Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    Strategi komunikasi humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyebaran informasi gerakan zero sampah anorganik

    Get PDF
    Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi komunikasi dan komponen kehumasan Humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyebaran informasi Gerakan Zero Sampah Anorganik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 pegawai humas. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) strategi komunikasi dalam penyebaran informasi terbagi dari proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan proses evaluasi, (2) komponen komunikasi kehumasan mencakup pihak yang berperan dalam penyebaran informasi, pihak yang menjadi sasaran, serta media cetak, elektronik dan media sosial sebagai media penyebaran informasi Gerakan Zero Sampah Anorganik, media paling efektif yang digunakan Humas Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penyebaran Gerakan Zero Sampah Anorganik, (3) dukungan dari masyarakat Kota Yogyakarta menjadi faktor pendukung keberhasilan penyebaran Gerakan Zero Sampah Anorganik, namun intesitas informasi yang ada di Kota Yogyakarta menjadi faktor penghambat, upaya yang dilakukan Humas Pemerintah Kota Yogyakarta tetap mengupayakan kegiatan sosialisasi dan sarasehan bank sampah secara berkelanjutan dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).Kata kunci : strategi komunikasi, humas, zero sampah anorganik AbstractThe aim of this research is to describe the communication strategy and public relations components of the Yogyakarta City Government Public Relations in disseminating information about the Zero Inorganic Waste Movement. This research is a qualitative descriptive study. The informants in this research consisted of 2 public relations employees. The results of the research show that: 1) communication strategies in disseminating information are divided into planning processes, implementing activities and evaluation processes, (2) the public relations communication component includes parties who play a role in disseminating information, parties who are targeted, as well as print, electronic and media. social as a medium for disseminating information on the Zero Inorganic Waste Movement, the most effective media used by Yogyakarta City Government Public Relations in spreading the Zero Inorganic Waste Movement, (3) support from the people of Yogyakarta City is a supporting factor in the success of the spread of the Zero Inorganic Waste Movement, but the intensity of the information available in The city of Yogyakarta is an inhibiting factor, efforts made by Government Public Relations The City of Yogyakarta continues to strive for sustainable waste bank socialization and workshops and the construction of Reduce-Reuse-Recycle Waste Processing Sites (TPS3R).Keywords : communication strategy, public relations, zero inorganic wast

    Strategi komunikasi pemasaran salon Diana Spa Mataram dalam membangun brand awareness

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran salon Diana SPA Mataram dalam membangun brand awareness dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi komunikasi pemasaran terhadap brand awareness konsumen salon Diana SPA Mataram. Pada penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara terhadap 4 informan. Pada penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, teknik yang digunakan untuk menguji keabsahan data yaitu teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti menurut Lexy J Moleong yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Salon Diana Mataram dalam membangun brand awareness yaitu product, price, place, promotion, process, people, physical evidence, segmenting, targeting, dan positioning. Faktor pendukung dalam penerapan strategi komunikasi pemasaran untuk membangun brand awareness salon Diana SPA adalah fasilitas yang diberikan kepada divisi marketing untuk menunjang kelancaran proses promosi, dan faktor penghambatnya adalah konsumen yang sudah reservasi tidak datang tepat waktu sehingga menyebabkan lamanya antrian bagi konsumen lain, adanya perangkapan tugas pada divisi marketing yang juga menjalankan tugas sebagai admin. Selain itu juga Salon Diana belum memiliki public relation sehingga owner sendiri masih berperan sebagai public relation.Kata Kunci : Brand Awareness, Pemasaran, Strategi Komunikasi Abstrack            This study aims to determine the marketing communication strategy of Diana SPA Mataram salon in building brand awareness and to determine the supporting and inhibiting factors in the application of marketing communication strategies to consumer brand awareness of Diana SPA Mataram salon. In this study using qualitative research. The data used in this study were obtained from primary data and secondary data. Primary data obtained directly through interviews with 4 informants. In this study, the data collection methods used were interviews and documentation. Data analysis techniques used by researchers according to Lexy J Moleong are data reduction, data presentation, data interpretation and drawing conclusions. The results showed that the marketing communication strategies used by Salon Diana Mataram in building brand awareness were product, price, place, promotion, process, people, physical evidence, segmentation, targeting and positioning. The supporting factors in the implementation of the marketing communication strategy to build Diana SPA salon brand awareness are the facilities provided to the marketing division to support the smooth promotion process, and the inhibiting factor is that consumers who make reservations do not arrive on time, causing long queues for other consumers. , there are dual tasks in the marketing division which also performs duties as admin. In addition, Salon Diana does not yet have a public relations officer, so the owner himself still plays the role of public relations.Keywords : Brand Awareness, Marketing, Communication Strateg

