Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
ANALISIS BIPLOT KOMPONEN UTAMA UNTUK PEMETAAN DAYA SAING GLOBAL NEGARA ANGGOTA APEC
Indeks daya saing global negara anggota APEC terdiri dari 12 pilar dengan skala skor 1-100. Untuk mengoptimalkan potensi integrasi ekonomi di kawasan Asia Pasifik, pemetaan karakteristik negara anggota APEC berdasarkan 12 pilar pembentuk indeks daya saing global dapat dilakukan dengan metode analisis biplot komponen utama. Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang gambaran pemetaan dan perkembangan karakteristik berdasarkan indeks daya saing global negara anggota APEC tahun 2018-2019 dengan tahapan analisis yaitu menyusun matriks data, standarisasi matriks, menghitung koefisien matriks korelasi, pengujian statistik KMO dan uji Bartlett, menghitung nilai eigen dan vektor eigen, menghitung bobot komponen utama, menghitung skor komponen utama, menguraikan matriks dengan metode SVD, membentuk grafik biplot, menghitung nilai keragaman biplot, membentuk kelompok, dan interpretasi hasil pemetaan biplot komponen utama. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa terbentuk 2 kelompok negara. Pada kelompok 1, variabel dengan nilai karakteristik tertinggi yaitu pilar stabilitas makroekonomi dan variabel dengan nilai karakteristik terendah yaitu pilar pasar barang dan jasa. Sedangkan pada kelompok 2, variabel dengan nilai karakteristik tertinggi yaitu pilar stabilitas makroekonomi dan variabel dengan nilai karakteristik terendah yaitu pilar kemampuan inovasi. Pada tahun 2019 tidak terjadi perubahan peta karakteristik sehingga peta karakteristik sama dengan tahun 2018. Namun, untuk persentase keragaman mengalami penurunan yaitu 77,6% pada tahun 2018 dan 76,7% pada tahun 2019
PENGARUH FoMO, RISK TOLERANCE RETURN, ROLE OF CONTENT CREATOR TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI CRYPTOCURRENCY MAHASISWA
Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor psikologis dan informasi terhadap keputusan investasi cryptocurrency mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Variabel yang diteliti mencakup Fear of Missing Out (FoMO), Risk Tolerance Return, dan Role of Content Creator terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Mahasiswa UNY dan UGM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan survei terhadap 56 mahasiswa dari kedua universitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan berganda untuk menilai pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial dan simultan terhadap keputusan investasi mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa Risk Tolerance Return memiliki pengaruh terbesar secara parsial (45,7%), diikuti oleh Role of Content Creator (25,7%), dan FoMO (9,7%). Secara simultan, ketiga faktor ini memiliki pengaruh sebesar 50% terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Mahasiswa UNY dan UGM. Temuan ini menggarisbawahi bahwa mahasiswa lebih mempertimbangkan risiko yang mampu mereka toleransi, namun juga terpengaruh oleh konten dari figur populer di media sosial. Hasil ini menegaskan pentingnya mengedukasi mahasiswa agar lebih bijak dalam menilai informasi investasi dari media sosial dan memahami batas toleransi risiko mereka sendiri. Penelitian ini juga memberikan wawasan bagi sektor pendidikan untuk mengembangkan program literasi keuangan yang fokus pada pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan yang rasional di era digital
Strategi komunikasi krisis Humas Kementerian Perdagangan pada kasus kenaikan harga minyak goreng tahun 2022
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi krisis yang dilakukan Humas Kementerian Perdagangan pada kasus kenaikan harga minyak goreng tahun 2022. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode analisis yang menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik uji keabsahan berupa triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Humas Kementerian Perdagangan menerapkan sembilan konsep strategi komunikasi krisis meliputi: memiliki tim komunikasi, kontak media massa, mengumpulkan fakta, konferensi pers secara berkala, tidak menutup informasi, berhati-hati dalam menyampaikan informasi, one gate communication, komunikasi reputasi, dan banyak saluran komunikasi. 