Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Analisis Semiotika dalam Iklan Gojek “Ungkapkan yang dihati, Kirimkan yang Berarti”
Komunikasi dalam keluarga sangat penting untuk menunjang keharmonisan. Komunikasi memiliki dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Dalam kehidupan secara tidak sengaja komunikasi nonverbal sering digunakan dan memiliki berbagai macam pandangan ketika seseorang menggunakan komunikasi nonverbal sebagai respon atau memberikan pesan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotasi, konotasi serta dikaitkan dengan mitos yang terjadi di masyarakat dalam iklan gojek “Ungkapkan yang dihati, Kirimkan yang berarti” yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal bapak dan anak. Iklan ini mengisahkan sebuah keluarga yang tidak harmonis akibat hambatan dalam berkomunikasi yang menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan semiotika Roland Barthes yang mengkaji dua tiga unsur yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian terdapat 4 scene yang mengandung unsur komunikasi interpersonal yang terjadi antara bapak dan anak yang ditampilkan dari tindakan verbal maupun nonverbal. Dengan penelitian ini dapat dijadikan gambaran mengenai komunikasi interpersonal dalam mewujudkan keharmonisan keluarga.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK LOKALATE PT NUTRIFOOD MELALUI BRAND ACTIVATION DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA MAHASISWA DI YOGYAKARTA
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran melalui brand activation dalam event Ngopi Inspirasi oleh NutriHub Yogyakarta untuk meningkatkan brand awareness Lokalate di kalangan mahasiswa. Fokus penelitian terletak pada lima tahapan brand activation, dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi brand activation Ngopi Inspirasi oleh NutriHub Yogyakarta paling optimal terletak pada aspek strategic developmentdan delivery. Namun, pada aspek creative development dan evaluation masih terdapat keterbatasan dalam perancangan konsep, sementara pada aspek discovery peran NutriHub Yogyakarta terbatasi oleh kebijakan pusat. Selain itu terdapat perubahan perilaku dari audiens dalam mengenali produk yang semula tidak kenal menjadi mengetahui atau mempengaruhi audiens untuk membeli produk. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi brand activation melalui event marketing sesuai untuk digunakan dalam meningkatkan brand awareness Lokalate di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya ruang inovasi bagi tim pelaksana area serta penyusunan evaluasi yang lebih sistematis untuk menjaga keberlanjutan progra
KOMUNIKASI BUDAYA SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN: STUDI NETNOGRAFI PADA AKUN TIKTOK @PESONAINDONESIA
Penelitian ini membahas strategi komunikasi budaya yang digunakan oleh akun TikTok resmi Kementerian Pariwisata Indonesia @pesonaindonesia dalam mempromosikan destinasi wisata dan budaya lokal kepada generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan netnografi, studi ini menganalisis lima konten dengan tingkat interaksi tertinggi yang diposting antara Januari hingga Mei 2025. Model encoding/decoding Stuart Hall digunakan untuk memahami bagaimana audiens menafsirkan konten berdasarkan latar budaya masing-masing. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi budaya melalui format digital yang kreatif dan mengikuti tren viral efektif dalam membangun keterlibatan audiens. Temuan juga menunjukkan bahwa penggunaan gaya komunikasi non-formal serta audio viral dapat memperkuat atau, namun disisi lainnya, dapat mengaburkan pesan utama promosi budaya. Studi ini menegaskan pentingnya penyesuaian strategi komunikasi budaya dalam konteks digital guna mencapai efektivitas pesan dan keterlibatan audiens secara optimal
KARAKTERISTIK PERANGKAT TES PRESTASI DAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI RESPON BUTIR
Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui karakteristik perangkat tes prestasi dan kemampuan siswa sekolah dasar berdasarkan teori respon butir. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui model yang paling cocok dengan perangkat tes dan prestasi siswa sekolah dasar berdasarkan teori respon butir; (2) Mengetahui karakteristik butir-butir soal yang dengan model yang paling cocok berdasarkan teori respon butir. Data penelitian berupa hasil pengerjaan sebanyak 329 siswa terhadap soal penilaian harian mata pelajaran Matematika di sekolah dasar. Peneliti menggunakan data sekunder berupa data dikotomi yang diperoleh dari suatu perguruan tinggi di Yogyakarta. Estimasi parameter butir dilakukan dengan menggunakan model paling cocok dengan data berdasarkan teori respon butir. Model yang digunakan adalah model Rasch, 1PL, 2PL, 3PL dan 4PL. Penelitian ini harus memenuhi beberapa asumsi yakni asumsi unidimensi, invariansi parameter, dan independensi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling cocok dalam penelitian ini adalah model 2PL. Model tersebut merupakan model yang terbaik diantara model Rasch, 1PL, 3PL, dan 4PL untuk mengestimasi data perangkat tes prestasi dan kemampuan siswa sekolah dasar berdasarkan teori respon butir. Berdasarkan nilai daya beda (a) dan tingkat kesulitan (b) didapatkan 12 butir soal dengan kualitas baik dan 8 butir soal dengan kualitas kurang baik