    Manajemen media sosial (studi kasus pada akun Instagram @kemendag)

    Get PDF
    Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait dengan manajemen media sosial pada akun Instagram @kemendag yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dengan jenis penelitian ini, maka digunakan teknik wawancara mendalam dalam mengumpulkan data yang ditemukan. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Teknik keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber, untuk mengomparasikan data hasil penelitian yang ditemukan. Sedangkan dalam proses analisis data model analisis Miles and Hubberman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan empat aspek dalam teori The Circular Model of SOME yang dikemukakan oleh Regina Luttrell yaitu share, optimize, manage dan engage, maka mampu dipaparkan jika aspek share, Tim Media Sosial melakukan banyak kegiatan yang mendukung proses membagikan postingan diantaranya pelaksanaan riset audiens, membangun ciri khas, hingga membuat sistem yang mampu meningkatkan konektivitas dengan audiensnya. Dalam aspek optimize, menunjukkan proses Tim Media Sosial mengoptimalkan penggunaan media sosial, diantaranya dengan mengikuti hingga andil dalam tren yang berkembang di media sosial. Aspek manage, diketahui proses manajemen media sosial dilakukan dengan melakukan monitoring sebagai proses mengawasi dan mengatur kegiatan bermedia sosial hingga bermuara pada kegiatan evaluasi bulanan. Serta pada aspek engage, mampu dijabarkan mengenai proses Tim Media Sosial dalam membangun interaksi. Salah satu cara yang diketahui dengan menggunakan jasa influencher yang marak akhir-akhir ini untuk memperluas jangkauan audiens di media sosial.Kata Kunci : Manajemen Media Sosial, Manajemen Instagram, The Circular Model of SOME Abstract            This study aims to describe social media management on the Instagram account @kemendag which is managed by the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. With this type of research, in-depth interview techniques were used to collect the data found. In determining the informants, researchers used a purposive sampling technique. The data validity technique used is source triangulation, to compare the research data found. Meanwhile, in the data analysis process, the Miles and Hubberman analysis model. Based on research conducted using four aspects in The Circular Model of SOME theory put forward by Regina Luttrell namely share, optimize, manage and engage, it can be explained that if the share aspect is shared, the Social Media Team carries out many activities that support the process of sharing posts including conducting research audience, building characteristics, to create a system that is able to increase connectivity with the audience. In the optimize aspect, it shows the process of the Social Media Team optimizing the use of social media, including by following to share in the trends that are developing on social media. In managing aspects, it is known that the social media management process is carried out by monitoring as a process of supervising and regulating social media activities so that it leads to monthly evaluation activities. As well as on the engage aspect, it is able to describe the process of the Social Media Team in building interactions. One known way is to use the services of influencers, which have been popular lately, to broaden the reach of your audience on social media.Keywords : Social Media Management, Instagram Management, The Circular Model of SOM

