Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI UNSUR SENYAWA CAMPURAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beda model pembelajaran jigsaw dengan model pembelajaran langsung terhadap: (1) motivasi belajar, (2) hasil belajar kognitif, serta mengetahui pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Jenis enelitian adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling pada kelas VIII SMPN 1 Banguntapan. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar soal pretest dan posttest hasil belajar kognitif, dan lembar angket motivasi belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) analisis persentase untuk motivasi belajar, (2) uji independent sample t-test dan (3) uji effect size cohen's untuk hasil belajar kognitif. Hasil penelitian ini adalah terdapat beda antar kelas yang menggunakan model pembelajaran jigsaw dengan model pembelajaran langsung terhadap (1) motivasi belajar dan (2) hasil belajar kognitif, serta terdapat pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada materi unsur senyawa campuran
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ONCOM DAN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.) TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL OVARIUM, JUMLAH KELENJAR UTERUS, KETEBALAN ENDOMETRIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak oncom dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) terhadap perkembangan folikel ovarium, jumlah kelenjar uterus, ketebalan endometrium tikus putih betina (Rattus norvegicus) dengan penelitian eksperimen menggunakan pola penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Objek penelitian yaitu tikus putih betina yang berumur ± 2 bulan, berat badan ± 150-200 gram yang belum pernah bunting. Tikus dibagi ke dalam 4 kelompok dengan masing- masing kelompok menggunakan 5 ekor tikus sebagai ulangan, yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstrak oncom dan kecipir), P1 (400 mg/kg BB ekstrak oncom + 200 mg/kg BB ekstrak kecipir), P2 (300 mg/kg BB ekstrak oncom + 300 mg/kg BB ekstrak kecipir), P3 (200 mg/kg BB ekstrak oncom + 400 mg/kg BB ekstrak kecipir). Pemberian ekstrak dilakukan secara oral setiap hari selama 21 hari. Analisis Kruskal-Wallis, digunakan untuk jumlah folikel ovarium dan jumlah kelenjar. Analisis One way Annova digunakan untuk ketebalan lapisan endometrium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak oncom dan kecipir tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah perkembangan folikel ovarium, jumlah kelenjar uterus, ketebalan endometrium tikus putih betina.Kata kunci : ekstrak oncom dan kecipir; folikel ovarium; jumlah kelenjar; lapisan endometrium; tikus putih
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Obyek Wisata Pantai Serang di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan obyek wisata Pantai Serang serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan obyek wisata Pantai Serang Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di objek wisata Pantai Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan yang menjadi subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber data untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Analisis data menggunakan data interaktif model Miles dan Huberman (2014) yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar terhadap pengembangan obyek wisata Pantai Serang sangat baik. Hal itu dapat dilihat dari aktifitas dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi dan pemanfaatan hasil dari pengembangan obyek wisata Pantai Serang. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor pendukung partisipasi masyarakat dilihat berdasarkan kemauan masyarakat untuk berpartisipasi, kemampuan setiap individu dan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pengembangan pariwisata desa, sedangkan faktor penghambat partisipasi masyarakat muncul berdasarkan latar belakang usia, jenis kelamin, rendahnya pendidikan masyarakat, latar belakang pekerjaan masyarakat dan kurangnya dana dari pemerintah desa
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI POLIKLINIK JANTUNG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR.SARDJITO YOGYAKARTA PADA PANDEMI COVID-19
