Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Analisis pengaruh perkembangan teknologi komunikasi pada fenomena “cukurukuk calling” oleh anak-anak RW 22 Padukuhan Nogosaren
AbstrakThe "Medium is The Massage" teori oleh Marshall Mc. Luhan menjelaskan bagaimana media sosial bertindak sebagai katalis bagi perilaku anak-anak, sebagaimana dibuktikan dengan "Panggilan Cukurukuk" fenomena. Dampak dari perilaku ini tidak hanya terbatas pada interaksi antara pelaku dan korban, namun juga berdampak pada respon sosial secara luas. Untuk mengatasi tantangan ini memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan orang tua, pendidik, pengelola media sosial, dan komunitas untuk mendidik anak-anak tentang penggunaan media sosial yang etis dan menciptakan lingkungan digital yang positif. Hasil dan Implikasi: Pendekatan kualitatif digunakan untuk mempelajari anak usia 6-12 tahun di RW 22 Padukuhan Nogosaren. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, tinjauan literatur dilakukan untuk memperdalam kerangka teoritis dan memberikan wawasan mengenai masalah penelitian. Metodologi: Masalah penelitian berpusat pada pemahaman mengapa anak-anak terlibat dalam "Panggilan Cukurukuk" dan pengaruh media sosial terhadap perilaku ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alasan di balik partisipasi anak-anak dalam kegiatan "Cukurukuk Memanggil" dan mengkaji peran media sosial dalam mendorong fenomena ini. Masalah dan Tujuan Penelitian: Seiring dengan terus berkembangnya teknologi komunikasi dengan pesat, penggunaan teknologi komunikasi semakin meluas. Penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari, khususnya media sosial, telah menjadi fenomena yang lazim terjadi di semua kelompok umur. Namun kemudahan akses dan kenyamanan yang diberikan oleh media sosial telah menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan dan perilaku tidak pantas, seperti yang dicontohkan oleh “Panggilan Cukurukuk” belakangan ini. Tren di kalangan anak-anak di RW 22 Padukuhan Nogosaren. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan di balik fenomena ini dan peran media sosial dalam mempengaruhinya.Kata kunci: teknologi komunikasi, media sosial, cukurukuk calling, anak-anak, Marshall Mc. Luhan, penelitian kualitatif, etika digital, literasi media Abstract The "Medium is The Massage" theory by Marshall Mc. Luhan explains how social media acts as a catalyst for children's behavior, as evidenced by the "Cukurukuk Call" phenomenon. The impact of this behavior is not only limited to the interaction between the perpetrator and the victim, but also has an impact on the broader social response. Addressing these challenges requires a holistic approach that engages parents, educators, social media managers, and communities to educate children about ethical social media use and create a positive digital environment. Results and Implications: A qualitative approach was used to study children aged 6-12 years in RW 22 Padukuhan Nogosaren. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion drawn. In addition, literature reviews are conducted to deepen the theoretical framework and provide insights into research problems. Methodology: The research problem centers on understanding why children engage in "Cukurukuk Calling" and the influence of social media on this behavior. The purpose of this study is to identify the reasons behind children's participation in the activity of "Cukurukuk Calling" and to examine the role of social media in driving this phenomenon. Research Problems and Objectives: As communication technology continues to develop rapidly, the use of communication technology is becoming more widespread. The use of gadgets in daily life, especially social media, has become a prevalent phenomenon in all age groups. However, the ease of access and comfort provided by social media has caused negative impacts such as addiction and inappropriate behavior, as exemplified by the recent "Call of Cukurukuk". Trends among children in RW 22 Padukuhan Nogosaren. This study aims to explore the reasons behind this phenomenon and the role of social media in influencing it. Keywords: communication technology, social media, cukurukuk calling, children, Marshall Mc. Luhan, qualitative research, digital ethics, media literac
PEMANFAATAN KOMPUTER DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KULON PROGO
Penelitian bertujuan mendeskripsikan: 1) Ketersediaan komputer, 2) Pemanfaatan komputer, (3) Hambatan pemanfaatan komputer, 3) Upaya mengatasi hambatan. Penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: 1) Pemanfaatan komputer: a) Bidang ketatalaksanaan: sistem yang digunakan yaitu e-purchasing dan SIMA. Pemanfaatan secara manual yaitu administrasi persuratan, administrasi pengolahan data, dan penyimpanan arsip yang disajikakan untuk pengambilan keputusan. b) Bidang Humas: Menggunakan sistem informasi berbasis website. Pemanfaatan lainya secara manual yaitu software untuk pembuatan surat undangan dan pemberitahuan, dilakukan secara offline dan online dengan hardware unit tambahan berupa modem supaya terhubung dengan internet. 2) Hambatan: a) Bidang ketatalaksanaan: hanya terdapat beberapa pegawai yang mampu mengoperasikan sistem terkait ketatalaksanaan lembaga dan masalah teknis pada komputer. (b) Bidang Humas: kualitas perangkat dan software yang terkena virus. 3) Upaya mengatasi hambatan: a) Bidang ketatalaksanaan: mengadakan Diklat untuk pegawai, perbaikan komputer, dan pengadaan komputer baru. b) Bidang Humas: mengusulkan pengadaan barang yang kualitasnya lebih baik dan memasang anti virus dan meng-update anti virus
