Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP N 1 PANGGANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPS. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimental. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VIII di SMP N 1 Panggang. Sampel dipilih dengan teknik random sampling yaitu kelas VIIIF sebagai kelas eksperimen dan VIIIA sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan homogenitas. Uji hipotesis menggunakan uji independent sampel t-test dan untuk mengukur efektivitas menggunakan rumus Cohen’d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPS. Hal tersebut dibuktikan dengan skor rata-rata keaktifan belajar kelas eksperimen sebesar 51,22 sedangkan kelas kontrol sebesar 41,69. Hasil analisis uji paired sampel t-test menunjukkan bahwa nilai sig.(2-tailed) adalah 0,000 0,05 sehingga Ha diterima. Hasil tersebut diperkuat dengan ukuran efek yaitu 2,18 0,8 yang termasuk kategori efektivitas besar

    ANALISIS FAKTOR PENGGUNAAN SEPEDA MOTOR SEBAGAI TRANSPORTASI SISWA KE SEKOLAH DI SMPN 3 GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII dan IX SMPN 3 Gandrungmangu tahun ajaran 2022/2023 sejumlah 253 siswa, yang dipilih sebagai sampel penelitian berjumlah 155 siswa, dengan menggunakan teknik proportional Random Sampling. Data diperoleh dengan menggunakan angket tertutup yang dibagikan kepada para responden. Skor angket dianalisis dengan  teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, analisis mengindikasikan bahwa Faktor internal ini menggambarkan sejauh mana keputusan siswa dipengaruhi oleh preferensi pribadi mereka terhadap penggunaan sepeda motor, yang paling berpengaruh adalah kebebasan sebesar berjumlah 140 siswa dengan persentase 90,3%, sedangkan faktor eksternal ini mencerminkan pengaruh kondisi lingkungan dan infrastruktur terhadap keputusan siswa untuk memilih sepeda motor sebagai sarana transportasi, yang paling berpengaruh adalah teman sebaya sebesar 126 siswa dengan persentase 81,3%. Serta, pengetahuan siswa terhadap peraturan tata tertib berkendara lalu lintas dengan persentase sebesar 92%. Sebagian besar siswa sudah mengetahui tata tertib berkendara tetapi tetap menggunakan sepeda motor sebagai transportasi ke sekolah

    Upaya Guru Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Melalui Pembelajaran IPS Siswa Di SMP Negeri 4 Wates

    Get PDF
    keterampilan sosial memuat diwujudkan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang mengandung aspek keterampilan sosial. Perencanaan pembelajaran diintegrasikan melalui tujuan pembelajaran mengamati masalah, melakukan analisis materi, memberikan penyelesaian dan menyajikan hasil karya. Perencanaan juga diwujudkan melalui metode dan model pembelajaran yaitu metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan dengan model discovery learning dan problem based learning. Perencanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunaan isi materi yang seluruhnya dapat memuat aspek keterampilan sosial diantaranya tanggung jawab, kerjasma, dan asertif (berpikir kritis). Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan pengelolaan kelas melalui pembiasaan kemampuan pengamatan, kemampuan menanya, kemampuan diskusi, kemampuan pengumpulan informasi, dan kemampuan penyajian hasil yang memperhatikan aspek keterampilan sosial. Pelaksanaan pembelajaran diintegrasikan melalui metode dan model pembelajaran ATP, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan dengan model discovery learning dan problem based learning yang dilaksanakan dengan memberikan pengenalan materi, tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan evaluasi hasil diskusi. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan media LCD proyektor, laptop, dan bahan ajar  berupa power point, video, atau gambar. Penilaian pembelajaran dilaksanakan dengan melalui praktik, produk, proyek, dan protofolio yang disesuaikan dengan kebutuhan penugasan

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ADOBE FLASH CS6 PADA MATA PELAJARAN IPS

