Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN DALAM FILM STIP & PENSIL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Stip Pensil. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi terjadinya pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Stip Pensil. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tuturan tokoh dalam film Stip Pensil. Objek penelitian ini merupakan dialog atau tuturan tokoh dalam film Stip Pensil yang melanggar prinsip kesantunan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Istrumen penelitian ini adalah human instrument. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan metode padan pragmatis serta teknik pilah unsur penentu (PUP). Uji keabsahan data dalam penelitian ini adalah uji kreadibilitas dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi teori, dan pengecekan sejawat. Hasil penelitian ini meliputi (1) ditemukan bentuk pelanggaran sejumlah 172 data yang terdiri dari pelanggaran satu maksim sejumlah 153 data dan pelanggaran dua maksim sejumlah 19 data; (2) faktor yang melatarbelakangi pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa meliputi pelanggaran dengan satu faktor sejumlah 169 data dan pelanggaran yang dilatarbelakangi oleh dua faktor sejumlah 3 data; (3) ditemukan faktor lain di luar faktor ketidaksantunan yang ada di antaranya: penutur tidak mau dirugikan, penutur ingin membanggakan diri, candaan, menyindir mitra tutur, dan rasa tidak peduli terhadap mitra tutur.Kata kunci: pelanggaran kesantunan, faktor penyebab pelanggaran, fil

    UPAYA BALAI PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (BPMP) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM MENANGANI CULTURE SHOCK PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh BPMP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menangani culture shock pada implementasi Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari informan dan key informan yang merupakan pegawai BPMP Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa BPMP Provinsi DIY telah melakukan upaya penanganan culture shock pada Kurikulum Merdeka melalui Teori culture adjustment training Indrianie (2012) yang setidaknya terdiri dari Metode giving information, cultural sensitisation, dan experimental learning by doing. Pelaksanaan Metode giving information yang dilakukan melalui Program Advokasi dan Konsultasi Sobat Istimewa (AKSI), Program Festival Kurikulum Merdeka yang terdiri dari beberapa tahapan, dan Program Pendampingan berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS). Upaya penanganan melalui Metode cultural sensitisation dilaksanakan melalui Kegiatan Gelar Wicara sesi 2. Metode experimental learning by doing dilaksanakan melalui Program Bimbingan Teknis bagi Pengawas Sekolah

    Analisis wacana media kritis terhadap gender equality sebagai konstruksi realita sosial melalui representasi keragaman gender dalam Film Barbie (2023)

    Get PDF
    AbstrakMengacu kepada sebuah pembahasan khusus dalam kajian media mengenai stereotipisasi dan wacana media terhadap gender, maka artikel ini akan melihat pada bagaimana framing penampilan sebuah film dapat menjelaskan hal yang kompleks dibalut dengan gaya dan teknis yang absolut pula. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sekaligus melakukan analisis terhadap bagaimana sebuah media komunikasi berupa film yang secara khusus pada artikel ini menggunakan artikel Film Barbie yang disutradarai oleh Greta Gerwig dapat menjadi sebuah media komunikasi yang dapat memberikan pemahaman mengenai stereotipisasi terhadap gender pada batas Gender Equality dan wacana sebuah media dalam melakukan framing terhadap isu gender yang telah menjadi konstruksi sosial ditengah banyaknya miskonsepsi keragaman gender di publik baik dalam segi pemahaman bahkan pengimplementasian. Artikel ini memiliki landasan teori yaitu teori kritis atau critical theory yang oleh Jürgen Habermas yang menjadi grand theory karena lekatnya teori ini terhadap isu sosial (struktural) dalam melihat sekaligus menganalisis pembahasan ini dengan erat kaitannya keterhubungan teori ini dengan dua teori lainnya yang menjadi batasan pembahasan, yaitu Feminist Standpoint Theory dan Agenda Setting Theory yang keduanya juga akan menjadi acuan dalam artikel ini melihat bagaimana sebuah input dan output oleh film Barbie ini menjadi medium dalam sebuah narasi gender. Dengan menggunakan metode riset pustaka, artikel ini menggunakan pertimbangan dan penalaran dari beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan topik pembahasan yang dikaji. Adanya beberapa pembahasan kritis juga melihat aspek-aspek tertentu dalam dua poin utama yaitu Feminist Toxic Masculinity dan Critical Knowledge, sehingga terdapat beberapa temuan yang dihasilkan yaitu dengan adanya aspek psikologis, sosiologi, bahkan biologis yang dikaji lebih dalam. Maka dari itu, Artikel ini akan mengkaji dalam dua kacamata utama yaitu ideologi dan wacana media kritis dalam memberikan tayangan kepada publik dari isu yang diangkat.Kata kunci: gender equality, feminitas, maskulinitas, wacana media, barbie, kritis Abstract Referring to a special discussion in media studies regarding stereotypes and media discourse on gender, this article will look at how framing the appearance of a film can explain complex things wrapped in absolute style and technicality. This article aims to examine and analyze how a communication media in the form of a film specifically in this article using the article Film Barbie directed by Greta Gerwig can be a communication media that can provide an understanding of gender stereotyping at the boundary of Gender Equality and the discourse of a media in framing gender issues that have become a social construction in the midst of many misconceptions gender diversity in the public both in terms of understanding and even implementation. This article has a theoretical foundation, namely critical theory or critical theory which by Jürgen Habermas became a grand theory because of the attachment of this theory to social (structural) issues in seeing and analyzing this discussion in close relation to the relationship of this theory with two other theories that are the limits of discussion, namely Feminist Standpoint Theory and Agenda Setting Theory which will both be a reference in this article looking at how an input and output are by this Barbie film becomes a medium in a gender narrative. Using the literature research method, this article uses considerations and reasoning from several previous studies that are relevant to the topic being studied. The existence of several critical discussions also looks at certain aspects in two main points, namely Feminist Toxic Masculinity and Critical Knowledge, so that there are several findings that are produced, namely with psychological, sociological, and even biological aspects that are studied more deeply. Therefore, this article will examine in two main lenses, namely ideology and critical media discourse in providing impressions to the public of the issues raised. Keywords: gender equality, femininity, masculinity, media discourse, barbie, critica

    Jejak uang: mengungkap kepentingan pemilik modal di balik layar media dalam kajian teori ekonomi politik media

