Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PENGARUH MINAT BELAJAR TERHADAP PENCAPAIAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI PEMBUATAN ROK LIPIT HADAP PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN TATA BUSANA DI MAN 1 SLEMAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) minat belajar siswa di MAN 1 Sleman padakompetensi pembuatan rok lipit hadap, (2) ada tidaknya pengaruh minat belajar terhadap pencapaian hasilbelajar kompetensi pembuatan rok lipit hadap pada mata pelajaran keterampilan tata busana di MAN 1Sleman. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN 1 Sleman berjumlah 62 siswa. Sampel penelitianini adalah 32 siswa kelas X IPS 1 yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkanmenggunakan angket dan dokumentasi. Uji validitas dilakukan menggunakan judgement expert dan ujikorelasi antar item menghasilkan sebanyak 38 butir pernyataan memiliki rhitung rtabel yaitu 0,361 sehinggadinyatakan valid. Uji reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cornbrach menunjukkan ɑ sebesar 0,945sehingga variabel memiliki reliabilitas yang sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)minat belajar siswa kelas X IPS 1 pada kompetensi pembuatan rok lipit hadap termasuk dalam kategorisedang dengan persentase 38%, (2) pencapaian hasil belajar kompetensi pembuatan rok lipit hadap siswakelas X IPS 1 termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan persentase 66%, (3) ada pengaruh minat belajaryang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar kompetensi pembuatan rok lipit hadap pada matapelajaran Keterampilan Tata Busana di MAN 1 Sleman, dibuktikan dengan Ry = 0,134 dan Fhitung = 4,635 Ftabel = 4,16
PENGARUH KESIAPAN FASILITAS PRAKTIK PRAKARYA TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBUATAN CELEMEK SISWA KELAS X MAN 3 SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui fasilitas belajar pada Kompetensi Pembuatan Celemek pada Mata pelajaran Prakarya siswa kelas X MAN 3 Sleman Tahun Ajaran 2020/2021, 2) mengetahui hasil belajar Kompetensi Pembuatan Celemek pada Mata Pelajaran Prakarya siswa kelas X MAN 3 Sleman Tahun Ajaran 2020/2021, 3) mengetahui pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar pembuatan celemek pada Mata Pelajaran Prakarya kelas X MAN 3 Sleman Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan pendekatan kausal komparatif. Ukuran sampel pada penelitian ini sebanyak 135 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Selanjutnya sampel tiap kelas ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan rumus regresi linier sederhana, yang selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) fasilitas praktik pada Mata Pelajaran Prakarya kelas X MAN 3 Sleman berada pada kategori rendah sebesar 54,81%, (2) hasil belajar Pembuatan Celemek pada Mata Pelajaran Prakarya kelas X MAN 3 Sleman berada pada kategori Belum Tuntas sebanyak 57,04%, (3) terdapat pengaruh antara fasilitas praktik terhadap hasil belajar Pembuatan Celemek pada Mata Pelajaran Prakarya kelas X MAN 3 Sleman, dengan t hitung 7.148 t tabel 1.978 dan membandingan nilai signifikansi 0,000 0,05 pada analisis regresi linier sederhana. Analisis tersebut dinyatakan Ho di tolak dan Ha diterima. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh fasilitas praktik terhadap hasil belaja
FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI SMA
Biologi merupakan pelajaran yang kompleks sehingga membuat beberapa kesulitan siswa dalam proses pembelajaran terhadap mata pelajaran tersebut, kesulitan tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi siswa itu sendiri dan kondisi lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kesulitan dalam proses belajar yang dihadapi siswa pada mata pelajaran biologi SMA. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang menggunakan metode literature review, Subjek dalam penelitian ini berupa artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan judul penelitian. Data analisis penelitian ini adalah artikel-artikel yang sampelnya terdiri dari 5 artikel.Hasil penelitian kesulitan menunjukkan dalam proses belajar pada mata pelajaran biologi dikategorisasikan tinggi yang dipengaruhi oleh kondisi siswa maupun kondisi lingkungan sekitar
