Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    Pendampingan Anak Jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Yayasan Rumah Impian Melalui Program Street Contact

    Full text link
    Fenomena anak jalanan merupakan permasalahan sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, pendidikan, dan kondisi keluarga. Mereka termasuk dalam kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, sehingga membutuhkan perlindungan serta pendekatan yang khusus. Penelitian ini mengkaji proses pendampingan yang dilakukan Yayasan Rumah Impian melalui program street contact di DIY, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program street contact menjadi langkah awal untuk menjangkau anak jalanan dengan membangun kepercayaan, rasa aman, dan memahami permasalahan mereka. Rumah Impian juga menjalin koordinasi lintas lembaga untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak. Menariknya, untuk saat ini street contact tidak dijalankan oleh instansi Pemda DIY, sehingga menjadikannya contoh pendekatan yang inovatif dan inklusif. Temuan ini diharakan dapat memberikan pandangan strategis dalam menjangkau anak jalanan melalui pendekatan persuasif. Pemda DIY diharapkan dapat memberikan keterlibatan peran yang lebih besar dalam kerja sama penanganan anak jalanan, misalnya dengan pemanfaatan Forum Perlindungan Anak yang lebih dimasifkan sebagai wadah untuk menjalin koordinasi dengan LKSA, sehingga diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang inovatif sebagai upaya untuk penanganan anak jalanan

    Eksplorasi Partisipasi Generasi Z dalam Pengembangan Wisata Budaya Kotagede sebagai Upaya Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Yogyakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi partisipasi Generasi Z dalam pengembangan wisata budaya di Kotagede sebagai langkah mewujudkan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Kotagede, kawasan bersejarah dengan potensi wisata budaya yang besar, menghadapi tantangan dalam melestarikan warisan budaya sembari menarik minat Generasi Z untuk berkontribusi dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, pengelola kawasan wisata, dan wisatawan Generasi Z. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijamin menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki peran strategis dalam mempromosikan budaya lokal melalui keahlian digital dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Preferensi mereka terhadap pengalaman autentik dan keberlanjutan menjadi modal penting dalam memperkuat daya tarik wisata Kotagede. Faktor pendukung meliputi keterlibatan komunitas lokal, dukungan teknologi, dan minat Generasi Z terhadap pelestarian budaya, sementara hambatan utama adalah kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan dan minimnya edukasi keberlanjutan. Kolaborasi antar stakeholder menjadi kunci dalam menciptakan inovasi dan pariwisata budaya yang berkelanjutan

    Analisis Faktor Keberhasilan e-Government dalam Perspektif Penerimaan Pengguna terhadap Sistem Informasi Desa di Kabupaten Sleman

    Full text link
    Penyelenggaraan e-Government di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Presiden No 95 Tahun 2018 Tentang SPBE. Namun, dalam realisasinya masih terdapat beberapa permasalahan baik dari segi teknis maupun nama aplikasi layanan publik, khususnya dalam penyelengaraan Sistem Informasi Desa. Dengan demikian, Penelitian ini memodifikasi teori UTAUT-1 dengan variabel penamaan produk untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan e-Government dalam perspektif penerimaan pengguna terhadap Sistem Informasi Desa (SIDESI MANIS). Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitaif dengan pendektan statistik korelasional. Sumber data dalam penelitian ini didapatkan melalui penyebaran kuisioner kepada 81 responden pengguna SIDESI MANIS yang dipilih berdasarkan metode propotional cluster sampling. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode analisis SEM-PLS dengan bantuan software SmartPLS 4 untuk mengetahui dampak dari faktor UTAUT dan faktor penamaan produk terhadap keberhasilan e-Government.Setelah melakukan analisis dan intepretasi data, hasil penelitian ini menghasilkan bahwa faktor harapan kinerja (29%), kondisi fasilitas (25,4%), dan penamaan produk (33,2%) berpengaruh dalam membentuk minat pengguna untuk menggunakan SIDESI MANIS. Minat pengguna dalam penelitian ini menunjukkan nilai sebesar 66,4 persen yang mengindikasi bahwa pengguna telah memiliki kesiapan untuk menggunakan SIDESI MANIS. Hasil ini juga menyatakan bahwa semakin besar nilai kesiapan pengguna, maka semakin besar tingkat keberhasilan e-Government. Dengan mengoptimalisasi faktor  harapan kinerja, kondisi fasilitas, dan penamaan nama, maka keberhasilan e-Government dapat semakin didorong, utamanya dengan melakukan sosialisasi dan pengembangan website SIDESI MANIS

