3121 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada Lanjut Usia (Lansia) di Desa Gubug Kabupaten Tabanan
                        Abstrak Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah yaitu terjadi peningkatan penyakit tidak menular (PTM) yang sebagian besar di dialami oleh lansia. Kabupaten Tabanan terdapat lansia sebanyak 88.289 jiwa. Salah satu desa yang berada di wilayah Tabanan yaitu Desa Gubug dengan jumlah lansia sebanyak 775 lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan secara observasional menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 lansia. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan lansia kategori kurang sebanyak 36 lansia (48,0%), cukup 20 lansia (26,7%) dan baik 19 lansia (25,3%). Sikap lansia kategori kurang sebanyak 29 lansia (38,7%), cukup 29 lansia (38,7%) dan baik 17 lansia (22,6%). Implementasi GERMAS kategori kurang sebanyak 39 lansia (52,0%), baik 19 lansia (25,3%), cukup 17 lansia (22,7%). Nilai p-value adalah 0.000 sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku GERMAS pada lansia di Desa Gubug. Saran yaitu lansia dan seluruh masyarakat selalu mengimplementasikan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar terciptanya kesehatan yang optimal.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, GERMAS                         Abstract Indonesia's health development is being hampered by an increase in noncommunicable diseases (NCDs), which primarily affect the elderly. Tabanan Regency has 88,289 senior citizens. Gubug Village, with a population of 775 elderly people, is one of the villages in the Tabanan area. This is observational quantitative research with a cross-sectional design.The sample size for the study was 75 elderly people. According to the findings, the elderly in the poor category had an average knowledge of 36 (48.0%), 20 (26.7%), and 19 (25.3%). The elderly has the following attitudes: 29 elderly (38.7%), 29 elderly (38.7%), and 17 elderly (22.6%). In the poor category, 39 elderly (52.0%), good, 19 elderly (25.3%), and 17 elderly (22.7%) used GERMAS. The p-value is 0.000, indicating that there is a link between knowledge and attitudes toward GERMAS behavior among the elderly in Gubug Village. People believe that the elderly, as well as the entire community, should always use GERMAS in their daily lives for optimal health.Keywords: Knowledge, Attitudes, GERMA
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik Terhadap Demensia pada Lansia (Lanjut Usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan
                           Abstrak Populasi lansia terus meningkat setiap tahun, seiring dengan bertambahnya usia seseorang terjadi berbagi perubahan sistem dalam tubuh. Perubahan yang mungkin terjadi pada lansia diantaranya perubahan fisik dan perubahan spiritual seperti demensia. Pravalensi malnutrisi pada lansia mencapai 17-65%. Sedangkan dampak dari kurangnya aktivitas fisik dapat sebagai pemicu untuk timbulnya penyakit salah satunya demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik pada lansia (lanjut usia) di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 83 orang (total sampling) dan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan gizi sampel sebagian besar memiliki kategori baik dengan presentase 49.4%. Pengetahuan aktivitas fisik sampel sebagian besar memiliki kategori cukup dengan presentase 56.6%. Status demensia sampel sebagian besar memilki kategori normal dengan presentase 59.0%. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi terhadap demensia dan terdapat hubungan antara pengetahuan aktivitas fisik terhadap demensia dengan nilai p-value 0.000. Saran yang diberikan diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi tentang aktivitas fisik yang baik bagi para lansia.Kata kunci: Pengetahuan gizi, pengetahuan aktivitas fisik, demensia                        Abstract Elderly population has steadily increased every year, along with aging someone happened share the system change in the body. Change that might happen to senior citizens of them change in physical and spiritual change as dementia. Prevalency malnutrition in elderly reached 17-65%. Meanwhile, the effects from lack of physical activity be as the trigger for the disease one dementia. This research aims to review the relationship of knowledge of nutrition and physical activity on the elderly in the Tista village Kerambitan district Tabanan regency. This research is qualitative, research design is cross sectional. Number of total sampling is 83 by using chi square test. The result show that most of the nutrition knowledge sample have good category with percentage 49.4%. Most of the physical activity knowledge sample have enough category by percentage 56.6%. Most of the dementia status sample have normal category at percentage 59.0%. There is relationship between nutrition knowledge and dementia also there is relationship between physical activities to dementia with p-value 0.000. It is expected to the health workers to provide education about good physical activities for elderly.Keywords: Dementia, Nutrition Knowledge, Physical Activity Knowledge
KORELASI POSISI KERJA YANG MENYEBABKAN NECK PAIN PADA PEKERJA EYELASH EXTENSION DI SALON LASH AND BEAUTY DENPASAR, BALI
Eyelash extension merupakan trand atau gaya kosmetik yang digunakan untuk meningkatkan volume bulu mata seseorang yang bisa disebut dengan metode sambung bulu mata menggunakan bulu mata sintetis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Salon Lash And Beauty Denpasar, Bali, posisi kerja pada pekerja eyelash extension yang gerakannya monoton dan tidak ergonomis dapat menyebabkan keluhan nyeri leher (neck pain). Posisi kerja adalah postur tubuh yang secara alami dibentuk oleh tubuh pekerja, dan postur yang berinteraksi dengan kebiasaan kerja dan peralatan yang digunakan dalam bekerja.. Dalam penelitian ini dilakukan dua metode pengukuran. Pengukuran yang digunakan yaitu VAS dan RULA. Tujuan pengukuran VAS adalah untuk mengetahui nilai / skor nyeri yg dirasakan oleh pekerja eyelash extension yang didapatkan hasil VAS 4 orang dengan skor 3, 4 orang dengan skor 4 dan 4 orang dengan skor 5. Sedangkan tujuan pemeriksaan RULA adalah untuk mengetahui beban kerja tubuh bagian atas yang didapatkan hasil pengukuran RULA 3 orang dengan skor 4, 4 orang dengan skor 5, dan 5 orang dengan skor 6. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi hubungan posisi kerja yang menyebabkan keluhan neck pain pada pekerja eyelash extension. Penelitian ini menggunakan metode korelasi yang menggunakan 12 sampel penelitian. Data dari ke 12 sampel ini akan dilakuan dengan menggunakan Uji SPSS dengan pengukuran Uji Linearitas Regresi dan Uji Hipotesis menggunakan metode pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan yaitu P<0,005 yang berarti terdapat korelasi yang kuat dan terdapat hubungan yang positif pada posisi kerja pekerja eyelash extension dengan keluhan neck pain pada sampel penelitian
HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK UMUR 6-10 TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI TULANGAMPIANG DENPASAR
Obesitas pada anak umur sekolah saat ini sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas yaitu pola makan kurang sehat serta rendahnya kegiatan fisik. Kelebihan berat badan dapat mempengaruhi keterampilan motorik anak. Tujuan dalam riset berikut yakni guna memahami hubungan obesitas terhadap kemampuan motorik kasar bagi anak umur 6-10 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah subjek 18 anak sekolah dasar. Status antropometri ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh berdasarkan umur serta Test Gross Motor Development 2. Hasilnya riset berikut menandakan yakni uji linieritas dengan nilai signifikansi .000. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji Spearman Correlation, diperoleh hasil p=0.000 (p<0.05) dengan correlation coefficient -,777. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Obesitas dapat mempengaruhi keterampilan motorik kasar anak, semakin besar indeks massa tubuh sehingga makin minim nilai TGMD-2
ANALISIS PENGARUH KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSIS DAN KODE TINDAKAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP TARIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR
Ketidaktepatan koding adalah suatu bentuk ketidaksesuaian penulisan diagnosis penyakit dan tindakan dengan klasifikasi yang telah ditetapkan dalam ICD-10 dan ICD-9 CM. Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Juni 2021 didapatkan berkas yang dikembalikan sebanyak 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketidaktepatan kode diagnosis dan kode tindakan pasien rawat inap peserta JKN terhadap tarif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah 1.079 rekam medis, sampel penelitian ini sebanyak 132 rekam medis, instrumen penelitian menggunakan alat tulis kantor, buku catatan, pedoman observasi, checklist, rekam medis pasien rawat inap peserta JKN, ICD-10 dan ICD-9 CM, sistem informasi di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil dari penelitian ini dari 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN didapatkan ketidaktepatan kode diagnosis sebanyak 90 (68,2%) dan ketidaktepatan kode tindakan sebanyak 85 (64,4%) dan tarif yang tidak tepat sebanyak 80 (60,6%) berkas. Dengan demikian, ada pengaruh yang signifikan ketidaktepatan kode diagnosis dan ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit pasien rawat inap peserta JKN dengan nilai p value 0,000 < 0,05 pada ketidaktepatan kode diagnosis dan ada pengaruh yang signifikan antara ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit di RSUD Wangaya Kota Denpasar, dengan nilai p value 0,005 < 0,05
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Klaim Asuransi Pasien BPJS Rawat Inap di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar
Klaim JKN adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta JKN kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan pada pihak BPJS tiap bulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staf Rumah Sakit Prima Medika yang berjumlah 567 orang dan Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 petugas kesehatan. Berdasarkan data awal yang dilakukan pada bulan Oktober 2021 di RS Prima Medika Denpasar, pasien BPJS pada bulan Januari sampai Juni 2021 berjumlah 950 pasien rawat inap dan sebanyak 657 klaim yang diajukan kepada petugas BPJS. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi proses klaim asuransi pasien BPJS rawat inap di RS Prima Medika Denpasar dilihat dari segi kelengkapan dokumen seperti surat perintah rawat inap, Surat Eligibilitas Peserta, resume medis, billing pembayaran dan pemeriksaan penunjang karena dokumen-dokumen tersebut dalam waktu 14 hari akan di lakukan proses verifikasi berkas. Jika ada berkas yang tidak dilengkapi maka dapat menghambat proses verifikasi dan proses pembayaran. Hal ini terjadi karena ada kendala pada petugas rekam medis terutama pada bagian Casemix dalam proses koding pasien BPJS adalah memilih kode ICD X dan ICD IX yang sesuai dengan resume medis setiap pasien. Selain itu pada proses input data rekam medis pasien JKN juga mengalami kendala yang dikarenakan ada double rekam medis pada saat melakukan input data rekam medis. Hal ini berarti bahwa pada proses melengkapi berkas klaim BPJS pasien rawat inap belum dilakukan secara maksimal, sehingga masih ditemukan klaim BPJS yang dikembalikan pada proses verifikasi BPJS pasien rawat inap
Dinamika Meaning of Life pada Remaja Bali yang Orang Tuanya Bercerai
Perceraian di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Dampak dari perceraian tidak hanya orang tua, melainkan juga pada usia remaja khususnya pada remaja Bali. Umumnya Budaya Bali memiliki sistem patrilineal dan patriarki yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja Bali yang orang tuanya bercerai. Selain itu, dampak yang dirasakan remaja dapat kehilangan makna hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika meaning of life pada remaja Bali yang orang tuanya bercerai. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kriteria penelitian ini adalah remaja perempuan atau laki-laki Bali dengan rentang usia 15-20 tahun yang orang tuanya telah bercerai selama 1-10 tahun. Teknik yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari ketiga narasumber memiliki makna hidupnya setelah orang tuanya bercerai. Hal ini karena terpenuhinya aspek-aspek dan faktor-faktor dari meaning of life. Ketiga narasumber memiliki aspek yaitu makna hidup, kebebasan berkehendak, pikiran bunuh diri dan sikap terhadap kematian. Pada aspek kepuasan hidup dan kepantasan hidup belum terpenuhi dengan baik oleh narasumber. Selanjutnya pada faktor meaning of life dapat terpenuhi dengan baik, yaitu pemahaman diri, perubahan sikap, kegiatan terarah dan dukungan sosial
Implementasi Algoritma Apriori di Perpustakaan Universitas Dhyana Pura
Perpustakaan Universitas Dhyana Pura tercatat memiliki data transaksi peminjaman buku sejumlah 2897 data dari 2 Mei 2019 hingga 12 Desember 2022. Dari hasil wawancara dengan petugas perpustakaantakaan, penulis memperoleh informasi bahwa data transaksi peminjaman tidak dipergunakan atau hanya di jadikan history didalam sistem perpustakaan. Dengan memanfaatkan data mining, Algoritma Apriori dalam mengolah data transaksi peminjaman buku dapat menghasilkan pola-pola tersembunyi. Oleh karena itu penulis membuat sebuah sistem analisis peminjaman menggunakan Framework Laravel untuk memudahkan proses menganalisis data transaksi peminjaman buku. Dalam penelitian ini penulis merancang sistem analisis peminjaman berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP, MySQL sebagai database. Pengolahan data transaksi peminjaman buku dengan Algoritma Apriori mendapatkan hasil berupa pola transaksi peminjaman buku perharinya dengan batas nilai minimum support yaitu 18,18% dan minimum confidence 30,3% menghasilkan aturan asosiasi yaitu item 2 set menghasilkan 12 rules dan item 3 set menghasilkan 24 rules. Hasil dari pola transaksi tersebut dapat memberikan informasi bagi Perpustakaan dalam mengantisipasi fluktuasi permintaan buku dalam periode waktu tertentu
Rancang Bangun Sistem Informasi dan Tracer Study Berbasis Web Menggunakan Metode Waterfall (Studi Kasus: Universitas Dhyana Pura)
Alumni dari sebuah Universitas merupakan komponen yang seharusnya saling memiliki sinergi baik. Eksistensi alumni sangat dibutuhkan untuk mengetahui bahwa institusi mampu melakukan refleksi untuk mencapai perbaikan kualitas pembelajaran dan segala kegiatan akademik. Informasi tersebut diperoleh dari sebuah kegiatan survey alumni yaitu kegiatan Tracer study Alumni. Tracer study di Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) masih belum menggunakan sistem untuk mendapatkan sebuah laporan dengan mudah. Oleh karena itu, penulis membuat rancang bangun sistem informasi Tracer study berbasis web agar dapat membantu dalam kemudahan pengolahan data dan pelaksanaan Tracer study di Universitas Dhyana Pura. Dalam penelitian berbasis web ini, penulis menggunakan Sublime Text sebagai teks editor, HTML dan PHP yang digunakan untuk membuat web server dari sistem, dan MySQL sebagai database pada web server yang penulis buat. Dengan sistem informasi Tracer study berbasis web diharapkan dapat mengurangi waktu pengolahan data oleh staf kemahasiswaan dan mempermudah mendapat laporan dibandingkan sebelum implementasi sistem tersebut
HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP MOBILITAS TORAKS SAAT PERNAPASAN INSPIRASI PADA UNIVERSITAS DHYANA PURA BALI
Dampak obesitas adalah kondisi dimana akumulasi lemak yang abnormal/berlebihan yang dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan. Mobilitas thorax terjadi perubahan ukuran distensibilitas paru dengan perubahan volume paru karena tekanan pleura dan alveoli. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan obesitas terhadapat mobilitas thorax saat pernapasan inspirasi pada mahasiswa/i. Sampel yang ambil dalam penelitian ini adalah 35 orang yang berusia 18-25 tahun yang dipilih secara sampling purposive berdasarkan dengan kriteria inklusi pada mahasiswa,yang memiliki kategori obesitas dan tidak memiliki gangguan pernapasan, obesitas diukur dengan menggunakan IMT dan mengukur mobilitas thorax diukur dengan munggunakan metline. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan pearson product momen didapatkan korelasi dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan adanya korelasi antara obesitas dengan mobilitas thorax karena nilai signifikan kurang dari 0,050(p<0,50). Berdasarkan penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa terdapat korelasi serta koefesien korelasi yang kuat antara obesitas dan mobilitas thorax pada mahasiswa dimana tingkat obesitas semakin tinggi maka mobilitas thorax akan semakin renda