Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA MATERI BIOTEKNOLOGI

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan kepraktisan LKPD berbasis project based learning (PjBl) untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada materi bioteknologi siswa. Jenis penelitian ini adalah RD (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), namun penelitian ini hanya sampai pada tahap develop. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 1 guru pengampu biologi, dan 7 orang perwakilan kelompok siswa. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan angket. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitif. Hasil penelitian berupa: 1) dihasilkan LKPD berbasis project based learning materi bioteknologi dengan dilakukan 3 tahapan yaitu Analysis, Design, Development; 2). Penilaian dari ahli materi diperoleh skor 49 kategori “sangat layak”. Penilaian dari ahli media diperoleh skor 59 kategori “layak”. Penilaian dari guru biologi diperoleh skor 64 kategori “praktis”. Penilaian oleh 7 siswa diperoleh skor 65,14 kategori “sangat praktis”. Berdasarkan data yang didapatkan, maka LKPD project based learning pada materi bioteknologi layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada materi bioteknologi kelas X

    Analisis konten tren gelang persahabatan Taylor Swift di “The Eras Tour” melalui perspektif interaksionisme simbolik dalam komunikasi komunitas

    Get PDF
     AbstrakDalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, fenomena budaya populer, seperti tren gelang persahabatan dalam konteks tur konser, memegang peran krusial dalam membentuk dan menghubungkan komunitas. Studi ini menjadikan tur konser Taylor Swift, yang dikenal sebagai "The Eras Tour," sebagai kasus penelitian untuk mengeksplorasi tren gelang persahabatan dan dampaknya terhadap identitas bersama komunitas penggemar. Inspirasi untuk tren ini berasal dari lirik lagu "You're on Your Own, Kid" dalam album "Midnights" milik Taylor Swift, yang menciptakan hubungan yang mendalam antara musik, simbol, dan penggemar. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui analisis konten digunakan untuk memahami signifikansi perspektif interaksionisme simbolik dalam tren gelang persahabatan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gelang persahabatan tidak hanya menjadi aksesori fisik, tetapi juga simbol solidaritas dalam komunitas penggemar Taylor Swift. Gelang persahabatan ini tidak hanya menandai keanggotaan dalam komunitas, tetapi juga menjadi medium berbagi makna dan membangun hubungan antarindividu. Gelang persahabatan memainkan peran sentral dalam membentuk identitas bersama komunitas penggemar. Dengan diadopsinya gelang persahabatan sebagai simbol solidaritas, tercipta rasa persatuan dalam keberagaman. Proses interpretasi gelang persahabatan melibatkan berbagi makna di antara penggemar melalui media sosial dan interaksi tatap muka. Gelang persahabatan menjadi lebih dari sekadar benda fisik, melainkan narasi bersama yang memperkaya pengalaman individu dalam komunitas. Lebih lanjut, gelang persahabatan berfungsi sebagai alat untuk membangun hubungan di antara penggemar yang sebelumnya belum saling mengenal. Dengan adanya tren gelang persahabatan ini, interaksi sosial di dalam komunitas menjadi lebih luas. Gelang persahabatan menjadi perekat komunitas, membantu membentuk narasi identitas kolektif yang menegaskan eksistensi dan keunikan para penggemar Taylor Swift. Identitas ini terus berkembang seiring dengan adopsi dan interpretasi simbol, menciptakan dasar yang kuat untuk solidaritas di dalam komunitas tersebut. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang peran simbol dan komunikasi dalam membentuk identitas komunitas penggemar di era digital.Kata kunci : tren gelang persahabatan, Taylor Swift, The Eras Tour, interaksionisme simbolik, komunikasi komunitasAbstractIn the era of globalization and technological advancement, popular cultural phenomena, such as the trend of friendship bracelets in the context of concert tours, play a crucial role in shaping and connecting communities. The study made Taylor Swift's concert tour, known as "The Eras Tour," a research case to explore the trend of friendship bracelets and their impact on the shared identity of the fan community. The inspiration for this trend comes from the lyrics of the song "You're on Your Own, Kid" from Taylor Swift's album "Midnights", which creates a deep connection between music, symbols, and fans. A qualitative research method with a case study approach through content analysis was used to understand the significance of the symbolic interactionism perspective in the friendship bracelet trend. The results of the study revealed that the friendship bracelet is not only a physical accessory, but also a symbol of solidarity in the Taylor Swift fan community. This friendship bracelet not only marks membership in the community, but also becomes a medium for sharing meaning and building relationships between individuals. Friendship bracelets play a central role in shaping the shared identity of the fan community. With the adoption of friendship bracelets as a symbol of solidarity, a sense of unity in diversity is created. The process of interpreting friendship bracelets involves sharing meaning among fans through social media and face-to-face interactions. Friendship bracelets become more than just physical objects, but rather shared narratives that enrich the experiences of individuals in the community. Furthermore, friendship bracelets serve as a tool to build relationships among fans who have not previously known each other. With this trend of friendship bracelets, social interaction in the community has become wider. The friendship bracelet becomes the glue of the community, helping to form a collective identity narrative that affirms the existence and uniqueness of Taylor Swift fans. This identity continues to evolve along with the adoption and interpretation of the symbol, creating a strong foundation for solidarity within the community. This research provides an in-depth understanding of the role of symbols and communication in shaping the identity of the fan community in the digital era. Keywords: friendship bracelet trend, Taylor Swift, The Eras Tour, symbolic interactionism, community communicatio