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPS bagi peserta didik kelas IX dan mengetahui kelayakan dari media pembelajaran interaktif yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RnD) dengan model ADDIE dari Dick and Carry, yakni (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation. Tahapan pengembangan penelitian ini melewati pengujian ahli media, ahli materi, uji coba keterbacaan, dan uji coba pengguna. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS6 pada materi Indonesia pada Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi untuk peserta didik kelas IX yang memiliki fitur petunjuk, panduan belajar, materi, video, permainan, dan latihan. Tingkat kelayakan produk oleh ahli media sebesar 88,75% dinyatakan “Sangat Layak”, oleh ahli materi sebesar 88,78% dinyatakan  “Sangat Layak”, pengujian keterbacaan sebesar 95,87% dinyatakan “Sangat Layak”, dan pengujian oleh peserta didik sebesar 85 dengan kategori “Excellent”. Produk yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dilihat dari peserta didik yang antusias dalam mengikuti pembelajaran.Kata kunci: android, ilmu pengetahuan sosial, kelayakan, media pembelajaran AbstractThis research aims to produce interactive learning media in Social Sciences Subjects for class IX students and determine the feasibility of the Adobe Flash CS6-based interactive learning media developed. This research is development research (RnD) with the ADDIE model from Dick and Carry, namely (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The development stages of this research went through testing by media experts, material experts, readability trials, and user trials. The data collection method uses a questionnaire. The results of the research show that the product produced is learning media based on Adobe Flash CS6 on Indonesian material from the Independence Period to the Reformation Period for class IX students that features instructions, study guides, materials, videos, games, and exercises. The level of product suitability by media experts was 88.75%, declared "Very Feasible" by material experts 88.78%, was declared "Very Feasible," readability testing was 95.87% declared "Very Feasible," and testing by students was 85 in the "Excellent" category. The product developed is very suitable for use as a learning medium, as seen by enthusiastic students about participating in learning.Keywords: android, feasibility, learning media, social scienc

    PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP KECAMATAN TEMON TAHUN PELAJARAN 2022/2023

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi guru mata pelajaran IPS dalam implementasi kurikulum merdeka di SMP Kecamatan Temon pada tahun pelajaran 2022/2023. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan subjek penelitian yaitu guru IPS. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika yang dihadapi oleh guru IPS di SMP Kecamatan Temon dalam menerapkan kurikulum merdeka. Pertama, pada tahap perencanaan pembelajaran dan asesmen, guru mengalami kesulitan memahami capaian pembelajaran dan merumuskan tujuan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi. Modul ajar yang dirancang guru belum memenuhi standar minimum modul ajar. kedua, dalam pelaksanaan pembelajaran, guru belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi karena belum melaksanakan asesmen diagnostic. Ketiga, dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen, guru mengalami kesulitan dengan asesmen diagnostic dan pelaksanaan asesmen formatif dan sumatif belum mencerminkan kemampuan berpikir tingkat tinggi

    PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA MELALUICYBER ENTREPRENEUR PROGRAM DI DESA WISATA BOKOHARJO, PRAMBANAN, SLEMAN, YOGYAKARTA

    Get PDF
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan Pemberdayaan Generasi Muda melalui Cyber Entrepreneur Program di Desa Wisata Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Pengabdian ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan generasi muda di wilayah pedesaan dengan memberikan pelatihan teknologi informasi dan keterampilan kewirausahaan. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup pelatihan, mentoring, serta pemberian sumber daya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan usaha digital generasi muda. Hasil pengabdian ini menggambarkan dampak positif yang signifikan pada partisipan program. Generasi muda Desa Wisata Bokoharjo yang telah mengikuti program ini mengalami peningkatan dalam pemahaman teknologi informasi, kemampuan digital, dan keterampilan kewirausahaan. Mereka mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memulai dan mengembangkan usaha di dunia digital. Selain itu, program ini juga berhasil membangun semangat kewirausahaan dan kolaborasi di antara generasi muda dalam komunitas. Inisiatif yang dihasilkan oleh peserta program telah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi lokal serta mempromosikan Desa Wisata Bokoharjo sebagai destinasi digital yang menarik. Meskipun berhasil, program ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti akses terbatas ke infrastruktur digital dan dukungan yang diperlukan untuk melanjutkan perkembangan usaha generasi muda. Oleh karena itu, langkah-langkah tambahan diperlukan untuk memperluas jangkauan program dan meningkatkan aksesibilitas teknologi informasi di pedesaan. Pengabdian ini memberikan bukti bahwa Pemberdayaan Generasi Muda melalui Cyber Entrepreneur Program memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup generasi muda di desa, mendorong perkembangan usaha digital, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini juga menjadi contoh bahwa pengabdian masyarakat dapat memberikan dampak positif yang signifikan pada komunitas pedesaan

    IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM MENANAMKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA SISWA SMP NEGERI 1 JETIS, BANTUL, YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi implementasi program adiwiyata dalam menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 1 Jetis dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi program adiwiyata dalam menanamkan karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 1 JetisPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode atau pendekatan study kasus (Case Study). Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah, Tim Pelaksana dan Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jetis. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data yaitu analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi teknik dan sumber.Hasil Penelitian menunjukan bahwa: 1. Implementasi Program Adiwiyata dilihat dari aspek: a. perencanaan program dengan adanya komunikasi awal dan sumber daya yang dibutuhkan, b. pelaksanaan program dengan adanya sikap antusiasme, dukungan dan adanya sturuktur birokrasi untuk pembagian wewenangan atau tugas oleh Kepala Sekolah. 2. Faktor pendukung dan penghambat program adiwiyata di sekolah, Faktor pendukung: visi dan misi sekolah, sarana dan prasarana sekolah, jumlah tenaga pendidik, komitmen warga sekolah, hubungan kerja sama dengan pihak luar, dan dukungan dari lembaga pemerintah dan LSM. Faktor penghambat: lahan yang belum memadahi,masih diperlukan koordinasi lagi agar guru baru dapat lebih memahami dan adanya pergantian kepala sekolah yang mana nantinya akan membuat pelaksanaan program adiwiyata tidak bisa berjalan secara maksimal.Kata Kunci: Implementasi, Karakter Peduli Lingkungan, SMP Negeri 1 Jetis 