    Corporate Social Responsibility (CSR) PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dalam Pengelolaan Sampah Organik di Kota Yogyakarta

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanan tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dalam kegiatan pengelolaan sampah organik di Kota Yogyakarta serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini penting dilakukan untuk melihat bagaimana pelaksanaan CSR, karena masih banyak perusahaan di Indonesia yang menjalankan CSR belum sesuai dengan prinsip pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan CSR yang dilakukan PT PII dalam pengelolaan sampah organik di Kota Yogyakarta telah memenuhi keempat indikator teori piramida tanggung jawab sosial perusahaan yang meliputi aspek tanggung jawab sosial yaitu ekonomi, hukum, etika, dan filantropi. Namun dalam praktiknya program CSR ini belum menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang optimal bagi masyarakat dan pengurangan sampah organik. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sehingga program tidak berjalan secara berkelanjutan. Oleh karena itu diperlukan penguatan partisipasi masyarakat, strategi komunikasi, dan evaluasi berbasis data untuk memastikan tidak adanya program CSR.

    Dampak Pengembangan Wisata Ledok Sambi Terhadap Local Economic Development Di Dusun Sambi, Pakembinangun, Pakem, Sleman

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang dampak dari adanya pengembangan destinasi wisata Ledok Sambi terhadap pembangunan ekonomi lokal (Local Economic Development) di Dusun Sambi, Pakembinangun, Pakem, Sleman.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata Ledok Sambi memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan pekerjaan, serta terbukanya peluang usaha baru yang turut berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak 115 masyarakat Dusun Sambi terlibat langsung dalam aktivitas wisata, mencakup sektor pelayanan, pengelolaan kegiatan, hingga tim manajemen yang juga memberikan positif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Dusun Sambi. Terdapat setidaknya 20 usaha baru yang berkembang dan dikeola langsung oleh masyarakat. Capaian ini telah memenuhi beberapa indikator keberhasilan dalam kerangka Local Economic Development (LED), seperti peningkatan peluang kerja dan usaha, peningkatan, pemberdayaan lembaga bisnis dengan skala mikro, dan pemberdayaan kerja sama antar lembaga seperti pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal. Dengan demikian, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berperan sebagai penggerak sektor pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan

    POLICY NETWORK IN SUSTAINABLE URBAN TOURISM DEVELOPMENT IN YOGYAKARTA CITY

    Full text link
    This study aims to analyze the policy network in the development of sustainable city tourism in the city of Yogyakarta. This study is important to be conducted to determine the process of the policy network for the development of sustainable city tourism in Yogyakarta. The concept of a policy network using the Qualitative Network Analysis (QNA) theory has not been widely used, especially in tourism development in the scope of the city of Yogyakarta, so that it becomes a new value of this study.            The method in this study is descriptive qualitative. Primary data collection techniques are carried out by observation and interviews. While secondary data are obtained from documentation sourced from literature studies, policy drafts, documents, and photos. Data validity testing is carried out using source triangulation and data analysis techniques using the Miles and Huberman model which consists of data collection, data reduction, data presentation, and data conclusion drawing. This study uses the concept of a policy network using the Qualitative Network Analysis (QNA) theory by Ahrens (2018) with three indicators analyzed to reveal the type of ties, type of level of governance, and type of policy goals of each actor.            The results of the study indicate that the policy network in the development of sustainable city tourism in the city of Yogyakarta is formed by the existence of a pattern of dependency and resource needs. As for the results, (1) the type of bond that is formed is based on the collaboration that is carried out and there are no legal regulations that bind the relationship, but there are guidelines in its implementation, namely Regional Regulation Number 3 of 2015 concerning the RIPPARDA of Yogyakarta City 2015-2025. (2) The type of government level between actors is carried out in accordance with the duties, main points, and functions of the hierarchy that exist in government so that there is no dominance of power and competition. This shows that the policy network that is formed is based on the duties and functions of each actor. (3) The type of policy objectives issued by each actor differ according to their focus. Therefore, it is necessary to create a comprehensive policy to unite stakeholders in the policy network process with the aim of developing sustainable city tourism in Yogyakarta City.Keywords: Policy Network and Sustainable Urban Tourism, and Qualitative Network Analysis (QNA

