Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    PENINGKATAN PERFORMA AUDIO BIO HARMONIK SISTEM (ABHS) BERTENAGA SEL SURYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan performa Audio Bio Harmonic system (ABHS) bertenaga sel surya, dengan fokus pada waktu penggunaan baterai untuk pemaparan bunyi, waktu pengisian daya baterai, dan jangkauan jarak taraf intensitas bunyi. Penelitian dibagi dalam empat tahap. Pertama, melakukan kajian literatur mengenai ABHS dan persiapan alat serta komponen yang diperlukan. Kedua, menguji ABHS versi sebelumnya untuk menilai daya tahan baterai dan waktu pengisian daya baterai. Ketiga, mengembangkan ABHS dengan melakukan perbaikan rangkaian dan penggantian komponen yang lebih sesuai. Terakhir, menguji ABHS yang telah dikembangkan, meliputi pengujian waktu penggunaan baterai untuk pemaparan bunyi, waktu pengisian daya baterai, dan jangkauan jarak taraf intensitas bunyi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan performa ABHS baru dari versi sebelumnya. Waktu penggunaan baterai untuk pemaparan bunyi meningkat dari 4 jam 20 menit menjadi 5 jam 40 menit dengan intensitas suara maksimum. Waktu pengisian baterai juga meningkat dari 1,5 jam menjadi 5 jam untuk mengisi kapasitas yang lebih besar yaitu 900 mAh menjadi 3313 mAh. Pengujian jarak jangkauan taraf intensitas bunyi menunjukkan peningkatan dari 92,5 dB menjadi 101,7 dB pada jarak 1 meter, dan dari 45,1 dB menjadi 65,75 dB pada jarak 60 meter

    MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM NOVEL ORANG-ORANG OETIMU KARYA FELIX K. NESI (KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) bentuk marginalisasi terhadap perempuan dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi; (2) faktor-faktor penyebab marginalisasi terhadap perempuan dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi; (3) dampak marginalisasi terhadap perempuan dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada tujuh bentuk marginalisasi terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Orang-Orang Oetimu, yakni perempuan dibatasi geraknya, perempuan mengalami kekerasan, perempuan menjadi objek, perempuan mengalami kontrol atas reproduksi, perempuan mengalami kontrol atas seksualitas, perempuan mengalami diskriminasi, dan perempuan menghadapi pengasingan yang berdampak pada tubuh perempuan, baik secara biologis maupun secara sosial; (2) marginalisasi perempuan dalam novel Orang-Orang Oetimu disebabkan oleh budaya patriarki, perang, perbedaan tingkat kecerdasan, dan kehilangan anggota keluarga; (3) dampak marginalisasi perempuan yang ditemukan dalam novel Orang-Orang Oetimu ada empat, yakni luka fisik, trauma psikologis, perempuan tidak punya daya untuk melawan yakni mendapat pembelaan dari laki-laki, pengasingan diri, dan upaya melawan yang berdampak perempuan tidak punya kesempatan untuk mengembangkan diri.  Kata kunci: Marginalisasi, Perempuan, Kritik Sastra Feminis, Patriark

    PENGGUNAAN DEIKSIS PERSONA PADA PERCAKAPAN ANTARTOKOH DALAM FILM GARA GARA WARISAN KARYA MUHADKLY ACHO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk deiksis persona, arah acuan deiksis persona, dan fungsi deiksis persona pada percakapan antartokoh dalam film Gara Gara Warisan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian penggunaan deiksis persona ini adalah human instrument atau peneliti sendiri dengan berbekal pengetahuan mengenai bentuk deiksis persona, arah acuan, dan fungsinya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu teknik simak dan catat. Dalam penelitian ini teknik analisis data menggunakan metode padan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teori. Hasil penelitian terdiri dari tiga hal. Pertama, bentuk deiksis persona pertama, yaitu pronomina persona aku, -ku, ku-, saya, kami, dan kita. Bentuk deiksis persona kedua, yaitu pronomina persona kamu, -mu, kau, dan kalian. Bentuk deiksis persona ketiga, yaitu pronomina persona dia, -nya, dan mereka. Kedua, deiksis eksofora terdiri dari bentuk deiksis persona pertama, kedua, dan ketiga. Deiksis endofora memiliki dua arah acuan, yaitu anafora dan katafora. Pada arah acuan anafora ditemukan dari semua bentuk deiksis persona ketiga, sedangkan arah acuan katafora ditemukan dalam bentuk pronomina persona ketiga –nya. Ketiga, fungsi deiksis persona yang ditemukan terdiri dari tiga hal, yaitu keluarga, pertemanan, dan penghormatan.Kata kunci: deiksis persona, film “Gara Gara Warisan

    MARGINALISASI TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL MAYA KARYA AYU UTAMI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami, penyebab marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami, dan perlawanan terhadap marginalisasi tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan prespektif feminisme eksistensialis sebagai kerangka teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami berupa gerak perempuan yang dibatasi, kontrol atas seksual perempuan, dan membatasi daya produktif atau tenaga kerja perempuan; (2) marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami disebabkan oleh adanya disabilitas, keyakinan tradisi dan kebiasaan atau kultur, pengetahuan atau pendidikan, kemiskinan, serta gender yang bersumber dari keluarga dan masyarakat; (3) marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami mengalami perlawanan yang dilakukan oleh tokoh Maya dan Upi berupa penolakan terhadap marginalisasi yang menimpa diri mereka sendiri, perlawanan tokoh Yasmin, Saman, Istri Suhubudi, dan Suhubudi membantu memberi kesempatan yang layak untuk Maya, dan perlawanan Saman membantu Upi hidup lebih layak pula. Marginalisasi terhadap perempuan tercipta dari hasil budaya patriarki.Kata Kunci: Eksistensial, Feminisme, Marginalisasi, Perempua

    REPRESENTASI KOREAN WAVE PADA IKLAN ULTRA MILK X STRAY KIDS: SHOW YOUR #IAMULTRAORDDINARY MOVES (ANALISIS MULTIMODAL DALAM IKLAN)

    Get PDF
    Penelitian ini mengimplementasikan teori mengenai analisis multimodal tentang representasi Korean Wave pada iklan susu Ultra Milk. Korean Wave merupakan suatu budaya yang terkonstruksi oleh budaya yang berasal dari Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi Korean Wave pada iklan Ultra Milk X Stray Kids: Show Your #IamUltraOrddinary Moves. Penelitian ini menggunakan teori analisis multimodal oleh Kress dan Leeuwen untuk menjelaskan representasi Korean Wave pada iklan ini sebagai bentuk kolaborasi dan strategi branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iklan kolaborasi kali ini Ultra Milk berhasil menampilkan unsur-unsur yang menjadi representasi dari fenomena Korean Wave dengan baik. Secara ideasional, Korean Wave dalam iklan ini terepresentasi dengan hadirnya Stray Kids sebagai represented participants. Secara interpersonal, Korean Wave direpresentasikan dengan jarak sosial yang ada di antara aktor subjek dengan penonton, mimik wajah yang ekspresif serta penggunaan warna-warna cerah dan mencolok yang digunakan pada ornamen dalam iklan. Lalu secara tekstual representasi Korean Wave terwujud dari teks-teks serta visualisasi dalam iklan yang disesuaikan dengan konsep dan branding dari boy grup Stray Kids itu sendiri. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan aktor berupa anggota Stray Kids beserta iringan lagunya merupakan salah satu bentuk dari Korean Wave yang menduni

    Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Mahasiswa Di Abad 21

    Get PDF
    Perkembangan teknologi dan globalisasi telah mengubah lanskap dunia kerja dan kehidupan sosial, menjadikan keterampilan abad 21 sebagai kunci kesuksesan bagi individu di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian keterampilan mahasiswa yang valid dan reliabel sesuai dengan tuntutan zaman di abad 21. Proses pengembangan instrumen menggunakan metode Research and Development (RD). Data diperoleh melalui uji coba pada sampel 51 mahasiswa dengan purposive random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan terbentuk tujuh faktor yang dinyatakan valid secara isi berdasarkan hasil expert judegement 3 ahli dengan rentang nilai Aiken V 0.75-0.92. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan alat ukur yang dapat membantu pendidik mengevaluasi dan mengembangkan keterampilan abad 21 pada mahasiswa secara efektif

