Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Pengembangan Video Pembelajaran Model Konstruksi Bangunan Gedung Tahan Gempa dengan Material Beton Pracetak pada Mata Kuliah Beton Prategang-Pracetak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan tahapan dari pengembangan media pembelajaran audio visual gerak terkait model konstruksi bangunan gedung dengan material beton pracetak pada mata kuliah Beton Prategang-Pracetak di Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, serta untuk mengetahui perilaku model bangunan gedung dengan material beton pracetak ketika dikenai beban gempa yang diuji dengan alat meja getar. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini didasarkan pada paradigma pembangunan 4D (Four-D) Thiagarajan, yaitu Research and Development (RD). Penelitian ini memiliki empat fase utama: fase pendefinisian (define), fase (design) desain, fase (develop) pengembangan, dan fase (disseminate) penyebaran. Studi ini menggunakan kuesioner skala 1-5 yang ditujukan untuk spesialis media dan materi. Alat untuk mengukur ketahanan gempa sering digunakan dalam penelitian untuk mengesahkan informasi yang diberikan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk menguji metode kuantitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: (1) video pembelajaran tentang konstruksi model bangunan tahan gempa dengan bahan beton pracetak yang ramah lingkungan telah disusun dengan durasi 20 mencangkup materi pelajaran yang menyeluruh yang meliputi dasar konsep pembelajaran, konsep dasar material, dasar teori model, metodologi desain, material, fabrikasi beton pracetak, detail sambungan, metode perakitan, hasil pengujian model bangunan, kesimpulan, dan soal evaluasi, dimana hasil efektivitas video sebagai pengujian media ditentukan oleh ahli materi dengan tingkat kelayakan 86%, dan kelayakan video sebagai media uji ditentukan oleh ahli media dengan tingkat kelayakan 98,1%, sehingga seluruh hasil validasi termasuk dalam kategori "sangat layak" untuk digunakan sebagai media pembelajaran. (2) Hasil validasi ketahanan struktur terhadap gaya gempa hingga frekuensi 5,5 Hz.Kata kunci: Bangunan gedung tahan gempa; Beton pracetak; Video pembelajara
Pengembangan Video Pembelajaran Praktik Penyambungan Pelat Baja dengan Las Listrik di Bengkel Baja dan Logam Departemen Pendidikan Teknik Sipil & Perencanaan FT UNY
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan media video pembelajaran teknik penyambungan pelat baja pada las listrik dengan tipe sambungan butt joint, tee joint, dan lap joint pada mata kuliah praktik baja dan logam, (2) mendapatkan hasil pengembangan (define, design, development, and dissemination) media video pembelajaran teknik penyambungan las listrik dengan tipe sambungan butt joint, tee joint, dan lap joint pada mata kuliah praktik baja dan logam. Metode penelitian ini menggunakan teknik penelitian dan pengembangan (RD). Subjek pada penelitian ini merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Analisis deskriptif kuantitatif menggunakan skala likert 1-5 yang digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model 4D diterapkan dengan cara: tahap define membahas konsep pengembangan video pembelajaran dengan pokok bahasan yaitu tujuan pembelajaran dan isi materi las listrik. Tahap design menghasilkan konsep video pembelajaran berupa storyboard yang memuat informasi isi materi, penataan media, tim penyusun, dan hasil produk. Tahap develop menghasilkan penilaian dari dosen ahli materi, ahli media, dan pengguna. Tahap disseminate dilakukan dengan mengunggah melalui channel Youtube dan link web lain. (2) hasil pengembangan video pembelajaran pada tahap define menghasilkan analisis kebutuhan dan batasan materi pembelajaran. Tahap design menghasilkan rancangan sesuai dengan storyboard yang telah dibuat. Tahap develop menghasilkan penilaian uji kelayakan ahli materi kategori “Sangat Layak” dengan perolehan skor sebesar 4,71, penilaian oleh ahli media diperoleh kategori “Sangat Layak” dengan skor sebesar 4,70, dan persepsi pengguna oleh mahasiswa dalam kategori “Sangat Layak” dengan perolehan skor 4,52. Tahap disseminate dilakukan menggunakan Google Drive dan Youtube.Kata kunci: Pengembangan video; Praktik baja dan logam; Penyambungan pelat baja dengan las listri
Pengembangan Aplikasi Pembelajaran Jenis-jenis Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan, dan Jembatan pada Mata Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi Berbasis Android di SMK N 1 Seyegan