2) Faktor pendukung strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Humas Kementerian meliputi: kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kemampuan manajemen waktu, fasilitas yang mendukung dan kemampuan mengelola media sosial. Adapun faktor penghambat implementasi strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Humas Kementerian Perdagangan meliputi: banyaknya pemberitaan negatif, tingginya permintaan wawancara, kurangnya kuantitas sumber daya manusia, dan banyaknya hate comment di media sosial.Kata kunci : Komunikasi Krisis, Strategi Komunikasi, Humas Abstract This study aims to determine the crisis communication strategy carried out by the Public Relations of Ministry of Trade in the case of rising cooking oil prices in 2022. The researcher used a qualitative descriptive method. The analysis method uses the Miles and Huberman models with the validity test technique in the form of source triangulation. The results of this study indicate: 1) The Ministry of Trade's Public Relations applies nine concepts of crisis communication strategy including: having a communication team, mass media contact, gathering facts, regular press conferences, not hiding information, being careful in conveying information, one gate communication, reputation communications, and multiple communication channels. 2) Supporting factors for the crisis communication strategy carried out by the Ministry's Public Relations include: quality of Human Resources (HR), time management skills, supporting facilities and the ability to manage social media. The inhibiting factors for the implementation of the crisis communication strategy carried out by the Public Relations Bureau of the Ministry of Trade include: the large number of negative reports, the high demand for interviews, the lack of quantity of human resources, and the large number of hate comments on social media. Keywords : Crisis Communication, Communication Strategy, Public Relation
Analisis framing pemberitaan klithih pada media lokal Harian Jogja
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemeberitaan Harian Jogja mengenai kasus ”Klithih” dengan menggunakan modal analisis framing Robert N Entman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan 9 berita Harian Jogja dalam rentan waktu 26 Maret 2023 hingga 5 April 2023 berita tentang Klithih sebagai sumber data primer dengan metode teknik dokumentasi dalam pengumpulannya. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Penelitian ini menunjukan bahwa; 1) Harian Jogja mendefinisikan klithih sebagai kejahatan jalanan, tindak kekerasan, perilaku yang melanggar moral dan konflik sosial. 2) Harian Jogja menyebutkan fenomena Klithih muncul akibat kenakalan remaja yang dipengaruhi kurangnya pendidikan karakter. 3) Harian Jogja tidak menyajikan bagaimana masyarakat memandang isu Klithih dalam menyajikan pemberitaan namun, menonjolkan peran pemerintah dalam menangani kasus Klithih. 4) Harian Jogja tidak berhasil tampil secara berimbang dalam menyajikan pemberitaan klithih di Yogyakarta, yang berarti tidak adanya prinsip cover both sides yang dalam pemberitaan Klithih.Kata kunci : Analisis Framing, Klithih, Model Robert Entman AbstractThis research purpose to unvocer how the Harian Jogja reporting on the "Klithih" case is framed using Robert N Entman's framing analysis. This research is descriptive research with a qualitative approach. This research uses 9 Harian Jogja news stories from 26 March 2023 to 5 April 2023, news about Klithih as a source of primary data using documentation techniques in collecting them. Test the validity of the data using the triangulation method. This research shows that; 1) Harian Jogja defines klithih as street crime, acts of violence, behavior that violates morals and social conflict. 2) Harian Jogja stated that the klithih phenomenon emerged as a result of juvenile delinquency which was influenced by a lack of character education. 3) Harian Jogja does not present how the public views the Klithih issue in its news presentation, but rather emphasizes the government's role in handling the Klithih case. 4) Harian Jogja failed to appear balanced in presenting Klithih news in Yogyakarta, meaning there is no principle of covering both sides in reporting Klithih. Keywords : framing analysis, Klithih, Robert Entman’s Mode
Analisis Kualitas Pelayanan Aplikasi Pedulilindungi Menggunakan Dimensi EGovernment Quality