GANGGUAN KEPRIBADIAN PARANOID TOKOH UTAMA NOVEL RENCANA BESAR UNTUK MATI DENGAN TENANG KARYA WISNU SURYANING ADJI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud gangguan kepribadian paranoid, penyebab gangguan kepribadian paranoid, dan mekanisme pertahanan diri dari gangguan kepribadian paranoid tokoh utama novel Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang karya Wisnu Suryaning Adji. Novel tersebut mengisahkan kondisi gangguan kepribadian paranoid yang dialami oleh seorang lansia korban kekerasan dan diskriminasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada gangguan kepribadian paranoid yang dialami tokoh utama dan dikaji menggunakan teori psikoanalisis milik Sigmund Freud. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantis, reliabilitas intrarater, dan reliabilitas interrater. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, wujud gangguan kepribadian paranoid tokoh utama terbagi dua yaitu gangguan fisik berupa (a) hipertensi dan (b) gangguan tidur dan gangguan psikis berupa (a) curiga berlebihan, (b) sensitif terhadap kritikan, (c) halusinasi, (d) tertutup, (e) selalu merasa benar, (f) rasa ingin mati, dan (g) kecemasan. Kedua, penyebab gangguan kepribadian tokoh utama berupa (a) peristiwa traumatik, (b) kesepian, (c) kekerasan, (d) diskriminasi, (e) pola asuh, dan (f) ditinggal orang tersayang. Ketiga, mekanisme pertahanan diri dari gangguan kepribadian paranoid yang dialami tokoh berupa (a) pengalihan, (b) proyeksi (c) penyangkalan, (d) pembentukan reaksi, dan (e) sublimasi. Kata kunci: gangguan kepribadian paranoid, psikoanalisis, psikologi sastr
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK DI SMP MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan implementasi program sekolah penggerak di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta serta kendala dan dampaknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, wakil kesiswaan, guru, siswa SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program sekolah penggerak di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta telah diimplementasikan berdasarkan aspek komunikasi, sumber daya, disposisi birokrasi, disposisi, standar dan tujuan program dan faktor lingkungan ekonomi dan politik. Sekolah juga telah melaksanakan ruang lingkup sekolah penggerak dan pembiasaan yang teritegrasi nilai-nilai profil pelajar pancasila diantaranya eriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, kreatif, kritis, gotong royong. Adapun implementasi program sekolah penggerak memiliki kendala, dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh guru dan siswa
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS KOMPUTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengembangan sumber belajar yang berbentuk e-modul berbasis komputer dengan materi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial (2) Kelayakan sumber belajar berupa elektronik modul (e-modul) berbasis komputer sebagai sumber belajar IPS. Pengembangan dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang sudah pesat namun pemanfaatannya kurang optimal dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik. Metode penelitian ini penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah 55 peserta didik kelas VIII dan guru IPS SMP N 1 Karangmojo, Gunungkidul. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yaitu statistik deskriptif. Hasil penelitian dengan model pegembangan ADDIE menunjukkan tahapan pengembangan yaitu analisis permasalahan variasi sumber belajar di sekolah (analysis), melakukan perancangan produk sumber belajar (design), pengembangan e-modul sumber belajar (development), penerapan produk sumber belajar (implementation), dan evaluasi produk sumber belajar (evaluation). E-modul sumber belajar berbasis komputer dinyatakan layak ditunjukkan oleh hasil validasi ahli materi Sangat Baik (4,3), validasi ahli media Sangat Baik (4,83), uji keterbacaan guru Sangat Baik (4,57) dan respon peserta didik Sangat Baik (4,68). Dari hasil validasi tersebut, e-modul dapat digunakan oleh guru dan peserta didik
PEMBELAJARAN AKTIF MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN SRANDAKAN BANTUL
