e-Jurnal Universitas Islam Negeri Raden Mas Said
Not a member yet
3254 research outputs found
Sort by
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH DI LAZ ALMADINA
The obligation of zakat fitrah has social, economic, and spiritual aspects that are very important in the lives of Muslims. The management of zakat fitrah in amil zakat institutions is vital. The efficient and transparent collection, management, and distribution of zakat fitrah is an important factor in ensuring maximum benefits for beneficiaries. This study aims to explore the practice of managing zakat fitrah in an amil zakat institution with institutions, policies, and implementation. This research is descriptive qualitative with research methods that use observation and interviews. Research is descriptive and tends to use inductive analysis. The process of collecting Zakat Fitrah at LAZ ALMADINA is involved in publication and socialization to the community. LAZ ALMADINA holds regular recitations every Monday night at their location. The mechanism for distributing Zakat Fitrah to Eligible Recipients is carried out from various segments of society, including pilgrims and residents who attend the recitation.
Kewajiban zakat fitrah memiliki aspek sosial, ekonomi, dan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Pengelolaan zakat fitrah di lembaga amil zakat menjadi hal yang vital. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami praktik pengelolaan zakat fitrah di suatu lembaga amil zakat dengan kelembagan, kebijakan, dan implementasi. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian yang menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis induktif. Proses pengumpulan Zakat Fitrah di LAZ ALMADINA terlibat dalam publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. LAZ ALMADINA menyelenggarakan pengajian rutin setiap malam Senin di lokasi mereka. Mekanisme pendistribusian Zakat Fitrah Kepada Penerima yang Memenuhi Syarat dilakukan dari berbagai segmen masyarakat, termasuk jamaah dan warga yang mengikuti pengajian
PERAN INDEKS ZAKAT NASIONAL (IZN) DALAM MENINGKATKAN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS BAZNAS SURAKARTA
This research aims to find out how the performance of BAZNAS City Surakarta which has so far been assessed by the Society is a Trustworthy and professional Institution. In this study the author used the method that has been established by BAZNAS Indonesia as a measuring tool to measure how BAZNAS Central, BAZNAS Province and BAZNAS Regency / City itself. And thus the authors hope this research can be useful for BAZNAS City Surakarta in an effort to maximize BAZNAS performance and as an evaluation of BAZNAS performance over the course of a year. The type of research the author writes is quantitative. Primary data sources are conducted with a survey questionnaire to the BAZNAS City Surakarta Mustahik period of recipient of productive economic assistance in June 2023. While secondary data is obtained through BAZNAS City Surakarta in the form of financial statements, changes in funds, mustahik databases and muzzaki, journals, books, documents, archives, and all information related to the performance measurements of the Institution using IZN. The data collection technique used is interview questionnaire survey and library methods. The results of this study BAZNAS City Surakarta fall into the category “quite good” in the index value of 0.41-0.60, and in its performance there is still something that needs to be corrected, as in the service process to the impaired is good, all submissions are processed openly with data verification directly and through the system, and decided in the leadership meeting openly. So in the selection of filing files from mustahik still prioritize objectivity and guided to Sharia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja dari BAZNAS Kota Surakarta yang sejauh ini dinilai Masyarakat merupakan Lembaga yang Amanah dan professional. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan metode yang telah ditetapkan BAZNAS Indonesia sebagai alat ukur untuk mnegukur bagaimana kinerja BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi maupun BAZNAS Kabupaten/Kota itu sendiri. Dan dengan demikian penulis berharap penelitian ini dapat berguna bagi BAZNAS Kota Surakarta sebagai upaya memaksimalkan kinerja BAZNAS dan sebagai evaluasi BAZNAS terkait kinerja BAZNAS selama setahun. Jenis penelitian yang ditulis penulis adalah kuantitatif. Sumber data primer dilakukan dengan kuisioner survey kepada mustahik BAZNAS Kota Surakarta periode penerima bantuan ekonomi produktif bulan Juni 2023. Sedangkan data sekunder didapatkan melalui BAZNAS Kota Surakarta berupa laporan keuangan, perubahan dana, database mustahik dan muzzaki, ,jurnal, buku, dokumen, arsip-arsip, dan semua informasi yang berkaitan dengan pengukuran kinerja Lembaga menggunakan IZN. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara kuisioner survey dan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini BAZNAS Kota Surakarta masuk dalam kategori “cukup baik” berada pada rentan nilai indeks 0.41-0.60, dan dalam kinerjanya masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti dalam proses pelayanan kepada mustahik sudah baik, seluruh pengajuan diproses secara terbuka dengan verifikasi data secara langsung dan melalui sistem, dan diputuskan dalam rapat pimpinan secara terbuka. Sehingga dalam seleksi berkas pengajuan dari mustahik tetap mengedepankan objektivitas dan berpedoman pada syariat
Analisis Pola Bunyi dalam Bahasa Gaul di Media Sosial
Slang is a language that is popular among the millennial generation. This slang is not always used in everyday life. This research aims to describe the language sound patterns found in slang. This research was conducted using descriptive qualitative method. The data in this research is in the form of slang vocabulary. The data source of this research is slang in social media. The data in this study were obtained using documentation, listening, and note-taking techniques. The results show that there are several sound patterns in slang on social media including twitter, instagram, and tiktok. The pattern of slang formation is the phenomenon of phoneme changes and changes in the phoneme structure of words. Social media plays an important role in the wide spread of slang. Social media is one way to socialize between individuals and become a means of entertainment. The purpose of slang is to joke, greet, mock, and to build closeness between friends. Therefore, the use of slang in the millennial generation is a self-expression to establish friendship and intimacy between friends.
Bahasa gaul adalah bahasa yang populer di kalangan generasi milenial. Bahasa gaul ini tidak selalu digunakan pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola bunyi bahasa yang terdapat di dalam bahasa gaul. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kosa kata bahasa gaul di media sosial. Sumber data penelitian ini adalah bahasa gaul dalam media sosial. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pola bunyi dalam bahasa gaul di media sosial antara lain twitter, instagram, dan tiktok. Pola dari pembentukkan bahasa gaul yaitu fenomena perubahan fonem dan perubahan struktur fonem pada kata. Media sosial sangat berperan penting bagi penyebaran luas bahasa gaul. Media sosial merupakan salah satu cara untuk bersosialisasi antar individu serta menjadi salah satu sarana hiburan. Tujuan dari bahasa gaul ini untuk bercanda, menyapa, mengejek, serta untuk membangun kedekatan antara pertemanan. Maka dari itu, penggunaan bahasa gaul pada generasi milenial itu sebagai ekspresi diri untuk menjalin keakraban antar sesama teman dan menunjukkan identitas kelompok
The Use of Affixation and Its Errors on BIPA Level 5 Learners' Assignments at the Indonesian Embassy In Lisabon, Portugal
This research discusses the affixation found in the weekly assignments of Indonesian language learners for Foreign Speakers Level 5 at the Embassy of the Republic of Indonesia in Lisbon, Portugal. This study aims to describe the usage and errors of affixation in the weekly assignments of Indonesian language learners for Foreign Speakers Level 5 at the Embassy of the Republic of Indonesia in Lisbon, Portugal. The method used is a qualitative descriptive method. The data in this study consists of forms and errors of affixation. The data collection techniques employed are interviews and documentation techniques. The results of this study include the use of affixation in the form of: 1) Prefixes, 2) Suffixes, 3) Infixes, and 4) Circumfixes. Using prefixes amounts to 317 data points, suffixes to 27 data points, infixes to 1 data point, and circumfixes to 70 data points. Furthermore, the errors in affixation include: 1) Prefixes, 2) Suffixes, and 3) Circumfixes found in the weekly assignments of BIPA level 5 learners at the Indonesian Embassy in Lisbon, Portugal, in 2023. The errors found in the weekly assignments of BIPA level 5 learners at the Indonesian Embassy in Lisbon include 23 errors with prefixes, 7 errors with suffixes, and 2 errors with circumfixes. It is hoped that the results presented will serve as a reference for BIPA instructors to understand which affixations are frequently used and which ones often lead to errors by BIPA learners
The Portrait of Hijrah in the Novel Assalamualaikum Beijing by Asma Nadia and Kukejar Cinta ke Negeri Cina by Ninit Yunita
This study examines the phenomenon in novels with an intertextual approach. The focus of the research is the portrait of hijrah in the novel Assalamualaikum Beijing and the novel Kukejar Cinta ke China. In addition, religious and cultural values as well as hypogram and transformation relationships. The data of this research is in the form of dialogues or narratives that contain structural elements, religious values, and culture. Data collection techniques are carried out by document analysis and interviews. Data validation is carried out by theoretical triangulation. Data analysis is based on the Miles and Huberman model which consists of three analysis activities, namely: data reduction, data display, and conclusion or verification. The theme of these two novels is hijrah as a process of finding true love. The meaning of hijrah in this context is a change in the character of the character to become a nobler person before being met with a soul mate. All of this is illustrated in the characterization of Asma and Zhongwen in Assalamualaikum Beijing and Imam and Widya in Kukejar Cinta ke China. The novel Kukejar Cinta ke China as a transformation continues its hypogram because of the many similarities found in the two novels, both structurally and in terms of religious and cultural values. The inspiration for the novel Assalamualaikum Beijing began with Asma's trip to Beijing before the Olympics, while Ninit Yunita got the idea to write the novel Kukejar Cinta ke Negeri China during the Hajj pilgrimage in 2003. Thus, the transformation deviates from the hippogram if studied expressively
FAKTOR MIGRASI ORANG MADURA KE KALIBARU WETAN TAHUN 1968-2000AN
Migrasi yang dilakukan oleh Orang Madura tersebar di salah satu wilayah yang ada di Banyuwangi, yaitu Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru. Migrasi tersebut telah berlangsung sejak lama dan hingga saat ini para migran masih bertahan di wilayah Kalibaru Wetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya migrasi Orang Madura ke Kalibaru Wetan. Guna mengungkan hal tersebut penelitian menggunakan metode penelitian sejarah. Ada 4 faktor penyebab terjadinya migrasi tersebut, yakni (1) memperbaiki taraf kehidupan, dari yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan dan pendapatan kini mampu mencukupi kebutuhan keluarga dan juga berkecukupan (2) tidak tersedianya lapangan pekerjaan, sempitnya lapangan kerja menyebabkan banyak masyarakat Madura memilih bermigrasi untuk menemukan pekerjaan (3) pernikahan, banyak sekali migrasi karena alasan pernikahan sebagai alasan seseorang berpindah tempat tinggal (4) hubungan sosial dengan masyarakat sekitar yang kurang baik, lingkungan yang toxic menyebabkan seseorang melakukan migrasi untuk memperoleh kenyamanan.
Kata Kunci: Faktor; Migrasi; Madur
ALIH STATUS DAN MEKANISME PERAYAAN YAA QOWIYYU DI JATINOM KLATEN TAHUN 1986-2022
Penelitian ini membahas tentang Sejarah alih status dan mekanisme perayaan Yaa Qowiyyu dari tahun ke tahun dalam kurun waktu 1986-2022. Permasalahan yang penulis bahas ialah eksistensi tradisi Yaa Qowiyyu dalam sudut pandang politik, ekonomi, dan pariwisata di Jatinom Klaten, proses alih status perayaan Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten, dampak dan pengaruh yang terjadi pasca alih status di Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa arsip sekertariat yayasan P3KAG dan koran sezaman. Perpaduan hasil penelitian dari masa lampau dan masa kini yang dikomparasikan oleh penulis menjadikan suatu pandangan yang mengkerucut bahwa terdapat perbedaan dalam perayaan Yaa Qowiyyu di beberapa aspek-aspek tertentu yang dikaji oleh peneliti dari tahun 1986 hingga 2022. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan perkembangan dari Tradisi Yaa Qowiyyu seiring berjalannya waktu memiliki catatan tersendiri di setiap zaman dalam peristiwanya, hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasca pemerintah turut andil dalam penyelenggaraan Yaa Qowiyyu kemudian memberikan pengaruh baik yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang selalu diadakan setiap tahunnya.
