Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan literasi matematika siswa SMP kelas VIII pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain control-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Depok yang dipilih secara acak, kemudian didapatkan kelas VIII C sebagai kelas kontrol dan kelas VIII E sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen menerapakan pembelajaran berdiferensiasi dengan model discovery learning, sedangkan kelas kontrol menerapkan pembelajaran klasikal dengan model direct instruciion. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan literasi matematika, angket profil belajar peserta didik serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Statistik uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah one sample t-test, independent sample t-test, dan uji binomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan literasi matematika peserta didik kelas VIII pada materi bangun ruang sisi datar. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil uji statistik yang telah dilakukan. Hasil pengujian pertama menunjukkan nilai rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika peserta didik telah melebihi KKM (75) selanjutnya, 90% siswa pada kelas eksperimen mendapatkan hasil posttest mencapai atau melebihi nilai KKM dan hasil uji statistik yang ketiga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata posttest kemampuan literasi matematika kelas eksperimen dan rata-rata posttest kemampuan literasi matematika kelas kontrol
Dimensi Metrik Lokal pada Graf Garis dari Graf Persahabatan
Diberikan suatu graf terhubung G=(V(G), E(G)) dengan V(G) adalah himpunan titik dan E(G) adalah himpunan sisi di G. Misalkan W={w_1, w_2, ..., w_k} subhimpunan terurut tak kosong dari V(G). Untuk sebarang titik v di G, representasi titik v terhadap W yang dinotasikan r(v|W) didefinisikan sebagai k-vektor (d_G(v,w_1), d_G(v,w_2), ..., d_G(v,w_k)) dengan d_G(v,w_i) adalah panjang lintasan v-w_i terpendek untuk i=1,2, ..., k. Bilangan kardinal k dari W yang minimum sehingga untuk setiap dua titik yang bertetangga di G memiliki representasi yang berbeda disebut sebagai dimensi metrik lokal dari G, dinotasikan dengan lmd(G). Graf garis L(G) dari graf G adalah graf yang dikonstruksi dengan mengambil semua sisi di G sebagai titik-titik pada L(G), dan dua titik pada L(G) bertetangga jika kedua sisi pada G yang bersesuaian dengan kedua titik tersebut mempunyai titik bersama. Graf persahabatan F_n dengan 2n+1 titik adalah graf yang diperoleh dengan menggabungkan n salin C_3 dengan satu titik bersama. Dalam artikel ini diperoleh bahwa dimensi metrik lokal pada graf garis dari graf persahabatan adalah lmd(L(F_n))=2n-1.Kata kunci: dimensi metrik lokal, graf garis, graf persahabatan
PEMODELAN DINDING BAGIAN LUAR ANTI-BISING SECARA KONTINU, BERBASIS GELOMBANG BERDIRI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk dapat membuat sistem anti-bising yang bersifat kontinu, permanen, dan bermanfaat sebagai peredam bising baik pada siang atau malam hari. Metode penelitian dilakukan dengan meletakkan sumber bunyi (loudspeaker) di depan samping penerima bunyi (dB-meter) pada jarak tetap. Di antara sumber bunyi dan penerima bunyi diletakkan dinding berongga, yang jarak antardinding tersebut divariasi. Sumber bunyi pada nilai taraf intensitas (TI) yang bernilai tetap tetapi frekuensinya divariasi, dan TI bunyi di lokasi penerima (sebagai model pendengar) diukur dengan dB-meter. Itu dilakukan dengan menggunakan rongga antar-dinding sebagai jebakan bising baik dalam kondisi terbuka maupun tertutup. Hasilnya, pada frekuensi 2.000 hingga 4.000 Hz terdapat pemerosotan TI yang signifikan pada lebar jebakan antara 11,0 hingga 21,0 cm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jebakan bunyi berbasis gelombang berdiri dapat dimanfaatkan sebagai alternatif anti-bising pada sistem bangunan hunian pada frekuensi bunyi yang paling peka oleh indera pendengar manusia
PENGARUH KONSENTRASI NANOPARTIKEL PERAK TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI CLOSTRIDIUM BOTULINUM PENYEBAB BOTULISME
Abstrak. Artikel ini memaparkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel perak dan pengaruh konsentrasinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum . Nanopartikel perak dibuat melalui proses elektrolisis dengan tegangan 24 volt dan waktu 100 menit, dengan lempengan AgBr sebagai elektrodanya. Dari proses tersebut dihasilkan nanopartikel perak yang terkonsentrasi 28 ppm. Konsentrasi nanopartikel yang telah dihasilkan kemudian divariasi menjadi 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm, 60 ppm, dan 70 ppm. Kelima sampel tersebut selanjutnya diuji karakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis, AAS, dan PSA serta uji kemampuan antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan kontrol positif ciprofloxacin. Hasil karakterisasi menunjukkan hanya mengandung nanopartikel perak dan partikel berukuran 98,1 nm. Hasil uji aplikasi antibakteri menunjukkan semakin tinggi konsentrasi sampel, semakin besar diameter zona bening yang terbentuk. Ukuran diameter zona bening yang terbentuk untuk masing-masing sampel konsentrasi 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm, 60 ppm, dan 70 ppm berturut-turut yaitu, 6,5 mm, 8,3 mm, 9,1 mm, 9,9 mm, 10,3 mm, dan untuk Ciprofloxacin 27,7 mm. Semua sampel uji mampu mempertahankan kemampuan antibakterinya hingga lebih dari 72 jam.