Aplikasi PeduliLindungi merupakan sebuah inovasi Pemerintah Indonesia dalam membantu masyarakat dalam mencari informasi dan menyelesaikan masalah terkait dengan Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara nilai persepsi dan nilai harapan pada pelayanan aplikasi PeduliLindungi dalam peningkatan kualitas layanan e-government menggunakan dimensi E-Government Quality. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan menyebar kuesioner secara online. Analisis yang dilakukan adalah Gap Analysis dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian kualitas pelayanan e-government dengan metode E-GovQual yang diter kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 76%. Hasil analisis kesenjangan menunjukkan bahwa jumlah nilai rata-rata tingkat kesenjangan sebesar -1,00 atau dapat dikatakan bahwa kualitas pelayanan masih kurang baik. Hasil Importance Peformance Analysis menunjukkan bahwa ada 5 indikator pada Kuadran A, 4 indikator Kuadran B, 8 indikator Kuadran C, dan 4 indikator Kuadran D. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa indikator tidak berjalan baik, sehingga dibutuhkan perbaikan dalam pengoptimalan struktur aplikasi, memastikan adanya double security untuk data pribadi pengguna, mengintegrasi feedback dari pengguna, dan mendorong adanya transparansi data sebagai tanggung jawab pemerinta
Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bus Trans Jogja (Studi Kasus Pada Wilayah Pekerjaan Dinas Perhubungan DIY)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi peningkatan kualitas pelayanan Bus Trans Jogja yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan DIY. Penelitian ini juga akan menganalisis faktor penghambat strategi peningkatan kualitas pelayanan bus Trans Jogja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi dengan informan. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, laporan dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan kualitas pelayanan bus Trans Jogja sudah dilakukan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari 7 indikator peningkatan kualitas pelayanan milik DeVrye yakni harga diri, memenuhi harapan, pembenahan dan penemuan kembali, pandangan kedepan, perbaikan terus menerus, penuh perhatian dan selalu mengadakan pemberdayaan. Dinas Perhubungan DIY berusaha untuk menjamin kualitas pelayanan Bus Trans Jogja melalui Pergub DIY Nomor 12 Tahun 2024 dengan memberikan pelatihan kepada pramudi, pengembangan teknologi, memperbaiki fisik bus dan halte, serta memberikan pengawasan, evaluasi, edukasi dan denda kepada pegawai yang melanggar. Adapun faktor penghambat yang muncul adalah sikap pegawai yang masih belum disiplin, kurangnya jumlah pegawai dan anggaran, adanya perusakan fisik halte, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi umum
ANALISIS KEBIJAKAN PROGRAM GANDENG GANDONG DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN UMKM DI KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kebijakan program gandeng gendong di Kota Yogyakarta. Tujuannya untuk mengetahui hambatan dalam program gandeng gendong dan menemukan upaya pemecahan masalah. Melalui penelitian ini diharapkan bisa memberikan rekomendasi kebijakan kepada stakeholder terkait. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini terdiri dari Bappeda Kota Yogyakarta, Dinas PKU Kota Yogyakarta, BPD DIY, Forkom Gandeng Gendong, dan Kelompok UMKM Gandeng Gendong. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penguji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan masalah pada program gandeng gendong terkait dengan manajerial dan SDM kelompok UMKM yang masih rendah Upaya untuk pemecahan masalah dalam program gandeng gendong sudah dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta tetapi belum mampu untuk mengoptimalkan program gandeng gendong. Hal ini karena tingkat SDM kelompok UMKM yang masih rendah. Guna penyelesaian masalah ini stakeholder terkait memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan pengoptimalan penggunaan aplikasi nglarisi. Rekomendasi yang didapatkan dari penelitian ini yaitu penguatan kapasitas UMKM dengan perbaikan aplikasi nglarisi, dukungan finansial, serta kolaborasi dengan aktor terkai
Strategi Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan di Kabupaten Karanganyar
