Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENCARIAN RUTE TERPENDEK ANTARA TEMPAT WISATA DI PURWOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rute terpendek antar tempat wisata di Purworejo dengan menerapkan Algoritma Genetika. Penelitian ini menggunakan Algoritma Genetika untuk mengoptimalkan masalahan Travelling Salesman Problem (TSP) dan menentukan rute terpendek untuk mengunjungi 10 tempat wisata di Purworejo. Data jarak antar tempat wisata dikumpulkan menggunakan aplikasi Google Maps. Teknik Algoritma Genetika yang digunakan adalah seleksi turnamen dengan ukuran turnamen 10% dari populasi, order crossover dengan probabilitas 0,9, swap mutasi dengan probabilitas 0,2 dan variasi ukuran populasi 50 dan 100 serta variasi jumlah generasi 500 dan 1000. Hasil penelitian ini didapat rute 1-2-6-3-5-8-4-10-9-7-1 yaitu rute: Alun-alun Kota Purworejo dan Museum Tosan Aji - Taman Kota Geger Menjangan - Wisata Bukit Sikepel - Taman Sidandang - Curug Siklotok - Goa Seplawan - Curug Silangit - Pantai Jatimalang - Pantai Ketawang - Taman Wisata Curug Kaliurip - Alun-alun Kota Purworejo dan Museum Tosan Aji atau sebaliknya dengan panjang rute 144,9 km.Kata kunci: Algoritma Genetika, rute terpendek, tempat wisata Purworejo
STRATEGI PENGAWASAN FRAUD DALAM PENYELENGGARAAN REKLAME DI KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai penyelenggaraan reklame di Kota Yogyakarta yang terdapat permasalahan krusial yaitu adanya fraud atau pelanggaran reklame liar dalam izin, pajak maupun pemasangan reklame. Desain penelitian menggunakan deskripsi kualitatif. Subjek penelitian adalah DPMPTSP, BPKAD dan Satpol PP Kota Yogyakarta. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian dengan alat pedoman observasi, wawancara serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Serta analisis data penelitian dilakukan dengan 4 tahap meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2.431 kasus fraud dalam izin dan pajak reklame pada tahun 2022. Adapun dari total 2.431 reklame yang ditindak, diantaranya adalah sebanyak 129 reklame diberikan surat peringatan, 6 reklame dilakukan pembongkaran, sebanyak 5 reklame dilakukan penghentian fungsi, sebanyak 2.168 merupakan reklame incidental berupa round tag, dan sebanyak 123 reklame telah dilakukan yustisi atau penindakan secara hukum. Dalam hal ini strategi pengawasan yang dilakukan oleh DPMPTSP, BPKAD dan Satpol PP Kota Yogyakarta telah dilaksanakan sesuai dengan standar pengawasan, penilaian serta tindakan perbaikan atau evaluasi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSAKSI NON TUNAI MELALUI PENERAPAN QRIS DALAM PEMBAYARAN RETRIBUSI PARKIR DI KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi kebijakan transaksi non tunai melalui penerapan QRIS dalam pembayaran retribusi parkir di Kota Yogyakarta serta faktor pendukung dan juga faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari perwakilan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Ketua paguyuban parkir Yogyakarta, perwakilan juru parkir TKP Limaran dan Jalan Professor Yohanes dan juga masyarakat. Teknik analisis data menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan transaksi non tunai melalui penerapan QRIS telah dilakukan dengan penetapan standar dan sasaran kebijakan, karakteristik organisasi yang mendukung kebijakan, komunikasi antar organisasi yang berjalan baik serta adanya disposisi atau sikap para pelaksana kebijakan yang melakukan kewenangan sesuai dengan aturan. Dari segi sumber daya manusia kurangnya pengetahuan juru parkir tekait teknologi masih menjadi kendala serta adanya pengaruh dari lingkungan ekonomi, sosial dan politik dapat mempengaruhi kondisi pada saat pelaksanaan kebijakan dilapangan. Faktor pendukung implementasi kebijakan ini karena adanya regulasi yang jelas dan adanya komunikasi yang baik antar pelaksana. Sedangkan faktor penghambatnya ialah kualitas sdm juru parkir serta rendahnya tingkat partisipasi masyarakat
Affirmative Action of Sleman Regency Government in Fulfilling the Right to Work for Different Abled People in Sleman Regency
Penelitian ini menjelaskan affirmative action Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pemenuhan hak atas pekerjaan bagi difabel, serta menganalisis dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pemenuhan hak atas pekerjaan bagi difabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman pada bulan September sampai Desember 2023. Data didapat dari wawancara, observasi dan dokumentasi, serta studi literatur dan dokumen pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan affirmative action Pemerintah Kabupaten Sleman kepada difabel melalui lima program yaitu melakukan sosialisasi ke perusahaan, mengadakan workshop, memberikan pelatihan bagi difabel, memberikan pendampingan usaha bagi difabel, dan menyalurkan difabel ke perusahaan. Hasilnya 14 perusahaan memperkerjakan 34 orang difabel di tahun 2023. Faktor pendukung adalah anggaran yang memadai dan adanya kerja sama dengan banyak pihak. Faktor penghambat adalah kurangnya sumber daya manusia, faktor internal difabel, dan fasilitas perusahaan yang kurang ramah difabel. Pemerintah Kabupaten Sleman perlu menyusun program melibatkan pihak eksternal, memberikan reward ke perusahaan yang mempekerjakan difabel, mendampingi perusahaan supaya mempekerjakan difabel, serta memberikan punishment ke perusahaan yang tidak mempekerjakan difabe
Kemitraan Sektor Publik dan Swasta pada Toko Milik Rakyat di Kabupaten Kulon Progo
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kemitraan publik swasta pada ToMiRa di Kulon Progo. Urgensi penelitian ini untuk mengetahui dan memperdalam bentuk kemitraan serta dampaknya dengan hadirnya ToMiRa yang dapat berguna untuk membantu aktor kepentingan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Bentuk Kemitraan ToMiRa memiliki tiga sistem berbeda, pertama Koperasi take over saham 100%, kedua Koperasi melakukan take over minimal 51%, dan Ketiga Koperasi hanya melakukankan penyertaan modal. (2) Dampak kemitraan ToMiRa adalah peningkatan pendapatan lokal, peningkatan perputaran uang diwilayah lokal, pemberdayaan masyarakat, akses mudah produk UMKM, , promosi produk organic, konservasi sumber daya, dan kesadaran lingkungan
Modal Sosial dalam Revitalisasi Permukiman Kumuh di Kampung Wisata Bendung Lepen Mrican Kelurahan Giwangan Kota Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis modal sosial dalam revitalisasi permukiman kumuh di kampung wisata Bendung Lepen Mrican Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta serta faktor pendorong dan penghambat modal sosial. Desain penelitian adalah deskriptif kualiatif dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan alat bantu berupa pedoman observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber data. Subjek penelitian yaitu Lurah Kelurahan Giwangan, ketua LPMK Giwangan, ketua Pokdarwis Bendung Lepen, ketua komunitas pemuda Kampung Mrican, serta pedagang dan masyarakat sekitar Bendung Lepen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial dalam revitalisasi permukiman kumuh di kampung wisata Bendung Lepen mampu memberikan daya dorong. Bentuk modal sosial di kampung wisata Bendung Lepen adalah gotong royong dan terbentuknya Pokdawis dan komunitas pemuda Kampung Mrican. (1) Norma berupa gotong royong dan musyawarah mampu mewujudkan kepercayaan; (2) Kepercayaan berupa rasa saling memiliki pada kelompok maupun masyarakat tumbuh di Bendung Lepen; (3) Jaringan mampu menghasilkan Pokdarwis Bendung Lepen dan komunitas pemuda Kampung Mrican. Faktor Pendorong berupa kebiasaan gotong royong dan keinginan untuk terus maju. Faktor penghambat yaitu konflik dengan petani Bantul dan penutupan TPA Piyungan
PERSPEKTIF GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DALAM PERENCANAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA YOGYAKARTA
Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah ruang yang berfungsi sebagai wadah kehidupan manusia yang dilakukan secara individu maupun berkelompok, juga sebagai wadah bagi makhluk hidup lainnya. Persentase luasan ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta sebesar 23,34 persen dari total luas wilayah, hal tersebut masih kurang dari ketentuan ideal luasan ruang terbuka hijau berdasarkan peraturan yang berlaku yaitu 30 persen. Pemerintah Kota Yogyakarta harus membuat suatu perencanaan mengenai ruang terbuka hijau untuk memenuhi kekurangan tersebut. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan ruang terbuka hijau Kota Yogyakarta melalui perspektif Good Environmental Governance dengan menggunakan prinsip dari Indonesian Center for Environment Law (ICEL). Selain itu penelitian ini juga mencoba menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam perencanaan ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yakni Ketua Tim Kerja Pengelolaan RTH Publik Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta, serta Kepala Seksi Pemanfaatan Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Good Environmental Governance dalam perencanaan ruang terbuka hijau di Kota Yogyakarta secara keseluruhan sudah tercermin pada prinsip-prinsip Good Environmental Governance. Namun, terdapat prinsip yang belum maksimal yakni prinsip daya penegak. Sehingga perlu dibentuknya sanksi berupa sanksi administrasi agar keberadaan ruang terbuka hijau tetap terjaga. Adapun faktor pendukungnya dari program pemerintah, peraturan pemerintah, minat masyarakat, dan kerjasama. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu benturan keinginan, anggaran, alih fungsi lahan, keterbatasan lahan, kesadaran masyarakat, dan pemangkasan jalur hijau