    Pola komunikasi organisasi pada UKM UMY e-sport arena (UMY e-sport)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi organisasi pada UKM UMY E-SPORT ARENA (UMY E-SPORT). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Dalam penentuan sampel teknik yang digunakan yaitu puposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan dan terdapat tiga orang seabagi informasi utama. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, serta teknik analisis data menggunakan Model Miles dan Hubberman.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan oleh UKM UMY E-SPORT ARENA adalah model Y. Ketua memegang peran sentral dalam semua aktivitas dan pengambilan keputusan. Namun, ketika peran ketua tidak dapat dilaksanakan, pengurus dan anggota beradaptasi denagan mengambil alih peran ketua tersebut, sehingga semua anggota memiliki peran yang setara dan tidak ada batasan di dalam UKM UMY E-SPORT ARENA. Hambatan dalam penelitian ini mencakup hambatan semantik, kurangnya peran ketua dalam UKM, dan kurangnya pertemuan langsung sebagai hambatan bagi pengurus dan anggota dalam proses komunikasi.Kata Kunci : Pola Komunikasi, Komunikasi Organisasi, UKM UMY E-Sport Arena  AbstractThis research aims to determine organisational communication patterns in UKM UMY E-SPORT ARENA (UMY E-SPORT). This research is a qualitative descriptive study. The tada colletion methods used were observation, semi structured interview, and documentaion. In determining sample, the technique used was purposive sampling with predetermined criteria and there were three people as main informants. The data validity technique in this research uses source triangulation techniques, as well as data analysis techniques using Miles and Hubberman Model. The research results show that the communication pattern implemented UKM UMY E-SPORT ARENA is Y model. The chairman plays a central role in all activities and decision making. However, when the role of chairman could not be carried out, the management and members adapted by taking over the role, so that all members had equal roles and there were no restrictions in the UKM UMY E-SPORT ARENA. Barriers in this research include semantic barriers, lack of a chairman’s role in UKM, and lack of direct meetings as obtactles for administrators and members in the communication process. Keywords : Communication Patterns, Organizational Communication, UKM UMY E-Sport Aren

    Strategi komunikasi halal Wedding Organizer dalam membangun Brand Identity terhadap gen m

    Get PDF
     Penelitian ini bertujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi Halal Wedding Organizer dalam membangun Brand Identity terhadap generasi muslim modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data utama diperoleh dari hasil wawancara kepada owner, crew freelance, dan client Halal Wedding Organizer. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian dengan alat pedoman observasi, wawancara serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Analisis menggunakan prosedur milik Miles Huberman, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membangun Brand Identity terdapat 4 tahapan, yaitu: (1) Analisis pasar, dengan bersegmentasi kepada masyarakat muslim modern; (2) Dalam membangun brand melalui product dan corporate yang senada dengan nilai keislaman ; (3) Membangun identitas melalui visual dengan peci, jilbab, henna; (4) Didukung oleh elemen identity approach, yaitu adanya adzan dan sholat; (5) Termanifestasikan dalam organizational identity/culture yakni symbols audio dengan backsound islam dan control systems yang melarang crew untuk merokok.This research aims to find out and describe the communication strategy of Halal Wedding Organizer in building brand identity for the modern Muslim generation. This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The main data was obtained from interviews with owners, freelance crew, and clients of Halal Wedding Organizer. Researchers act as research instruments with observational guides, interviews and documentation. The validity of the data is tested by triangulation of sources. The analysis uses Miles Huberman's proprietary procedures: collection, reduction, presentation and conclusion. The results showed that in building Brand Identity, there are 4 stages, namely: (1) Market analysis, by segmenting the modern Muslim community; (2) building a brand through products and corporations that are in line with Islamic values; (3) Building identity through visuals with peci, jilbab, henna; (4) Supported by identity approach elements, namely the presence of adzan and prayer; (5) Manifested in organisational identity/culture, namely audio symbols with Islamic background and control systems that prohibit crew from smoking.

    Pelaksanaan Program Muhadharah sebagai Sarana Mengembangkan Kemampuan Public Speaking Santri di Pondok Pesantren ‘Ora Aji’ Tundan, Kalasan, Sleman

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan pelaksanaan program muhadharah sebagai sarana mengembangkan kemampuan public speaking santri di Pondok Pesantren Ora Aji, (2) mendeskripsikan hasil pelaksanaan program muhadharah dalam mengembangkan kemampuan public speaking santri di Pondok Pesantren Ora Aji, (3) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program muhadharah sebagai sarana mengembangkan kemampuan public speaking santri di Pondok Pesantren Ora Aji. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Ketua Lurah, Pendamping santri, ketua muhadharah, anggota muhadharah, dan masyarakat. Penentuan subyek dilakukan dengan purposive sampling, yaitu menetukan sumber data dengan pertimbangan tertentu. teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) implementasi program muhadharah a) perencanaan yang dilakukan dengan pembuatan jadwal muhadharah, menentukan tema muhadharah, membuat dan mengoreksi teks pidato melalui kegiatan Ceramah, Khutbah, Puisi, Percakapan (2) Hasil pelaksanaan program Muhadharah: terciptanya kemandirian santri dalam menjalankan program muhadharah, meningkatnya juru dakwah yang berkompeten, serta pengetahuan santri akan public speaking semakin luas. (3) Faktor pendukung : adanya alat dan fasilitas, adanya bantuan dari pengasuh untuk menjalankan program dengan baik, adanya kesempatan bagi santri untuk mengimplementasikan di masyarakat. Faktor penghambat : kurangnya persiapan, grogi, kurangnya apresiasi dan dukungan dari anggota program muhadharah