    Collaborative Governancein the Development of Tonjong Canyon Tourism Village in Tasikmalaya Regency

    No full text
     This study aims to explain the Collaborative Governance process in the Development of Tonjong Canyon Tourism Village in Nangelasari Village, Tasikmalaya Regency to realize sustainable tourism. This study uses a qualitative descriptive approach. The types of data used in this study are primary and secondary data, using observation, interview and documentation collection techniques. The results of this study indicate that collaborative governance in the development of Tonjong Canyon Tourism Village, the Nangelasari Village Government as the main actor that collaborates with various parties such as LPM, BPD, Karang Taruna, private sector, and the community. The community has been involved since the beginning in the management of tourist attractions, although the involvement of academics and the private sector is still limited, and the lack of human resources is a major challenge. These findings indicate the importance of the role of the Village Government in ensuring smooth collaboration between stakeholders to support the development of sustainable tourism villages

    PENGARUH FUTURE TIME PERSPECTIVE (FTP) TERHADAP KEMATANGAN KARIER MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh future time perspective terhadap kematangan karier dengan subjek mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNY. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan rumus Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5%. Diperoleh 168 sampel mahasiswa BK UNY angkatan 2016-2019 sebagai subyek dalam penelitian. Pengumpulan data FTP mengadaptasi skala Future Time Perspective Scale (FTPS) yang dikembangkan oleh Husman dan Shell (2008). Pengukuran tingkat kematangan karier mahasiswa mengadaptasi skala kematangan karier yang dikembangkan Ulfa, D.M. (2018) berdasarkan acuan Teori Donald E. Super. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi dengan bantuan Software SPSS Version 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara future time perspective terhadap kematangan karier mahasiswa bimbingan dan konseling dengan pengaruh sebesar R square sebesar 0,285. Analisis regresi linier sederhana menyebutkan bahwa future time perspective berkontribusi 28,5% terhadap kematangan karir dan 71.5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Kata kunci: future time perspective; kematangan karir; mahasiswa AbstractThis study aims to determine the effect of future time perspective on career maturity with the subject of students majoring in Guidance and Counseling, Faculty of Education, Yogyakarta State University. The research approach method used is quantitative methods. The samples were determined using the Isaac and Michael formula with an error rate of 5%. Obtained 168 samples of students class 2016-2019 as subjects in the study. FTP data collection adapts the Future Time Perspective Scale (FTPS) developed by Husman and Shell (2008). Measuring the level of student career maturity adapts the career maturity scale developed by Ulfa, D.M. (2018) based on the theory of Donald E. Super. Data analysis was performed using regression analysis with the software of SPSS Version 24. The results showed that there was a positive and significant influence between future time perspectives on the career maturity of guidance and counseling students with an effect of R square of 0.285. Simple linear regression analysis states that future time perspectives contribute 28.5% to career maturity and 71.5% are influenced by other factors. Keywords: future time perspective; career maturity; college studen