    Get PDF
    AbstrakTelevisi merupakan bentuk dari salah satu media massa yang dalam hal ini mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap pembentukan opini publik. Teori ekonomi politik termasuk yang menggunakan pendekatan kritis, terutama berfokus tentang kaitannya antar struktur ekonomi, proses peroduksi media, dan pandangan konten media. Fokus penelitian ini mempunyai implikasi terhadap penelitian berfokus pada kepemilikan media dan struktur kendali serta fungsi kekuatan pasar media. Teori ekonomi politik media McQuail menyatakan bahwa kepemilikan media berdampak negatif pada masyarakat. Dari sudut pandang politik dan ekonomi, media tidak bisa dipisahkan dari kepentingan kapitalis, negara, dan kelompok lainnya. Media berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan masyarakat dan menciptakan dominasi ideologi tertentu. Terdapat kekhawatiran bahwa monopoli atau penguasaan media oleh segelintir pemilik dapat mengancam kebebasan pers dan kebebasan masyarakat umum untuk memilih dan mengakses informasi sesuai kebutuhan mereka. Dari sudut pandang demokrasi, televisi adalah salah satu media pendukung. Televisi dapat menyajikan informasi politik yang dapat digunakan masyarakat dalam mengambil keputusan politik. Ekonomi politik berkembang sebagai tanggapan terhadap akselerasi kapitalisme. Kepuasan audiens dengan Penggunaan media mempengaruhi pada pembentukan modal. Dimmick dan Rothenbuhler (1984) berpendapat bahwa mengenai hal tersebut media mempunyai tiga sumber kehidupan yaitu konten, modal dan khalayak. Jika kontennya menarik, pemirsa akan terus memilih saluran TV tertentu untuk ditonton. TV menunjukkan bahwa kemajuan teknologi media masyarakat tidak mengetahui mengenai batas ruang dan waktu. Dalam arti sempit, Moskow mengatakan bahwa ekonomi politik adalah penelitian tentang hubungan sosial, terutama hubungan kekuatan yang saling menguntungkan antara distribusi, konsumsi, dan sumber produksi. yang berkaitan termasuk dengan sumber komunikasi. Konten atau Media Konten merupakan barang yang dapat dijual di pasar, dan informasi yang disebarkan didasarkan pada apa yang ada di pasar saat ini.Kata kunci: pemilik modal, televisi, ekonomi politik media Abstract Television is a form of mass media which in this case has the greatest influence on the formation of public opinion. Political economy theory includes those that use a critical approach, mainly focusing on the relationship between economic structure, the process of media production, and the view of media content. The focus of this research has implications for research focusing on media ownership and the control structure and function of media market forces. McQuail's media political economy theory states that media ownership has a negative impact on society. From a political and economic point of view, the media cannot be separated from the interests of capitalists, the state, and other groups. The media serves as a tool to control society and create the dominance of certain ideologies. There are concerns that monopoly or control of the media by a few owners could threaten press freedom and the freedom of the general public to choose and access information according to their needs. From the point of view of democracy, television is one of the supporting media. Television can present political information that can be used by the public in making political decisions. Political economy developed in response to the acceleration of capitalism. Audience satisfaction with media use affects capital formation. Dimmick and Rothenbuhler (1984) argue that in this regard, the media has three sources of life, namely content, capital and audience. If the content is interesting, viewers will continue to choose a specific TV channel to watch. TV shows that the advancement of media technology does not know about the limits of space and time. In a narrow sense, Moscow says that political economy is the study of social relations, especially the mutually beneficial power relations between distribution, consumption, and sources of production. related to communication sources. Content or Media Content is an item that can be sold in the market, and the information disseminated is based on what is currently in the market. Keywords: capital owners, television, media political econom

    ANALISIS REAKSI PASAR MODAL INDONESIA PADA INDEKS SAHAM LQ-45 TERHADAP PENGUMUMAN KABINET MERAH PUTIH 2024-2029

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan abnormal return dan perbedaan trading volume activity pada peristiwa Pengumuman Kabinet Merah Putih 2024-2029. Penelitian ini untuk melihat sejauh mana tanggapan dan reaksi terhadap dinamika pengumuman susunan Kabinet Merah Putih 2024-2029 yang dilihat dari perbedaan pada periode estimasi dan periode jendela peristiwa berdasarkan dua variabel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 33 perusahaan dari total populasi sebanyak 45 perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test dan wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return dan trading volume activity pada saat Pengumuman Kabinet Merah Putih 2024-2029

    PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN, JOB RELEVANT INFORMATION, MOTIVASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA APARAT PEMERINTAH DAERAH DI PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja aparat pemerintah daerah, (2 Job Relevant Information Terhadap Kinerja aparat pemerintah daerah, (3) Motivasi Terhadap Kinerja aparat pemerintah daerah, (4) Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja aparat pemerintah daerah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian adalah pegawai eselon III dan IV atau yang mewakili dari beberapa instansi pemerintah di Kota Yogyakarta sebanyak 128 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Partisipasi Penyusunan Anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah, (2) Job Relevant Information berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah, (3) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah, (4) Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah

    Sintesis n-Butil Vanilat Dari Reaksi Esterifikasi n-Butanol Dengan Asam Vanilat Hasil Oksidasi Vanilin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk sintesis dan karakterisasi senyawa asam vanilat dari oksidasi vanilin menggunakan oksidator Ag2O serta senyawa sintesis n- butil vanilat melalui reaksi esterifikasi antara asam vanilat hasil oksidasi vanilin dengan n-butanol menggunakan katalis H2SO4.  Penelitian ini diawali dengan melakukan oksidasi vanilin menggunakan oksidator Ag2O, yang sebelumnya dibuat dengan menggunakan padatan AgNO3 dengan NaOH. Hasil oksidasi vanilin digunakan untuk sintesis n- butil vanilat  melalui reaksi esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dengan perbandingan mol n-butanol : asam vanilat (1:25) yang direfluks pada suhu 80ºC – 90ºC selama 6 jam. Senyawa hasil oksidasi dan hasil esterifikasi dikarakterisasi menggunakan KLT, KLT Scanner, spektrofotometer FTIR, dan spektrofotometer GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oksidasi senyawa vanilin dengan oksidator Ag2O diperoleh senyawa asam vanilat berbentuk serbuk berwarna putih gading dengan rendemen 57,85% dan kemurnian 85,85%. Hasil esterifikasi senyawa asam vanilat dengan n-butanol dengan menggunakan H2SO4 berhasil diperoleh senyawa n- butil vanilat berbentuk cairan berwarna coklat pekat dengan  rendemen 66,15% dengan kemurnian 68,99%. Berdasarkan hasil analisis KLT senyawa hasil esterifikasi menunjukkan Rf yang berbeda dengan Rf vanilin dan Rf asam vanilat yaitu 0,9. Hasil analisis spektrofotometer FTIR menunjukkan adanya serapan C=O ester pada daerah 1689.64 cm-1 yang didukung adanya serapan C-O ester pada serapan 1188.15 cm-1

    HUBUNGAN KREATIVITAS BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VII

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui hubungan antara kreativitas belajar dengan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates, 2) mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates,  dan 3) mengetahui hubungan antara kreativitas belajar dan motivasi belajar dengan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 1) hubungan positif dan signifikan antara kreativitas belajar dengan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,533 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau 0,000 0,005, 2) hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,723 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 atau 0,000 0,005, 3) hubungan positif dan signifikan antara kreativitas belajar dan motivasi belajar dengan kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates yang ditunjukkan dari nilai R hitung sebesar 0,755 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 (0,0000,05) dengan koefisien determinasi ( ) sebesar 0,569 atau 56,9% kemandirian belajar siswa SMP Negeri 4 Wates dijelaskan oleh kreativitas belajar dan motivasi belajar sedangkan 43,1% dijelaskan oleh faktor lain. Kata kunci : Kreativiatas Belajar, Motivasi Belajar, Kemandirian Belajar AbstractThis study aimed to 1) find out the relationship between learning creativity with learning independence of students at SMP Negeri 4 Wates, 2) find out the relationship between learning motivation with learning independence of students at SMP Negeri 4 Wates, and 3) find out the relationship between learning creativity and learning motivation with learning independence of students at SMP Negeri 4 Wates. This research is a quantitative correlational study. The results of this study indicated that there is 1) a positive and significant relationship between learning creativity and learning independence of students at SMP Negeri 4 Wates. The correlation coefficient obtained for 0.533 and a significance value of 0,000 or 0,000 0.005, 2) a positive and significant relationship between learning motivation with learning independence of students at SMP Negeri 4 Wates. The correlation coefficient obtained was 0.723 and a significance value of 0,000 or 0,000 0.005, 3) a positive and significant relationship between learning creativity and learning motivation with learning independence of grade students at SMP Negeri 4 Wates indicated by the calculated R value of 0.755 and a significance value of 0,000, which means less of 0.05 (0,000 0.05) with a coefficient of determination ( ) of 0.569 or 56.9% of students' learning independence explained by learning creativity and learning motivation while 43.1% is explained by other factors. Keywords: learning creativity, learning motivation, learning independenc

    PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL SISWA TERISOLIR MENGGUNAKAN GAME PUZZLE

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini dilatabelakangi oleh adanya masalah interaksi sosial siswa yaitu masalah siswa terisolir di SMA Negeri 1 Sedayu. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan interaksi sosial siswa terisolir dengan menggunakan games puzzle. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan menggunakan model dari Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan reflekssi. Tindakan yang dilakukan berupa bimbingan kelompok dengan metode games puzzle yang dilakukan oleh siswa terisolir. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa terisolir yang berjumlah 6 orang dan berasal dari siswa kelas X. Data dikumpulkan menggunakan sosiometri, instrumen skala interaksi sosial siswa yang telah diuji validitas oleh expert judgement dan validitas isi. Dilakukan juga uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,882. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa games puzzle dapat meningkatkan interaksi sosial siswa terisolir di SMA Negeri 1 Sedayu. Penelitian ini dilakukan dalam dua kali siklus tindakan dimana pada setiap siklus mengalami peningkatan skor. Rata-rata peningkatan skor yang terjadi pada siklus I sebesar 5,83%. Rata-rata peningkatan skor yang terjadi pada siklus II sebesar 36,83%. Sedangkan rata-rata peningkatan pada siklus I dan siklus II adalah 20,62%. Hal ini menunjukkan bahwa pada masing-masing siklus telah menunjukkan adanya peningkatan skor yang terjadi. Pada siklus II, penelitian dicukupkan karena siswa telah mencapai skor kriteria keberhasilan tindakan yaitu skor ≥ 90 atau dalam kategori tinggi.Kata kunci: interaksi sosial, siswa terisolir, games puzzle AbstractThe student’s social interaction problem was the background of this research, which the isolated students are the common problem at SMA Negeri 1 Sedayu. The aim of the research is to improve the social interaction of the isolated students by using the puzzle games. This research is an action research that used the Kemmis and Mc. Taggart model, that composed of planning, action, observation and reflection. The action used the group guidance and the puzzle game was the method, and performed by the isolated students. The subject of this study was the isolated students totaled 6 students and came from the 10th grader. The data was collected by using sociometry, the instrument used the scale of student’s social interaction that had been tested by expert judgement validation and the content validation. It also tested out by the reliability test used the Alpha Cronbach with the level of reliability was 0.882. The data analysis technique in this study is with quantitative descriptive. The results of this research showed that puzzle games can increase the social interaction of the isolated students in the SMA Negeri 1 Sedayu. This research had done in the two-time cycle of action where at the each cycle have the increased scores. The average of the increased scores at the first cycle was 5.83%. The average of the increased scored at the second cycle was 36.83%. While the average of the increased score at the first and the second cycle was 20.62%. This result showed that in the each cycle the score had been increasing. The research stopped at the second cycle because the students had achieved the success criteria and and the score of the student reached ≥ 90 or in the high category.Keywords: social interaction, isolated students, puzzle game

    PENGELOLAAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DAN C DI KECAMATAN WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan program pendidikan kesetaraan paket B dan C di PKBM Rangsang Imo Joyo, satu-satunya PKBM aktif di Kecamatan Wirobrajan, mencakup: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; dan (3) evaluasi. Penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah: (1) Perencanaan, meliputi; (a) Penerimaan warga belajar terbuka (b) Perekrutan tutor tertutup; (c) Penggunaan kurikulum KTSP; (d) Sarana prasarana menyangkut modul dan tempat pembelajaran; (e) Pembiayaan dari donatur, iuran warga belajar, dan kas lembaga. (2) Pelaksanaan, meliputi; (a) kebutuhan warga belajar terpenuhi, kedisiplinan belum optimal; (b) tutor memenuhi kualifikasi dan menjalankan tupoksinya; (c) pengelola memenuhi kualifikasi, pembagian tupoksi belum optimal; (d)  pemanfaatan sarana prasarana di dalam kelas; (e) acuan materi tidak selalu pada RPP/silabus; (f) alokasi dana untuk kegiatan operasional. (3) Evaluasi, meliputi; (a) Evaluasi Hasil Belajar yaitu UH, UTS, UAS, UKK, dan UNPK. (b) Evaluasi program dilakukan dengan pihak Pembina, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, dan Evaluasi Internal lembaga

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