3121 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Makanan, Minuman, dan Harga terhadap Kepuasan Konsumen di W Bali Seminyak
Penelitian ini menganalisa mengenai pengaruh. Kualitas pelayanan, kualitas makanan minuman, dan harga terhadap.......kepuasan.konsumen.di Fire Restaurant W – Bali Seminyak. Populasi di penelitian ini adalah tamu-tamu yang berbelanja di Fire Restaurant. Sampel yang diambil adalah sebanyak 80. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode korelasi parsial, korelasi berganda, determinasi, regresi linear berganda, T-test dan..F-test, pengolahan data melalui bantuan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh koefisien regresi Y = 1,259 + 0,324X1 + 0,236X2 + 0,143X3. Besar koefisien determinasi = 0,968 atau 96.8%, ini menunjukkan kualitas pelayanan, kualitas makanan minuman, dan harga memberikan kontribusi sebesar 96,8% terhadap naik turunya kepuasaan konsumen, dan 3,2% disebabkan faktor lain. Berdasarkan uji F-test diperoleh hasil bahwa variabel kualitas pelayanan, kualitas makanan minuman, dan harga memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kepuasaan konsumen dengan nilai F-hitung= 786,982 lebih besar dibandingkan dengan nilai F-tabel =2,73. Maka saran yang dapat diajukan sebaiknya Manajemen W–Bali Seminyak.oleh.tamu dan tetap memperhatikan, mengevaluasi, dan meningkatkan Kembali.baik dari kualitas pelayanan, kualitas makanan minuman, dan harga di Fire Restaurant guna memaksimalkan kepuasaan konsumen agar manajemen mendapatkan keuntungan yang diinginkan
Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament Berbantuan Media Kotak Pintar dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Adnyani Abiansemal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi anak usia 4-5 tahun PAUD Adnyani yang berjumlah 20 anak terdiri dari 17 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil observasi awal sebelum dilakukan tindakan menunjukkan anak yang memenuhi kriteria ketuntasan hanya 4 anak (20%), setelah diberikan kegiatan dengan menerapkan TGT berbantuan media kotak pintar pada Siklus I, persentase ketuntasan sebanyak 11 anak (55%) dan pada Siklus II persentase ketuntasan sebanyak 18 anak (90%). Berdasarkan hasil tersebut, model pembelajaran TGT berbantuan media kotak pintar mampu meningkatkan kemampuan literasi anak usia 4-5 tahun di PAUD Adnyani Abiansemal
ANALYSIS FOLKLORE OF MANIK ANGKERAN: FUNCTIONAL AND RECEPTIVE APPROACH
The purpose of this study is to analyze the general structure of Balinese folktales. The research methodology used descriptive and qualitative, guided by Vladimir Propp’s theory of 31 Narrative Functions and a community reception approach proposed by Umar Junus 1985. Primary data for this research originates from Balinese folktales that were directly collected from the community, secondary sources were obtained from platform YouTube. The analysis reveals the Manik Angkeran story encompasses 10 out of the 31 narrative functions. The community's reception categorizes these stories as active, since still believed in and preserved within the community
Launching Produk The Brassica Rapa melalui Event Intimate Dinner
Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan sayur pokcoy sebagai produk inovasi baru. Sebagian besar para wisatawan atau masyarakat yang berkunjung ke suatu tempat lebih banyak mengeluarkan biaya untuk pembelian makanan & minuman dan banyak orang mencari makanan yang sehat namun tetap bisa dinikmati. Hal ini yang menjadi acuan penulis untuk membuat produk “The Brassica Rapa†yaitu produk yang berasal dari sayur pokcoy. Sayur yang dikenal sebagai sayur yang banyak manfaatnya dan bisa tetap dinikmati apabila diolah dengan benar. Dari inovasi ini tim penulis yakin dapat diterima dikalangan masyarakat, makan dari itu tim penulis memasarkan produk ini dalam acara “Intimate Dinnerâ€. Inovasi ini yang menjadi acuan dasar proyek tugas akhir kami yang berjudul “Launching Produk The Brassica Rapa Melalui Event Intimate Dinner. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam proyek tugas akhir ini yaitu observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil dari pelaksanaan proyek tugas akhir ini terciptanya produk baru
PERANCANGAN MODEL BISNIS START-UP G-ONE (APLIKASI MANAJEMEN PENYELAMATAN KORBAN KECELAKAAN) DENGAN METODE LEAN CANVAS
ABSTRACTIndonesia is a country that ranks first for the largest traffic accidents in Asia. According to WHO, pre-hospital service is something that needs to be considered in the world, especially for developing countries like Indonesia. Based on research results, it is stated that 90% of traffic accidents occur in lower-middle-income countries and are the cause of 5.8 million deaths every year [1]. This mortality rate can be reduced if there is a well-organized pre-hospital service. Pre-hospital service is the provision of services where the victim is first found, during the transportation process until the patient arrives at the hospital [1]. Pre-hospital services in Indonesia are still lagging behind and have not become the center of attention. Most of the patients were transported to the hospital without treatment and monitoring of the patient's condition along the way [2]. The process of recording patient condition records in pre-hospital has not been carried out optimally or even does not exist. In addition, most pre-hospital ambulance services in Indonesia do not coordinate well with the hospital to be addressed, causing services for accident victims to be less effective and efficient. In this study, researchers will design the right business model for the G-One startup for solutions to pre-hospital problems using the Lean Canvas method.Keywords-pre-hospital, accident, patient condition record, business model canvas, lean canvas, startup.ABSTRAKIndonesia adalah negara yang menduduki ranking pertama atas kecelakaan lalu lintas terbesar di Asia. Menurut WHO pelayanan pra rumah sakit merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam dunia, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan hasil riset, disebutkan sebanyak 90% kecelakaan lalu lintas terjadi di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah merupakan penyebab kematian 5,8 juta setiap tahun [1]. Angka kematian ini dapat ditekan jika ada pelayanan pra rumah sakit yang terorganisir dengan baik. Pelayanan pra rumah sakit adalah pemberian pelayanan dimana korban pertama kali ditemukan, selama proses pengangkutan sampai dengan korban tiba di rumah sakit [1]. Pelayanan pra rumah sakit di Indonesia masih tertinggal dan belum menjadi pusat perhatian. Sebagian besar korban diantar ke rumah sakit tanpa perawatan dan pemantauan kondisi korban di sepanjang jalan [2]. Proses pencatatan rekam kondisi korban di pra rumah sakit belum dilaksanakan secara optimal atau bahkan tidak ada. Selain itu, sebagian besar layanan ambulan pra rumah sakit di Indonesia tidak berkoordinasi dengan baik dengan rumah sakit yang akan dituju sehingga menyebabkan pelayanan terhadap korban kecelakaan menjadi kurang efektif dan efisien. Pada penelitian ini, peneliti akan membuat rancangan model bisnis yang tepat pada startup G-One untuk solusi dari permasalahan pra-rumah sakit dengan menggunakan metode Lean Canvas.Kata kunci-pra-rumah sakit, kecelakaan, rekam kondisi korban, business model canvas, lean canvas, startup
PERANCANGAN ALAT PENGERING BIJI KAKAO BERBASIS ARDUINO BERTENAGA SOLAR PANELS
Penelitian ini mengembangkan alat pengering biji kakao berbasis Arduino dengan tenaga dari panelsurya. Pengujian dilakukan selama sekitar 8 jam pada suhu 33-65°C untuk mengevaluasi kinerja alatdalam mengeringkan biji kakao. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mengurangi beratbiji kakao sebesar 6,6% per jam dan kelembaban sebesar 7,8%. Alat pengering ini efektif mempercepatproses pengeringan biji kakao dibandingkan penjemuran sinar matahari yang memakan waktu 2-4 hari.Penggunaan tenaga dari panel surya membuatnya ramah lingkungan dan berkelanjutan.Kesimpulan daripenelitian ini adalah berhasilnya pengembangan alat pengering biji kakao berbasis Arduino dengantenaga dari panel surya. Alat ini efektif mengurangi berat dan kelembaban biji kakao serta mempercepatproses pengeringan. Diharapkan dapat diterapkan dalam industri pengolahan biji kakao untukmeningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk secara keseluruhan
PEWARNAAN GRAF WELCH-POWELL PADA PENYUSUNAN JADWAL PERKULIAHAN DI PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNIVERSITAS BALI DWIPA
Penyusunan jadwal di awal semester akademik menjadi kompleks karena sering kali terjadibentrok jadwal antar mata kuliah. Walaupun penyusunan jadwal secara individu tidaklah sulit,namun hal tersebut dapat menjadi rumit Ketika melibatkan banyak orang dengan kesibukan yangberbeda-beda. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu solusinya adalah denganmenggunakan Teknik pewarnaan graf yang memanfaatkan algoritma Welch-Powell untukmendapat solusi yang optimal dalam penyusunan jadwal kuliah. Dengan demikian, permasalahanrutinitas di awal semester dapat diatasi dengan lebih efektif
Implementasi Program Vaksinasi Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali
Abstract Vaccination is a process of administering vaccine in the someone's body so as to be invulnerable. The purpose of this research is to find out the covid-19 vaccination program conducted by provincial health department Bali. The research is descriptive research. Research strategy exploration research is used to put, process, output. The research sample is divided into three of which is the key informants, main informants, and supporting informants. The result showed input from the aspect of this study is the availability of energy in helping covid-19 policy, implementation infrastructure is adequate, the budget charged through national and regional budgets. From the aspect of the process in terms of writing and reporting covid-19 case. From the aspect of output reflected in the amount of vaccination, the reception of vaccine, and the number of target. Local governments in this village officials to give regulations involving areas which was not reached target vaccine.Keywords:Covid-19, Vaccine, Provincial Health Department BaliAbstrak Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin dalam tubuh sehingga menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program vaksinasi Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian yang digunakan penelitian adalah eksplorasi terhadap input, proses, output. Sampel penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu informan kunci, informan utama, dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek input yakni meliputi ketersediaan tenaga dalam membantu pelaksanaan kebijakan Covid-19, sarana prasarana sudah cukup memadai, kebutuhan anggaran dibebankan melalui APBN dan APBD. Dari aspek proses dilihat dari pencatatan dan pelaporan kasus Covid-19. Dari aspek output dilihat dari jumlah vaksinasi, penerimaan vaksin, dan jumlah sasaran. Pemerintah daerah dalam hal ini perangkat desa agar memberikan regulasi yang menyangkut daerah-daerah yang belum mencapai target vaksin.Kata kunci:Covid-19, Vaksin, Dinas Kesehatan Provinsi Bal
Implementasi Posyandu Pintar dalam Upaya Pencegahan Malnutrisi di UPTD Puskesmas Pupuan I
Abstract Smart Posyandu is one of the innovation programs of the Tabanan District Health Office as an effort to prevent malnutrition in Tabanan District. This study aims to analyze the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. This type of research is quantitative analytic with cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 100 children aged 12-59 months. The variables in this study were the Posyandu group consisting of ordinary Posyandu and smart Posyandu, the BB/U, TB/U and BB/TB index of toddlers in each Posyandu which analyzed using the Mann Whitney Test statistical test with a significance level of = 0.05. The results of the Mann Whitney Test statistical test analysis, the differences in the nutritional status of children under five between the ordinary Posyandu and the smart Posyandu in the working area of UPTD Puskesmas Pupuan I, showed p value index of BB/U is 0.038, p value of index of TB/U is 0.022 and a p value of index BB/TB is 0.025. The result of this study shows the differences in the nutritional status of children under five between smart Posyandu and regular Posyandu at UPTD Puskesmas Pupuan I. The suggestion for Puskesmas (Health Care Center) is to be more intense to conduct advocacy to the villages that do not have a smart Posyandu to immediately form a smart Posyandu.Keywords:nutritional status, innovation, smart Posyandu, UPTD Puskesmas Pupuan I Abstrak Posyandu Pintar merupakan salah satu program inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan sebagai upaya mencegah terjadinya malnutrisi di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar dengan posyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan design cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang balita umur 12-59 bulan. Variabel pada penelitian ini adalah kelompok posyandu yang terdiri dari posyandu biasa dan posyandu pintar, Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB balita di masing-masing posyandu yang kemudian dianalisa dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney Test dengan dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik Mann Whitney Test analisis perbedaan status gizi balita antara posyandu biasa dengan posyandu pintar di posyandu wilayah kerja UPTD Puskesmas Pupuan I masing-masing menunjukkan p valueindeks BB/U sebesar 0,038, p value indeks TB/U sebesar 0,022 dan pvalue indeks BB/TB sebesar 0,025. Hasil dari penelitian ini adalahterdapat perbedaan status gizi balita antara posyandu pintar denganposyandu biasa di UPTD Puskesmas Pupuan I. Adapun saran untukPuskesmas diharapkan lebih intens melakukan advokasi ke desa yangbelum memiliki posyandu pintar agar segera membentuk posyandupintar. Kata kunci:Status gizi, inovasi, posyandu pintar, UPTD Puskesmas Pupuan
Analisis Penyebab dan Perbedaan Tarif Rumah Sakit dan Tarif Ina-Cbg's Kasus Persalinan Caesar Bpjs di Rumah Sakit Umum Prima Medika
Abstract Theppurposepofpthispstudy was to determinepthepdifferencepbetween hospitalpratespand INA-CBG's ratespin the case of BPJS Caesarean delivery at the Prima Medika General Hospital in Denpasar and to find out the cause of thepdifferencepinphospital rates with INA-CBG's rates in the case of BPJS caesarean delivery at the Prima Medika General Hospital Denpasar. .This research ispaptype of descriptive qualitative.The results showed that therepwaspapdifferencepbetween hospital rates and INA-CBG's rates where the highest average hospital rates occurred in April with a 3% difference in rates betweenphospitalpratespand INA-CBG rates. From the results of grouping the factors causing the difference in hospital rates consisting of the type of service room having an effect of 61%, for health workers by 37% and the type of handling cesarean delivery by 1%.Keywords:Hospital Rates, INA-CBG's Rates, BPJS ServicesAbstrak Tujuanppenelitianpinipadalahpuntuk mengetahui perbedaanptarifprumah sakit dan tarif INA-CBG's pada kasus BPJS Persalinan Caesar di RSU Prima Medika Denpasar dan untuk mengetahui penyebabpperbedaanptarif rumahpsakitpdenganptarif INA-CBG's pada kasusppersalinanpsesar BPJS di RSU Prima Medika Denpasar. Penelitianpinipmerupakanpjenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasilppenelitianpmenunjukkanpbahwa terdapat perbedaanpantaraptarifprumahpsakit dan tarif INA-CBG’s dimana rata-rataptarifprumahpsakitptertinggi terjadi pada bulan April dengan selisih 3% tarifpantaraptarifprumahpsakit dan tarif INA-CBG’s. . Dari hasil pengelompokan faktor penyebab perbedaanptarifprumahpsakit yang terdiri dari jenis ruang pelayanan berpengaruh sebesar 61%, untuk tenaga kesehatan sebesar 37% dan jenis penanganan persalinan sesar sebesar 1%.Kata kunci:Tarif Rumah Sakit, Tarif INA-CBG’s, Pelayanan BPJ