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI POLIKLINIK JANTUNG RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) DR. SARDJITO YOGYAKARTA PADA PANDEMI COVID-19 OlehAudrio Gusti Anggoro PriyoNIM. 17417144039 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian kualitas pelayanan publik di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada pandemi COVID-19 serta untuk mengtahui faktor penghambatnya. Urgensi penelitian ini adalah diperlukan kajian penelitian kualitas pelayanan publik di bidang Kesehatan di masa krisis seperti pandemi COVID-19 untuk dapat menjadi pembelajaran dalam pengingkatan kualitas pelayanan publik.Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan indikator Tangibles, Assurance, Reability, Emphaty, Responsiveness. Ada dua jenis data yang digunakan, yaitu data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam baik secara langsung maupun daring, observasi dan dokumen-dokumen terkait kualitas pelayanan publik Poliklinik jantung RSUP Dr. Sardjito. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber sedangkan analisis data terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kualitas pelayanan publik di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sudah baik dalam dimensi reliability kehandalan meliputi kemampuan tenaga medis untuk memberikan pelayanan, sesuai dengan protokol dan sudah memiliki kemampuan untuk menangani pelayanan kesehatan. Tangible fasilitas fisik yang sudah terpenuhi seperti kamar isolasi, oksigen, ventilator dan APD. Responsivitas sikap petugas kesehatan yang memberikan pelayanan berjalan dengan baik, respon yang cepat dan pemberian informasi yang jelas. Assurance ketepatan waktu dan memberikan jaminan dalam memberikan pelayanan sudah dijalankan untuk kepuasaan pasien. Emphaty tenaga medis tidak memberikan jarak pada pasien dalam berkomunikasi. Supaya tidak menghasilkan kesalahpahaman dalam memberikan informasi terakit COVID-19. Meskipun mengalami lonjakan pasien yang melampaui batas fasilitas yang ada. Faktanya pada awal pandemi COVID-19 Poliklinik jantung RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta cukup buruk untuk memberikan pelayanan publik seperti kurangnya fasilitas kamar isolasi dan oksigen. Adapun faktor penghambat dari pelaksanan pelayanan publik di RSUP Sardjito Yogyakarta yaitu: (1) Kurang patuhnya keluarga pasien COVID-19; (2) Keterbatasan fasilitas rumah sakit yang belum bisa menerima semua pasien yang datang; (3) Sumber daya manusia yang makin berkurang sedikit demi sedikit karena sakit; (5) Terdapat hambatan komunikasi dikarekan tenaga medis yang menggunakan pakaian serba tertutup dari kepala hingga kaki.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pelayanan Publik, Pandemi COVD-19
Efektivitas Kebijakan Tata Ruang Terhadap Pengendalian Tanah Di Wilayah Umbulmartani
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kebijakan tata ruang di Wilayah Umbulmartani apakah berjalan secara efektif atau sebaliknya, serta mengukur kinerja aktor dalan hal pelaksanaan kebijakan terkait dengan keefektivitasan pengendalian tanah berdasar UU no 26 Tahun 2007. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis data primer yang diperoleh dan dikumpulkan peneliti secara langsung melalui wawancara dan observasi dengan pihak-pihak yang terkait serta data sekunder berupa jurnal terkait pemberdayaan perempuan, peraturan atau undang-undang, website Kalurahan Umbulmartani , desa Umbulmartani. Instrumen penelitian menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Subjek penelitian ini yaitu kaur tata pemerintahan , Kalurahan Umbulmartani, kepala desa Umbulmartani.Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian lahan dan perluasan wilayah kalurahan umbulmartani memberikan masukan untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakn tataruang dan pengendalian tanah di Kalurahan Umbulmartani. Sehingga wawasan tersebut mampu meningkatkan kemampuan dalam pengetahuan pengelolaan tata ruang dan pengendalian tanah. Untuk kefektivan dalam kebijakan tata ruang dalam pengendlaian tanah di kalurahan Umbulmartani adalah 1) Indikator teknis. 2) Indikator Lingkungan. 3) Indikator hukum. 4) Indikator Sosial. 5) Indikator Politik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan kebijakan tata ruang di Wilayah Umbulmartani apakah berjalan secara efektif atau sebaliknya, serta mengukur kinerja aktor dalan hal pelaksanaan kebijakan terkait dengan keefektivitasan pengendalian tanah berdasar UU no 26 Tahun 2007. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis data primer yang diperoleh dan dikumpulkan peneliti secara langsung melalui wawancara dan observasi dengan pihak-pihak yang terkait serta data sekunder berupa jurnal terkait pemberdayaan perempuan, peraturan atau undang-undang, website Kalurahan Umbulmartani , desa Umbulmartani. Instrumen penelitian menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Subjek penelitian ini yaitu kaur tata pemerintahan , Kalurahan Umbulmartani, kepala desa Umbulmartani. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian lahan dan perluasan wilayah kalurahan umbulmartani memberikan masukan untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakn tataruang dan pengendalian tanah di Kalurahan Umbulmartani. Sehingga wawasan tersebut mampu meningkatkan kemampuan dalam pengetahuan pengelolaan tata ruang dan pengendalian tanah. Untuk kefektivan dalam kebijakan tata ruang dalam pengendlaian tanah di kalurahan Umbulmartani adalah 1) Indikator teknis. 2) Indikator Lingkungan. 3) Indikator hukum. 4) Indikator Sosial. 5) Indikator Politik.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengembangkan Potensi Ekonomi Kreatif Batik Tulis Giriloyo
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif batik tulis Giriloyo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang dipilih merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi batik tulis Giriloyo. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber. Data kemudian dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi batik tulis Giriloyo telah berjalan dengan baik dan mampu mencapai keberhasilan pemberdayaan. Tahap penyadaran dan pembentukan perilaku dilakukan pemetaan potensi masyarakat, sosialisasi, pemberian motivasi, pembentukan paguyuban hingga pembentukan kelompok batik. Tahap transformasi kemampuan, masyarakat dan perajin batik diberikan program peningkatan pengetahuan dan keterampilan berupa pelatihan, bimbingan teknis, pembinaan, pemberian fasilitas dan aksesibilitas. Tahap peningkatan kemampuan, mayarakat sudah memiliki peningkatan kemampuan baik peningkatan pengatahuan, keterampilan, dan aksesibilitas maupun perbaikan perekonomian masyarakat hingga pemberian perlindungan oleh pemerintah. Kajian ini sebagai rujukan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif
PERAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENYELESAIAN KASUS PUNGUTAN BIAYA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH NEGERI DI YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menjelaskan peran Ombudsman RI DIY dalam menyelesaikan pengaduan kasus pungutan biaya pendidikan di Sekolah Dasar dan Menengah Negeri di Yogyakarta, (2) Menjelaskan faktor penghambat Ombudsman RI Perwakilan DIY dalam menangani kasus pungutan biaya pendidikan di Sekolah Dasar dan Menengah Negeri di Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif dipilih karena metode penelitian ini dapat memberikan gambaran peran Ombudsman secara sistematis, akurat, dan mendalam dari subjek penelitian yang terdiri dari Dinas Pendidikan, LSM, Orang tua siswa, siswa, dan Ombudsman itu sendiri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peran Ombudsman RI Perwakilan DIY sebagai fasilitator dalam menangani kasus pungutan biaya pendidikan sudah terbilang baik. Hal itu dilihat dari indikator harapan terkait kasus pungutan yang kurang lebih 75% sudah dapat terpenuhi, indikator norma dimana Ombudsman dalam menjalankan tugasnya selalu berpedoman dan tidak pernah melanggar peraturan perundang-undangan, indikator wujud perilaku yang dibuktikan dengan jumlah kasus pungutan yang selalu menurun setiap tahunnya dan perubahan pola pikir tenaga pendidik dalam memahami konteks pungutan, serta indikator penilaian dan sanksi dimana Ombudsman dinilai sudah memuaskan karena banyak pihak merasa sangat terbantu dengan keberadaannya serta tidak pernah mendapatkan sanksi atau teguran dari pihak manapun karena sejauh ini Ombudsman selalu bekerja sesuai dengan batas kewenangannya (2) Faktor yang menyebabkan kasus pungutan terus terjadi antara lain: regulasi yang masih ambigu atau kurang jelas salah satunya yaitu PP Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan, pola pikir tenaga pendidik yang masih keliru dan kurang memikirkan kepentingan bersama, serta ekspektasi berlebih dari sebagian orang tua siswa terhadap sekolah. Kata Kunci : Peran Ombudsman RI Perwakilan DIY, Pungutan Biaya Pendidika
Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Hotel di Prawirotaman, Kota Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pembangunan hotel mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Prawirotaman, serta dampaknya terhadap perekonomian lokal, terutama dalam hal peningkatan pendapatan dan perubahan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Data Primer diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan. Wawancara dilakukan terhadap pemilik hotel, pejabat pemerintah daerah, masyarakat lokal, serta pengunjung hotel di Prawirotaman. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur dan studi dokumen. Lokasi penelitian adalah kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, dengan waktu penelitian dari April hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan hotel di Prawirotaman memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan mendukung UMKM lokal. Namun, di sisi lain, muncul masalah kemacetan lalu lintas akibat terbatasnya lahan parkir dan sempitnya jalan. Dampak sosial juga terlihat dalam perubahan pola interaksi sosial dan perubahan gaya hidup masyarakat lokal yang disebabkan oleh kedatangan wisatawan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perencanaan yang lebih baik dalam pengembangan infrastruktur pariwisata, khususnya untuk mengatasi dampak negatif seperti kemacetan dan perubahan sosial yang dapat mengganggu harmoni komunitas lokal
Evaluasi Implementasi Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 472 Tahun 2021 di Mall Pelayanan Publik Kota Yogyakarta
Permasalahan pelayan publik dan kebijakan kode etik pegawai di Pemerintah Kota Yogyakarta melatarbelakangi penelitian ini Tujuan penelitian ini yakni mengkaji terkait dengan Implementasi kebijakan kode etik pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta dalam sudut pandang etika pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari temuan dalan penelitian ini yakni implementasi kode etik pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta telah berjalan dengan baik. pada dimensi perencanaan terdapat dua temuan yaitu pengarahan oleh atasan dan penetapan jadwal pelayanan. Pada dimensi pelaksanaan terdapat tujuh indikator. Pertama adalah konsistensi Ke-dua adalah keadilan, Ketiga adalah transparansi, Ke-empat adalah akuntabilitas,. Ke-lima adalah partisipasi, MPP Kota Yogyakarta mengajak masyarakat agar menjadi kontrol atas pelayanan dan menyediakan berbagai fasilitas guna menampung aspirasi masyarakat. ke-enam adalah efektivitas, pegawai MPP memberikan pelayanan yang kreatif dan responsif terhadap masyarakat. ke-tujuh adalah efisiensi, MPP telah memberikan berbagai fasilitas dan kejelasan pelayanan. Pada dimensi monitoring terdapat dua temuan yakni monitoring oleh atasan dan monitoring oleh masyarakat. aspek yang diawasi pada dimensi monitoring meliputi standar pelayanan dan pelaksanaan kebijakan
DIFUSI INOVASI PROGRAM DUTA BAHASA DALAM MENSOSIALISASIKAN ARAH KEBIJAKAN BAHASA NASIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis difusi inovasi Program Duta Bahasa Nasional dalam menyosialisasikan arah kebijakan bahasa nasional. Komunikasi yang efektif antara BPP Bahasa dengan masyarakat luas sangat penting untuk memastikan kebijakan dan program yang diterapkan dapat dipahami dan diterima dengan baik. Dalam konteks ini, Duta Bahasa Nasional memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaksana fungsi Duta Bahasa Nasional, serta pengamatan dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian diharapkan dapat mengungkap peran apa yang bisa diambil oleh Duta Bahasa Nasional dalam menyosialisasikan kebijakan bahasa nasional, inovasi apa yang digunakan, saluran komunikasi seperti apa yang efektif dengan jangka waktu berapa lama dan sistem pendekatan sosial apa yang dilakukan agar dari sosialisasi kebijakan BPP Bahasa kepada masyarakat dapat efektif.Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada peningkatan pemahaman tentang pentingnya peran Duta Bahasa Nasional dalam institusi pemerintah, khususnya dalam bidang bahasa dan kebudayaan. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja duta bahasa nasional sebagai representatif BPP Bahasa dalam menyosialisasikan arah kebijakan bahasa nasional di masa mendatang