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA APLIKASI GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMP NEGERI 3 GODEAN SLEMAN

    No full text
    Media aplikasi Google Classroom merupakan salah satu produk perkembangan teknologi berbasis daring dalam bidang pendidikan yang dimanfaatkan pada kegiatan pembelajaran. Terdapat hasil belajar IPS pada peserta didik SMP Negeri 3 Godean yang masih belum mencapai KKM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media aplikasi Google Classroom terhadap hasil belajar IPS pada peserta didik kelas IX di SMP Negeri 3 Godean Sleman.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri 3 Godean Sleman sebanyak 192 orang. Ukuran sampel penelitian sebanyak 130 orang didasarkan pada rumus Yamane yang selanjutnya ditentukan dengan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan instrumen angket. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif meliputi penghitungan rata-rata (mean) dan standar deviasi, serta analisis inferensial meliputi uji normalitas, uji regresi linier sederhana, dan uji signifikansi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara penggunaan media aplikasi Google Classroom pada pembelajaran IPS terhadap hasil belajar peserta didik kelas IX ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,230 bernilai negatif berarti setiap penambahan 1% penggunaan media aplikasi Google Classroom maka hasil belajar IPS peserta didik meningkat -0,230. Artinya semakin berkurang penggunaan media aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran, maka semakin baik hasil belajar IPS peserta didik. Besarnya pengaruh penggunaan media aplikasi Google Classroom terhadap hasil belajar IPS sebesar 10,7% dengan 89,3% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.                                                                                         Kata Kunci: Google Classroom, Pembelajaran IPS, Hasil Belajar

    PENGARUH MINAT MEMBACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA SMP/MTS DI KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO

    Get PDF
    Tingkat minat membaca siswa menjadi faktor pendukung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat membaca terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP/MTs di Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Metode penelitian yang digunakan  adalah survei. Sampel penelitian siswa dari berbagai SMP/MTs di Kecamatan Loano berjumlah 341 siswa teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan yang diberikan oleh minat baca siswa terhadap prestasi belajar IPS dengan signifikansi sebesar 0.000 ( 0.05). Koefisien determinasi () sebesar 0,236 yang artinya minat baca memberikan kontribusi sebesar 23,6% terhadap prestasi belajar IPS dan sisanya 76,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Implikasi dalam penelitian ini yaitu perlunya pemberdayaan program-program literasi di sekolah dan pengembangan strategi pembelajaran yang mendorong minat membaca siswa. Dengan demikian diharapkan dapat terjadinya peningkatan prestasi belajar IPS siswa di wilayah Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo

    PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KEBERADAAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) PADA EKOENZIM BERBASIS LIMBAH BUAH DAN SAYUR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap keberadaan mikroorganisme lokal (MOL) pada ekoenzim dan mengidentifikasi MOL yang berperan dalam proses fermentasi ekoenzim berbasis limbah buah dan sayur ditinjau dari lama fermentasinya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-eksploratif. Isolasi MOL dilakukan dengan perlakuan lama fementasi (45 hari dan 90 hari). Identifikasi berdasarkan morfologi koloni, morfologi sel, dan sifat fisiologis. Isolat mikroorganisme yang diperoleh diidentifikasi dengan profile matching. Pengaruh lama fermentasi terhadap keberadaan MOL dianalisis menggunakan aplikasi statistik dengan menerapkan uji One-Way Anova dan uji lanjut Tukey HSD dengan taraf signifikansi 5%. Karater fenotipik pada bakteri dianalisis menggunakan program MVSP (Multivariate Statistical Package. Hasil penelitian ini adalah lama fermentasi berpengaruh terhadap keberadaan MOL. Semakin lama waktu fermentasi pada fase awal stasioner menuju fase kematian jumlah mikroorganisme lokal berkurang. Hasil dari identifikasi mikroorganisme lokal adalah ditemukannya 3 genus bakteri yaitu Megasphaera, Lactobacillus, dan Cellulomonas. 3 genus kapang yang ditemukan adalah Aspergillus, Penicillium, dan Mycelia sterilia, serta 1 genus yeast berupa Saccharomyces. Kata kunci: mikroorganisme lokal; ekoenzim; lama fermentasi; identifikasi

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