Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
DINAMIKA KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SAN FRANCISCO KARYA ZIGGY ZEZSYAZEOVIENNAZABRIZKIE: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur kepribadian tokoh utama dalam novel San Francisco, (2) dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel San Francisco, (3) mekanisme pertahanan ego tokoh utama dalam novel San Francisco, (4) wujud konflik batin tokoh utama dalam novel San Francisco.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah novel San Francisco karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik baca dan catat. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan ketegorisasai, pembuatan tabel data, dan interpretasi. Keabsahan data diperoleh dengan validitas semantik. Reliabilitas menggunakan reliabilitas interrater dan intrarater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Struktur kepribadian Ansel dan Rani dalam novel San Francisco karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie memiliki tiga aspek yaitu, id, ego, dan superego. 2) Dinamika kepribadian tokoh Ansel dan Rani dalam novel San Francisco karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie memiliki lima aspek yaitu insting hidup, insting mati, kecemasan, rasional, kecemasan neurotis, dan kecemasan moral. 3) Mekanisme pertahanan ego tokoh Ansel dan Rani dalam novel San Francisco karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, memiliki enam wujud, yaitu sublimasi, reaksi formasi, represi, pengalihan dan rasionalisasi. 4) Wujud konflik batin Ansel dan Rani ada tiga wujud, yaitu dominasi id, dominasi superego, dan pertentangan id dan superego.Kata Kunci: psikologi, psikologi sastra, psikoanalisis Sigmund Freud, kepribadian toko
Pelaksanaan Bimbingan Kewirausahaan dalam Program Rehabilitasi Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Yogyakarta
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan kewirausahaan dalam program rehabilitasi wanita rawan sosial ekonomi di BPRSW Yogyakarta, (2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan bimbingan kewirausahaan dalam program rehabilitasi wanita rawan sosial ekonomi di BPRSW Yogyakarta. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola, instruktur, dan wanita rawan sosial ekonomi yang menjadi warga binaan program bimbingan kewirausahaan di BPRSW Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan display data, reduksi data dan pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahap pelaksanaan bimbingan kewirausahaan meliputi (a) tahap perencanaan, (b) tahap pelaksanaan bimbingan kewirausahaan (c) evaluasi harian dan evaluasi setiap tiga bulan sekali. (2) Dampak program bimbingan kewirausahaan yaitu bertambahnya pengetahuan dan keterampilan bagi warga binaan, (3) Faktor pendukung program meliputi kondisi lingkungan yang kondusif, tersediannya sarana prasarana yang memadai. Faktor penghambat program adalah tidak semua warga binaan aktif mengikuti bimbingan, konflik dengan teman, kemampuan warga binaan yang berbeda-bed
Kapasitas Kelembagaan Desa Wisata pada Pengembangan Griya Cokelat Nglanggeran
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas kelembagaan untuk pengembangan Desa Wisata Griya Cokelat Nglanggeran. Griya Cokelat Nglanggeran telah memberikan perubahan di masyarakat terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan ekonomi masyarakat. Peneliti ingin melakukan kajian untuk mengetahui kapasitas kelembagaan desa Nglanggeran yang ada dalam mengembangkan desa wisata. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pencarian informasi dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu meneliti satu sumber data dengan sumber lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas kelembagaan dalam pengembangan desa wisata sangat penting, karena tujuan dari kelembagaan atau pokdarwis adalah untuk mengelola, memasarkan, dan sebagai fasilitator dengan melakukan pengajuan fasilitas-fasilitas Kepala Dinas Pariwisata. Pengembangan kapasitas kelompok sadar wisata ditujukan untuk masyarakat agar dapat menerima, sekaligus dijadikan sebagai penggerak pengembangan wisata lanjutan di kawasan Nglanggeran
Motivasi partisipasi pengguna media sosial dalam produksi dan distribusi user generated content (studi kasus meme Mixue)
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat dasar motivasi partisipasi pengguna media sosial dalam memproduksi dan mendistribusi meme Mixue di akun media sosialnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Penelitian ini dilakukan secara daring melaui Zoom Meeting dengan tiga informan yaitu, pemilik akun Ghosty’s Comic, social media specialist Kyou Hobby Shop, dan pemilik akun Dane Rama sebagai sumber data primer. Sedangkan sumber data sekunder didapatkan dari studi kepustakaan, dokumentasi, dan arsip. Teori yang digunakan adalah Model of Motivastions for User Generated Content oleh Vong, A., Stax, M. (2017). Hasil penilitian menunjukan: (1) Meme Mixue termasuk dalam User Generated Content; (2) Bentuk partisipasi yang dilakukan adalah expression; (3) Self-expression, self-actualization, self-presentation, identity formation, self-assurance, gain rewards, professional advancement, intrinsic enjoyment, dan habit merupakan motivasi personal yang dimiliki informan; (4) Social norm, social recognition, social networking, social experience, peer communication, information gathering, dan information dissemination merupakan motivasi sosial yang dimiliki informan; (5) Motivasi dimensi brand yang dimiliki informan adalah brand recognition dan brand affiliation; (6) Terdapat delapan motivasi yang saling terintegrasi dalam motivasi personal dan motivasi sosial; (7) Dan terdapat penemuan baru bahwa satu dimensi motivasi dapat saling berintegrasi. Kata Kunci : Media Sosial, Meme Mixue, Motivasi, User Generated Content Abstract This research aims to examine the underlying motivations for user participation in producing and distributing Mixue memes on their social media accounts. The research methodology employed is descriptive research with a qualitative case study approach. The study was conducted online via Zoom Meeting with three informants: the owner of Ghosty’s Comic account, a social media specialist from Kyou Hobby Shop, and the owner of Dane Rama account as primary data sources. Secondary data sources were obtained from literature review, documentation, and archives. The literature used for this research is Model of Motivastions for User Generated Content by Vong, A., Stax, M. (2017). The research findings indicate: (1) Mixue memes are classified as User Generated Content; (2) Forms of participation include expression; (3) Personal motivations identified among informants include self-expression, self-actualization, self-presentation, identity formation, self-assurance, gain rewards, professional advancement, intrinsic enjoyment, and habit; (4) Social motivations among informants include social norm, social recognition, social networking, social experience, peer communication, information gathering, and information dissemination; (5) Brand dimension motivations among informants are brand recognition and brand affiliation; (6) Eight motivations are integrated within personal and social motivations; (7) A new finding indicates that one dimension of motivation can be mutually integrated.Keywords : Mixue Memes, Motivations, Social Media, User Generated Conten
DEVELOPING A COLLABORATIVE TEACHING SYNTAX FOR EFFECTIVE ONLINE LEARNING TRANSITIONS
The transition of learning using an online platform where there is a lack of preparation of educators in the transition of online learning and there are challenges to meet the needs of online learning. Therefore, the right strategy is needed to help educators to improve learning in the classroom. This research is research and development type Research and Development (RD). This development research aims to produce a product in the form of a collaborative teaching learning model syntax. Researchers develop learning media using the 4D development model. The 4D model is a model consisting of: define, design, develop and disseminate. The syntax development of the collaborative teaching learning model that was developed was tested by 7 validators consisting of 4 physics education lecturers at Universitas Negeri Yogyakarta and 3 high school (SMA) teachers. Based on data from validation results by validators on learning media, a score for each aspect was obtained, namely 3.36; 3.43; 3.57; 3.33; 3.33; 3.29; 3.14; 3.43 with an average score of 3.36 in the very valid category. Therefore, the syntax of the learning model developed meets the criteria for being very valid and can be used in learning.
PENETAPAN ENERGI YANG DILEPASKAN DAN DITERIMA KALORIMETER: MENCARI KEPASTIAN DALAM NILAI KESETARAAN KALOR
Energi listrik diperlukan untuk kehidupan sehari-hari manusia, terutama di era modern ini. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat dibuat atau dimusnahkan; namun, energi panas dapat dibuat. Menurut azas Black bahwa panas dan kalor yang dilepas sama dengan panas dan kalor yang diterima, eksperimen ini akan menghasilkan perubahan panas pada air dan kalorimeter, termasuk pengaduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah energi listrik yang dilepas dan diterima oleh calorimeter serta nilai kesetaraan kalor listrik. Data suhu dikumpulkan pada detik ke-60, 180, 300, dan 420 yang diperoleh sebesar 35 , 37 , 39 , dan 41 . Hasil menunjukkan bahwa nilai kesetaraan kalor listrik yang diukur adalah sebesar (2,7 ± 0,5) J. Nilai ini jauh lebih rendah daripada nilai yang diantisipasi berdasarkan teori, yang adalah 4,184 J. Untuk memahami penyebab perbedaan ini dan meningkatkan validitas hasil percobaan di masa mendatang, evaluasi menyeluruh proses percobaan dan analisis data sangat penting
PENGARUH VARIASI KADAR PROTEIN TOTAL PAKAN BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU, BEKATUL, DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP PRODUKSI KOKON CACING TANAH (Eudrilus eugeniae)
Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui produksi kokon cacing tanah Eudrilus eugeniae karena pemberian variasi kadar protein total pakan berbahan dasar ampas tahu, bekatul, dan tepung terigu. Objek penelitian yang digunakan adalah cacing afrika (Eudrilus eugeniae) yang telah memiliki klitelium dan dipelihara dalam media onggok aren dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu kadar protein total 13,79%, 14,65%, 15,51%, dan 16,37%. Biomassa awal cacing Afrika untuk setiap media adalah 16 gram. Penelitian dilakukan selama 2 bulan. Parameter dalam penelitian ini adalah jumlah, bobot, dan indeks kokon. Jumlah kokon dianalisis menggunakan uji ANOVA, sedangkan bobot dan indeks kokon dianalisis menggunakan Uji Korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kokon cacing tanah Eudrilus eugeniae dipengaruhi oleh perbedaan pemberian variasi kadar protein pakan berbahan dasar ampas tahu, bekatul, dan tepung terigu (p0,01). Uji Korelasi menunjukkan adanya hubungan yang erat antara bobot dan indeks kokon cacing tanah Eudrilus eugenaie dengan koefisien korelasi 0,713. Kata kunci: Eudrilus eugeniae, kokon, protein, indeks, bobot, produksi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DALAM RIPPARDA KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN 2014-2025 DI DESA WISATA TEPUS, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Peneltian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keberhasilan implementasi kebijakan RIPPARDA 2014-2025 dalam pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tepus Gunungkidul. Sebelumnya, peneliti telah mengidentifikasi mengapa penelitian ini perlu dilakukan karena adanya berbagai permasalahan seperti adanya sampah yang tidak dikelola dengan baik, pembangunan yang tidak ramah lingkungan, maupun UMKM yang kurang bekembang. Dalam memperoleh data, penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi serta diolah menggunakan pendekatan Triangulasi Dimana menggunakan berbagai sumber untuk memperoleh hasil penelitian yang baik dan berkualitas. Hasilnya, menunjukkan kebijakan belum optimal karena terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi diantaranya indikator pariwisata yang menggerakkan perekonomian daerah dan mengkomunikasikan pariwisata daerah.
The Effectiveness of the Basic Food Programme in Selopamioro Village Imogiri Sub-District Bantul District
The purpose of this study is to assess the Basic Food Program's deterrents and evaluate its efficacy in the Selopamioro village. This research is a qualitative method research through three data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The Social Service of Bantul District's Daily Executive, IT Staff, and Data Component Analysts, as well as the Social Welfare Workers of Imogiri Sub-district, the Selopamioro Village Government Administration, electronics shop agents, and the Basic Food Program's Beneficiary Families, served as the study's informants. In order to verify the accuracy of the data, this study combines secondary data from literature reviews, documents, archives, and photos using source triangulation techniques. Data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing were the techniques used in data analysis. The study's findings show that the Basic Food Programme in the Selopamioro village has been operating successfully if use Sutrisnos’s effectiveness indicators. Elements that undermine the Basic Food Program's efficacy, like electronics shop operatives with the covert goal of undermining the value of aid in violation of regulations. Next are the issues of inadequate spending oversight, a dearth of field information when KPM encounters difficulties with disbursement, particularly from senior KPM beneficiaries, and agent and KPM grievances that go unanswered
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN SEMARANG STUDI KASUS PADA AGRO WISATA DUSUN SEMILIR PASCA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait pengembangan pariwisata selama pandemi covid-19. Dimana pada masa pandemi covid-19 industri pariwisata mengalami penurunan yang sangat pesat mulai dari kunjungan wisatawan, pendapatan, dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kajian terkait pengembangan pariwisata di Kabupaten semarang studi kasus pada argowisata Dusun Semilir pasca pandemi covid-19. Selain itu juga mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat penghambat dari strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Semarang studi kasus argowisata Dusun Semilir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Penulis akan menggunakan teknik pemilihan subjek penelitian dengan purposive. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis data interaktif yaitu terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa terdapat 6 (enam) strategi penentu keberhasilan Argowisata Dusun Semilir yaitu sebagai yaitu melakukan peningkatakan sarana dan prasarana tempat wisata, melaksanakan kegiatan pemasaran atau promosi secara unik dan menarik untuk menarik kunjungan wisatawan secara regional dan internasional. memberikan peran kepada masyarakat dan ikut campur pemerintah yaitu Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dalam meningkatkan wisata serta menjaga fasilitas pariwisata, meningkatkan kualitas SDM dalam pengelolaan, pengawasan, dan pemeliharaan fasilitas tempat wisata, meningkatkan kegiatan entertainment seperti mengadakan festival, pertunjukan budaya, maupun kegiatan kuliner serta memperbaiki infrastruktur (revitaslisasi) dan penambahan wahana baru. Sedangkan untuk tujuan, kebijakan, dan program yang disusun dan ditetapkan oleh argowisata Dusun Semilir termasuk ke dalam jenis strategi investasi. Strategi rencana yang telah disusun sudah mulai diimplementasikan akan tetapi terdapat kendala dalam kecukupan anggaran. Faktor pendukung dalam strategi pengembangan pariwisata yaitu letak yang strategis sedangkan faktor penghambat yaitu cuaca yang buruk dan banyaknya competitor dalam pesaingan industry pariwisata