e-Jurnal Universitas Islam Negeri Raden Mas Said
Not a member yet
3254 research outputs found
Sort by
The Development of the Indonesian Language in Egypt and Its Impact on Bilateral Relations between Indonesia and Egypt
The interest in learning the Indonesian language is inseparable from the historical, cultural, and educational relations between Indonesia and Egypt. Increased cooperation in the field of education and diplomacy between the two countries has also encouraged the spread of the Indonesian language in Egypt. This article explores the development of the Indonesian language in Egypt in 2024, including the factors influencing its spread, the challenges faced, and the impact of learning Indonesian among the Egyptian people. The Indonesian language has experienced a significant increase in interest and use among the Egyptian people, both in the fields of education and culture. This study uses a qualitative approach with interview, observation, and literature analysis methods from various relevant international journals to collect data. The results of the study show that factors such as cultural diplomacy, educational cooperation, and the role of the Indonesian diaspora in Egypt are the main drivers in the development of the Indonesian language in the country. In addition, the results of the study show that Indonesian is increasingly in demand in Egypt, especially among academics and students who are interested in studying Indonesia and bilateral relations between the two countries
KEDIRISCHE AFDEELINGSBANK: Sejarah Bank hingga Perubahan Menjadi Algemeene Volkscredietbank Tahun 1908-1934
Penelitian ini membahas tentang Kedirische Afdeelingsbank 1908-1934. Kedirische Afdeelingsbank merupakan lembaga keuangan yang didirikan oleh pemerintah Belanda dengan tujuan untuk menyediakan pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat Kediri. Adanya Kedirische Afdeelingsbank bertindak sebagai bank daerah yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kredit masyarakat. Kemampuan Kedirische Afdeelingsbank dalam memberikan pinjaman mengalami peningkatan hingga masa depresi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah pendirian Kedirische Afdeelingsbank, perkembangan bank hingga perubahan menjadi Algemeene Volkscredietbank serta pengaruh adanya Kedirische Afdeelingsbank pada tahun 1908-1934. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menurut Kuntowijoyo terdapat empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, Kedirische Afdeelingsbank didirikan sebagai bank kredit rakyat di wilayah Kediri. Kedua, Kedirische Afdeelingsbank mengalami perkembangan dengan adanya kantor cabang di Pare yang menandai peningkatan kegiatan operasi bank dan perubahan menjadi Algemeene Volkscredietbank yang merupakan masa kemunduran Kedirische Afdeelingsbank. Ketiga, Kedirische Afdeelingsbank memberikan pengaruh yang baik bagi peningkatan ekonomi wilayah Kediri.
Kata Kunci : Afdeelingsbank; Kediri; Lembaga Keuanga
Bangunan Harmonisasi Dakwah Sufi Indonesia: Studi Atas Syi’ir Doa Jawa KH Dalhar
Abstrak: Model dakwah para ulama sufi Indonesia mampu memadukan secara harmoni antara lokalitas budaya, nilai keislaman dan kondisi sosial masyarakat, sehingga mudah diterima secara luasArtikel ini membahas harmonisasi dakwah KH Dalhar melalui media Syi’ir Doa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika untuk memahami setiap “tanda-tanda” yang terbangun didalamnya. Hasil penelitian menunjukan ada tiga aspek bangunanan harmonisasi dakwah KH Dalhar di dalam Syi’ir Doa Jawa tersebut. Pertama, aspek lokalitas dengan mempertimbangkan tata nilai kebahasaan yang mudah dipahami oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari masyarakat setempat. Kedua, aspek ruhaniyah yang disisipkan dengan cara yang luwes dan mudah diucapkan di dalam tiap bait syi’irnya. KH Dalhar selalu menyisipkan nilai illahiyyah melalui lafadz “Allahumma” di setiap awal syi’ir doanya. Ketiga, aspek jasmaniyah dengan menghadirkan sisi nilai ekonomi sebagaimana tersirat di dalam syi’irnya. Kata-kata seperti “biso nyandang” (bisa berpakaian), “biso ngeliwet” (bisa makan) dan “sugih” (kaya) menunjukan adanya dorongan membangun etos kerja bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketiga aspek tersebut mencerminkan harmonisasi dakwah ulama Sufi Indonesia yang adaptif, kreatif, dan seimbang, sehingga mendatangkan kemaslahatan dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Kata Kunci: Syi’ir Doa Jawa; Harmonisasi Dakwah; KH Dalhar