ANALISIS PENGUASAAN APLIKASI CANVA PESERTA PELATIHAN DITINJAU DARI KARAKTERSITIK USIA DALAM PROGRAM MLS YANG DIADAKAN OLEH BALAI TEKKOMDIK DIY
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguasaan aplikasi Canva peserta pelatihan program MLS (Mobile Learning Service) yang diadakan oleh Balai Tekkomdik DIY berdasarkan karakteristik usia, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung keberhasilan pelatihan dengan metode yang sesuai untuk mencapai target kompetensi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus, dilakukan pada 19 September–20 Oktober 2024, dengan subjek 30 peserta pelatihan dan objek penguasaan aplikasi Canva berdasarkan usia. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan penguasaan aplikasi Canva berdasarkan usia, di mana peserta berusia 25–45 tahun lebih menguasai dibandingkan usia 46–60 tahun. Faktor penghambat adalah pendekatan metode pelatihan yang sama untuk semua rentang usia, sedangkan faktor pendukung mencakup analisis kebutuhan pelatihan, penerapan metode microlearning, dan fasilitasi sesi tanya jawab antara pelatih dan peserta
EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA FASE A
Penelitian ini adalah penelitian evaluatif yang mengimplementasikan model evaluasi CIPP dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang ditujukan untuk mengetahui penyelenggaraan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri Pelandakan 2 pada Fase A dalam segi context, input, process, dan product. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Pelandakan 2 dengan pembelajaran PAI Budi Pekerti pada fase A sebagai objek, yang diperoleh melalui data dari kepala sekolah, guru pengampu mata pelajaran, guru kelas, PJ KOSP, guru senior, dan wali peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian memanfaatkan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan mengacu pada metode yang dikembangkan oleh Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa context dan product sudah sangat baik, process sudah cukup baik, sedangkan input masih belum baik sehingga penyelenggaraan program dapat dikatakan program PAI Budi Pekerti pada fase A di SD Negeri Pelandakan 2 dapat dilanjutkan dengan perbaikan karena realisasi program belum sepenuhnya sesuai dengan perencanaan
Resiliensi Perempuan Sawit: Analisis Komunikasi Dukungan Sosial di Kabupaten Kampar
Hidup perempuan pekerja sawit di Kabupaten Kampar menyimpan kisah yang kerap luput dari perhatian. Beban ganda, keterbatasan akses informasi, dan kondisi kerja yang penuh ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk dukungan sosial yang dialami perempuan sawit, mengidentifikasi jaringan komunikasi yang menopang resiliensi mereka, serta memahami makna komunikasi dukungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sembilan perempuan sawit serta observasi non-partisipatif pada aktivitas komunitas. Analisis tematik menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak sekadar hadir dalam bentuk material, tenaga, atau emosional, tetapi juga mengandung dimensi makna yang lebih dalam. Dukungan material dipahami sebagai tanda kepercayaan, gotong royong di kebun menjadi sarana komunikasi yang memperkuat ikatan sosial, sementara doa dan semangat berfungsi sebagai komunikasi simbolik yang menumbuhkan harapan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jaringan komunikasi perempuan sawit sebagian besar berpusat pada keluarga inti dan kelompok sosial seperti arisan dan pengajian, dengan pemanfaatan media digital yang masih terbatas. Pola komunikasi ini menegaskan bahwa resiliensi perempuan sawit bukan semata persoalan ekonomi, melainkan hasil dari solidaritas yang dipelihara lewat percakapan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi menjadi fondasi utama resiliensi berbasis gender di sektor perkebunan
Podcast As An Affective Democratic Space: Political Framing and Youth Engagement in Mojok.Co's Putcast
The rise of digital media has profoundly reshaped how Indonesian citizens engage in political discourse. This study explores how Mojok.co's Putcast functions as an affective democratic space and a medium of political education for young audiences. Employing a qualitative approach that combines content analysis, grounded theory, and in-depth interviews with the editorial team, this research analyzes two podcast episodes: "Inaya Wahid: Lengsernya Gus Dur Bikin Trauma Politik Sampai Sekarang" and "Dimas Oky Nugroho: Mereka Menghancurkan Mimpi Anak Muda Indonesia!" Findings reveal that Mojok.co strategically employs humor, satire, and reflective narratives to frame political issues surrounding Indonesia's Constitutional Court decision No. 90/PUU-XXI/2023 and the role of youth in democratic participation. The podcast's framing encourages audiences to negotiate political meanings emotionally and deliberatively. Analysis of YouTube comment sections demonstrates active audience participation in three forms: reflective (developing personal political opinions), affective-educative (expressing empathy and learning), and critical-negotiative (reinterpreting the podcast's frames). This study affirms theories of digital democracy and mediatization, suggesting that podcasts function not merely as information channels but as participatory arenas of political discourse. Mojok.co's Putcast exemplifies how local alternative media can democratize political conversations through affective engagement, egalitarian language, and technological accessibility. Hence, this study contributes to contemporary scholarship on digital political communication and proposes podcasting as a strategic medium for youth political literacy and affective democracy in Indonesia. Keywords: podcast Mojok.co, affective democracy, political framing, digital participation, political communicatio
Pengaruh Manajemen Operasional dan Keuangan Terhadap Kinerja dan Pengembangan UMKM: Studi Kasus DH Tenda
Penelitian ini mengkaji pengaruh manajemen operasional dan keuangan serta dampaknya terhadap kinerja dan pengembangan UMKM DH Tenda di Kabupaten Purworejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mengenai praktik manajerial yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan operasional dan keuangan yang masih dilakukan secara manual menimbulkan risiko inefisiensi, keterbatasan pengendalian inventaris, serta kesulitan dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Meskipun pengalaman dan fleksibilitas tim mendukung kelancaran operasional harian, ketiadaan pencatatan yang terstruktur membatasi kemampuan usaha dalam melakukan ekspansi dan pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, penerapan sistem pencatatan digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan UMKM
Nilai Pendidikan Multikultural dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 15 Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai pendidikan multikultural dalam P5 serta analisis penerapannya di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru koordinator umum P5, guru koordinator tema P5 Suara Demokrasi, dan guru koordinator P5 Kearifan Lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tahap perencanaan, nilai pendidikan multikultural yang menonjol adalah nilai demokrasi, hal ini tercermin dari pelibatan seluruh pihak secara setara dalam merancang kegiatan dan menentukan tema projek; (2) Pada tahap pelaksanaan, nilai pendidikan multikultural yang dominan adalah nilai humanisme, hal ini terlihat dari adanya kerja sama, kepedulian, sikap tolong-menolong, serta penerimaan terhadap peserta didik dengan berbagai latar belakang termasuk yang berkebutuhan khusus; (3) Pada tahap evaluasi, nilai pendidikan multikultural yang menonjol adalah nilai pluralisme, ditunjukkan melalui sikap saling menghargai perbedaan cara pandang, latar budaya, dan hasil karya peserta didik. Secara keseluruhan, P5 di SMP Negeri 15 Yogyakarta tidak hanya menjadi sarana pembelajaran berbasis projek, tetapi juga berperan penting sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan multikultural yang mendukung pembentukan karakter peserta didik di tengah keberagaman
PENGARUH KOMPLEKSITAS OPERASI PERUSAHAAN, SOLVABILITAS, KOMITE AUDIT, DAN REPUTASI KAP TERHADAP AUDIT DELAY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit delay pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2021-2023. (2) Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit delay pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2021-2023. (3) Pengaruh Komite Audit terhadap Audit delay pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2021-2023. (4) Pengaruh Reputasi KAP terhadap Audit delay pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2021-2023. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023. Dalam menganalisis data, metode pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling dengan jumlah data sebanyak 129 sampel. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deksriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompleksitas Operasi Perusahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Audit delay. (2) Solvabilitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Audit delay. (3) Komite Audit berpengaruh positif terhadap Audit delay. (4) Reputasi KAP berpengaruh positif signifikan terhadap Audit delay
ANALISIS STRATEGI DAN EFEKTIVITAS PENGGALANGAN DANA ORGANISASI NIRLABA (STUDI KASUS SD KANISIUS KENALAN)
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penggalangan dana yang sesuai bagi SD Kanisius Kenalan, mengetahui tingkat efektivitas penggalangan dana, serta menemukan cara untuk meningkatkannya. Metode yang digunakan adalah sequential explanatory design dengan pendekatan kuantitatif melalui regresi linear sederhana dan dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif menggunakan model analisis Miles dan Huberman (1992). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi sumber, yakni observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang tepat meliputi pelestarian ciri khas sekolah, inovasi metode penggalangan dana, pemanfaatan media sosial, pemberdayaan alumni, serta evaluasi rutin. Efektivitas penggalangan dana pada Tahun Ajaran 2022/2023 dan 2023/2024 belum mencapai kategori efektif. Untuk peningkatan efektivitas, sekolah perlu menyusun rencana strategis yang komprehensif, diversifikasi sumber dana, menginovasikan apresiasi kepada donatur, mempermudah sistem donasi digital, dan meningkatkan efisiensi anggaran