Penelitian bertujuan mengetahui keadaan tingkat pembelajaran aktif mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP se-Kecamatan Srandakan, Bantul. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian survei. Penelitian survei bertujuan memperoleh gambaran umum tentang karakteristik populasi yang digambarkan sampel. Tempat penelitian di SMPN 1 Srandakan, SMPN 2 Srandakan, SMP Muhammadiyah Srandakan. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VII, VIII, IX dengan anggota representatif 296 dari 1132 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pembelajaran aktif peserta didik SMP mata pelajaran IPS Kecamatan Srandakan termasuk kategori tinggi. Secara lebih rinci, ada 61,8% atau 183 peserta didik telah merasakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran aktif mata pelajaran IPS termasuk kategori tinggi (≥ 150). Sedangkan sejumlah 113 peserta didik atau 38,2% dalam kategori sedang interval 100 ≤ x 150. Penelitian diharapkan dapat menjadi referensi pembelajaran di sekolah bagi beberapa pihak. Kata Kunci: Metode Belajar, Pembelajaran Aktif, Pembelajaran IP
PEMANFAATAN MUSEUM MONUMEN YOGYA KEMBALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan potensi dan pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali sebagai sumber belajar IPS SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu 3 pengelola museum dan 3 guru IPS SMP. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan Museum Monumen Yogya Kembali memiliki potensi relevan dengan materi IPS SMP yaitu 1) Letak Museum Monjali relevan dengan materi pemahaman letak dan lokasi. 2) Kegiatan interaksi sosial di Museum Monjali relevan dengan materi kegiatan interaksi sosial. 3) Toko souvenir, penjual makanan minuman di Museum Monjali relevan dengan materi kegiatan ekonomi. 4) Budaya di Museum Monjali relevan dengan materi keberagaman sosial dan budaya di Masyarakat. 5) Koleksi di Museum Monjali relevan dengan materi pergerakan kebangsaan menuju kemerdekaan. Sehingga Museum Monumen Yogya Kembali berpotensi dapat digunakan sebagai sumber belajar IPS SMP. Pemanfaatan Museum Monumen Yogya Kembali sebagai sumber belajar dapat dilakukan dengan kegiatan pembelajaran kontekstual mempelajari potensi Museum Monumen Yogya Kembali melalui kunjungan langsung, menonton film dokumenter mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan kegiatan upacara memperingati hari nasional.Kata kunci : Pemanfaatan, Museum Monumen Yogya Kembali, Sumber Belajar IPSABSTRACTThis study aims to determine and describe the potential and utilization of Yogya Kembali Monument Museum as a social studies learning resource for junior high school. This research used qualitative descriptive method. The research subjects were 3 museum managers and 3 junior high school social studies teachers. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. Data validity used triangulation of sources and techniques. Data analysis using Miles and Huberman. The results showed that the Yogya Kembali Monument Museum has the potential to be relevant to junior high school social studies material, namely 1) The location of Monjali Museum is relevant to the material of understanding the location and location. 2) Social interaction activities in Monjali Museum is relevant to the material of social interaction activities. 3) Souvenir shops, food and beverage sellers at Monjali Museum are relevant to the material on economic activities. 4) Culture at Monjali Museum is relevant to the material on social and cultural diversity in society. 5) Collections at Monjali Museum are relevant to the material on the national movement towards independence. So that the Yogya Kembali Monument Museum has the potential to be used as a social studies learning resource for junior high school. The utilization of Yogya Kembali Monument Museum as a learning resource can be done with contextual learning activities studying the potential of Monjali Museum through direct visits, watching documentaries about the history of the struggle of the Indonesian people and ceremonial activities commemorating national days.Keywords : Utilization, Yogya Kembali Monument Museum, Social studies learning resourc
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MEDIA TIKTOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VIII DI SMP N 19 PURWOREJO
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPS menggunakan media TikTok untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII di SMP N 19 Purworejo. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Desain. Rancangan penelitian ini menggunakan menggunakan dua kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat efektivitas pembelajaran IPS menggunakan TikTok untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII di SMP Negeri 19 Purworejo. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan pretest dan posttest siswa pada kelas eksperimen. Rata-rata skor pretest siswa sebesar 65,77 mengalami peningkatan pada skor posttest menjadi 89,45. Sedangkan untuk kelas kontrol, rata-rata skor pretets siswa sebesar 66,9 mengalami peningkatan pada skor posttest sebesar 81,56. Berdasarkan hasil tersebut, kedua kelas ini sama-sama mengalami peningkatan, namun kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih pesat sebesar 36% dibanding dengan kelas kontrol yaitu 22,48%. Berdasarkan hasil uji hipotesis, menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig 2 Tailed sebesar 0,017 0,05. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak