Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Community Based Tourism Wisata Puncak Jowin Tulungagung
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan community based tourism wisata Puncak Jowin Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa community based tourism wisata Puncak melalui dimensi ekonomi timbul lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Pada dimensi sosial meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar dan kebanggaan komunitas. Pada dimensi budaya terdapat budaya dan adat yang melekat dan tetap dilestarikan. Pada dimensi lingkungan terdapat konservasi lingkungan wisata dengan menanami pepohonan dan berbagai jenis bunga. Pada dimensi politik terdapat peningkatan partisipasi masyarakat. Faktor pendukung kemauan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengelola dan membangun wisata Puncak Jowin. Faktor penghambat pendanaan yang kurang untuk mengembangkan kawasan wisata Puncak Jowin
EFEKTIVITAS PENERAPAN APLIKASI SIDEBAR (SISTEM INFORMASI DOKUMEN ELEKTRONIK JAWA BARAT) DI SEKERTARIAT DPRD PROVINSI JAWA BARA
Penyelenggara pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah masih dihadapkan pada sistem pemerintahan yang belum efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan aplikasi Sidebar (Sistem Informasi Dokumen Elektronik Jawa Barat) dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sekertariat DPRD Provinsi Jawa Barat serta mengetahui secara mendalam tentang faktorpenghambat efektivitas penerapan aplikasi Sidebar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif,dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yang digunakan, yaitu data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi pemerikasaankeabsahan data menggunakan teknik triangulasi data sedangkan teknik analisis data menggunakan modelinteraktif yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan aplikasi Sidebar di Sekertariat DPRD Provinsi Jawa Barat sudah efektif berdasarkan analisis dari indikator dalam penerapan Sidebar menghadapi beberapa faktorpenghambat yang berasal dari internal Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat. Adapun faktor-faktor penghambat yang ada yaitu: Keterbatasan keterampilan dan kapasitas SDM dalam memahami danmenggunakan Sidebar karena faktor usia dan gap generation dalam literasi digital. Dinamka masalah dalam penerapan Sidebar seperti kendala teknis operasional dan human error dalam penggunaannya implikasi dari penelitian ini yaitu perlu adanya pemantauan rutin, peningkatan sumber daya manusia dan dukungan berkelanjutan perangkat daerah DPRD Jawa Barat untuk memastikan keberlanjutan penerapan program
Tourism Development Cycle in Gunungkidul Regency
The development of tourism in Gunungkidul Regency shows its own dynamics that raise various issues, so a sustainable strategy is needed. This research aims to identify and understand the cycle of tourism development in Gunungkidul Regency, including its driving and inhibiting factors. This research is a descriptive qualitative research. Research data were obtained through interviews, observations, and documentation. The results showed that Gunungkidul Regency has gone through three stages of the tourism development cycle, namely the exploration stage (2005-2010), the engagement stage (2010-2015), and the development stage (2016-Present). The strategy applied is consistent with the development of nature-based destinations, culture and community empowerment, with the dynamics of infrastructure development, facilities, and marketing. This cycle is supported by the potential of tourist attractions, synergy between the government and the community, despite challenges such as natural conditions and competition from similar destinations. Understanding this cycle is expected to help design sustainable tourism strategies, especially in waste management and karst area protection, so as to minimize negative environmental impacts, and maximize benefits for the community
Pemetaan Staholder dalam Formulasi Kebijakan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan
Rancangan Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) yang diinisiasi oleh DPR pada tanggal 20 Juni 2022 telah disahkan pada tanggal 2 Juli 2024. Undang-undang yang disahkan mengalami perubahan dalam substansi dan judul. Pro-kontra pembahasan regulasi ini saat proses formulasi melibatkan berbagai aktor mulai dari pengambil kebijakan seperti DPR dan kementerian, hingga aktor yang terkena dampak seperti masyarakat, Non-Government Organization (NGO), pengusaha, hingga media massa.Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk melihat bagaimana posisi setiap aktor dalam proses formulasi ini. Pengumpulan data sekunder digunakan untuk mencari kebenaran dari proses formulasi kebijakan yang telah lalu. Mengetahui aktor-aktor yang terlibat dalam formulasi kebijakan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan ini merupakan langkah preventif agar dapat mengelola diskursus antar aktor jika melihat pembahasan regulasi ke depan seputar isu pengasuhan ana