ualitas layanan kesehatan di Kabupaten Karanganyar tergolong masih rendah. Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan tersebut dibutuhkan adanya strategi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memperoleh pengetahuan terkait strategi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Karanganyar Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Karanganyar sudah berjalan dengan baik, tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Pada indikator strategi inti terdapat pemahaman tujuan, pemahaman peran, dan forum komunikasi antar stakeholder yang terlibat. Pada indikator strategi konsekuensi terdapat nota kesepakatan, reward, dan punishmant bagi para stakeholder. Pada indikator strategi pelanggan terdapat berbagai fasilitas dan inovasi didukung dengan adanya kanal pengaduan. Pada indikator strategi pengendalian terdapat tim pengawas kecurangan, rekredensialing, dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Pada indikator strategi budaya terdapat tata nilai yang dilakukan oleh setiap stakeholder. Melalui strategi yang tepat maka kualitas layanan kesehatan dapat meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam melaksanakan strategi peningkatan kualitas layanan kesehata
DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL DAN EKONOMI PROGRAM PARIWISATA DI PEDESAAN (STUDI KASUS DI DESA LEREP KABUPATEN SEMARANG)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak sosial dan ekonomi adanya program pariwisata, serta mengeksplorasi bagaimana program desa wisata di Desa Lerep dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study) dan bersifat deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wisata Lerep yang berada di Desa Lerep, Kabupaten Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa Wisata Lerep memberikan dampak positif bagi masyarakat. Secara sosial, program ini berdampak pada tiga dimensi perubahan sosial yaitu pada dimensi struktural, tidak terjadi perubahan besar dalam struktur kelas sosial, tetapi solidaritas sosial semakin kuat melalui program-program kolaboratif. Mata pencaharian masyarakat tidak berpindah dan muncul lembaga-lembaga baru yang mendukung pengelolaan pariwisata. Pada dimensi kultural, program ini berhasil melestarikan budaya lokal yang sempat terancam modernisasi, sementara pada dimensi interaksional, masyarakat menjadi lebih terbuka, komunikatif, dan toleran setelah adanya pengembangan desa wisata. Dari segi ekonomi, desa wisata ini mampu meningkatkan pendapatan dan menciptakan peluang kerja, terutama melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengelolaan homestay, dan peluang kerja lainnya. Meskipun terdapat tantangan seperti terbatasnya aksesibilitas terutama untuk kendaraan besar, sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pihak swasta berperan penting dalam keberhasilan program ini di mana potensi pariwisata desa ini terus berkembang
Stakeholder Engagement Program TPS 3R Go-Sari sebagai Upaya Pengelolaan Sampah di Desa Guwosari
Persoalan sampah terkait erat dengan kehidupan sehari-hari dan semakin meningkat seiring denganpertumbuhan penduduk serta aktivitas masyarakat. Desa Guwosari, di Kabupaten Bantul, telahmenunjukkan kesadaran tinggi dalam pengelolaan sampah melalui program TPS 3R Go-Sari. Akan tetapi, dalam perjalanannya program tersebut ternyata memiliki beberapa masalah seperti kurangnyapartisipasi masyarakat desa guwosari, permasalahan dalam kepengurusan program TPS 3R Go-Sari, kurangnya dana dalam pengelolaan dan pengelolaan sampah yang belum maksimal. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui keterlibatan stakeholder program TPS 3R Go-Sari sebagai upayapengelolaan sampah di Desa Guwosari dengan mengacu pada teori stakeholder engagement oleh Johnston (2010), yang mencakup tujuan dan sasaran yang jelas, potensi sumber daya, serta dampak sosialdan lingkungan yang dapat memengaruhi program. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptifdengan metode purposive. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi kepada stakeholder yang terlibat dalam program TPS 3R Go-Sari. Hasil dari penelitian ini yaitu keterlibatan stakeholder dalam Program TPS 3R Go-Sari di Desa Guwosari sudah berjalan baik, namun terdapat beberapahambatan yang perlu diatasi seperti kekurangan sumber daya manusia yang bersedia bekerja di TPS 3R, kolaborasi dengan pihak swasta masih terbatas serta ketergantungan pada pendanaan pemerintah, baikdari tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi