Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PERAN PENDIDIKAN FILSAFAT DI SMP 7 MUARO JAMBI
Abstrak: Peran Pendidikan Filsafat di SMP 7 Muaro Jambi. Peran Pendidikan Filsafat ini di sekolah sangat penting, karena moral pendidikan adalah hal utama di pendidikan, sebab di pendidikan era zaman sekarang butuh yang namanya peran pendidikan filsafat banyak siswa yang tidak mengenal moral, etika, dan agama. Di tujuan penelitian ini di harapkan pembaca mengerti akan hal pendidikan dan mengubah moral, etika, agama. Metode penelitian kali ini saya lakukan dengan observasi wawancara kepada salah satu guru bidang studi pendidikan fisika dengan memberi pertanyaan wawancara mengenai moral, etika, dan agama. Pendidikan filsafat adalah proses pembelajaran dan pengajaran yang berfokus pada pemikiran kritis, analisis logis, dan refleksi tentang hal-hal penting dalam kehidupan, seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, dan etika. Tujuannya adalah untuk memberikan kemampuan berpikir yang lebih luas dan mendalam, yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Filsafat pendidikan membantu mendefinisikan nilai-nilai yang akan ditanamkan pada siswa, seperti keadilan, kebebasan, dan tanggung jawab, serta membantu dalam merumuskan tujuan pendidikan yang jelas, baik untuk perkembangan kognitif, moral, atau sosial siswa. Filsafat pendidikan ini mempengaruhi metode pengajaran dan kurikulum, menentukan bagaimana siswa belajar dan guru mengajar. Kritik dan refleksi memberikan kerangka kerja untuk mengevaluasi praktik pendidikan dan mempertanyakan asumsi yang ada, mendorong perbaikan berkelanjutan.Kata kunci: Peran Filsafat, Pendidikan, Pembelajaran di Sekolah, Moral dan Etika Sisw
HUBUNGAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Abstrak: Hubungan Kurikulum Merdeka Dengan Filsafat Pendidikan. Merdeka belajar merupakan bagian dari kebijakan baru yang ditetapkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia. Pada merdeka belajar sistem pembelajaran memiliki nuansa yang berbeda. Pendidikan akan berjalan dinamis dengan kurikulum. Pada era kurikulum merdeka ini didasari dengan falsafah. Landasan filosofis menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum. Filsafat merupakan cinta akan ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah dan kebijaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kurikulum merdeka dengan filsafat pendidikan, yang berdasarkan dari sudut pandang pendidik/guru serta menggunakan metode kualitatif yang berupa wawancara, dokumentasi, catatan yang disusun dan tidak dituangkan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk table hasil wawancara. Dari penelitian ini didapatkan bahwasanya filsafat memiliki peran penting dalam menciptakan kurikulum baru bagi sebuah pendidikan, oleh karena ini filsafat pendidikan dan kurikulum merdeka memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Di harapkan dengan adanya artikel ini pendidik dapat semakin memahami filsafat pendidikan serta menerapkan filsafat pendidikan kedalam pembelajaran.Kata kunci: Pendidikan, kurikulum merdeka, Filsafa
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA SMK KELAS X
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) menghasilkan suatu bahan ajar berupa e-modul berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan aplikasi web Heyzine Flipbook, (2) mengetahui kelayakan bahan ajar berupa e-modul berbasis Problem Based Learning pada materi barisan dan deret aritmetika dengan aplikasi web Heyzine Flipbook dilihat dari aspek kevalidan, kepraktisan , dan keefektifan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian dilakukan di SMKN 1 Slawi dengan subjek penelitian adalah kelas X AKL 4 yang berjumlah 36 peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain: e-modul, modul ajar, lembar validasi, angket respon peserta didik, dan tes. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket respon peserta didik, dan tes uji kompetensi untuk menguji keefektifan e-modul. Hasil Penelitian ini memenuhi aspek: (1) kevalidan ditinjau dari hasil validasi ahli materi diperoleh skor 78,53 dengan = 4,91 dan ahli media dengan skor 33 dengan = 4,74 pada kategori sangat baik, (2) kepraktisan ditinjau dari hasil angket respon peserta didik dengan skor 14,27 dengan = 4,76 pada kategori sangat baik, (3) keefektifan ditinjau dari uji T-Test menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar menggunakan e-modul prestasi belajar meningkat secara signifikan dari nilai pembanding, hasil uji persentase ketuntasan belajar meningkat mencapai 86,11%. Oleh karena itu, e-modul layak untuk digunakan dalam pembelajaran
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI VEKTOR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peningkatan hasil belajar fisika peserta didik yang diberikan model Team Games Tournament metode Peer Teaching pada materi vektor, 2) peningkatan motivasi belajar fisika peserta didik yang diberikan model Team Games Tournament metode Peer Teaching pada materi vektor, dan 3) keefektifan model Team Games Tournament metode Peer Teaching pada materi vektor. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dengan desain quasi-experimental dengan jenis Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan teknik tes, angket, dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi soal pretest dan posttest, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik yang diberikan perlakuan model pembelajaran Teams Games Tournament metode peer teaching, 2) tidak terdapat peningkatan motivasi belajar yang bermakna pada peserta didik yang diberikan perlakuan model pembelajaran Teams Games Tournament metode peer teaching, 3) kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran Teams Games Tournament metode peer teaching memiliki pembelajaran yang paling efektif dilihat dari effect size hasil belajar yang berada pada kategori kuat