    Transformasi standar kecantikan Indonesia melalui pemilihan Korean Brand Ambassador produk kecantikan lokal

    Get PDF
    AbstrakStudi ini bertujuan untuk memaparkan transformasi standar kecantikan di Indonesia dengan adanya penggunaan Korean brand ambassador pada iklan produk lokal. Objek observasi pada studi ini adalah iklan produk kecantikan lokal yaitu Scarlett dan Somethinc sebagai pengguna Korean brand ambassador pada iklan produk yang ditawarkan. Metode penelitian pada studi ini adalah deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam terkait fenomena pengaruh Korean wave terhadap standarisasi kecantikan melalui penggunaan Korean brand ambassador. Studi ini menggunakan pendekatan observasi non pastisipan dimana peneliti tidak terlibat langsung pada subjek penelitian yang diamati. Observasi dilakukan pada X,Youtube, dan Instagram sebagai media yang mewadahi pengamatan terutama. Penelitian juga mengkaji studi literatur sebelumnya sebagai data pendukung. Teori framing digunakan pada studi ini dengan tujuan untuk menganalisis peran media dalam proses pembentukan persepsi terkait standar kecantikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Korean brand ambassador pada iklan Scarlett dan Somethinc secara tidak langsung dapat mengubah persepsi wanita Indonesia terkait standar kecantikan. Melalui framing media pada iklan yang menampilkan kulit putih selebriti Korea pada iklan dapat membuat wanita Indonesia berlomba -lomba memiliki kulit putih untuk menjadi cantik layaknya Korean brand ambassador pada iklan tersebut. Framing pada produk iklan kecantikan menonjolkan kecantikan Korean brand ambassador yang memiliki kulit putih ditambah dengan narasi untuk mewujudkan kulit putih impian secara tidak langsung mendefinisikan bahwa cantik adalah memiliki kulit yang putih. Penggunaan Korean brand ambassador ini juga dapat memicu masyarakat terutama wanita untuk mengubah warna kulit mereka akibat adanya hagemoni budaya terkait standarisasi kecantikan melalui penggunaan Korean brand ambassador tersebut.Kata kunci: Korean brand ambassador, standar kencantikan, framing Abstract This study aims to explain the transformation of beauty standards in Indonesia with the use of Korean brand ambassadors in local product advertisements. The object of observation in this study is the advertisement of local beauty products, namely Scarlett and Somethinc as Korean brand ambassador users in the product advertisement offered. The research method in this study is qualitative descriptive with the aim of gaining an in-depth understanding of the phenomenon of the influence of the Korean wave on beauty standardization through the use of Korean brand ambassadors. This study uses a non-participant observation approach where the researcher is not directly involved in the observed research subject. Observations were made on X, Youtube, and Instagram as media that accommodated observations mainly. The study also examined previous literature studies as supporting data. Framing theory is used in this study with the aim of analyzing the role of media in the process of forming perceptions related to beauty standards. The results of the study show that the use of Korean brand ambassadors in Scarlett and Somethinc advertisements can indirectly change the perception of Indonesian women regarding beauty standards. Through media framing in ads that feature white Korean celebrities in the ads, it can make Indonesian women compete to have white skin to be beautiful like the Korean brand ambassadors in the ads. Framing beauty advertising products highlighting the beauty of Korean brand ambassadors who have white skin coupled with a narrative to realize dream white skin indirectly defines that beautiful is having white skin. The use of Korean brand ambassadors can also trigger people, especially women, to change their skin color due to cultural hagemony related to beauty standardization through the use of Korean brand ambassadors. Keywords: Korean brand ambassador, fastening standards, framin

    Gap The Series: peran media terhadap persepsi hingga solidaritas fandom lesbian di Indonesia

    Get PDF
    AbstrakMedia memiliki peran besar dalam mempengaruhi hadirnya media massa. Berkaitan dengan itu viralnya serial GAP: The Series menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. GAP The Series merupakan serial Girls Lover Thailand pertama yang berhasil menarik perhatian beberapa negara termasuk Indonesia. Dalam kajian ini melihat bagaimana budaya viralitas dan media saling berkaitan yang tentunya  berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Indonesia baik bagi mereka yang awalnya tidak tahu maupun yang sudah berada di komunitas tersebut kemudian menjadi suka dan membentuk fandom. Melalui pendekatan kualitatif, analisis konten media peneliti melihat ada indikator  perubahan dalam persepsi secara umum, keterlibatan kelompok marginal secara khusus, dan solidaritas di antara fandom lesbian pada segmentasi khusus GAP The Series. Temuan menunjukkan bahwa media ini tidak hanya mempengaruhi pandangan masyarakat tetapi juga memainkan peran penting dalam memperkuat identitas dan solidaritas kelompok tersebut.Kata kunci: the series, media, persepsi, solidaritas, fandom lesbian Abstract The media has a big role in influencing the presence of mass media. In this regard, the virality of the GAP: The Series series is an interesting phenomenon to research. GAP The Series is the first Thai Girls Lover series that has managed to attract the attention of several countries including Indonesia. In this study, we look at how virality culture and media are interrelated, which of course affects the perception of Indonesian society, both for those who initially do not know and those who are already in the community, then become likes and form a fandom. Through a qualitative approach, the researcher analyzed media content and saw that there were indicators of changes in perception in general, the involvement of marginalized groups in particular, and solidarity among lesbian fandoms in the special segmentation of GAP The Series. The findings show that this media not only influences people's views but also plays an important role in strengthening the identity and solidarity of the group. Keywords: the series, media, perception, solidarity, lesbian fando

    Hegemoni media televisi dalam membentuk figur capres

    Get PDF
    AbstrakTelevisi merupakan bentuk dari salah satu media massa yang dalam hal ini mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap pembentukan opini publik. Teori ekonomi politik termasuk yang menggunakan pendekatan kritis, terutama berfokus tentang kaitannya antar struktur ekonomi, proses peroduksi media, dan pandangan konten media. Fokus penelitian ini mempunyai implikasi terhadap penelitian berfokus pada kepemilikan media dan struktur kendali serta fungsi kekuatan pasar media. Teori ekonomi politik media McQuail menyatakan bahwa kepemilikan media berdampak negatif pada masyarakat. Dari sudut pandang politik dan ekonomi, media tidak bisa dipisahkan dari kepentingan kapitalis, negara, dan kelompok lainnya. Media berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan masyarakat dan menciptakan dominasi ideologi tertentu. Terdapat kekhawatiran bahwa monopoli atau penguasaan media oleh segelintir pemilik dapat mengancam kebebasan pers dan kebebasan masyarakat umum untuk memilih dan mengakses informasi sesuai kebutuhan mereka. Dari sudut pandang demokrasi, televisi adalah salah satu media pendukung. Televisi dapat menyajikan informasi politik yang dapat digunakan masyarakat dalam mengambil keputusan politik. Ekonomi politik berkembang sebagai tanggapan terhadap akselerasi kapitalisme. Kepuasan audiens dengan Penggunaan media mempengaruhi pada pembentukan modal. Dimmick dan Rothenbuhler (1984) berpendapat bahwa mengenai hal tersebut media mempunyai tiga sumber kehidupan yaitu konten, modal dan khalayak. Jika kontennya menarik, pemirsa akan terus memilih saluran TV tertentu untuk ditonton. TV menunjukkan bahwa kemajuan teknologi media masyarakat tidak mengetahui mengenai batas ruang dan waktu. Dalam arti sempit, Moskow mengatakan bahwa ekonomi politik adalah penelitian tentang hubungan sosial, terutama hubungan kekuatan yang saling menguntungkan antara distribusi, konsumsi, dan sumber produksi. yang berkaitan termasuk dengan sumber komunikasi. Konten atau Media Konten merupakan barang yang dapat dijual di pasar, dan informasi yang disebarkan didasarkan pada apa yang ada di pasar saat ini.Kata kunci: pemilik modal, televisi, ekonomi politik media Abstract Television is a form of mass media which in this case has the greatest influence on the formation of public opinion. Political economy theory includes those that use a critical approach, mainly focusing on the relationship between economic structure, the process of media production, and the view of media content. The focus of this research has implications for research focusing on media ownership and the control structure and function of media market forces. McQuail's media political economy theory states that media ownership has a negative impact on society. From a political and economic point of view, the media cannot be separated from the interests of capitalists, the state, and other groups. The media serves as a tool to control society and create the dominance of certain ideologies. There are concerns that monopoly or control of the media by a few owners could threaten press freedom and the freedom of the general public to choose and access information according to their needs. From the point of view of democracy, television is one of the supporting media. Television can present political information that can be used by the public in making political decisions. Political economy developed in response to the acceleration of capitalism. Audience satisfaction with media use affects capital formation. Dimmick and Rothenbuhler (1984) argue that in this regard, the media has three sources of life, namely content, capital and audience. If the content is interesting, viewers will continue to choose a specific TV channel to watch. TV shows that the advancement of media technology does not know about the limits of space and time. In a narrow sense, Moscow says that political economy is the study of social relations, especially the mutually beneficial power relations between distribution, consumption, and sources of production. related to communication sources. Content or Media Content is an item that can be sold in the market, and the information disseminated is based on what is currently in the market. Keywords: capital owners, television, media political econom

    PENGARUH MODERASI KARAKTER EKSEKUTIF DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP HUBUNGAN ANTARA FINANCIAL DISTRESS DAN TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PADA TAHUN 2018-2021

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh financial distress terhadap praktik tax avoidance, (2) pengaruh financial distress terhadap praktik tax avoidance dengan karakter eksekutif sebagai pemoderasi, dan (3) pengaruh financial distress terhadap praktik tax avoidance dengan kepemilikan institusional sebagai pemoderasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2021. Desain penelitian ini adalah penelitian kausal komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling pada 38 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2021. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) financial distress berpengaruh terhadap praktik tax avoidance, (2) karakter eksekutif mampu memoderasi hubungan antara financial distress dan tax avoidance, dan (3) kepemilikan institusional tidak mampu memoderasi hubungan antara financial distress dan tax avoidance. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa suatu perusahaan dengan kondisi kesulitan keuangan dan memiliki karakter eksekutif yang cenderung berani mengambil risiko dapat memunculkan indikasi praktik penghindaran pajak yang lebih tinggi. Besar atau kecilnya proporsi kepemilikan saham suatu perusahaan tidak dapat mempengaruhi indikasi praktik penghindaran pajak dalam situasi kesulitan keuangan

    PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, SOLVABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM (Pada Perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di BEI 2019 – 2021)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas terhadap return saham perusahaan sektor Energi. Analisis Rasio Keuangan tersebut dilakukan tehadap laporan keuangan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019 – 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data panel. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh saham perusahaan sektor energi yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 sampai 2021. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh 30 perusahaan dari 74 perusahaan sektor energi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Data Panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset secara signifikan berpengaruh positif terhadap Return saham. (2) Likuiditas yang diukur dengan Current Ratio secara signifikan berpengaruh negatif terhadap Return saham. (3) Solvabilitas yang diukur dengan Debt to Equity Ratio tidak signifikan berpengaruh terhadap Return saham

    PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS DAN DEWAN DIREKSI TERHADAP BIODIVERSITY DISCLOSURE (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks SRI-KEHATI Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2021)

