Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    PROSES KREATIF DIAN PURNOMO DALAM MENULIS NOVEL PEREMPUAN YANG MENUNGGU DI LORONG MENUJU LAUT: KAJIAN PSIKOLOGI PENGARANG

    Full text link
    Penelitan ini bertujuan menjelaskan: (1) faktor yang melatarbelakangi proses kreatif; (2) tahapan proses kreatif yang dilalui; (3) simbolisme sebagai wujud proses kreatif Dian Purnomo dalam menulis novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut. Metode penelitian ini deskripstif kualitatif. Data dikumpulkan melalui proses wawancara langsung dengan Dian Purnomo dan pembacaan novel Perempuan yang Menunggu Di Lorong Menuju Laut. Data yang telah diklasifikasikan kemudian dianalisis menggunakan teori psikologi sastra yang menghubungkan proses kreatif pengarang dalam menulis karya sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) faktor yang memengaruhi proses kreatif Dian Purnomo dalam novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut meliputi dorongan dari dalam penulis, yaitu riset tentang perlawanan masyarakat Sangihe terhadap perusahaan tambang emas, pendidikan, ideologi, dan penulis fiksi realisme, sedangkan dorongan dari luar diri penulis meliputi peristiwa perjuangan para perempuan di Sangihe, figur inspiratif, pengalaman kerja, dan lingkungan sosial, (2) tahapan  proses kreatif Dian Purnomo dalam menulis novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut, yakni preparasi, inkubasi, iluminasi, dan  verifikasi, (3) simbolisme karya sastra dari hasil riset ke Sangihe sebagai wujud proses kreatif Dian Purnomo dalam menulis novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut meliputi simbol tentang Sangihe, beban ganda perempuan, songko, TMS (Tambang Mas Sangihe), laut, dan air tercemar.  Kata Kunci: proses kreatif, dian purnomo, psikologi sastra

    Capaian Perkembangan Nilai Agama Dan Moral Anak Usia 5-6 Tahun

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan capaian perkembangan nilai agama dan moral anak usia 5-6 tahun di TK ABA se Kecematan Jetis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Data dikumpulkan dengan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian capaian perkembangan nilai agama anak usia 5-6 tahun di TK ABA se-Kecamatan Jetis berada pada kategori berkembang sangat baik sebesar 59%. Capaian perkembangan nilai moral anak usia berada pada kategori berkembang sangat baik sebesar 70%. Faktor pendukung antara lain, pembiasaan baik yang dilakukan oleh orang tua, diikutsertakannya anak di TPA, kerjasama yang baik antara orangtua dan guru dalam menanamkan nilai agama dan moral kepada anak, pemberian reward. Faktor penghambatnya yaitu, orangtua sibuk dengan pekerjaannya sehingga anak kurang diperhatikan, orangtua yang kurang menyadari pentingnya perkembangan anak serta orangtua tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendampingi anak belajar. Kata kunci: capaian perkembangan, nilai agama, nilai moral, anak usia 5-6 tahu

    PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 5 SDN KAJAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran berbasis canva sebagai upaya menyediakan media pembelajaran bagi siswa kelas 5 SDN Kajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan media pembelajaran pada pembelajaran yang berlangsung di SDN Kajar terutama kelas 5. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (RD) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas 5 SDN Kajar yang berjumlah 21 anak. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah video pembelajaran berbasis canva yang layak dan praktis. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media dimana masing-masing dilakukan dengan 2 tahap. Pada tahap kedua masing-masing mendapat kategori “Sangat Layak”. Kemudian ujicoba dilakukan tiga kali disertai respon guru untuk mendapat hasil produk yang Praktis.

    Analisis hubungan kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap VO₂max mahasiswa

    No full text
    Kebugaran jasmani merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa program studi olahraga guna mendukung aktivitas akademik, praktikum, dan kesiapan fisik dalam mengikuti perkuliahan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani adalah kapasitas aerobik maksimal (VO₂max), yang merefleksikan kemampuan sistem kardiorespirasi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan frekuensi latihan terhadap hasil tes VO₂max pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode total sampling yang melibatkan 31 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan meliputi Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur frekuensi latihan, serta tes Cooper 12 menit untuk memperoleh data VO₂max secara langsung. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi latihan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil VO₂max (p 0,05), sedangkan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p 0,05). Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan frekuensi latihan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa, khususnya dalam aspek kapasitas aerobik. Implikasi dari hasil ini memperkuat pentingnya pelaksanaan program latihan fisik secara rutin dalam lingkungan pendidikan olahraga, serta memberikan rekomendasi agar penelitian lanjutan mengkaji variabel lain seperti intensitas latihan, durasi tidur, atau faktor gizi untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif

    Pengaruh Motivasi Belajar Dan Pengalaman Praktik Kerja Industri Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK

    Full text link
    Abstrak: Pengaruh Motivasi Belajar dan Pengalaman Praktik Kerja Industri Terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh Motivasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja siswa, (2) pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja siswa, dan (3) pengaruh Motivasi Belajar dan Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja siswa kelas XII AKL SMK Negeri 7 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Ex-post facto yang dilaksanakan di SMK Negeri 7 Yogyakarta dengan sampel berjumlah 84 siswa kelas XII AKL. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana untuk pengujian hipotesis pertama dan kedua serta analisis regresi ganda dua prediktor untuk pengujian hipotesis ketiga. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja siswa kelas XII AKL SMK Negeri 7 Yogyakarta dengan koefisien korelasi  = 0,636 dan thitung = 7,471 yang lebih besar dari ttabel = 1,989. (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja siswa kelas XII AKL SMK Negeri 7 Yogyakarta dengan koefisien korelasi  = 0,634 dan thitung = 7,428 yang lebih besar dari ttabel sebesar 1,989. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Belajar dan Pengalaman Praktik Kerja Industri secara bersama-sama terhadap Kesiapan Kerja siswa kelas XII AKL SMK Negeri 7 Yogyakarta dengan koefisien korelasi  = 0,733 dan Fhitung = 47,143 yang lebih besar dari Ftabel = 3,11. Kata kunci: Kesiapan Kerja, Motivasi Belajar, Pengalaman, Praktik Kerja Industr

    Kearifan Lokal Badu berbasis Gerakan Kewarganegaraan Ekologis di Desa Dulitukan Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam kearifan lokal Badu yang menjadi dasar gerakan kewarganegaraan ekologis di Desa Dulitukan; (2) Mendeskripsikan bentuk gerakan kewarganegaraan ekologis melalui kearifan lokal Badu di Desa Dulitukan; (3) Menganalisis kontribusi kewarganegaraan ekologis melalui kearifan Lokal Badu terhadap kelestarian lingkungan hidup di Desa Dulitukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kaus. Lokasi penelitian di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis penjodohan pola. Hasil penelitianmenunjukkan (1) Tradisi Badu di Desa Dulitukan mengandung nilai-nilai Pancasila yangvmenjadi dasar gerakan kewarganegaraan ekologis masyarakat. Nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan tercermin dalam ritual adat, gotong royong, pengambilan keputusan bersama, serta upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam secara adil.; (2) Bentuk gerakan kewarganegaraan ekologis berdasarkan kearifan lokal Badu di Desa Dulitukan diwujudkan melalui praktik pelarangan pengambilan hasil laut selama jangkawaktu tertentu, musyawarah adat untuk menjaga keseimbangan alam, serta penanaman nilai tanggung jawab, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam; (3) Kearifan lokal Badu berkontribusi terhadap perlindungan ekosistem laut melalui sistem larangan yang memungkinkan pemulihan sumber daya, sekaligus membangun kesadaran kolektif warga untuk menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI HIGHER ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI KESEBANGUNAN KELAS VII SMP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran problem-based learning dan ekspositori ditinjau dari higher order thinking skills pada materi kesebangunan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII pada tahun ajaran 2023/2024 di salah satu SMP negeri di Sleman yang terdiri dari emmpat kelas dengan sampel penelitian adalah kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pretest-posttest higher order thinking skills. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran pembelajaran problem based learning dan ekspositori sama-sama efektif ditinjau dari higher order thinking skills siswa akan tetapi, model pembelajaran problem based learning lebih efektif dari pada model pembelajaran ekspositori ditinjau dari higher order thinking skills siswa pada pembelajaran matematika materi kesebangunan