PENGEMBANGAN PHYSICS E-COMIC DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MINAT BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan media pembelajaran physics e-comic dengan pendekatan konstekstual yang layak untuk meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya; (2) Menghasilkan media pembelajaran Physics E-Comic dengan pendekatan kontekstual yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) dengan menggunakan model pengembangan 4D, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebarluasan). Produk yang dihasilkan adalah komik CoPEC (Contextual Physics E-Comic). Kelayakan komik CoPEC berasal dari pengisian angket validasi oleh validator ahli dan validator praktisi. Analisis data kelayakan penelitian yaitu dengan data interval, SBI, formula Aiken’s V, Pearson correlation, Cronbach’s Alpha. Data keefektifan dapat diketahui dari peningkatan pemahaman konsep berdasarkan nilai pretest-posttest dan peningkatan minat belajar fisika berdasarkan angket minat belajar sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran komik CoPEC. Analisis data yang dilakukan yaitu menggunakan N-Gain, uji Kolmogorov-Smirnov, uji MANOVA, effect size, dan uji pos hoc. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) komik CoPEC dengan pendekatan kontekstual layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya; (2) komik CoPEC dengan pendekatan kontekstual yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan minat belajar peserta didik pada materi gelombang bunyi dan cahaya.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKOMPOSIT TiO2/C-DOTS BERBAHAN DASAR TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI FOTOKATALIS ZAT WARNA RHODAMINE B
Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui karakterisasi material TiO2, carbon nanodots (C-dots), dan nanokomposit TiO2/C-dots menggunakan uji spektrofotometer ultraviolet-visible (UV-Vis), X-ray diffraction (XRD), fourrier transform infrared (FTIR), dan particle size analyzer (PSA), serta mengetahui efektivitas TiO2 dan nanokomposit TiO2/C-dots sebagai fotokatalis zat warna rhodamine b. Berdasarkan hasil karakterisasi UV-Vis, C-dots diketahui memiliki puncak absorbansi pada panjang gelombang 281 nm, sedangkan TiO2 dan nanokomposit TiO2/C-dots memiliki puncak absorbansi pada panjang gelombang masing-masing 387,41 nm dan 382,90 nm dengan band gap 3,24 eV dan 3,19 eV. Penambahan C-dots dinilai mampu menurunkan nilai band gap pada TiO2. Karakterisasi XRD menunjukkan C-dots memiliki struktur amorf, sedangkan TiO2 dan nanokomposit TiO2/C-dots memiliki struktur. Karakterisasi FTIR menunjukkan C-dot memiliki gugus fungsi C=C, O-H, CO2, C-H dan C-O, TiO2 memiliki gugus fungsi CH2 dan Ti-O-Ti, sedangkan nanokomposit TiO2/C-dots memiliki gugus tambahan CO2 yang merupakan bagian dari C-dots. Karakterisasi PSA menunjukkan ukuran partikel dominan pada C-dots sebesar 211,6 nm, ukuran partikel dominan pada TiO2 sebesar 300 nm, dan ukuran partikel dominan pada nanokomposit TiO2/C-dots sebesar 261,4 nm. Hasil fotokatalis pada rhodamine b menunjukkan TiO2 mampu mendegradasi 85,41% pada waktu penyinaran 180 menit, sedangkan nanokomposit TiO2/C-dots dinilai lebih efektif dengan kemampuan degradasi hingga 88,27% pada waktu penyinaran 180 menit
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Phet Simulation Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasional
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan PhET Simulation terhadap kemampuan berpikir komputasional peserta didik pada materi gerak dan gaya. Pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 64 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran PBL berbantuan PhET Simulation, sementara kelas kontrol menggunakan model Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan effect size. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir komputasional antara kedua kelas (p = 0,001 0,05), dengan nilai effect size sebesar 0,74 (kategori sedang ke tinggi). Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 83,59, meningkat dari 58,13, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 57,81 menjadi 79,22. Indikator berpikir komputasional dengan peningkatan tertinggi adalah pengenalan pola. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbantuan PhET Simulation efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir komputasional dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif di era abad ke-21
IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DALAM MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