PENGARUH PRAKTIK KERJA LAPANGAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 PLAYEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PKL (X1) terhadap KK (Y), pengaruh MK (X2) terhadap KK (Y), serta pengaruh PKL (X1) dan MK (X2) secara bersama-sama terhadap KK (Y). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 80 siswa kelas XII Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Playen Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif, regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan PKL terhadap KK siswa kelas XII kompetensi keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Playen sebesar 36,5%, degan thitung sebesar 9,330, terdapat pengaruh positif dan signifikan MK terhadap KK siswa kelas kelas XII kompetensi keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Playen sebesar 32,6%, dengan thitung sebesar 6,146, terdapat pengaruh positif dan signifikan PKL dan MK secara bersama-sama terhadap KK siswa kelas kelas XII kompetensi keahlian Teknik Pemesinan SMK Muhammadiyah 1 Playen sebesar 57,8%, dengan Fhitung sebesar 52,634 lebih besar dari Ftabel sebesar 3,09 pada taraf signifikansi 5%.This study aims to analyze the effect of street vendors (X1) on households (Y), the effect of MK (X2) on households (Y), and the influence of street vendors (X1) and MK (X2) together on households (Y). This research is a quantitative research. The subjects of this study were 80 students of class XII Mechanical Engineering at Muhammadiyah 1 Playen Vocational School, Academic Year 2022/2023. The data collection technique was carried out using a questionnaire and documentation method. Data analysis using descriptive, regression and correlation. The results showed that there was a positive and significant effect of street vendors on the KK of class XII students of the machining engineering competence of SMK Muhammadiyah 1 Playen by 36.5%, with a tcount of 9.330, there was a positive and significant effect of MK on the KK of class XII students of the machining engineering skill competency Muhammadiyah 1 Playen Vocational School of 32.6%, with a tcount of 6.146, there is a positive and significant influence of street vendors and MK together on KK class XII students of the machining engineering competence of SMK Muhammadiyah 1 Playen of 57.8%, with a Fcount of 52.634 greater than Ftable of 3.09 at a significance level of 5%
KEARIFAN LOKAL TRADISI MERTI CODE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN KALI CODE STUDI KASUS MASYARAKAT JETISHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal daritradisi Merti Code sebagai upaya pelestarian lingkungan Sungai Code, utamanyayang berlatar tempat di Kampung Jetisharjo, Kota Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian inidilaksanakan pada bulan Desember 2022. Subjek penelitian adalah Pemerti Kali Codedan tokoh penggerak tradisi Merti Code. Teknik pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisismodel Miles dan Huberman dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajiandata dan penyimpulan data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknikdengan 3 teknik yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Merti Code adalah kegiatan ritualyang sudah mengalami pergeseran nilai yang tidak hanya sekadar bernilai budaya,tetapi juga bisa dimaknai sebagai upaya pelestarian lingkungan. Prosesi Merti Codeterdiri dari gotong royong, Tuk Pitu, dan kirab atau arak-arakan. Nilai yangterkandung di dalamnya meliputi nilai memetri, nilai edukasi, nilai budaya, dan nilainguri-uri atau pelestarian. Upaya pelestarian dan pendidikan lingkungan yang lahirsetelah adanya tradisi Merti Code adalah sekolah sungai dan perubahan perilakuwarga bantaran Kali Code yang lebih berkesadaran lingkunganKata kunci: kearifan lokal, Kali Code, nilai, pelestaria
TINGKAT KESIAPSIAGAAN PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM ERUPSI MERAPI DI SMP KECAMATAN CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan peserta didik dalam menghadapi bencana alam erupsi Merapi di SMP Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Kecamatan Cangkringan yaitu SMP Negeri 1 Cangkringan, SMP Negeri 2 Cangkringan, SMP Taman Dewasa Cangkringan, SMP Sunan Kalijogo, SMP IT Baitussalam 2 Cangkringan, dan MTs Al Qodir Cangkringan. Ukuran sampel penelitian sebanyak 90 peserta didik ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10% dari populasi. Kemudian sampel dari setiap sekolah ditentukan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan peserta didik di SMP Kecamatan Cangkringan dalam menghadapi erupsi Merapi berada pada kategori “sangat siap”, artinya peserta didik sudah memiliki kesiapsiagaan yang baik. Hal ini dapat dilihat melalui parameter pengetahuan dan sikap, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan, dan kemampuan memobilisasi sumber daya yang menunjukkan hasil rata-rata pada kategori sangat siap
Pembinaan wawasan kebangsaan bagi masyarakat di kota Yogyakarta oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta dalam pembinaan wawasan kebangsaan bagi masyarakat di Kota Yogyakarta dan mendeskripsikan strategi Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta dalam upaya pembinaan wawasan kebangsaan bagi masyarakat.. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dan langsung mendatangi Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas yang terdiri dari triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta dalam pembinaan wawasan kebangsaan bagi masyarakat Kota Yogyakarta ialah sebagai bagian dari Lembaga Pemerintahan yang memiliki tugas pokok dan fungsi membina wawasan kebangsaan bagi masyarakat. (2) strategi yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta dalam pembinaan wawasan kebangsaan bagi masyarakat Kota Yogyakarta sudah dilakukan secara maksimal dengan cara sosialisasi, seminar dan gathering. (3) strategi untuk meningkatkan rasa nasionalisme bagi generasi muda ialah pemanfaatan media sosial dengan membuat konten yang menarik (4) kendala yang dihadapi ialah masih minimnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan tatap muka yang dilakukan oleh Badan Kesbangpol Kota Yogyakarta
Optimalisasi Hak Remisi Melalui Eksistensi Kartu Elektronik Deteksi Dini (Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Kartu Elektronik Deteksi Dini (KARTINI) dan mengidentifikasi kelemahannya dalam optimalisasi pemenuhan hak remisi di Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Kartu KARTINI sejak bulan Agustus 2021 dilatar belakangi oleh belum adanya pencatatan absensi pembinaan dan lalu lintas warga binaan secara digital. Cara penggunaannya bagi warga binaan cukup scan Kartu KARTINI pada alat pembaca kartu, bagi petugas dengan log in pada aplikasi Kartu KARTINI. Eksistensi Kartu KARTINI membantu pencatatan secara digital serta membantu pembuatan Laporan Perkembangan Pembinaan (LPP) dan register F. Kelemahan Kartu KARTINI adalah data belum terintegrasi langsung dengan Laporan Perkembangan Pembinaan (LPP) dan Sistem Penilaian Narapidana (SPPN), belum memiliki server khusus, dan belum dapat menyajikan semua data yang dibutuhkan untuk pembuatan syarat administratif pengusulan hak remisi
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN PADA MODEL 9E LEARNING CYCLE BERPENDEKATAN STEAM
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pembelajaran dengan model 9E Learning Cycle berpendekatan STEAM siswa kelas VII SMP N 8 Semarang dan menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dari tiap tipe kepribadiannya. Jenis penelitian ini adalah mix method. Pemilihan subyek penelitian dengan menggunakan tes inventori. Hasil tes inventori tipe kepribadian dari 35 siswa yang mengikuti tes diperoleh 19 siswa guardian, 4 siswa artisan, 4 siswa rational, 5 siswa idealist dan 3 siswa bertipe ganda yaitu artisan dan guardian. Subyek diambil satu dari masing-masing tipe yaitu guardian, artisan, rational, dan idealist. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah Tes Kemampuan Komuniasi Matematis (TKKM) dan wawancara. Hasil tes dan wawancara dianalisis berdasarkan indikator yaitu: (1) representasikan ide visual (IKKM 1), (2) penggunaan notasi matematika (IKKM 2), (3) pemahaman konsep matematis (IKKM 3), dan (4) keruntutan serta penarikan kesimpulan dengan bahasa sendiri (IKKM 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran dengan model 9E Learning Cycle berpendekatan STEAM berkualitas baik secara kualitatif maupun kuantitatif; (2) Hasil deskripsi komunikasi tiap-tiap tipe kepribadian yaitu siswa guardian menguasai IKKM 1, 2, 3, dan 4. Siswa artisan kurang menguasai IKKM 1 dan 2, sedangkan IKKM 3 kurang pada penggunaan rumus, pada IKKM 4 subyek mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan, namun masih kurang dalam memberikan kesimpulan. Siswa rational menguasai IKKM 1, masih kurang menguasai IKKM 2, mampu memberikan jawaban dengan benarpada IKKM 3, namun kurang pada penulisan rumus serta kesesuaian penggunaan rumus, mampu menyelesaikan soal secara runtut, namun cenderung singkat dan sederhanapada IKKM 4. Siswa idealist mampu menguasai IKKM 1, 3 dan 4, namun kurang pada IKKM 2