Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Persepsi Guru Terhadap Penyelenggaraan Program BDR Selama Masa Pandemi Covid-19 Di TK Se-Kecamatan Godean
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penyelenggaraan program Belajar Dari Rumah selama masa pandemi Covid-19 di TK Se-Kecamatan Godean. Adapun persepsi guru dalam penelitian ini dikelompokkan dalam tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei yang menggunakan angket untuk pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di TK Se-Kecamatan Godean. Jumlah responden yang diambil yaitu 47 guru dari 7 TK yang diambil menggunakan teknik Cluster Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap penyelenggaraan program Belajar Dari Rumah di TK Se-Kecamatan Godean berada dalam kategori cukup, dibuktikan dari perhitungan analisis data yang mencapai 31,9%. Ditinjau dari aspek kognitif tergolong cukup mencapai 59,6%. Ditinjau dari aspek afektif tergolong cukup mencapai 40,4%. Ditinjau dari aspek konatif tergolong cukup mencapai 42,6%. Kata kunci: persepsi guru, program Belajar Dari Rumah
MITOS DAN PATRIARKI DALAM TRADISI ADAT BATAK DI FILM CATATAN HARIAN MENANTU SINTING: TELAAH SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
The Batak ethnic group is known for upholding traditional customs and cultural values passed down through generations. Even in the modern era, many Batak communities continue to adhere to cultural norms and believe in various ancestral myths that shape their daily lives. This adherence often fosters patriarchal attitudes and leads to intergenerational tensions, particularly between parents and younger generations who adopt more modern perspectives. This study aims to analyze the representation of Batak customs in the film Catatan Harian Menantu Sinting by exploring its denotative, connotative, and mythological meanings through Roland Barthes’ semiotic framework. The research employs a qualitative descriptive method with content analysis techniques, supported by literature review and visual documentation focused on scenes that portray Batak cultural practices. The findings reveal that the film illustrates how Batak traditions—such as gender roles, the expectation of having male offspring, and prohibitions against interethnic marriage—are still observed in contemporary society. The film highlights generational conflicts that reflect shifting values and the challenges of maintaining traditional norms amidst societal change. Ultimately, the film serves as a cultural mirror that captures the tension between tradition and modernity in today’s Batak community
HUBUNGAN REPRESENTASI SCIENTIFIC ILLUSTRATION TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DAN PERSEPSI SISWA KELAS XI MATERI SISTEM GERAK
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui hubungan representasi scientific illustration siswa terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan sistem gerak dan 2) Mengetahui persepsi siswa tentang pembelajaran dengan scientific illustration. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan desain penelitian kausal komparatif dan survei dengan data yang disajikan dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif. Kemampuan kognitif diuji dengan dua jenis scientific illustration kepada kelas yang berbeda bedasarkan pembelajaran pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 pada materi sistem gerak dengan media pembelajaran berbasis scientific illustration. Uji pengetahuan diujikan secara luring dengan menggunakan metode paper-based test. Uji persepsi diujikan melalui daring denggan menggunakan google form. Analisis data pengetahuan menggunakan Uji T dengan aplikasi SPSS dan analisis persepsi dengan perhitungan persentase menggunakan aplikasi Ms. Excel 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran dengan menggunakan scientific illustration menimbulkan persepsi yang sangat positif pada aspek gaya belajar, proses pengolahan pengetahuan dan ilustrasi dan persepsi positif pada aspek sumber belajar pada pembelajaran materi Sistem Gerak. 2) Penggunaan scientific illustration yang diujikan dengan dua jenis ilustrasi yang berbeda terdapat perbedaan kemampuan kognitif pada diri siswa sebagai pengaruh penggunaan scientific illustration yang berbeda pada pembelajaran biologi materi sistem gerak.Kata Kunci: representasi, kognitif, persepsi, scientific illustration, sistem gerak
PENGEMBANGAN BOOKLET CRUSTACEA DI PANTAI WOHKUDU SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X DI SMA N 1 BANGUNTAPAN