    PENERAPAN ALGORITMA A-STAR PADA PENCARIAN RUTE TERPENDEK WISATA MUSEUM KOTA YOGYAKARTA

    Full text link
    Dalam merencanakan perjalanan ke museum-museum Kota Yogyakarta, wisatawan membutuhkan solusi praktis untuk menentukan rute terpendek yang efisien, mengingat jumlah museum yang banyak dan pembatasan waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rute terpendek dalam mengunjungi objek wisata museum di Kota Yogyakarta yang direkomendasikan berdasarkan hasil analisa menggunakan algoritma A-Star. Penelitian ini menggunakan algoritma A-Star untuk menentukan rute terpendek menuju objek wisata museum di Kota Yogyakarta dengan data yang digunakan bersumber dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan Google Maps yang kemudian disajikan dalam bentuk graf  dengan simpul berupa pintu masuk menuju Kota Yogyakarta, objek wisata, dan persimpangan jalan sedangkan bobotnya berupa jarak antartempat. Perhitungan nilai heuristik dalam algoritma A-Star menggunakan persamaan haversine formula untuk mengestimasi jarak menuju tujuan. Hasil penelitian ini diperoleh 72 rute yang terbagi menjadi 4 pintu masuk sebagai titik awal. Rute dapat dikelompokkan menjadi paket wisata dengan rute terpendek yang melewati node yang sama. Dari Pintu Masuk I terdapat 13 pilihan paket wisata, dari Pintu Masuk II terdapat 4 pilihan, dari pintu masuk III terdapat 11 pilihan dan dari pintu masuk IV terdapat 16 pilihan.Kata Kunci: algoritma a-star; rute terpendek; wisata museu

    PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI HEURISTIK VEE BERBANTUAN PHET UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan : (1) Menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik berorientasi Heuristik Vee berbantuan PhET yang layak untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar fisika peserta didik; (2) Mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik setelah melalui proses pembelajaran menggunakan strategi belajar Heuristik Vee. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) dengan model 4D. Produk yang dikembangkan berupa LKPD berorientasi heurisik vee berbantuan PhET. Pengumpulan kelayakan dilakukan dengan angket validasi oleh validator ahli dosen Pendidikan Fisika dan validator praktisi guru fisika. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 1 Pakem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Telah dihasilkan LKPD berorientasi Heuristik Vee berbantuan PhET yang baik dan layak untuk digunakan. (2) LKPD berorientasi Heuristik Vee berbantuan PhET meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan jumlah nilai sumbangan efektif sebesar 80,9% dan sebesar 83,6% terhadap peningkatan motivasi belajar peserta didik yang keduannya termasuk kedalam kategori besar

    PENGARUH PELAPISAN GRAPHENE OXIDE TERHADAP SENSITIVITAS DAN LEBAR DAERAH AKTIF PADA SENSOR KELEMBABAN TANAH BERBASIS POLYMER FIBER OPTIC

    Full text link
    Penelitian ini meneliti pengaruh lapisan graphene oxide pada polimer fiber optic terhadap sensitivitas dan penambahan lebar daerah aktif pada sensor kelembaban tanah berbasis polimer fiber optic. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan serat optik polimer yang telah dilapisi graphene oxide sebagai sensor untuk mengukur kelembaban tanah dan untuk melihat pengaruh lapisan tersebut terhadap sensitivitas sensor. Penelitian dimulai dengan fabrikasi graphene oxide menggunakan metode Hummers, yang kemudian dikarakterisasi dengan scanning electronmicroscope (SEM), fourier transform infra red (FTIR), dan x-ray diffraction (XRD). Selanjutnya dilakukan perakitan alat dan pelapisan graphene oksida pada polimer serat optik. Pengukuran sensitivitas sensor dilakukan dengan membandingkan sensor yang tidak dilapisi dan yang dilapisi graphene oxide, dengan mentransmisikan sinar laser dari amplifier OMRON E3X-HD11 melalui kabel polimer serat optik yang telah dikelupas. Kelembaban tanah diukur dari tanah dalam kotak plastik yang diberi udara secara berkala, dan hasil intensitas cahaya pada amplifier dibandingkan dengan hygrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan graphene oxide dapat meningkatkan efektivitas dan sensitivitas pengukuran, disebabkan oleh gugus oksigen pada graphene oxide yang menyerap udara di tanah. Sensor berbasis serat optik polimer yang dilapisi graphene oksida menunjukkan sensitivitas lebih baik dibandingkan yang tidak dilapisi, dengan peningkatan linearitas dari 0,63 menjadi 0,99

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