    KONSTRUKSI FEMININITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Karakter tokoh utama novel (2) Wujud konstruksi femininitas tokoh utama (3) faktor yang memengaruhi konstruksi femininitas yang dialami tokoh utama dalam novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu novel karya Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam PMKBH karya Dian Purnomo dan sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan konstruksi femininitas dan kritik sastra feminis. Data diperoleh dengan cara membaca dan mencatat informasi dengan fokus pada kata, frasa, dan kalimat dalam novel PMKBH karya Dian Purnomo. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif melalui kegiatan kategorisasi, tabulasi, dan Interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Karakter tokoh utama dalam novel PMKBH karya Dian Purnomo dilihat melalui dimensi fisiologis, psikologis, dan sosiologis. (2) Wujud konstruksi femininitas tokoh utama dalam novel PMKBH karya Dian Purnomo terbagi menjadi tiga dimensi yaitu fisiologis berupa identitas fisik yang meliputi tubuh mungil, kulit yang gelap, dan tidak perawan. Psikologis berupa Inferior yang meliputi lemah secara emosional dan penurut. Sosiologis berupa peran domestik dan peran publik yaitu melakukan pekerjaan rumah dan aktivis pertanian. Dimensi psikologis merupakan aspek yang paling dominan. (3) Faktor-faktor yang memengaruhi konstruksi femininitas terdiri dari seks, kelas sosial, sosial budaya, aliran kepercayaan, dan politik, di mana faktor sosial budaya, khususnya tradisi yappa mawine, menjadi yang paling dominan.Kata Kunci: karakter tokoh, konstruksi femininitas, kritik sastra femini

    Persepsi minat belajar mata pelajaran PPKn berpengaruh dalam pembelajaran daring

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pembelajaran dalam jaringan (daring) terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Desain penelitian ini adalah penelitian asosiatif akusal dengan pendekatan kauntitatif. Penelitian ini dilakukan di sekolah menengah pertama Negeri 3 Pakem (SMPN 3 Pakem). Waktu penelitian ini akan dilaksanakan mulai bulan April 2021 sampai selesai. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Pakem sebanyak 124 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas yaitu siswa pada kelas VII A dan kelas VII D.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik sampling pada penelitian ini umumnya dilakukan secara random. Analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik meliputi uji normalitas dan uji homogenitas kemudian uji analisisnya meliputi analisi regresi sederhana dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Implementasi pembelajaran daring yang baik dan terstruktur dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan, sehingga meningkatkan minat belajar siswa di SMP Negeri 3 Pakem

    Inklusi digital : persepsi masyarakat terhadap penyandang disabilitas sebagai model iklan pada brand fashion layak official

    Get PDF
    AbstrakInklusi digital bagi penyandang disabilitas bukan hanya menjadi suatu tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi dasar yang kuat untuk membentuk model fashion yang diakui sebagai "Layak Official". Makalah ini menjelaskan bagaimana integrasi inklusi digital dalam industri fashion dapat menciptakan model Layak Official yang menghargai keberagaman dan mempromosikan kesetaraan aksesibilitas. Model ini mewakili sebuah merek fashion yang tidak hanya memprioritaskan gaya, tetapi juga memperkuat identitasnya melalui komitmen terhadap inklusi dan responsivitas terhadap kebutuhan konsumen dengan disabilitas. Model fashion "Layak Official" ini mencakup desain pakaian yang mempertimbangkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Hal ini termasuk perancangan yang mempertimbangkan keterbatasan fisik, seperti penempatan resleting yang mudah dijangkau atau desain yang memudahkan pemakaian bagi mereka dengan keterbatasan motorik. Selain itu, platform digital untuk model fashion ini harus dirancang dengan fokus pada aksesibilitas. Antarmuka yang ramah disabilitas, opsi navigasi yang intuitif, dan deskripsi produk yang menyeluruh akan memastikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi semua konsumen. Model ini juga menekankan pentingnya representasi yang inklusif dalam kampanye iklan dan promosi. Merek fashion "Layak Official" akan memilih model dari berbagai latar belakang dan kemampuan, menciptakan citra yang merefleksikan keberagaman masyarakat. Kampanye ini dapat memberikan dampak positif, membangun kesadaran masyarakat, dan merangsang konversasi tentang kebutuhan penyandang disabilitas di dunia fashion. Brand fashion ini berkomitmen untuk mendukung keterampilan dan bakat dalam komunitas penyandang disabilitas. Inisiatif seperti pelatihan kerja, kolaborasi dengan desainer disabilitas, atau kampanye amal untuk mendukung organisasi yang berfokus pada kesejahteraan penyandang disabilitas menjadi bagian integral dari model ini. Melalui pendekatan inklusi digital ini, model fashion "Layak Official" bukan hanya tentang menawarkan produk atau gaya, tetapi juga tentang membentuk citra merek yang menghargai dan merangkul keberagaman. Melalui pendekatan ini, sebuah merek fashion dapat membangun identitas yang positif dan membuktikan bahwa gaya dapat diakses dan dinikmati oleh semua orang, tanpa terkecuali.Kata kunci: inklusi digital, media digital, penyandang disabilitas AbstractDigital inclusion for people with disabilities is not only a social responsibility, but also a strong basis for shaping fashion models that are recognized as "Worthy Official". This paper explains how the integration of digital inclusion in the fashion industry can create a Layak Official model that values diversity and promotes accessibility equality. This model represents a fashion brand that not only prioritizes style, but also strengthens its identity through a commitment to inclusion and responsiveness to the needs of consumers with disabilities. This "Worthy Official" fashion model includes clothing designs that consider comfort and accessibility for people with disabilities. This includes designs that take into account physical limitations, such as the placement of zippers that are easy to reach or designs that make it easier to wear for those with motor limitations. In addition, this digital platform for fashion models must be designed with a focus on accessibility. The disability-friendly interface, intuitive navigation options, and thorough product descriptions will ensure a pleasant shopping experience for all consumers. The model also emphasizes the importance of inclusive representation in advertising and promotional campaigns. The fashion brand "Layak Official" will choose models from various backgrounds and abilities, creating an image that reflects the diversity of society. This campaign can have a positive impact, build public awareness, and stimulate conversation about the needs of people with disabilities in the fashion world. This fashion brand is committed to supporting skills and talents in the disability community. Initiatives such as job training, collaborations with disability designers, or charitable campaigns to support organizations focused on the welfare of people with disabilities are integral to this model. Through this digital inclusion approach, the "Worthy Official" fashion model is not only about offering a product or style, but also about shaping a brand image that values and embraces diversity. Through this approach, a fashion brand can build a positive identity and prove that style is accessible and enjoyed by everyone, without exception. Keywords: digital inclusion, digital media, people with disabilitie

    Representasi Korean Wave pada iklan Ultra Milk X Stray Kids: show your #iamultraorddinary moves (analisis multimodal dalam iklan)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini mengimplementasikan teori mengenai analisis multimodal tentang representasi Korean Wave pada iklan susu Ultra Milk. Korean Wave merupakan suatu budaya yang terkonstruksi oleh budaya yang berasal dari Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi Korean Wave pada iklan Ultra Milk X Stray Kids: Show Your #IamUltraOrddinary Moves. Penelitian ini menggunakan teori analisis multimodal oleh Kress dan Leeuwen untuk menjelaskan representasi Korean Wave pada iklan ini sebagai bentuk kolaborasi dan strategi branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iklan kolaborasi kali ini Ultra Milk berhasil menampilkan unsur-unsur yang menjadi representasi dari fenomena Korean Wave dengan baik. Secara ideasional, Korean Wave dalam iklan ini terepresentasi dengan hadirnya Stray Kids sebagai represented participants. Secara interpersonal, Korean Wave direpresentasikan dengan jarak sosial yang ada di antara aktor subjek dengan penonton, mimik wajah yang ekspresif serta penggunaan warna-warna cerah dan mencolok yang digunakan pada ornamen dalam iklan. Lalu secara tekstual representasi Korean Wave terwujud dari teks-teks serta visualisasi dalam iklan yang disesuaikan dengan konsep dan branding dari boy grup Stray Kids itu sendiri. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan aktor berupa anggota Stray Kids beserta iringan lagunya merupakan salah satu bentuk dari Korean Wave yang mendunia.Keywords: Representasi, Korean Wave, Multimodalitas, Ultra Milk, Stray Kids AbstractThis research implements the theory of multimodal analysis on the representation of Korean Wave in Ultra Milk advertisements. Korean Wave is a culture that has been constructed by the culture of origin of South Korea. This research aims to find out the representation of Korean Wave in Ultra Milk X Stray Kids advertisement: Show Your #IamUltraOrddinary Moves. This research uses Kress and Leeuwen's multimodal analysis theory to explain the representation of Korean Wave in this advertisement as a form of collaboration and branding strategy. The results show that Ultra Milk managed to display the elements that represent the Korean Wave phenomenon well in this collaborating advertisement. Ideationally, Korean Wave is represented by having Stray Kids as represented participants. Interpersonally, it is represented by the social distance between the subject actors and the viewers, the expressions on their faces, and the use of bright and bold colors in the ad's decorations. Then, in textual terms, the representation of the Korean Wave is manifested through the texts and visualizations in the advertisements, which are adapted to the concept and the branding of the boy group Stray Kids itself. The conclusion of this research is that the use of actors who are members of Stray Kids, along with the accompaniment of the song, is a form of the worldwide Korean Wave.Kata Kunci: Representation, Korean Wave, Multimodality, Ultra Milk, Stray Kid

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