Minimnya referensi pendukung dan media pembelajaran tentang tempat tinggal menyebabkan proses pembelajaran terfokus pada buku dan powerpoint/PPT saja, sehingga mengakibatkan pengetahuan siswa tentang tempat tinggal yang terdapat di sekitar wilayah sekolah terbatas. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk akhir dalam bentuk Booklet Crustacea sebagai media pembelajaran biologi. Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada tahapan penelitian pengembangan 4-D (Define/definisi, Design/rancangan, Develop/pengembangan, Disseminate/penyeberluasan) oleh Thiagarajan yang dimodifikasi, yakni peneliti hanya melaksanakan sampai tahap pengembangan (develop). Penelitian pengembangan media booklet biologi ini bertujuan (1) mengembangkan booklet Crustacea di Pantai Wohkudu sebagai media pembelajaran biologi. (2) Mengetahui kualitas booklet Crustacea di Pantai Wohkudu sebagai media pembelajaran biologi. Berdasarkan hasil uji validasi menurut ahli materi booklet termasuk dalam kategori sangat layak dengan persentase penilaian sebesar 95,29%, menurut ahli media booklet termasuk dalam kategori sangat layak dengan persentase penilaian sebesar 81,33%, menurut respon guru biologi booklet sangat praktis dengan persentase penilaian sebesar 81,9%, menurut respon siswa kelas X buklet sangat praktis dengan persentase penilaian sebesar 89,56%. Oleh karena itu, Booklet Crustacea di Pantai Wohkudu sangat layak digunakan sebagai Media Pembelajaran Biologi siswa kelas X di SMA N 1 Banguntapan
Strategi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam Perspektif Kebijakan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Kebumen
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ; 1)upaya Bappeda dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen dalam perspektif kebijakan; 2) kendala-kendala yang dihadapi Bappeda dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen dalam perspektif kebijakan. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian di kantor Bappeda. Penentuan subjek penelitian ditentukan secara purposive. Adapun subjek penelitian ini berjumlah (2) orang yaitu, SubKoor Bidang Pemerintahan dan pembangunan Manusia, dan salah satu masyarakat di lingkungan Kabupaten Kebumen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cross check Selanjutnya analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Upaya Bappeda dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen, 2) Kendala yang dihadapi oleh Bappeda dalam pengentasan kemiksinan di Kabupaten Kebumen yaitu a)Data antara Pemerintah Pusat dengan kenyataan di lapangan tidak sesuai b) Program yang tidak tepat sasaran
Upaya LKSA Al Marina Yogyakarta dalam Pemenuhan Hak Dasar Anak
Artikel ini berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan hak dasar anak di LKSA Al Marina Yogyakarta dan mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pemenuhan hak dasar anak di LKSA Al Marina Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak dasar anak dilakukan dengan dua hal yaitu penyusunan strategi dan upaya pemenuhan hak dasar anak. Strategi yang digunakan yakni mendasarkan manajemen organisasi pada Standar Nasional Pengasuhan Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak yang terdiri dari perencanaan, realisasi, dan evaluasi program. Sedangkan upaya pemenuhan hak dasar anak dilaksanakan dengan pelaksanaan program pemenuhan hak tumbuh kembang anak, hak kehidupan yang layak dan kesehatan yang baik, hak partisipasi dan hak perlindungan anak. Faktor pendukung meliputi komitmen dan dukungan internal serta kerjasama dengan pihak eksternal. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah kurangnya fokus lembaga terhadap suatu layanan dan minimnya anggaran dana
Pengaruh Keluarga, Sekolah, dan Media Sosial Terhadap Kesadaran Politik Pemilih Pemula dari Kalangan Pelajar SMA Negeri di Kabupaten Klaten
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh keluarga terhadap kesadaran politik pemilih pemula di Kabupaten Klaten; (2) pengaruh sekolah terhadap kesadaran politik pemilih pemula di Kabupaten Klaten; (3) pengaruh media sosial terhadap kesadaran politik pemilih pemula di Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitiatif. Populasi penelitian sebanyak 4831 pelajar kelas XII yang tersebar di 15 SMAN di Kabupaten Klaten. Sampel penelitian sebanyak 256 responden yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data mengunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keluarga memberikan pengaruh signifikan terhadap kesadaran politik pemilih pemula di Kabupaten Klaten sebesar 5,5%; (2) sekolah memberikan pengaruh signifikan terhadap kesadaran politik pemilih pemula di Kabupaten Klaten sebesar 9,9%; (3) media sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap kesadaran politik pemilih pemula di Kabupaten Klaten sebesar 25,7%