Penerapan Model Pembelajaran Time Token Berbantu Media Audiovisual untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Keterampilan Komunikasi Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi Keuangan Kelas XI AKL SMK Muhammadiyah 3 Klaten Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan komunikasi siswa kelas XI AKL SMK Muhammdiyah 3 Klaten Tengah melalui penerapan model pembelajaran time token berbantu media audiovisual. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas XI AKL SMK Muhammadiyah 3 Klaten Tengah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Time token Berbantu Media Audiovisual untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Keterampilan Komunikasi Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi Keuangan Kelas XI AKL SMK Muhammadiyah 3 Klaten Tengah menunjukkan adanya peningkatan persentase skor motivasi belajar berdasarkan angket dan peningkatan skor persentase keterampilan komunikasi berdasarkan observasi. Berdasarkan data hasil angket, skor rata-rata motivasi belajar mengalami peningkatan sebesar 10,24%% dari 73,89% pada siklus I menjadi 84,13% pada siklus II. Berdasarkan data hasil observasi, skor rata-rata keterampilan komunikasi mengalami peningkatan sebesar 21,90% dari 62,38% pada siklus I menjadi 84,29% pada siklus II
Pengaruh Lingkungan Keluarga, Media Sosial, dan Jiwa Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. (2) pengaruh Media Sosial terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. (3) pengaruh Jiwa Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini termasuk dalam penelitian expo facto. Populasi dalam penelitian ini adalah 151 mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2017, 2018, dan 2019 dengan sampel penelitian sebanyak 107 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan Lingkungan Keluarga terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan thitung 8,235 ttabel 1,982 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan Media Sosial terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan thitung 2,507 ttabel 1,982 dan nilai signifikan 0,014 0,05. (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan Jiwa Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan thitung 12,456 ttabel 1,982 dan nilai signifikan 0,000 0,05. (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan Lingkungan Keluarga, Media Sosial, dan Jiwa Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta dengan Fhitung 73,743 dari Ftabel 2,690 dan nilai signifikan 0,000 0,05
PENGARUH PENERAPAN VIRTUAL LABORATORY TERHADAP SELF-REGULATED LEARNING SISWA KELAS X PADA MATERI REAKSI REDOKS
Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh penerapan virtual laboratory terhadap self-regulated learning siswa dan besarnya sumbangan efektif penerapan virtual laboratory terhadap self-regulated learning siswa pada materi reaksi redoks. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA yang terdiri dari kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi angket, lembar observasi, dan soal pretest-posttest. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh penerapan virtual laboratory terhadap self-regulated learning siswa, sedangkan sumbangan efektif penerapan virtual laboratory dianalisis dengan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan self-regulated learning antara kelas yang menerapkan virtual laboratory dengan kelas yang tidak menerapkan virtual laboratory pada materi reaksi redoks, dimana penerapan virtual laboratory dapat meningkatkan self-regulated learning siswa. Selain itu, sumbangan efektif yang diperoleh dari penerapan virtual laboratory terhadap self-regulated learning siswa pada materi reaksi redoks yaitu sebesar 48%
MODEL SISTEM ANTRIAN DAN ANALISIS PELAYANAN PASIEN PADA LOKET PENGAMBILAN OBAT DI PUSKESMAS (STUDI KASUS: PUSKESMAS KALASAN)