Exploring the Potential of Traditional Business Towards 10th SDGs Program: A Case of Sukarara Village, Lombok
A tourist village is a location or settlement that offers a tourism experience focusing on culture, nature, or local heritage. One example of a tourist village in Lombok is Sukarara Village, renowned for its traditional weaving industry and traditional Sasak houses. The purpose of this paper is to analyze the potential of Sukarara Village in developing the traditional industry sector and cultural tourism, with a focus on implementing interventions that support economic growth and cultural preservation. The findings reveal that Sukarara Village has significant potential in the traditional industry, particularly in the production of woven fabrics, and offers significant attractions for tourism with its traditional Sasak houses. The results uncover that women in this village play a crucial role in the weaving industry, and collaboration among local stakeholders has contributed to supporting the village's economic growth. The conclusion of this study is that Sukarara Village possesses a substantial economic potential that can be enhanced through synergy between traditional industry and cultural tourism. With effective interventions such as digital promotion and collaboration with tour guide agencies or major events, the village can maximize its economic potential and preserve its culture. Collaboration among various stakeholders, including local government, artisans, tourism professionals, and the village community, is the key to achieving this goal
Pemberdayaan Industri Pengecoran Logam Teknik Metal Perkasa untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Sa'adatu Darain Ceper Klaten
Keberadaan Industri Pengecoran Logam Teknik Metal Perkasa menjadi unit usaha yang sangat potensial untuk mendukung peningkatan kemandirian ekonomi Pondok Pesantren Sa’adatu Darain di Ngawongo, Ceper, Klaten. Namun dukungan tersebut belum signifikan karena unit usaha masih memiliki kekurangan pada aspek produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan Industri Pengecoran Logam Teknik Metal Perkasa di Pondok Pesantren Sa’adatu Darain. Pengabdian masyarakat ini menggunakan teknik sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hal ini dilakukan dari bulan Agustus-Oktober 2024. Mitra yang terlibat yaitu pengelola dan pekerja bagian produksi, pemasaran dan keuangan Industri Pengecoran Logam Teknik Metal Perkasa. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan produksi, digital marketing, dan manajemen keuangan dapat membantu mengatasi permasalahan mitra. Mitra mendapatkan penambahan alat-alat pendukung produksi dan terampil menggunakannya dalam memproduksi barang-barang yang berkualitas, terampil mempromosikan dan memasarkan produk-produk industri menggunakan media digital, dan terampil dalam mengelola keuangan unit usaha secara terencana, jelas dan rapi. Peningkatan positif ini diharapkan dapat mendukung perkembangan Industri Pengecoran Logam Teknik Metal Perkasa sehingga kemandirian ekonomi Pondok Pesantren Sa’adatu Darain dapat terwujud dikemudian hari
PATRIARCHAL CULTURE AND ITS EFFECT TO THE CHARACTER IN THE YELLOW WALLPAPER
This study describes the impact of patriarchal culture on the main character in the short story The Yellow Wallpaper. The concept of patriarchy reflects a social system in which dominance and privilege are primarily held by men, thus bringing significant implications to women's lives. Through narrative analysis, this research reveals the dominance of the main character, John, as the main control in the narrator's life and the excessive focus on domestic life that inhibits women's freedom. This research uses descriptive qualitative methodology with Spradley's data analysis technique, grounded in Walby's patriarchy theory, to identify patriarchal elements in the story and analyze their impact. The results show that patriarchal culture creates limitations on women's freedom and autonomy, detailing the suppression of individual freedom, reliance on male authority, distrust of women's experiences, and restrictions of gender stereotypes. Overall, this short story provides a clear picture of the negative impact patriarchal structures have had on women's lives over the years.
Keyword: patriarchy, patriarchal impact, short story, The Yellow Wallpape
BORDER CROSSING AND MEXICAN-AMERICAN IDENTITY IN THE CIRCUIT
As a land of immigrants, America is expected to provide an environment free of discrimination. However, many literary works highlight the struggles faced by Mexican immigrants, including The Circuit by Francisco Jiménez, which depicts the challenges experienced by Mexican-American families. This study uses a descriptive qualitative research design to examine the Mexican-American identity after crossing the border through Gloria Anzaldúa's (1987) Borderlands theory. The data in this study are in the form of sentences. The data was taken from The Circuit as the primary data source. The findings reveal Panchito's hybrid identity, negotiated between his Mexican heritage and the realities of life in America. Despite facing language barriers and discrimination challenges, Panchito maintains a connection to his cultural roots. This study offers a new perspective on identity negotiations in the borderlands by using The Circuit as a primary data source, which contributes to a deeper understanding of the Mexican-American immigrant experienc
Implementasi Program Parenting Terhadap Pola Asuh pada Anak Usia Dini di PAUD Mekar Desa Penggalangan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Perencanaan dan Pelaksanaan Program Parenting di PAUD Mekar Desa Penggalangan. 2) Implikasi kegiatan parenting di PAUD Mekar Desa Penggalangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dukungan orang tua dalam perencanaan kegiatan parenting cukup memadai, terlihat sebagian besar orang tua mendukung secara aktif. Dan jadwal yang dibuat oleh pengelola sudah terencana dari awal kegiatan sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan. 2) Implikasi program parenting bagi orangtua sangatlah berpengaruh terhadap pengetahuan orangtua misalnya menambah pengetahuan mengenai bagaimana sistem pembelajaran PAUD, bagaimana pola asuh yang baik dalam mendidik anak, pemahaman tentang bahaya gadget, dan orangtua semakin paham bahwa di lembaga PAUD anak-anak tidak di wajibkan calistung seperti persepsi orangtua sebelumnya serta meningkatkan kesadaran orangtua tentang pentingnya kegiatan parenting disekolah. 3) Bagi Anak Usia Dini di PAUD Mekar Desa Penggalangan mengalami peningkatan baik itu dalam Aspek Nilai Agama dan Moral, Sosial Emosional, Kognitif, Seni, Fisik Motorik, maupun Bahasa sesuai dengan tahap perkembangannya 4) Bagi Sekolah kegiatan parenting ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan perencanaan dan pelaksanaannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan mengenai peran kegiatan parenting dalam pola asuh orangtua di PAUD MEKAR ini, menunjukkan bahwa telah tercapainya tujuan dari kegiatan ini. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil sebelum dan sesudah diadakannya kegiatan parenting. Peserta kegiatan parenting sudah tahu cara mengatur pola asuh dan merawat serta mendidik anaknya
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Pekerja dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Bolopleret Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Tahun 2023
Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini. Namun beberapa anak memiliki perkembangan sosial emosional yang belum sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua pekerja; 2) Perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun; 3) Hubungan pola asuh orang tua pekerja dengan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Desa Bolopleret. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini dilakukan di Desa Bolopleret dari bulan Desember 2022 – Juli 2023. Populasi sejumlah 37 responden (orang tua), dengan pengambilan sampel 34 responden (orang tua). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pola asuh otoriter 23%, pola asuh demokratis 59% dan pola asuh permisif 18%; Perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun kategori sedang, ditunjukkan dengan presentase 56%; 3) Sehingga disimpulkan terdapat hubungan positif antara pola asuh orang tua pekerja dengan perkembangan sosial emosional.
Kunci Kunci : Pola Asuh, Anak Usia Dini, Perkembangan Sosial Emosional.
 
Unveiling Online Collaborative Learning and Sense of Community in an English Drama Course: Indonesian EFL Undergraduate Students View
A sense of community enhances the exchange of information, fosters cooperation and support, and strengthens commitment to group objectives. Numerous studies have investigated the importance of community and collaborative learning activities within online environments. However, online collaborative learning and a sense of community in an English Drama Course (EDC) are still under-explored. The current study aims to fill that gap by following a group of 131 undergraduate students participating in a 16-week online EDC. Data was gathered via a questionnaire and a semi-structured interview coded by following the dimensions of the questionnaire. The current study reveals that students view online collaborative learning in an EDC positively and generate interactive engagement, teamwork, creativity, efficacy, social skills, problem-solving skills, idea generation, and enjoyment, which is particularly advantageous for navigating unfamiliar subject matter or foreign language contexts. The collaborative learning process hinges on establishing a robust sense of community, emphasizing shared objectives, effective communication, trust, collective problem-solving, and a supportive environment, highlighting the importance of addressing barriers to fostering this communal ethos for successful collaboration. The implications of this study might catalyze researchers and educators to consider developing a sense of community in online collaborative environments