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP RESISTANSI BAHAN KONDUKTOR Al, Cu dan SEMIKONDUKTOR LAPISAN TIPIS Pb(Se,Te), CdTe HASIL PREPARASI DENGAN TEKNIK EVAPORASI TERMAL
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap nilairesistansi dari alumunium, tembaga dan bahan semikonduktor Pb(Se,Te), CdTe. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen. Data yang diperoleh merupakan hubungan antara suhudan nilai resistansi sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan softwareorigin 6.1 untuk mendapatkan bentuk grafik hubungan temperatur terhadap nilai resistansiuntuk tiap-tiap sampel uji.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai resistansi pada bahansemikonduktor yang diformulasikan menurut persamaan berikut ini. Untuk bahan PbSe() = (176,34 + 8418,54 e−t / 7,34 ) Ω, bahan PbTe () = (9,61 + 75,34 e−t /13,92 ) Ω, danbahan CdTe () = (0,61 + 6,84 e−t / 34,68 ) Ω. Untuk bahan konduktor terdapat kenaikan nilairesistansi yang diformulasikan menurut persamaan berikut ini. Untuk alumunium () = (-2,21 + 0,09t) Ω, untuk tembaga () = (-0,74 + 0,03t) Ω, dengan batas suhu terendahsebesar 30oCKata Kunci : Resistansi, Semikonduktor, Konduktor.AbstractThis research aims to observe the temperature effect of the resistance value of the thinlayer Pb(Se,Te), CdTe semiconductors, and Al, Cu metal. This research using experimentmethod, where the result of data are relation between the temperature and the trial sampleresistance. Then we analysis the data result using origin 6.1 for finding the shape of therelations chart for each trial sample.The result of this research shows that there was a decrease of the resistance valuethat affected by increasing of the temperature on the surface of thin layer semiconductorwhich formulated into following equations. For PbSe () = (176.34 + 8418.54 e−t / 7.34 ) Ω,PbTe () = (9.61 + 75.34 e−t /13.92 ) Ω, and CdTe () = (0.61 + 6.84 e−t / 34.68 ) Ω. And forAl, Cu there was increase of the resistance value which formulated into following equations. () = (-2.21 + 0.09t) Ω. for copper () = (-0.74 + 0.03t) Ω, with thelowest temperature is 30oC.Keywords : Resistance, Semiconductor, Conductor
ANALISIS PENGARUH KONSTANTA PEGAS TERHADAP PERTAMBAHAN PANJANG PEGAS
Praktikum fisika sering kali dilakukan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai konsep-konsep dasar dalam fisika. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati hubungan antara konstanta pegas dan pertambahan panjang pegas. Metode penilitian kuantitaif merupakan metode yang digunanaka dalam penelitian ini yang dimana mengutamakan objktivtas, pengulangan secara sistematis, dan kebenaran mengenai hasil peenitian. Dalam percobaan ini menggunakan tiga pegas 15 cm, 11 cm, dan 6,5 cm. Dan beban yang diguanakan tiga beban juga 50g, 75g, dan 100g. Menggunakan pegas yang tidak dipotong yang panjang awalnya 15 cm dengan 3 beban, yaitu 50, 75 dan 100 gr. Pada beban 50 gr dengan panjang akhir sebesar 24 cm dan penambahan panjang pegas sebesar 9 cm, pada beban 75 gr dengan panjang akhir sebesar 29.5 cm dan penambahan panjang pegas sebesar 14,5 cm dan pada beban 100 gr dengan panjang akhir sebesar 35 cm dan penambahan panjang pegas sebesar 20 cm. Hal ini membuktikan bahwa variabel beban pegas dan panjang akhir pegas memiliki hubungan berbanding lurus, semakin besar beban suatu pegas maka semakin besar pula panjang suatu pegas tersebut dan bahwa nilai pertambahan panjang pada pegas memengaruhi besarnya nilai konstanta pegas, semakin besar pertambahan panjangnya maka nilai konstan pegas akan mengecil atau memiliki hubungan berbanding terbalik.