The Pancasila student profile is one of the efforts to improve the quality of education in Indonesia that prioritizes character building. However, this has not been optimally realized. This study aims to describe the implementation of project-based learning in realizing the profile of Pancasila students in biodiversity materials. This study uses a descriptive type of research using quantitative research methods. The population in this study is class X7 SMAN 1 Jatibarang with a total of 28 students. The instrument used is for the element of critical thinking using 5 questions in the form of an essay test to measure students' critical thinking ability with the criteria of C3-C5 questions. And to find out the results of student independence, namely using questionnaires and observer assessments. As well as to find out the creativity of students using the assessment of the product produced, namely in the form of posters in accordance with the assessment that has been determined. Based on the results of research and data analysis using the PJBL model to realize several elements in the Pancasila student profile, namely critical reasoning, independence, and creativity, it can be concluded that students' critical thinking skills are obtained from the average data of the critical thinking ability of all students, which is 79% in the good category, and the results of the independence questionnaire obtained 84% data with the very good category. The results of the independence observer assessment obtained 88% data and the last result of the product assessment to measure student creativity was 89% with the good category. Keywords: Pancasila Student Profile, Creativity, Learning Model, PJBL, Biodiversit
Peran Orang Tua Dalam Mengenal Angka Pada Anak Selama Program Belajar Daring
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam kegiatan mengenal angka pada anak usia 4-5 tahun selama program belajar daring di Gugus V Kecamatan Berbah. Aspek yang diuraikan yaitu peran orang tua sebagai pendidik, sebagai pendorong, sebagai panutan, sebagai teman, sebagai pengawas dan sebagai konselor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi penelitian ini yaitu seluruh TK yang berada dalam lingkup Gugus V Kecamatan Berbah, kemudian diambil sampel sebanyak 3 TK dengan random sampling. Subyek penelitian ini yaitu orang tua/ wali murid anak usia 4-5 tahun. Hasil pengolahan data kemudian disajikan dengan tabel dan grafik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran orang tua dalam kegiatan mengenal angka pada anak usia 4-5 tahun selama program belajar daring di TK ABA Kadipolo, TK Perintis, dan TK Sukro Krido I yaitu baik dalam aspek peran orang tua sebagai pendidik, sebagai panutan, sebagai pengawas dan sebagai konselor. Selanjutnya cukup baik untuk peran orang tua sebagai teman, dan kurang baik untuk sapek orang tua sebagai pendamping
REPRESENTASI DIRI DISABILITAS TULI @AMANDA_FARLIANY DI INSTAGRAM: ANALISIS SISTEM MENTAL DAN BAHASA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna mengenai identitas penyandang disabilitas Tuli yang direpresentasikan melalui konten Instagram. Dengan fokus pada akun Amanda Farliany, seorang konten kreator Tuli, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Sampel dipilih secara purposive dari lima video pendek (Reels) yang merepresentasikan tema edukasi, aspirasi, dan interaksi keluarga. Sebagai pisau analisis, penelitian ini menerapkan teori representasi Stuart Hall, khususnya dengan menelaah dua sistem utamanya: sistem representasi mental dan sistem bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sarana krusial bagi individu Tuli untuk secara aktif merekonstruksi stigma sosial yang selama ini dilekatkan oleh media konvensional. Melalui kontennya, Farliany secara sadar memproduksi makna dan menyajikan konsep diri yang tegas: individu yang tidak butuh dikasihani, produktif dan percaya diri. Konsep ini diekspresikan melalui bahasa multimodal yang kaya, memanfaatkan gestur, ekspresi, teks dan audio untuk menjembatani kesenjangan komunikasi. Konten yang ia produksi tidak hanya mengubah persepsi publik, tetapi juga menjadi sarana bagi Farliany untuk menegaskan dan membangun identitas Tuli yang berdaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang vital untuk pembentukan identitas dan advokasi diri.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna mengenai identitas penyandang disabilitas Tuli yang direpresentasikan melalui konten Instagram. Dengan fokus pada akun Amanda Farliany, seorang konten kreator Tuli, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Sampel dipilih secara purposive dari lima video pendek (Reels) yang merepresentasikan tema edukasi, aspirasi, dan interaksi keluarga. Sebagai pisau analisis, penelitian ini menerapkan teori representasi Stuart Hall, khususnya dengan menelaah dua sistem utamanya: sistem representasi mental dan sistem bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sarana krusial bagi individu Tuli untuk secara aktif merekonstruksi stigma sosial yang selama ini dilekatkan oleh media konvensional. Melalui kontennya, Farliany secara sadar memproduksi makna dan menyajikan konsep diri yang tegas: individu yang tidak butuh dikasihani, produktif dan percaya diri. Konsep ini diekspresikan melalui bahasa multimodal yang kaya, memanfaatkan gestur, ekspresi, teks dan audio untuk menjembatani kesenjangan komunikasi. Konten yang ia produksi tidak hanya mengubah persepsi publik, tetapi juga menjadi sarana bagi Farliany untuk menegaskan dan membangun identitas Tuli yang berdaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang vital untuk pembentukan identitas dan advokasi diri