    Optimalisasi SDM melalui Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi, dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata

    Get PDF
    Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dulu mempunyai potensi wisata yang menarik wisatawan baik nusantara maupun asing untuk berkunjung. Obyek wisata yang berada di Daerah Istimea Yogyakarta sangatlah lengkap dari wisata alam pegunungan, gunung api sampai wisata pantai yang membentang dari Kabupaten Kulon Progo sampai Kabupaten Gunung Kidul. Keberhasilan dalam pengelolaan wisata tidak hanya bergantung kepada pemerintah daerah, kabupaten/kota sampai desa namun masyarakatnya juga harus sadar bahwa pengembangan wisata yang dimilikinya juga dikelola bersama-sama. Pembinaan bidang SDM (Sumber Daya Manusia) perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan wisata. Program pelatihan ini bertujuan agara mampu meningkatkan SDM dari para pengelola desa wisata yang ada di kota yogyakarta. Dengan adanya kegiatan pelatihan mampu memberikan solusi dalam menghadapi permasalahan lingkungan yang ada. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Aveta Malioboro pada tanggal 12-15 Juli 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta dimana peserta ini merupakan perwakilan pengelola wisata dari setiap kampung wisata yang ada di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan skunder. Data primer di peroleh melalui wawancara secara langsung dengan salah satu fasilitator Jogja Tourism Training Center. Sedangkan data skunder berupa dokumen-dokumen yang sudah tersedia dan dapat diperoleh peneliti melalui dengan cara membaca, melihat dan mendengar. Data sekunder diperloleh melalui sosial media, buku, website dan kepustaakaan yang berhubungan dengan kegiatan pelatihan kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Untuk analisa data peneliti menggunakan analisis disktiptif kualitatif yaitu dengan memberikan ulasan atau interpretasi terhadap data yang diperoleh sehingga menjadi lebih jelas dan bermakna

    Perencanaan Pembangunan Ketahanan Keluarga melalui Program Pelatihan Konseling Keluarga oleh DP3AP2 Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perencanaan dalam program pelatihan konseling keluarga yang dilaksanakan oleh DP3AP2 Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif, dan informasi yang dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Dengan hasil, bahwa terdapat empat tahap perencanaan dalam program program Pelatihan Konseling Keluarga oleh DP3AP2 Daerah Istimewa Yogyakarta, tahapan tersebut meliputi menetapkan tujuan, sasaran, membuat rencana, dan evaluasi. Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan konseling keluarga adalah mendorong setiap anggota keluarga agar mampu membuat keputusan, merubah perilaku dan mengembangkan suasana kehidupan keluarga sehingga konstelasi keluarga berfungsi secara keseluruhan, meningkatkan ketahanan keluarga serta mengembangkan potensi baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota keluarga. Sasaran konseling keluarga melalui keluarga dan anggota keluarga yang sehat, tidak sakit mental. Rencana tahapan pada proses konseling keluarga antara lain membangun relasi, mendiskusikan prinsip konseling, menetapkan tujuan konseling serta peran masing-masing anggota keluarga untuk mencapai tujuan, menggali permasalahan, personalisasi, menyusun rancangan tindakan, monitoring dan evaluasi. Evaluasi dalam proses konseling keluarga bersifat langsung dalam bentuk lisan dan observasi

    Rasisme, Aksi Anarkis dan Tindakan Kekerasan Supporter Kalangan Pelajar Sekolah Menengah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami keterlibatan supporter dari kalangan pelajar di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun dalam tindak rasisme, aksi anarkis, dan kekerasan. Penelitian ini meninjau: 1) Karakteristik supporter kalangan pelajar, 2) Pandangan supporter futsal di kalangan pelajar tentang tindakan rasisme, kekerasan, dan aksi anarkis, 3) Pengalaman supporter di lingkungan sekolah terkait tindakan tersebut, serta 4) Pendapat supporter futsal di kalangan pelajar mengenai solusi untuk menangani tindakan rasisme, kekerasan, dan aksi anarkis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan narasumber. Subjek penelitian adalah 10 peserta didik yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari 8 laki-laki dan 2 perempuan. Analisis data dilakukan dengan analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasisme, aksi anarkis, dan kekerasan memang terjadi di kalangan supporter pelajar di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun. Temuan utama dari penelitian ini meliputi: 1) ULTRAS SMANSA menunjukkan kekeluargaan erat, kekompakan absolut, dan solidaritas tinggi yang memicu fanatisme dan emosi yang mudah terpancing; 2) Supporter menyadari bahwa rasisme dapat berujung pada anarkis dan kekerasan, namun mereka cenderung tidak dapat mengendalikan diri sehingga terlibat dalam aksi tersebut; 3) Supporter SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, atau ULTRAS SMANSA, pernah terlibat bentrok dengan supporter SMA Negeri 1 Kumai akibat saling menghina, yang berujung pada bentrok antar supporter; 4) Setelah bentrok, ULTRAS SMANSA menyadari dampak negatif dari tindakan mereka. Disarankan agar pihak sekolah memberikan bimbingan untuk meningkatkan kesadaran siswa serta menerapkan aturan tegas, seperti larangan mengikuti turnamen selama satu tahun, guna mencegah kejadian serupa di masa depan

    Komunikasi interpersonal pasangan berpacaran long distance relationship di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fishipol UNY

    Get PDF
    Abstrak            Penelitian ini berfokus pada komunikasi interpersonal pasangan pacaran yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (LDR) di kalangan mahasiswa ilmu komunikasi FISHIPOL UNY. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi interpersonal pada pasangan pacaran yang menjalani hubungan LDR dan kendala yang dihadapi pasangan pacaran yang menjalani hubungan LDR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Dalam menentukan sampel, teknik yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Menghasilkan 3 orang sebagai informan utama. Teknik validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pasangan hubungan LDR meliputi 8 unsur yaitu, (1) Komunikator, (2) Komunikator, (3) Pesan, (4) Media, (5) Efek Umpan Balik ( 6) Kebisingan, dan (7) Konteks Komunikasi. Dalam prosesnya komunikasi dilakukan dengan bantuan media yaitu media sosial dan berjalan cukup efektif, meskipun dalam penelitian ini masih terdapat kendala yang terjadi pada saat proses komunikasi berlangsung. Hambatan tersebut antara lain (1) hambatan mekanis, yang timbul akibat gangguan jaringan dan munculnya noise, (2) hambatan semantik, perbedaan makna pesan, dan (3) hambatan psikis, terkait dengan kondisi dalam diri manusia, seperti keadaan suasana hati yang tidak baik.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Hubungan Jarak Jauh, LDR, Pasanganan Berpacaran, Mahasiswa FISHIPOL UNY  Abstract            This study focuses on interpersonal communication of dating couples who are undergoing long-distance relationships (LDR) among students of FISHIPOL UNY communication science. This study aims to analyze the process of interpersonal communication in couples dating LDR relationships and the obstacles encountered by dating couples undergoing LDR relationships. This study uses a descriptive qualitative approach. Methods of data collection using semi-structured interview method. In determining the sample, the technique used is purposive sampling with predetermined criteria. Produced 3 people as the main informants. The data validation technique in this study uses source triangulation and data analysis techniques using the Miles and Huberman model. The results of the study show that the interpersonal communication process carried out by the LDR relationship pair includes 8 elements namely, (1) Communicators, (2) Communicators, (3) Messages, (4) Media, (5) Effects Feedback (6) Noise, and (7) Communication Context. In the process, communication is carried out with the help of media, namely social media, and runs quite effectively, although in this study there are still obstacles that occur when the communication process takes place. These obstacles include (1) mechanical barriers, arising from network disturbances and the appearance of noise, (2) semantic barriers, differences in the meaning of messages, and (3) psychic barriers, related to conditions within humans, such as a state of unfavorable mood.Keywords : Interpersonal Communication, Long Distance Relationship, LDR, Dating Couples FISHIPOL Student

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