Kata Kunci: Yaa Qowiyyu Jatinom; Alih Status; Mekanism
Dari Poerwosari Weg Menjadi Jalan Slamet Riyadi
Artikel ini membahas perubahan lingkungan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, yang sebelumnya dikenal sebagai Poerwosari Weg atau Jalan Purwosari, pada periode 1893-1966. Perubahan signifikan di sepanjang jalan ini mencakup transformasi bentuk dan fungsi lahan serta bangunan, yang mencerminkan perkembangan sosial, budaya, dan politik pada masa kolonial hingga pascakemerdekaan. Selain itu, sejumlah peristiwa bersejarah menjadikan Jalan Slamet Riyadi memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas masyarakat Solo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan utama: heuristik untuk pengumpulan data, kritik sumber untuk mengevaluasi keabsahan data, interpretasi untuk menganalisis makna, dan historiografi untuk menyusun hasil penelitian secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Slamet Riyadi tidak hanya berfungsi sebagai jalan utama di Kota Solo, tetapi juga menjadi simbol integrasi tiga kekuatan pemerintahan: Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran sebagai pemerintahan pribumi, serta Residen Surakarta sebagai representasi pemerintah kolonial. Jalan ini juga memainkan peran penting sebagai jendela modernitas bagi Kota Solo, menggambarkan dinamika transformasi yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk arsitektur, infrastruktur, dan budaya. Dengan demikian, Jalan Slamet Riyadi menjadi representasi penting dalam sejarah perkembangan Kota Solo, tidak hanya sebagai ruang fisik tetapi juga sebagai simbol identitas dan dinamika kehidupan masyarakat. Jalan ini mencerminkan perjalanan panjang perubahan yang menyatukan elemen tradisional dan modern dalam satu ruang yang terus berkembang.
Kata Kunci: jalan; perubahan; lingkungan; Solo
MAKNA DAN SIMBOL TUGU PENA SEBAGAI ICON KOTA METRO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Tugu Pena sebagai ikon penting Kota Metro, yang makna dan simbolismenya belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan makna serta simbolisme Tugu Pena sebagai identitas Kota Metro, sekaligus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan masyarakat sekitar, observasi langsung di kawasan Tugu Pena, serta dokumentasi dari berbagai sumber sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi menggunakan triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tugu Pena memiliki lima makna utama: (1) sebagai simbol identitas Kota Metro yang mencerminkan ciri khas masyarakatnya, (2) representasi semangat belajar yang menginspirasi masyarakat untuk terus menuntut ilmu, (3) simbol kebebasan berpendapat yang mencerminkan hak warga dalam menyampaikan aspirasi, (4) dorongan untuk mengembangkan budaya literasi, seperti membaca dan menulis, yang sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota pendidikan, serta (5) fungsi praktis sebagai penunjang manajemen lalu lintas di pusat kota. Kesimpulannya, Tugu Pena bukan hanya berfungsi sebagai landmark Kota Metro, tetapi juga sebagai simbol identitas, semangat, dan inspirasi, yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan, kebebasan, dan literasi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Hal ini menjadikan Tugu Pena sebagai representasi budaya dan simbol perkembangan sosial Kota Metro.
Kata Kunci: Icon Metro; Simbolisme; Tugu Pena
Analysis of Students' Learning Difficulties in Mathematics Subjects for Class V MIM Al-Akbar Pandeyan
Grade V MIM Al-Akbar Pandeyan students generally find it difficult to learn mathematics because they consider it a difficult and scary subject, even though mathematics has an important role in everyday life. This study aims to determine students' learning difficulties and the factors causing students' learning difficulties in mathematics subjects for grade V at MIM Al-Akbar Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, in the 2022/2023 Academic Year. This study uses a quantitative descriptive research type. Data collection techniques use tests, questionnaires, and documentation. The results of the study show that: 1) The learning difficulties faced by students in mathematics subjects for grade V consist of two, namely students' difficulties in understanding the concept of material on nets of geometric shapes (cubes and cuboids) and difficulties in problem-solving, namely in arithmetic operations, solving story problems, and changing problem sentences into mathematical sentences; 2) The factors of learning difficulties faced by students in mathematics subjects of grade V at MIM Al-Akbar Pandeyan consist of two factors, namely internal factors (attitude in learning 54.80%, learning motivation 58.97%, physical health 44.87%, and sensory ability 45.19%) and external factors (teacher factors 39.74%, use of learning media 55.13%, school facilities and infrastructure 43.27%, and family environment 46.92%). The results of this study are expected to help teachers design more adaptive learning strategies based on student need