and completeness of polio immunization p value 0,071. The high coverage of complete immunization despite varying knowledge levels highlights the important role of reminders provided by local midwives in ensuring immunization completion. Factors such as a child’s illness were cited as reasons for incomplete immunization. In conclusion, no significant correlation was found between mothers’ knowledge level and polio immunization coverage. The completeness of immunization was more strongly influenced by the proactive role of healthcare workers in reminding parents of immunization schedules
Tinjauan Efektivitas Implementasi Rekam Medis Elektronik Pada Pendaftaran Pasien Rawat Inap Di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2024
Implementasi rekam medis elektronik (RME) di rumah sakit merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan. Hambatan akses data pasien yang lambat dapat memperlambat respons penanganan dan menurunkan tingkat kepuasan pasien. Namun, tantangan teknis dan kesiapan tenaga kerja masih menjadi kendala dalam penerapan RME. Di RSUD Sanjiwani Gianyar, ketergantungan pada kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tambahan bagi petugas menjadi masalah utama. Jika tidak segera diatasi, kendala ini dapat mengurangi manfaat maksimal dari sistem RME, terutama dalam mempercepat pendaftaran pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan RME di RSUD Sanjiwani Gianyar dalam mempercepat akses data pasien selama pendaftaran pasien rawat inap. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan lima petugas admission yang langsung menggunakan RME. Populasi penelitian terdiri dari seluruh petugas yang terlibat dalam pendaftaran pasien di RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan sampel purposif pada petugas admission berpengalaman dalam penggunaan RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME mampu mempercepat akses data pasien menjadi sekitar 1–2 menit, jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang memerlukan waktu 5–10 menit. Meskipun RME terbukti efektif dalam mempercepat akses data, kendala seperti kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tambahan masih memerlukan perhatian. Secara keseluruhan, implementasi RME di RSUD Sanjiwani Gianyar berdampak positif terhadap efisiensi pendaftaran pasien rawat inap, namun dukungan teknis dan pelatihan staf tetap perlu ditingkatkan untuk optimalisasi layanan
Pengaruh Servant Leadership, Fasilitas, Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Compassion Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di Compassion Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 75 responden yang dipilih secara purposif, yaitu karyawan yang dianggap memiliki pengetahuan relevan terhadap variabel yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Fasilitas yang memadai mendukung produktivitas dan kinerja karyawan, sementara budaya organisasi yang inklusif mendorong kolaborasi dan rasa memiliki di antara karyawan. Kombinasi dari ketiga variabel ini yaitu servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi terbukti memberikan kontribusi besar dalam menciptakan kinerja karyawan yang positif. Berdasarkan temuan ini, organisasi disarankan untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, seperti melalui pelatihan servant leadership, memperbaiki fasilitas kerja agar sesuai kebutuhan, serta mempertahankan budaya organisasi yang inklusif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya saing organisasi di masa depan
MENGUKUR PENGARUH KEMUDAHAN DAN KENYAMANAN DALAM MENDORONG NIAT PENGGUNAAN ULANG PEMBAYARAN DIGITAL DI PROVINSI BALI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Niat Penggunaan Ulang yang dimediasi oleh Kenyamanan Dirasakan dalam penggunaan digital payment oleh masyarakat di Provinsi Bali. Dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan pendekatan asosiatif, penelitian ini melibatkan 178 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Responden terdiri dari pengguna digital payment berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Bali, dan telah menggunakan layanan tersebut setidaknya dua kali dalam sebulan terakhir. Pengujian data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Kenyamanan Dirasakan, yang pada gilirannya memediasi hubungan antara Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Niat Penggunaan Ulang. Nilai koefisien jalur untuk pengaruh mediasi menunjukkan adanya Complementary (partial mediation), yang berarti Kenyamanan Dirasakan berperan penting dalam mendorong niat pengguna untuk tetap menggunakan digital payment. Penelitian ini juga menemukan bahwa adopsi digital payment di Bali terus tumbuh, meskipun tantangan berupa kesenjangan digital di beberapa wilayah masih perlu diatasi. Kesimpulannya, peningkatan literasi digital dan akses internet yang merata diperlukan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat inklusi keuangan dari digital payment
FLEKSIBILITAS SEBAGAI KUNCI MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI DALAM KEBUGARAN JASMANI