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan sistem antrian pada loket pengambilan obat di Puskemas Kalasan. (2) Mendeskripsikan jumlah fasilitas pelayanan yang optimal pada saat kondisi ramai bagian loket pengambilan obat di Puskesmas Kalasan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan analisis teori antrian. Populasi pada penelitian ini yaitu semua resep obat yang dikeluarkan oleh dokter di Puskesmas Kalasan dan resep yang masuk dalam antrian pada Puskesmas Kalasan, dan sampel pada penelitian ini yaitu resep obat yang masuk antrian pada loket pengambilan obat di Puskesmas Kalasan saat kondisi ramai. Data dikumpulkan dengan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model antrian yang diterapkan di Puskesmas Kalasan pada loket pengambilan obat yaitu (M/M/3):(FCFS/∞/∞) dengan sistem antrian Multi Channel Single Phase. (2) Sistem pelayanan di loket pengambilan obat Puskesmas Kalasan pada umumya sudah baik atau optimal, walaupun pada hari tertentu fasilitas pelayanan masih ada yang belum optimal. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai tingkat kegunaan fasilitas yang secara umum masih di bawah 66%, yaitu sebesar 63,3%.Kata kunci: model sistem antrian, antrian loket pengambilan obat, analisis pelayanan, Puskesmas Kalasan
STAKEHOLDER ANALYSIS DALAM PENGEMBANGAN SUSTAINABLE TOURISM DI PANTAI GLAGAH KABUPATEN KULON PROGO
Penelitian ini bertujuan menjelaskan stakeholder analysis dalam pengembangan prinsip sustainable tourism wisata Pantai Glagah Kulon Progo. Urgensi penelitian ini untuk mengetahui peran dan kategori masing-masing stakeholder dalam pengembangan prinsip sustainable tourism guna mengetahui berbagai kepentingan, dan pengaruh dari setiap stakeholder yang dapat berguna untuk evaluasi kegiatan pengembangan sustainable tourism. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tempat penelitian dilakukan di Pantai Glagah, dan Dinas Pariwisata Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sustainable tourism di wisata Pantai Glagah diterapkan oleh tujuh stakeholder. Selanjutnya pada klasifikasi dan kategorisasi stakeholder dikategorikan menjadi t: 1)key players: Dinpar Kulon Progo,2)subjects: Paguyuban UMKM Pantai Glagah, Pemerintah Kalurahan Glagah, dan Warga Masyarakat sekitar,3)crowds: Kelompok Sadar Wisata Kalurahan Glagah, Wisatawan Pantai Glagah, dan Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Kulon Progo.4)context setter tidak ada stakeholder yang termasuk. Kemudian pada tahapan investigasi hubungan antar stakeholder dikategorikan menjadi hubungan komunikasi, koordinasi, dan kerjasama, dimana hampir setiap stakeholder terlibat di dalamnya. Dampak penelitian ini terkait dengan pengembangan sustainable tourism berimplikasi pada teridentifikasinya setiap peranan stakeholder sehingga dapat dipetakan permasalahan yang ada, dan solusi yang diberikan terkait pelaksanaan pengembangan sustainable tourism di Pantai Glagah
ANALISIS STAKEHOLDER PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN WISATA PUNCAK SOSOK DI DESA BAWURAN, PLERET, BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis peran dan kontribusi stakeholder Pentahelix dalam pengembangan di Puncak Sosok. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dan kontribusi stakeholder pentahelix dalam pengembangan wisata Puncak Sosok belum berjalan optimal. Pemeritah Desa belum menjalankan perannya sebagai penyedia fasilitas berupa pelatihan bagi masyarakat dibidang pariwisata. Hal tersebut karena Pemerintah Desa tidak bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelatihan karena pelatihan merupakan salah satu wujud pembinaan yang menjadi tugas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Masing-masing stakeholder mempunyai peran dan kontribusi berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama untuk pengembangan Puncak Sosok. Hal menarik adalah sebagian besar stakeholder pentahelix menyebutkan bahwa semangat dan partisipasi masyarakat Desa Bawuran sangat kompak sebagai faktor pendorong dalam pengembangan Puncak Sosok. Namun belum terciptanya sinergi antar stakeholder pentahelix karena masing-masing aktor hanya menjalakan sesuai perannya sehingga diperlukan adanya sinergi atau kolaborasi agar pengembangan Puncak Sosok menjadi lebih optimal. Selain itu, tren pariwisata yang terus berkembang dan berubah sehingga diperlukan kajian dan ide-ide baru dari akademisi agar dapat bertahan dan bersaing dengan wisata lain