Kemajuan teknologi khususnya pada smartphone yang semakin berkembang diharapkan memberikan dampak positif bagi manusia terutama dalam hal pendidikan. Dalam ranah pendidikan, fitur Android dalam smartphone dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang berbasis aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran aplikasi berbasis Android untuk materi Jenis-jenis Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan, dan Jembatan pada Mata Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi di SMK N 1 Seyegan. Penelitian ini menggunakan Research and Development (RnD) dengan model 4D yang mencakup 4 tahapan. Tahapan penelitian ini meliputi proses pendefinisan (define), proses perancangan (design), proses pengembangan (develop), dan proses penyebaran (disseminate). Pengambilan data dalam pengembangan media ini menggunakan angket dengan tujuan menguji kelayakan media dari hasil penilaian dosen ahli materi dan ahli media untuk melakukan uji analisis menggunakan simpangan baku. Hasil pengembangan media mendapatkan hasil bahwa media berbasis Android untuk materi Jenis-jenis Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan, dan Jembatan pada Mata Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi ini masuk kategori sangat layak berdasarkan penilaian dari ahli materi maupun ahli media. Diharapkan hasil pengembangan media ini dapat memberikan kontribusi terhadap kegiatan pembelajaran di kelas khususnya materi Jenis-jenis Pekerjaan Konstruksi Gedung, Jalan, dan Jembatan pada Mata Pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi di SMK N 1 Seyegan
Implementasi Pembelajaran Orientasi HOTS pada Mata Pelajaran Kompetensi Keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 2 Wonosari
Penelitian dilatarbelakangi oleh tingkat pengangguran terbanyak diduduki oleh lulusan SMK dan diikuti dengan adanya perkembangan global yang terus mengalami perubahan terkhusus dalam permintaan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan paham akan teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat pengetahuan guru Kompetensi Keahlian DPIB di SMK Negeri 2 Wonosari tentang konsep utama HOTS; (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan guru dalam penerapan prinsip-prinsip HOTS pada pembelajaran dengan alat bantu RPP/Modul Ajar yang diterapkan nguru pada mata pelajaran DPIB di SMK Negeri 2 Wonosari; (3) mengetahui tingkat kemampuan guru mengimplementasikan prinsip-prinsip penerapan HOTS pada pembelajaran mata pelajaran DPIB di SMK Negeri 2 Wonosari; dan (4) mengetahui kendala utama penerapan prinsip-prinsip HOTS dalam pembelajaran Kompetensi Keahlian DPIB di SMK Negeri 2 Wonosari. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian adalah 8 orang guru DPIB SMK Negeri 2 Wonosari. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengetahuan guru Kompetensi Keahlian DPIB SMK Negeri 2 Wonosari tentang konsep utama HOTS masuk katagori telah memadai dengan presentasi sebesar 62,5%; (2) tingkat kemampuan guru Kompetensi Keahlian DPIB SMK Negeri 2 Wonosari dalam menerapkan prinsip-prisip HOTS pada pembelajaran dengan alat bantu RPP/Modul ajar berada dalam kategori tidak memadai dengan persentase sebesar 62,5%; (3) tingkat kemampuan guru dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip penerapan HOTS pada mata pelajaran Kompetensi Keahlian DPIB di SMK Negeri Wonosari berada pada kategori memadai dengan persentase sebesar 50%; dan (4) kendala utama dalam penerapan prinsip-prinsio HOTS adalah guru kesulitan dalam merumuskan soal berbasis HOTS dengan nilai rata-rata 2,7
Pengembangan Modul Pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan Bagi Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 2 Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pembuatan modul konstruksi jalan dan jembatan di SMK Negeri 2 Yogyakarta dan mengetahui bagaimana tingkat layak dari modul konstruksi jalan dan jembatan sebagai media pembelajaran peserta didik di SMK Negeri 2 Yogyakarta. Metode penelitian research and development adalah model penelitian yang digunakan pada penelitian pengembangan modul pembelajaran konstruksi jalan dan jembatan ini. Dalam penelitian yang digunakan ialah model four D yang memiliki 4 tahapan: define, design, develop, dan disseminate. Penelitian ini diselenggarakan di SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan subjek penelitian yaitu ahli materi, ahli media, dan pengguna yaitu pendidik dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi dan mengedarkan angket. Analisis data menggunakan dua teknik yakni analisis kuantitatif. Hasil penelitian adalah disusun modul pembelajaran yang dapat membantu proses belajar dan dijadikan sebagai acuan dalam belajar. Modul pembelajaran ini telah melewati tahap validasi oleh para ahli dengan diperoleh hasil dari ahli materi yaitu mendapatkan nilai rerata 3,67 sehingga mendapat kategori sangat layak, dari ahli media yaitu mendapatkan nilai rerata 3,92 sehingga mendapat kategori sangat layak, dari pendidik yaitu mendapatkan nilai rerata 3,7 sehingga mendapat kategori sangat layak, dari 20 peserta didik yaitu mendapatkan nilai rerata 3,34 sehingga mendapatkan kategori sangat layak