    EFEKTIVITAS SINEMA EDUKASI TERHADAP SELF AWARENESS KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 NGAGLIK

    Full text link
    Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan klasikal teknik sinema edukasi dan teknik ceramah-diskusi terhadap self awareness dalam kesiapsiagaan bencana pada siswa dan perbedaan self awareness kesiapsiagaan bencana pada siswa yang menggunakan teknik sinema edukasi dengan teknik ceramah-diskusi. Teknik sinema edukasi digunakan karena teknik ini mampu menjadi sarana pemahaman dan penerimaan diri pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian Pre-Eksperimen Design dan desain penelitian yaitu Intact-Group Comparasion. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP N 4 Ngaglik Kelas VIII sejumlah 54 orang yang terdiri dari kelas VIII C sebagai kelompok kontrol dan kelas VIII D sebagai kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu tahap pretest, treatment, dan posttest. Treatment yang digunakan adalah dengan layanan bimbingan klasikal menggunakan dua teknik berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan skala self awareness. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistika non parametric uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis menggunakan Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan setelah kedua kelompok diberi treatment berbeda, perbedaan antara posttest kedua kelompok (Asymp sig. 2-tailed 0,0410,05) dengan taraf signifikansi 5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teknik sinema edukasi lebih efektif  daripada teknik ceramah-diskusi dalam meningkatkan self awareness dalam kesiapsiagaan bencana bagi siswa Kelas VIII SMP N 4 Ngaglik.Kata Kunci : bimbingan klasikal, teknik sinema edukasi, self awareness siswaAbstract            This study aims to determine the effectiveness of classical guidance of cinema education and discussion lecture teckniques towards self-awareness in in students disaster preparedness and the difference towards self-awareness in students disaster preparedness which used cinema education and discussion lecture teckniques. Cinema education techniques is used because it’s able to be a means of understanding and self-acceptance in students. The method of this research was an experimental method with Pre-Experiment Design research type and Intact-Group Comparasion research design. The subjects of this study were 54 students class VIII of SMP N 4 Ngaglik, each class VIII C as control group and class VIII D as experiment group.  The research was conducted in 3 stages, namely pretest, treatment, and posttest. The treatment was done by using classical guidance. The data collection techniques were done by using a self-awareness scale. The data analysis was done by using a non-parametic statistical analysis of Wilcoxon test and Mann-Whitney. The results of hypothesis testing using the Mann-Whitney test showed that there was a difference after the two groups were given different treatments, the difference between the posttest of the two groups (Asymp sig. 2-tailed 0.041 0.05) with a significance level of 5%. Therefore, it can be concluded that the educational cinema technique is more effective than the lecture-discussion technique in increasing self-awareness in disaster preparedness for Class VIII students of SMP N 4 Ngaglik.Keyword : classical guidance, cinema education, students self-awarenes

    EFEKTIVITAS TEKNIK CINEMA THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENGHADAPI BERITA HOAX PADA SISWA SMA

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik cinema therapy untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berita hoax pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kalibawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode quasi experimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sample yang digunakan sejumlah 16 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakna adalah skala berpikir kritis. Uji reabilitas skala memiliki koefisien alpha cronbach’s sebesar 0.850 0,700. Uji hipotesis menggunkan uji paired t test menunjukan taraf signifikasi kelompok eksperimen sebesar 0,006 ≤ 0,05 dan untuk kelompok kontrol 0,001 ≤ 0,05. Teknik cinema therapy memberikan pengaruh lebih besar dari pada ceramah. Dengan demikian, hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti teknik cinema therapy efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berita hoax pada siswa SMA Negeri 1 Kalibawang. Kata kunci: cinema therapy, berpikir kritis, berita hoax AbstractThis study aims to determine the effectiveness of cinema therapy techniques to train critical thinking skills of students grade XI at SMA Negeri 1 Kalibawang in dealing with hoax news. This research used experimental study with quasi experimental design method. The research design used is pretest-posttest control group design. The population in this study were all students of class XI. The sampling technique used is simple random sampling. The sample consisted of 16 students who were divided into experimental group and control group. The instrument used is a critical thinking scale. The scale reliability test has a cronbach alpha coefficient of 0.850 0.700. Hypothesis testing using the paired t test shows the significance level of the experimental group of 0.006 ≤ 0.05 and for the control group 0.001 ≤ 0.05. The cinema therapy technique had a greater effect than a lecture. Therefor, hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected, which means that cinema therapy technique is effective to use in improve critical thinking skills to deal with hoax news among students of SMA Negeri 1 Kalibawang. Keywords: cinema therapy, critical thinking, hoax new

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