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat berujung pada komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi diderita oleh sekitar 1,13 miliar orang di dunia dan menjadi salah satu penyebab utama kematian dini. Berbagai faktor dapat menyebabkan hipertensi, termasuk pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan faktor genetik. Salah satu pendekatan untuk mengelola hipertensi adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, dan Olahraga. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian yang relevan tentang hubungan antara fleksibilitas tubuh dan tekanan darah. Penelitian yang digunakan mencakup studi eksperimental, klinis, dan observasional yang menguji efek latihan fleksibilitas, terhadap tekanan darah pada individu dengan hipertensi. Pencarian dilakukan melalui data Base sinta dan Google Scholar dengan kata kunci fleksibilitas, tekanan darah, yoga. Hasil-hasil dari studi-studi ini dianalisis untuk mengevaluasi mekanisme fisiologis yang mungkin menjelaskan hubungan antara fleksibilitas dan hipertensi. Fleksibilitas tubuh yang diukur melalui rentang gerak sendi berperan penting dalam meningkatkan keseimbangan tubuh, mengurangi cedera, dan memperbaiki fungsi otot. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan yang meningkatkan fleksibilitas, dengan latihan yoga, dapat menurunkan tekanan darah, terutama pada individu dengan hipertensi. Berdasarkan analisis studi literatur yang dilakukan, ditemukan bahwa latihan fleksibilitas, memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah pada individu yang mengalami hipertensi. Selain itu, latihan fleksibilitas juga diketahui membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fungsi jantung serta sirkulasi darah, yang mendukung penurunan tekanan darah secara keseluruhan. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara fleksibilitas tubuh dan penurunan tekanan darah, terutama melalui latihan yang meningkatkan fleksibilitas. Oleh karena itu, latihan yang meningkatkan fleksibilitas tubuh, seperti yoga, dapat menjadi salah satu intervensi preventif dan terapeutik yang efektif dalam mengelola hipertensi dan mendukung kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CHONDROMALACIA PATELLA TERHADAP ATLET BASKET
Chondromalacia merupakan peradangan patella dan pelunakan tulang rawan pada bagian bawah patela. Pada umumnya patela bergerak meluncur secara halus tetapi pada kasus ini terjadi pergesekan antara patela dan femur (tulang paha). Chondromalacia patella disebabkan oleh banyak faktor diantaranya patella alta (mal alignment patella) yaitu posisi patela yang lebih tinggi dari lutut, kelemahan otot vastus medialis oblique, ketegangan pada lateral retinakulum dan beban mekanik. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi modalitas fisioterapi dalam menangani pasien dengan kasus Chondromalacia patella. Studi Kasus: Pasien mengeluhkan nyeri dan kaku pada lutut bagian depan sejak 6 bulan yang lalu, nyeri dirasakan setelah bermain basket dimana lutut kanannya terbentur dengan kaki temannya. Nyeri diperparah dirasakan ketika menaiki dan menuruni tangga, jongkok dan tidak dirasa nyeri saat lutut diluruskan. pasien melakukan pemeriksaan MRI di rumah sakit dan didapatkan hasil bahwa terdapat pengikisan tulang rawan pada tempurung lututnya. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan fisioterapis, pemeriksaan McConnell Test dan Zohler’s Sign mendapatkan hasil positif nyeri. Program intervensi yang diberikan adalah pemberian Ultrasound (US), TENS, dan terapi latihan. Hasil : Setelah pemberian intervensi sebanyak 4 kali terjadi penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada pasien
Analisis Sistem Pengendalian Internal Terhadap Pembelian Barang (Purchasing) pada Grand Zuri Hotel Kuta
Sistem pengendalian internal yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) akan menghindarkan perusahaan dari kecurangan yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan.Penelitian ini dilakukan di Grand Zuri Hotel Kuta dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem pengendaliaan internal terhadap pembelian barang (Purchasing) yang dilakukan di Grand Zuri Hotel Kuta.Teknik analisis data yang dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa Grand Zuri Hotel Kuta dalam melakukan pembelian barang sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Analisis Pembagian Proporsi Neraca Keuangan Perusahaan dalam Sistem Franchise pada UMKM Martabak Sultan 53
Laporan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembagian proporsi neraca keuangan dalam sistem franchise pada UMKM Martabak Sultan53. Data- data yang diperlukan dari laporan ini dihasilkan dari wawancara dan juga dokumentasi pada saat Praktek Kerja Lapangan berlangsung. Hasil kegiatan Praktek Kerja Lapangan menunjukan bahwa terdapat pembagian dana pemasukan yang dialokasikan untuk investasi jangka panjang,operasional,dana darurat dan keuntungan CEO tidak mencukupi sesuai pembagian persentase. Berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan tersebut maka perlu dilakukan pembagian ulang persentase untuk setiap akurasi perencanaan dana sehingga untuk dana darurat yang harus dikurangi dan dilebihkan ke dana operasional namun nilai nya masih tergolong aman sedangkan pembagian proporsi dana investasi jangka Panjang dan keuntungan CEO sudah sesuai dan tidak menimbulkan masalah. Namun, perlu adanya peningkatan akurasi perencanaan dana operasional agar sesuai kebutuhan harian selain itu, pertahankan alokasi investasi dan lakukan evaluasi hasil secara berkala. Sistem franchise merupakan bisnis yang berkembang pesat,dengan pengelolaan yang tepat, Martabak Sultan 53 memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan usahanya, tidak hanya di Pulau Bali, tetapi juga di seluruh Indonesi