Hambatan dan Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Penanaman Karakter melalui Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul
Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi guru Pendidikan Pancasila dalam penanaman karakter melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul dengan pendekatan kualitatif metode studi kasus. Subjek penelitian ditentukan dengan mengunakan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis keabsahan data dilakukan menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penanaman karakter melalui Kurikulum Merdeka, guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul menggunakan strategi berupa Keteladanan; Pembiasaan; Penanaman Nilai dengan Motivasi, Punishment, dan Reward; Pengkondisian Kelas; dan Integrasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila. Terdapat pembelajaran proyek khusus dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila terkait penanaman karakter melalui Kurikulum Merdeka terbagi menjadi tiga tema, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Gaya Hidup Berkelanjutan, dan Kewirausahaan. Terdapat hambatan dalam penanaman karakter disebabkan oleh tiga faktor, yaitu guru, peserta didik, dan orang tua. Upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Pancasila dan pihak sekolah dalam menangani hambatan selama proses penanaman karakter, yaitu melakukan pelatihan dan pengembangan guru dan staf pendidikan, peningkatan pengawasan peserta didik, peningkatan peran dan dukungan orang tua, dan peningkatan fasilitas dan sarana prasaran
GANGGUAN TRAUMATIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL IF YOU KNOW WHY KARYA INDRIYA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui gangguan traumatik yang dialami oleh tokoh utama yaitu tokoh Vanilla, meliputi : (1) gejala gangguan traumatik pada tokoh utama, (2) penyebab gangguan traumatik pada tokoh utama, dan (3) dampak gangguan traumatik pada tokoh utama dalam novel If You Know Why karya Indriya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini menggunakan novel If You Know Why karya Indriya. Subjek penelitian ini adalah tokoh utama yang bernama Vanilla. Penelitian ini difokuskan dengan permasalahan gangguan traumatik yang dialami oleh tokoh Vanilla yang dikaji dengan menggunakan kajian psikologi sastra. Data yang digunakan adalah semua kutipan dialog dan jalan cerita yang mengandung gejala gangguan traumatik, penyebab dan dampak gangguan traumatik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat, instrumen penelitian menggunakan insttumen manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, gejala gangguan traumatik yang dialami oleh tokoh utama yang bernama Vanilla, pasca tragedi kecelakaan yang ia alami 2 tahun yang lalu, yakni: kepingan memori tragis, halusinasi, dan kepribadian lain. Kedua, penyebab gangguan traumatik yang dialami oleh tokoh Vanilla, yakni: tragedi kecelakaan, permasalahan keluarga, dan kejadian masa lalu yang disertai dengan ancaman. Ketiga, dampak gangguan traumatik pada tokoh Vanilla, yakni: menyakiti diri sendiri, menyalahkan diri sendiri, ketakutan, putus asa, dikucilkan dan pelupa.
Implementasi Konsep 8+I Link and Match di SMKN 1 Godean dengan Mitra Alfamidi
Penelitian bertujuan 1)Mendeskripsikan implementasi konsep 8+I Link and Match di SMKN 1 Godean dengan Alfamidi, 2)Menginterpretasikan implementasi 8+I Link and Match berdasarkan perspektif teori Edwards III., dan 3)Mendeksripsikan faktor pendukung dan penghambat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumen, dan observasi. Subjek penelitian yaitu Staf Penanggungjawab Alfamidi Class, Ketua Jurusan Pemasaran, dan siswi SMKN 1 Godean. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan 1)Konsep 8+I Link and Match dilaksanakan kecuali program “Sertifikasi Kompetensi”, 2) Interpretasi dari teori implementasi Edwards menunjukkan a)Komunikasi optimal dengan pertemuan rutin b)Ketersediaan sumber daya yang baik, terdapat Person In Charge (PIC) dan dana c)Disposisi para pelaksana yang berkomitmen, dan d)Struktur birokrasi optimal dengan pembagian tugas yang jelas. Terdapat faktor penghambat yaitu manajemen waktu dan pergantian kurikulum sedangkan faktor pendukung yaitu komunikasi yang baik dan antusiasme siswa