e-Jurnal Universitas Islam Negeri Raden Mas Said
Not a member yet
3254 research outputs found
Sort by
Imagery and Typography in The Collection of Poems Hurufkecil.Substack.Com by Aan Mansyur
Literary works have aesthetic value that is reflected through the use of distinctive and imaginative language. One of its forms can be seen in a poem by Aan Mansyur published in hurufkecil.substack.com. These poems show the power of language that not only conveys meaning, but also builds an atmosphere and aesthetic experience for the reader. This study aims to describe the types of imagery and typography forms used in the collection of poems. This study uses a stylistic approach with a qualitative descriptive method. Data was collected through documentation, reading, and recording techniques, then analyzed using qualitative descriptive techniques with stages of data identification, classification, analysis, and interpretation. The results showed that there were 22 imaging data consisting of vision (9 data), hearing (4 data), touch (2 data), motion (5 data), and smell (2 data). Visual imagery is the most dominant image used by Aan Mansyur to build a visual image of the world and life. In addition, 3 forms of typography were found, namely the use of a lot of spacing between lines, random sentence arrangement, and numbering between stanzas. The typography serves to strengthen the aesthetic value of poetry and is a characteristic of Aan Mansyur's poetry. Based on the findings, it can be concluded that the use of imagery and typography in Aan Mansyur's poetry collection not only enriches the aesthetic value of poetry, but also shows a distinctive poetic style. The results of this research are expected to be a reference in the study of modern literature and learning of literary appreciation at various levels of education.
Karya sastra memiliki nilai estetika yang tercermin melalui penggunaan bahasa yang khas dan imajinatif. Salah satu bentuknya tampak dalam puisi karya Aan Mansyur yang dipublikasikan di hurufkecil.substack.com. Puisi-puisi tersebut memperlihatkan kekuatan bahasa yang tidak hanya menyampaikan makna, tetapi juga membangun suasana dan pengalaman estetik bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis citraan dan bentuk tipografi yang digunakan dalam kumpulan puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan tahapan identifikasi data, klasifikasi, analisis, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 data citraan yang terdiri atas citraan penglihatan (9 data), pendengaran (4 data), perabaan (2 data), gerak (5 data), dan penciuman (2 data). Citraan penglihatan menjadi citraan yang paling dominan digunakan oleh Aan Mansyur untuk membangun gambaran visual tentang dunia dan kehidupan. Selain itu, ditemukan 3 bentuk tipografi, yaitu penggunaan banyak jarak antar baris, penataan kalimat secara acak, dan penomoran antar bait. Tipografi tersebut berfungsi untuk memperkuat nilai estetika puisi serta menjadi ciri khas kepenyairan Aan Mansyur. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa penggunaan citraan dan tipografi dalam kumpulan puisi Aan Mansyur tidak hanya memperkaya nilai estetik puisi, tetapi juga memperlihatkan gaya kepenyairan yang khas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian sastra modern dan pembelajaran apresiasi sastra di berbagai jenjang pendidikan
Language Errors on The News Page of The “President Prabowo Responds” Rubric
News is an important component in today's social media era. However, not all news can use good and correct language with the aim of providing appropriate knowledge. Based on that, this research aims to find and analyze Indonesian language errors contained in the news with the scope of “Presiden Prabowo Menjawab”. This research study uses a qualitative descriptive approach. The data used in this research is a form of Indonesian language error contained in the news content. The data source used is the news link that discusses “Presiden Prabowo Menjawab”. Data collection uses descriptive observation techniques by listening, reading, and recording. Data analysis uses interactive analysis which is adjusted to the working procedures of language analysis. The results of this study found language errors in the field of spelling as many as seven and syntax as many as four.
Keywords: Language error analysis; news; prabowo
Berita termasuk pada komponen yang penting di era media sosial saat ini. Namun, belum semua berita dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan tujuan memberikan pengetahuan yang tepat. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat pada berita dengan ruang lingkup “Presiden Prabowo Menjawab”. Studi penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan bentuk kesalahan dari bahasa Indonesia yang terdapat pada isi berita. Sumber data yang digunakan terdapat pada pranala berita yang membahas mengenai “Presiden Prabowo Menjawab”. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi deskriptif dengan cara menyimak, membaca, dan mencatat. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang disesuaikan dengan prosedur kerja analisis bahasa. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya kesalahan berbahasa pada bidang ejaan sebanyak tujuh dan sintaksis sejumlah empat.
Kata Kunci: Analisis kesalahan berbahasa; berita; prabow
Kontekstualisasi Pemikiran Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali dan Muhammad Abduh
Dewasa ini, dunia pendidikan di Indonesia mengalami anomali, dalam artian secara data menunjukkan adanya peningkatan warga negara yang terdidik, namun diikuti juga dengan peningkatan perilaku immoral yang tidak mencerminkan perilaku orang yang terdidik. Penelitian ini mencoba mengambil kembali pemikiran pendidikan dari dua tokoh intelektual Muslim yaitu imam al-Ghazali dan Muhammad Abduh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pemikiran antara imam al-Ghazali dan Muhammad Abduh. Imam al-Ghazali menginginkan pendidikan tidak terlalu mengedepankan akal hingga melupakan tatanan dasar dalam agama. Sementara Muhammad Abduh, menginginkan pendidikan yang progresif, yang dinamis, dan berkemajuan. Dua corak pemikiran ini dapat dikontekstualisasika berdasarkan kecenderungan pendidikan yang ada saat ini. Untuk pemikiran imam al-Ghazali bisa diterapkan di lembaga pendidikan yang lebih umum, guna memastikan peserta didik tidak tercerabut dari nilai-nilai ketuhanan. Sementara Muhammad Abduh, dengan reformasi pendidikannya bisa diimplementasikan di lembaga-lembaga pendidikan yang kurang berkembang
Kata Kunci: Kontekstualisasi Pendidikan; Imam al-Ghazali; Muhammad Abduh; Filsafat Pendidikan
Hubungan Pola Makan Anak Usia 2-4 Tahun dengan Kejadian Stunting di Desa Sukamantri Ciawi Tasikmalaya
Penyebab dari kesehatan gizi yang kurang tidak hanya mempengaruhi pada aspek pertumbuhan dan perkembangan, melainkan berdampak juga terhadap kognitif dan kekebalan tubuh anak. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola makan anak stunting di Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamantri dari Oktober 2024 – April 2025. Popilasi yang berjumlah 34 reponden (orang tua), dengan pengambilan sample teknik total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis statistik menggunakan Chi-Square dengan nilai sebesar 0,001dan derajat kebebasan (df)=1. Karena p < 0,005 dan lebih kecil dari α = 0,005, maka H1 diterima H0 ditolak, dengan derajat hubungan 0,664 yang terletak antara 0,064 – 0,079 hasil ini menunjukan terdapat hubungan yang kuat antara pola pemberian makan anak usia 2-4 tahun dengan kejadian stunting.
 
The Effect of the Application of the Think Talk Write and Expository Learning Model on Learning Motivation and Learning Outcomes : Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write dan Expository terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar
Improving student learning outcomes and motivation is a central focus in developing effective instructional models. This study compares the effects of the Think Talk Write (TTW) and Expository models on science learning outcomes, viewed from students' learning motivation levels. The research aims to: (1) determine the effect of learning motivation on science learning outcomes; (2) determine the effect of learning models (TTW and Expository) on science learning outcomes; and (3) examine the interaction between learning motivation and instructional models on students' science learning outcomes. Using a quantitative experimental design involving 64 students in Simalungun Regency, data were collected through tests and questionnaires and analyzed using Two-Way ANOVA. The analysis revealed that learning motivation significantly influenced outcomes (F = 3.188; p = 0.049; η² = 0.099), the learning model had a stronger effect (F = 11.587; p = 0.001; η² = 0.167), and there was a significant interaction between the model and motivation (F = 3.707; p = 0.031; η² = 0.113). The model accounted for 41.8% of the variance in learning outcomes (R² = 0.418). These findings highlight that aligning teaching models with students’ motivation levels especially through TTW enhances the effectiveness of science learning through active engagement and deeper conceptual understanding
The Role of Group Work in Enhancing Undergraduate Students’ Writing Skills
Writing is essential for academic and professional success. This mixed-methods study, combining surveys and semi-structured interviews, aims to investigate the role of group work in enhancing undergraduate students’ writing skills. It focused on 40 second-year students at a university in Ethiopia, selected through purposive sampling, and four EFL teachers. Researchers used structured questionnaires and semi-structured interviews to collect data from students and teachers. Statistical methods were employed for quantitative data, whereas content analysis was utilized for qualitative data. Results indicated that students encountered specific writing difficulties, particularly related to grammar and vocabulary. Nevertheless, collaborative work significantly improved their writing abilities by fostering teamwork, facilitating constructive criticism, and promoting engaged participation in the teaching and learning process. Students reported heightened motivation and involvement during collaborative tasks, substantially improving their writing skills. Based on the findings, recommendations include integrating collaborative learning techniques into the curriculum, dedicating more time to group-focused writing instruction, emphasizing the benefits of collaborative learning, implementing regular assessments to monitor progress, and encouraging diverse writing approaches beyond traditional classroom settings. Highlighting adaptable and student-focused teaching methods is crucial for enhancing overall writing skills among undergraduate learners