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Autocad Berbasis Adobe Flash
Penelitian dilatarbelakangi oleh banyak guru yang belum memahami dan menyesuaikan metode dan cara merealisasikan materi kepada para peserta didik sehingga peserta didik kurang memahami dengan baik mengenai materi yang sudah dijelaskan. Penelitian akan berfokus kepada pengembangan media pembelajaran interaktif dengan tujuan mengembangkan dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran Adobe Flash menurut para ahli pada mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model 4D meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK N 2 Wonosari. Angket menggunakan skala likert 5 pilihan, selanjutnya didistribusikan kepada ahli materi, ahli media, guru, dan peserta didik sebagai pengguna (subjek penelitian). Kelayakan media pembelajaran media pembelajaran dari ahli materi diperoleh skor 4,63 dengan kategori “sangat layak”. Selanjutnya kelayakan media pembelajaran dari ahli media diperoleh skor 4,07 dengan kategori “layak”. Untuk kelayakan media pembelajaran dari guru diperoleh skor 4,25 dengan kategori “sangat layak”. Sedangkan kelayakan media pembelajaran dari ahli materi diperoleh skor 4,71 dengan kategori “sangat layak”
Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan iSpring Suite 9 pada Materi Pengujian Sifat Mekanik Kayu dalam Mata Kuliah Pengujian Bahan Bangunan di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media dalam pembelajaran pengujian sifat mekanik kayu yang terdapat dalam mata kuliah Pengujian Bahan Bangunan di JPTSP FT UNY yang masih terbilang minim sehingga beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami langkah-langkah dalam pengujian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: Mengembangkan media pembelajaran menggunakan iSpring Suite 9 pada materi pengujian sifat mekanik kayu serta tingkat kelayakannya pada materi pengujian sifat mekanik kayu dalam mata kuliah Pengujian Bahan Bangunan di JPTSP FT UNY. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian RD dan model pengembangan 4D. Pada model ini memiliki 4 tahapan pengembangan, yaitu: (1) tahap define atau pendefinisian, (2) tahap design atau perancangan, (3) tahap develop atau pengembangan, (4) tahap disseminate atau penyebaran. Penelitian dilakukan di JPTSP FT UNY dalam mata kuliah Pengujian Bahan Bangunan materi pengujian sifat mekanik kayu. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan mengedarkan angket. Angket peniliaian pada penelitian ditujukan kepada ahli media, dan ahli materi yang sekaligus berlaku sebagai tenaga pengajar. Kemudian hasil data penilaian para ahli dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dengan mencari nilai reratanya dan dikonversi ke dalam lima kategori kelayakan.Hasil penelitian ini berupa: (1) Media pembelajaran iSpring Suite 9 untuk pengujian sifat mekanik kayu menggunakan pengembangan 4D. Pada tahap define ditemukan masalah, yaitu beberapa mahasiswa memiliki kesulitan dalam memahami langkah-langkah pada pengujian sifat mekanik kayu. Pada tahap design dilakukan perancangan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan capaian pembelajaran mata kuliah. Pada tahap develop dihasilkan media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi iSpring Suite 9 dan telah dinyatakan layak oleh ahli media dan ahli materi. Pada tahap disseminate penyebaran media dilakukan dengan menggunakan unggahan Google Drive; (2) tingkat kelayakan dari pengembangan media pembelajaran mendapatkan skor sebesar 75,78 dari ahli media dan masuk ke dalam kategori “Layak”, sedangkan dari ahli materi mendapat skor 84 dan masuk ke dalam kategori “Layak”
Pengembangan Video Pembelajaran Perencanaan dan Penulangan Tangga pada Mata Kuliah CAD KBM 2 Prodi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesesuaian media pembelajaran yang digunakan pada mata kuliah CAD Konstruksi Bangunan dan Menggambar (KBM 2) di Prodi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, UNY sehingga dapat menunjang kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media berupa video pembelajaran untuk mengetahui tingkat kelayakan media pada saat digunakan di materi perencanaan dan penulangan tangga dalam mata kuliah CAD Konstruksi Bangunan dan Menggambar (KBM 2). Penelitian pengembangan ini menggunakan model Four D (4D) dengan tahapan, yaitu; define (pendefinisian), design (perencanaan), development (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Teknik pengumpulan data diambil dari dosen ahli materi dan dosen ahli media dengan menggunakan penilaian berupa angket dan menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat kelayakan media. Analisis data didapat dari perhitungan rerata penilaian angket dan dsesuaikan pada tabel kategori kelayakan media pembelajaran. Hasil dari penelitian pengembangan ini melalui tahapan, diantaranya; (1) Tahap define yaitu menganalisis kondisi awal, analisis peserta didik, analisis konsep, dan tujuan pembelajaran; (2) Tahap design yaitu merancang video pembelajaran dari pembuka, isi materi, dan penutup; (3) Tahap development yaitu uji validasi dari ahli materi dan ahli media terkait pengembangan video pembelajaran; (4) Tahap disseminate yaitu penyebaran media melalui link google drive dan youtube. Hasil penilaian kelayakan menurut dosen ahli materi dengan rerata skor 4,62 kategori “Sangat Layak” dan penilaian ahli media 3,52 kategori “Layak” untuk digunakan
STUDI INTENSI BERWIRAUSAHA MENGGUNAKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR SISWA KELAS XII A KOMPETENSI KEAHLIAN DPIB SMKN 1 PAJANGAN
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran PKKWU berupa intensi berwirausaha menggunakan Theory of Planned Behavior pada siswa kelas XII A DPIB SMKN 1 Pajangan. Menurut Krueger dan Carsrud (Indarti, N. Rostiani, R. 2008), Intensi merupakan prediktor terbaik untuk mengetahui keinginan siswa dalam berwirausaha dalam. Theory of Planned Behavior merupakan teori terbaru yang dapat menjelaskan intensi. Metode penelitian dengan survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan populasi sebanyak 88 siswa dan responden yang dipergunakan sebanyak 35 siswa. Pengambilan sampling menggunakan prinsip Roscoe dalam buku Research Methods For Business (Sugiyono, 2003). Uji validitas instrumen melalui teknik korelasi product moment pearson dengan tingkat kesalahan 5%, sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach dengan standar 0,6. Teknik analisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian: (1) pengaruh attitude toward behavior siswa terhadap intensi berwirausaha tergolong besar yaitu 30,1%, secara positif dan signifikan; (2) pengaruh subjective norm siswa terhadap intensi berwirausaha tergolong kecil yaitu 13,4%, secara positif dan signifikan; (3) pengaruh perceived behaioral control siswa terhadap intensi berwirausaha tergolong cukup besar yaitu 24,7%, secara positif dan signifikan; (4) pengaruh attitude toward behavior, subjective norm, perceived behaioral control siswa terhadap intensi berwirausaha yaitu 44,1%, secara positif dan signifikan
PENERAPAN METODE 5R DALAM PENGELOLAAN LABORATORIUM KOMPUTER (CAD) PADA SMK TEKNOLOGI KONSTRUKSI DAN PROPERTI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Fasilitas ruang laboratorium komputer di Pada SMK Teknologi Konstruksi dan Properti di Daerah Istimewa Yogyakarta masih sangat membutuhkan pemenuhan standar minimum sekaligus pengelolaan yang baik. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk mengetahui tingkat penerapan metode 5R, kendala-kendala yang dialami oleh para pengelola, dan faktor pendukung keberhasilannya dalam pengelolaan laboratorium komputer/Computer Aided Design (CAD) pada SMK Teknologi Konstruksi dan Properti di DIY. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluasi dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data melalui pengisian instrumen angket bentuk tertutup dan terbuka. Sampel yang digunakan adalah semua laboratorium komputer (CAD) SMKN Teknologi Konstruksi dan Properti di DIY, yakni SMKN 2 Pengasih, SMKN 1 Seyegan, SMKN 1 Sedayu, SMKN 1 Pajangan, SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, SMKN 2 Depok, dan SMKN 2 Wonosari dengan responden para pengelola laboratorium komputer. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata tingkat penerapan metode 5R dalam pengelolaan laboratorium komputer pada SMK Teknologi Konstruksi dan Properti di DIY tergolong sudah cukup baik (68,84%) walaupun masih terkendala pada saat melaksanakannya, seperti para pengelola laboratorium belum paham terkait metode 5R, pengelola laboratorium mengemban beban kerja yang sangat banyak, kurang mendukungnya sarana dan prasarana di sekolah, dan tidak ada kebijakan dan instruksi dari sekolah agar diterapkannya 5R. Sedangkan, faktor pendukung keberhasilan penerapan metode 5R seperti aktif mengikuti pelatihan metode 5R, pembuatan tata tertib dan aturan serta menaatinya, penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap, dan sistem manajemen dan pengawasan yang jelas dari pihak sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bahwa rata-rata tingkat penerapan metode 5R dalam pengelolaan laboratorium komputer pada SMK Teknologi Konstruksi dan Properti di DIY tergolong sudah cukup baik walaupun masih mengalami beberapa kendala pada pelaksanaannya. Selain itu, juga terdapat faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penerapan metode 5R