Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
NET ZERO EMISSION: TINJAUAN URGENSI PAJAK KARBON DAN IMPLEMENTASI DI INDONESIA
Perubahan iklim yang menjadi isu krusial secara global menjadikan banyak negara berupaya untukmenciptakan kebijakan dan peraturan ekologi dalam mengurangi jumlah emisi karbon yang berlebihan kelingkungan. Adanya pajak karbon menjadi alternatif instrumen kebijakan untuk mengarahkan kegiatan sosialmaupun ekonomi ke arah mitigasi polusi karbon. Studi ini berfokus mengkaji lebih mendalam terkaitkebijakan pajak karbon mulai dari urgensi hingga implementasinya di Indonesia. Metode yang digunakanmelalui pendekatan kualitatif deskriptif yang bersumber dari berbagai literatur ilmiah dan publikasipemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa krisis iklim juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia dankomitmen yang ditunjukkan melalui pembentukan regulasi hingga implementasi pajak karbon secaraterbatas melalui skema cap and tax
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN KABUPATEN/KOTA LAYAK ANAK (KLA) DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan menjelaskan mengenai proses pelaksanaan serta faktor pendukung dan faktor penghambat Collaborative Governance dalam pelaksanaan kebijakan pengembangan KLA di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collaborative Governance dalam Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Kabupaten Sleman merupakan metode tepat untuk digunakan dalam melaksanakan percepatan pemenuhan hak dan perlindungan anak yakni dengan melibatkan peran dari multi stakeholder dalam melaksanakan pengembangan kebijakan KLA di Kabupaten Sleman. Namun demikian masih ditemui beberapa permasalahan seperti tingginya tingkat kekerasan anak, peran pemimpin gugus tugas yang belum maksimal, kurangnya pelibatan stakeholder lain, dan peran dominan yang ditunjukkan oleh DP3AP2KB Kabupaten Sleman. Faktor pendukung dalam pengembangan kebijakan tersebut yakni komitmen para stakheholder, struktur sosial masyarakat yang ada, dukungan unsur masyarakat, serta adanya kepentingan dari masing-masing stakeholder. Sedangkan faktor penghambat yaitu belum terbentuk peraturan daerah tentang kawasan tanpa asap rokok, pembagian peran stakeholder yang kurang jelas, lemahnya kelembagaan gugus tugas KLA, pengaturan SDM dalam penilaian KLA yang kurang jelas, serta implementasi KLA yang belum maksimal di masyaraka
TATA KELOLA PROGRAM SATU RUMAH SATU SARJANA DI DESA PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tata kelola berjalan pada program Satu Rumah Satu Sarjana yang berjalan di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini mencakup Pemerintah Desa Panggungharjo, CSR, Penerima Manfaat Program, serta Masyarakat. Sumber data yang digunakan yakni observasi dan wawancara sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data sekunder. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tata kelola yang berjalan di Desa Panggungharjo terkait program Satu Rumah Satu Sarjana masih menemui kelemahan. Tampak bahwa proses monitoring yang ada belum terdokumentasikan dengan rapi sehingga berakibat pada laporan yang belum optimal. Namun, apabila dilihat dari aspek ketercapaian, ketercapaian Program Satu Rumah Satu Sarjana memang sudah ada. Hal itu dapat dilihat dari sudah banyaknya masyarakat penerima program yang telah berhasil lulus menjadi sarjana. Dengan berbagai evaluasi yang ada, penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin mengadopsi atau melaksanakan program yang serupa agar penyelenggaraannya dapat lebih baik
Implementation Of Bantul Bersih Sampah Tahun 2025 (Bantul Bersama) In Bantul District
This study aims to explain the implementation of the Bantul Bersama program as well as the inhibiting and supporting factors in overcoming waste problems in Bantul District. The design of this study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The data source obtained through primary data consists of interviews and observations with research informants. Meanwhile, secondary data comes from documentary studies including regulations, reports, and journals.The results of the study show that the implementation of the Bantul Bersama program has not been running optimally. This is not in accordance with the success of policy implementation according to Grindle's theory (1980), namely the content of policy and the context of policy. Decision-making is based on the problems that exist in Bantul District and the implementation of the program involves stakeholders in waste management. However, the changes to be achieved have not been able to be realized due to the lack of community participation in waste management activities. The strategy of the implementation of the Bantul Bersama program is through a decentralized waste management system that involves households/communities as the main producers of waste. This involvement includes households up to the district level in waste management in accordance with their respective roles. Meanwhile, the response and compliance from the target group has not been running optimally. There are also supporting factors, namely stakeholder involvement, budget support. The inhibiting factors of the program are limited facilities infrastructure and budget, lack of public awareness, and limited technology
Evaluasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas oleh Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah D.I. Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas oleh Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah D.I. Yogyakarta. Studi ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah tersebut yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara kondisi aktual dengan harapan penegak hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih untuk dapat mengeksplorasi informasi mendalam terkait efektivitas sistem ETLE, permasalahan yang dihadapi, serta upaya perbaikan yang diperlukan. Melalui wawancara mendalam dan telaah dokumentasi, data kualitatif dikumpulkan guna memperoleh pemahaman komprehensif tentang praktik penerapan ETLE di lapangan. Hasil penelitian mengindikasikan beberapa temuan penting: (1) Pelaksanaan ETLE oleh Ditlantas Polda D.I. Yogyakarta memberikan dampak positif dalam penegakan hukum lalu lintas; (2) Ditlantas menunjukkan komitmen dan inovasi dalam mengatasi berbagai tantangan implementasi sistem ETLE melalui serangkaian upaya strategis; (3) Teridentifikasi adanya perubahan perilaku pengguna jalan ke arah yang lebih konstruktif; (4) Terjadi peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi ETLE berpotensi dalam meningkatkan kepatuhan lalu lintas dan efisiensi penegakan hukum, namun masih memerlukan penyempurnaan berkelanjutan. Hasil analisis ini, dapat memberikan rekomendasi strategis dalam mengoptimalkan kinerja sistem ETLE yang bertujuan untuk memperkuat disiplin masyarakat
Public Service Innovation Based on the E-Office Regional Office Administration System at the General Bureau of the Special Region of Yogyakarta Province.
This research provides academic material to review the E-Office Sisminkada innovation policy in Yogyakarta Province’s General Affairs Bureau and serves as a reference for reassessing its quality, supporting necessary improvements toward a high standard of innovation. Using a qualitative method, this study examines issues involving abstract realities, with indicators observed through expressions, moral attitudes, and behaviors, offering a comprehensive and in-depth understanding of these phenomena. The findings reveal challenges, such as poor budget management, limited public access, and policy overlap with other systems. Despite these, the innovation demonstrates a high degree of compatibility with local organizational culture, although leadership commitment remains an ongoing challenge. Complexity arises due to generational differences in technology skills and infrastructure limitations. While the triability dimension is well addressed, observability remains low, as benefits are not yet fully perceived by the public and other institutions. Overall, the study suggests that the E-Office Sisminkada innovation has yet to reach a high-quality standard, though it has achieved successes in certain dimensions. These insights underscore the need for further quality enhancements to meet both institutional standards and public expectations
Pengembangan Video Pembelajaran Praktik Pembuatan Finishing Plesteran Datar dan Sudut untuk Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY
Mengelola orang-orang di tempat kerja untuk mencapai misi organisasi dan memperkuat budaya yang dilakukan efektif akan dapat membantu untuk merekrut professional yang terampil. Penelitian ini memiliki tujuan membantu mahasiswa dalam memahami lebih lanjut praktikum selain melalui jobsheet yaitu melalui media pembelajran dalam bentuk video pembelajaran atau video tutorial awal pelaksanaan praktikum pembuatan finishing plesteran datar dan sudut praktik kerja batu II Departemen Pendidikan Teknik sipil dan perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Metode penelitian Menggunakan pendekatan penelitian Research and Development (RD) dengan kerangka kerja 4D yang melibatkan langkah-langkah Define, Design, Development, dan Disseminate. Data dalam studi ini dikumpulkan dalam bentuk angket untuk mengukur kesesuaian komposisi dan skala Likert dengan lima pilihan, yang akan disajikan kepada validator materi dan validator media. Penelitian ini menerapkan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian kali ini berupa pengembangan media video pembelajaran pembuatan finishing plesteran datar dan sudut dengan model 4D adalah (1) hasil Define media pembelajaran bertujuan menjadi perangsang syaraf motoric melalui visual, audio dan video yang akan menjadi pandangan awal mahasiswa tentang praktikum pembuatan finishing plesteran Datar dan sudut praktik kerja batu II. (2) Hasil design berupa video pembelajaran dengan vormat MP4 serta media pembelajran dalam bentuk pptm yang didapatkan melalui media yang tealah dicantumkan (3) hasil development penelitian ini mendapatkan nilai 305/350 atau 87 % “Sangat layak” dari ahli materi serta mendapat nilai 90/120 atau 75% yang memiliki kategori “layak” (4) Hasil Disseminate Media pembelajaran kali ini mendapatkan nilai kelayakan dari pengguna sebesar 96% atau 120/125 dengan kriteria sangat layak. Media pembelajaran interaktif media pembelajaran interaktif berupa video pembelajaran pada mata pelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen PTSP FT UNY layak digunakan sebagai sumber belajar bagi mahasiswa
ANALISIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM BUKU IPS SISWA KELAS VII SMP KURIKULUM MERDEKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam buku IPS siswa kelas VII SMP kurikulum merdeka; 2) integrasi nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam buku IPS siswa kelas VII SMP kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan metode analisis konten atau analisis isi. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data yaituanalisis isi dari Krippendorf. Teknik keabsahan dokumen menggunakan teknik validitas semantik,pembacaan ulang, dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan 1) buku IPS siswa kelas VII SMP kurikulum merdeka.yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2021 telah memuat nilai-nilai kearifan lokal berupa keyakinan masyarakat setempat (kesopanan, tanggung jawab, menjaga alam, kerja sama, kedisiplinan, toleransi, kepedulian kepercayaan, ibadah, rasa syukur), keterampilan lokal (pemenuhan ekonomi, pangan, dan gizi,pembuatan perhiasan dan benda masa pra-aksara, berkuda, berperang, bersenjata, berstrategi,arsitektur bangunan, pagelaran wayang, upacara adat, tarian, musik, seni pahat, melaut, menjelajahi samudera, berdagang, infrastruktur), pengetahuan lokal (lokasi geografis, letak wilayah, penentuan waktu dan tata cara pelaksanaan upacara adat, kondisi iklim, keragaman flora dan fauna, kondisi masyarakat), proses lokal (asimilasi, akulturasi, peran lembaga lokal), sumber daya lokal (lahan, hasil pertanian, laut, hutan, dan tambang, swadaya masyarakat, perjuangan mempertahankan wilayah),solidaritas kelompok lokal (gotong royong pemenuhan ekonomi, aktivitas sosial, pemberdayaan masyarakat); 2) nilai-nilai kearifan lokal yang termuat di dalam buku IPS siswa kelas VII SMP diintegrasikan secara tersurat dan tersirat melalui materi pembelajaran yang berbentuk kalimat, penyisipan gambar, ilustrasi, cerita rakyat, persitiwa di masa lampau, penugasan individu, dan eksplorasi kelompok. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Buku Teks, IPS, Kurikulum Merdek
KESIAPAN GURU IPS DI SMP SEKABUPATEN KULON PROGO DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru IPS di Kabupaten Kulon Progo dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dilihat dari tiga indikator kesiapan guru yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah guru IPS di Kabupaten Kulon Progo sejumlah 75 guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel sebanyak 63 guru dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: sebesar 55,6% guru IPS SMP di Kabupaten Kulon Progo telah siap dalam perencanaan pembelajaran, artinya guru IPS SMP sudah dapat membuat perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka, sebesar 54% guru IPS SMP di Kabupaten Kulon Progo telah siap dalam pelaksanaan pembelajaran, artinya guru IPS SMP sudah dapat melaksanakan pembelajaran Kurikulum Merdeka dan sebesar 60,3% guru IPS SMP di Kabupaten Kulon Progo telah siap dalam penilaian/asesmen pembelajaran, artinya guru IPS SMP sudah dapat melaksanakan asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan dari tiga indikator kesiapan guru, dapat disimpulkan bahwa sebesar 57% guru IPS SMP di Kabupaten Kulon Progo telah siap dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS SECARA DARING DI SMP SEKECAMATAN SRANDAKAN BANTUL
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS secara daring di SMP Sekecamatan Srandakan. Penelitian dilatarbelakangi timbulnya problematika pelaksanan pembelajaran daring pada peserta didik seperti belum memiliki perangkat yang mendukung dan lingkungan tempat tinggal yang tidak mendukung. Metode penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian sebanyak 745 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling sebanyak 260 peserta didik dihitung menggunakan rumus Yamane. Instrument yang digunakan berbentuk angket. Uji validitas intrumen menggunakan Korelasi Pearson Product Moment dan uji reliabilitas instrument menggunakan rumus Alpa Cronbach. Jenis analisis data mengunakan analisis deskriptif dengan teknik tendensi sentral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS di SMP se-Kecamatan Srandakan Bantul berjalan dengan cukup. Pada aspek tahapan pelaksanaan pembelajaran IPS secara daring, 46,9% (53 X ≤ 61) subjek penelitian merasa sudah terlaksana dengan cukup. Pada aspek kelebihan subyek penelitian merasa bermanfaat dengan cukup yang memiliki persentase 31,5% (27 X ≤ 31). Sedangkan pada aspek hambatan pelaksanaan pembelajaran IPS secara daring termasuk ke dalam kategori sedang dengan persentase 35,4% (56 X ≤ 68)