PREDIKSI HARGA SAHAM PADA SEKTOR PERBANKAN MENGGUNAKAN ALGORITMA LONG SHORT-TERM MEMORY
Saham pada sektor perbankan merupakan salah satu pilihan yang banyak diminati oleh para investor. Pergerakan harga saham cepat berubah, sehingga untuk meminimalisir risiko kerugian perlu dilakukan prediksi harga saham. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui model Long Short-Term Memory (LSTM) dalam memprediksi harga saham pada sektor perbankan dan (2) mengetahui kinerja atau performa dari model Long Short-Term Memory (LSTM) dalam melakukan prediksi harga saham pada sektor perbankan. Data yang digunakan merupakan data hafrian harga penutupan saham pada sektor perbankan dari tanggal 4 Januari 2021 sampai 28 Maret 2023. Tahapan penelitian mencakup (1) input data untuk mengambil data harga penutupan saham; (2) pre-processing data untuk memeriksa nilai data yang hilang; (3) pembagian data untuk membagi data menjadi data training dan data testing dengan rasio 80:20; (4) normalisasi data untuk mengubah data menjadi skala yang sama; (5) rekonstruksi data untuk mengubah data menjadi bentuk sequence; (6) pelatihan model yang terdiri dari dua layer LSTM dan satu layer Dense menggunakan data training; dan (7) pengujian model pada data testing serta evaluasi hasil prediksi menggunakan MAPE dan RMSE. Hasil penelitian menunjukkan kinerja atau performa model yang sangat baik dalam melakukan prediksi harga saham pada sektor perbankan. Nilai MAPE testing pada BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, dan BMRI masing-masing adalah 1,47%, 1,77%, 1,69%, 3,02%, dan 2,00%
PEMODELAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022 MENGGUNAKAN MODEL REGRESI SPASIAL DENGAN PEMBOBOT QUEEN CONTIGUITY DAN K-NEAREST NEIGHBOR
Salah satu cara untuk mengukur keberhasilan pembangunan adalah melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi di Pulau Jawa dengan IPM terendah nomor dua. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemodelan regresi spasial dengan pembobot spasial terbaik dalam menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan pada IPM di Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 yang terdiri dari 29 kabupaten dan 6 kota. Variabel penelitian ini meliputi IPM, tingkat partisipasi angkatan kerja, upah minimum kabupaten/kota, dan jumlah penduduk miskin. Model regresi spasial dalam penelitian ini menggunakan dua pembobot spasial, yaitu pembobot spasial Queen Contiguity dan K-Nearest Neighbor. Penelitian ini menggunakan pemodelan Spatial Autoregressive (SAR), Spatial Error Model (SEM), dan Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi spasial terbaik pada penelitian ini adalah pemodelan SARMA dengan pembobot spasial K-Nearest Neighbor dengan nilai AIC sebesar 168,73. Variabel tingkat partisipasi angkatan kerja, upah minimum kabupaten/kota, dan jumlah penduduk miskin memiliki pengaruh terhadap IPM di Provinsi Jawa Tengah
IMPLEMENTASI ASSOCIATION RULE UNTUK REKOMENDASI PAKET PROMOSI PENJUALAN BERDASARKAN DATA TRANSAKSI (Studi kasus: CV Agro Sukses Abadi Yogyakarta)
The development of the retail business in Indonesia is currently so rapid accompanied by competition in the sale of various types of products. The number of products sold in a certain period of time is one measure of the company's success. These conditions encourage business actors to maintain their business. One effort that can be done is to carry out promotions. Sellers often experience difficulties about what promotional packages should be sold in order to increase profits. This can be done by processing sales transaction data, so that a conclusion is obtained that the product that is most in demand by customers is known as an association pattern. One of the algorithms that can be used to form association rules is the a priori algorithm. The data used is sales transaction history data for CV Agro Sukses Abadi for one year, from July 2021 to June 2022, totaling 2,523 transactions. The results of forming association rules using the a priori algorithm show that 801 rules are obtained with a minimum support of 0.001 and a minimum confidence of 0.5. The most sold product was Organic Diabetic Rice and the least sold was Sukkari dates Based on these rules, 4 product sales package recommendations were obtained that could increase profits, one of which was Blackfit and Organic Black Rice