Manajemen Program Literasi Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Mts Negeri 1 Jepara Tahun Pelajaran 2024-2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen program literasi di MTs Negeri 1 Jepara serta hambatan dan solusinya dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, dengan informan dari kalangan guru, siswa, orang tua, dan pihak terkait lainnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program literasi di MTs Negeri 1 Jepara efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, serta membentuk karakter siswa seperti kedisiplinan dan kerjasama. Keberhasilan program tercermin dari berbagai inovasi—termasuk pemanfaatan teknologi dan pembentukan Tim Risert—serta penghargaan yang diraih. Evaluasi program dilakukan secara berkala guna menjamin keberlanjutan dan efektivitasnya
AI-integrated interactive learning: Advancing engagement, creativity, and critical thinking in Indonesian language learning
The present study investigates the implementation of interactive learning strategies within an Indonesian Language Development course, aiming to enhance the overall learning process. Specifically, it seeks to identify and analyze effective interactive strategies that incorporate artificial intelligence (AI) platforms in Indonesian language instruction at the higher education level. Employing a qualitative case study design, data were meticulously collected from twelve (12) undergraduate students enrolled in the Elementary School Teacher Education Program through in-depth interviews and classroom observations. The study was conducted in a course delivered using interactive learning strategies supported by various AI and digital platforms (e.g., ChatGPT, DeepSeek, YouTube, interactive digital presentations, and video conferencing tools). Data validity was rigorously ensured through prolonged engagement, member checking, collegial discussions, and the triangulation of sources, techniques, and theories. The analytical process involved data collection, condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that the integration of AI platforms as learning media significantly: (1) boosts active participation, (2) facilitates more adaptive and personalized learning, (3) empowers students in designing creative content, (4) refines writing and language analysis skills, and (5) fosters reflective motivation and critical thinking in language learning. Integrating AI within interactive learning strategies presents an innovative approach to elevating the quality of Indonesian language teaching and learning in higher education. Future studies are encouraged to explore the continued development of AI technologies to maximize their impact in educational settings
Between the Fetter and the Unveiling: Ibn al-Jawzī's Moral Rationalism in Dialogue with Classical Sufi Epistemology
Objective: This study reconstructs a comprehensive philosophical theory of intellect (ʿaql) in the thought of Ibn al-Jawzī (d. 597/1201) in order to examine his distinctive articulation of moral rationalism. Method: Drawing on systematic textual analysis of his major works, Kitāb al-Adhkiyāʾ, Talbīs Iblīs, Dhamm al-hawā, al-Ṭibb al-rūḥānī, Ṣayd al-khāṭir, and Minhāj al-qāṣidīn. Result: The article demonstrates that Ibn al-Jawzī develops a coherent philosophical anthropology in which the intellect occupies an architectonic position. Within this framework, the intellect functions as the governing faculty over passion (hawā), the primary safeguard against satanic epistemological deception (talbīs), and the foundation of ethical praxis and moral self-discipline. This model of intellect-centered moral rationalism is then situated within a sustained hermeneutical dialogue with classical Sufi epistemologies that privilege the heart (qalb), as represented by al-Junayd al-Baghdādī, al-Ḥakīm al-Tirmidhī, Abū Ṭālib al-Makkī, al-Sarrāj, al-Ghazālī, and Ibn al-ʿArabī. The comparative analysis reveals fundamental epistemological divergences between Ibn al-Jawzī’s rationalist ethical framework and the experiential–intuitive orientation of classical Sufism. Conclusion: By foregrounding Ibn al-Jawzī as a systematic moral rationalist, this study contributes to contemporary debates in virtue epistemology and Islamic psychology, offering a refined conceptual lens for understanding reason, ethics, and moral formation in classical Islamic thought