    Get PDF
    Kerusakan lingkungan yang terjadi dalam skala besar-besaran berdampak kepada semakin berkurangnya biodiversitas. Biodiversitas memiliki peran penting yang berguna untuk kelangsungan hidup manusia dan memainkan peran sentral dalam pembangunan ekonomi. Kondisi ini membuat berbagai pihak menyadari pentingnya kontribusi mereka untuk mencegah kerusakan yang lebih parah lagi, tak terkecuali perusahaan yang baik secara langsung atau tidak banyak berhutang pada lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) Dewan Komisaris (Ukuran Dewan Komisaris, Dewan Komisaris Independen, Dewan Komisaris Wanita) dan (2) Dewan Direksi terhadap Biodiversity Disclosure pada perusahaan yang terdaftar di Indeks SRI-KEHATI Bursa Efek Indonesia. Periode yang digunakan pada penelitian ini adalah 4 (empat) tahun yakni dari tahun 2018 hingga 2021. Populasi penelitian ini diambil dari perusahaan yang terdaftar di indeks SRI-KEHATI Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 36 data dari 9 (sembilan) perusahaan yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi data sekunder yang bersumber dari website, laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Kemudian, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan Dewan Komisaris (Ukuran Dewan Komisaris, Dewan Komisaris Independen, Dewan Komisaris Wanita) terbukti tidak berpengaruh terhadap biodiversity disclosure, sedangkan Dewan Direksi berpengaruh positif terhadap biodiversity disclosure

    The Effect Of Financial Literacy, Self-Control, and Lifestyle on Consumptive Behavior Through Online Shopping Among Accounting Education Students

    No full text
    Abstract: The Effect of Financial Literacy, Self-Control, and Lifestyle on Consumptive Behavior through Online Shopping among Accounting Education Students. This research aims to investigate: (1) The effect of financial literacy on Consumptive Behavior through Online Shopping among Accounting Education Students of Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University. (2) The Effect of Self-Control on Consumptive Behavior through Online Shopping among Accounting Education Students of Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University (3) The Effect of Lifestyle on Consumptive Behavior through Online Shopping among Accounting Education Students of  Faculty of Economics and Business, Yogyakarta State University. The population in this study were 147 students of the FEB Yogyakarta State University Accounting Education Study Program. Samples were taken using a purposive sampling technique. The sample that can be used in this research is 110 respondents. Data collection techniques used tests and questionnaires. Test the validity of the questionnaire instrument using Product Moment correlation and reliability test using Alpha Cronbach's formula. Test the validity of the test instrument using expert judgment. Classical assumption test included normality test, linearity test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. The data analysis technique in this study used multiple regression tests.The results of this study indicate that: (1) Financial literacy has an effect on consumptive behavior through online shopping (2) Self-control has no effect on consumptive behavior through online shopping, and (3) Lifestyle has effect on consumptive behavior through online shopping (4) Financial Literacy, Self-Control, and Lifestyle have an effect on consumptive behavior through online shopping with a contribution of 56.2%, and the remaining 43.8% is affected by other factors. Efforts to reduce consumptive behavior in student online shopping can be made by increasing understanding of financial literacy and managing a better lifestyle.Keywords: Financial Literacy, Self-Control, Lifestyle, Consumptive Behavior through Online Shoppin

    Pengaruh Mathematics Anxiety dan Literasi Digital Pada Prestasi Belajar Komputer Akuntansi SMK Negeri 1 Ponorogo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mathematics anxiety dan literasi digital terhadap prestasi belajar komputer akuntansi siswa pada mata pelajaran Komputer Akuntansi di SMK Negeri 1 Ponorogo. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, penelitian ini melibatkan 140 siswa kelas XII tahun ajaran 2023/2024. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat mathematics anxiety dan literasi digital, serta dokumentasi nilai untuk prestasi belajar. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik mathematics anxiety maupun literasi digital, secara individual maupun simultan, tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar komputer akuntansi siswa. Temuan ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap faktor-faktor lain seperti motivasi, lingkungan belajar, dan metode pengajaran.Kata kunci: literasi digital, mathematics anxiety, prestasi belajar, komputer akuntansi, SMK

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