RANCANG BANGUNSISTEM KONTROL SUHU KOMPOR BATIK LISTRIK DENGAN TUNGKU KERAMIK DAN PEMANAS NIKELIN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang-bangun sistem kontrol suhu kompor batik listrik agar bahan malam stabil pada range suhu 60ºC sampai dengan 70ºC, (2) mengetahui fungsi transfer sistem kontrol suhu kompor batik listrik, dan (3) mengetahui daya rata-rata yang digunakan kompor batik listrik. Rancang bangun sistem kontrol suhu ini dilakukan dengan merangkai sensor PT-100, komparator LM393, saklar transistor dan relay serta pemanas nikelin yang ditempelkan di bawah tungku keramik setelah semua komponen terkarakterisasi. Fungsi transfer ditentukan dengan menganalisis hubungan keluaran dan masukan setiap komponen yang digunakan. Daya rata-rata yang digunakan dapat dihitung dengan menjumlah energi saat ON dan OFF per satuan waktu. Hasil penelitian ini adalah (1) telah dirancang sistem kontrol suhu kompor batik listrik dengan diameter pemanas nikelin (0,150 ± 0,005) mm dan panjang (2,230±0,005) m yang berhasil mengontrol suhu bahan malam klowong antara 60ºC - 70ºC, bahan malam tembok antara 60ºC - 71ºC dan bahan malam songkal antara 60ºC - 70ºC, (2) fungsi transfer pada rancang bangun kompor batik listrik ini adalah dengan , dan (3) daya yang diperlukan kompor batik listrik ini adalah 59 watt. Kata kunci: sistem kontrol, suhu, bahan malam. Abstract This research aimed (1) to design a temperature control system of electric batik stove to stabilize the candle temperature in the range of 60 up to 70 , (2) to know the transfer function of electric batik stove temperature control system, and (3) to know the average power used by electric batik stove. The design of this temperature control system was done by assembling PT-100 sensor, LM393 comparator, transistor and relay switches, and nickel heater which was patched under ceramic furnace after all components were characterized. The transfer function was determined by analyzing the output and input relations of each component which were used. The average power used can be calculated from ON and OFF energy per time unit. The results of this research were (1) temperature control system of electric batik stove had been designed with a diameter of nickel heater (0.150 ± 0.005) mm and (2,230 ± 0.005) m length which successfully controled the temperature of the “klowong” candle between 60ºC - 70ºC, the “tembok” candle between 60ºC - 71ºC and the “songkal” candle between 60ºC - 70ºC, (2) The transfer function of electric batik stove was with and (3) the power required by this electric batik stove was 59 watts. Key word : control system, temperature, candle
IDENTIFIKASI POLA PERILAKU SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina)
Semut merupakan serangga yang keberadaannya tersebar luas di daratan di seluruh dunia. Semut Oecophylla smaragdina dikenal sebagai serangga yang memiliki perilaku sosial atau dikenal sebagai serangga eusosial (sosial sejati) yang hidup dengan cara berkoloni dan sangat tergantung pada keberadaan pohon (arboreal), Semut Oecophylla smaragdina memiliki daerah teritori yang terdiri dari beberapa pohon yang saling terhubung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku Semut Oecophylla smaragdina yang terlihat dengan metode Ad-libitum Sampling, mengetahui perilaku Semut Oecophylla smaragdina dan frekuensinya dengan metode Scan Sampling, dan mengetahui pola perilaku Semut rangrang (Oecophylla smaragdina) dengan metode Behavior Sampling. Pengamatan perilaku semut Oecophylla smaragdina dilakukan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta dengan rentang waktu selama empat bulan antara bulan Februari - Juni 2022. Dari hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa perilaku pada semut Oecophylla smaragdina yang teramati adalah Rest (Istirahat) 18%, Move (berpindah tempat) 29%, Groom self (grooming) 8%, Contact (interaksi menyentuh antena)19%, Eat (memakan) 0%, Fight (bertarung) 0%, Steal food (mencuri/membawa makanan) 1 %, Defense (mengangkat perut ke atas) 6%, dan Out of sight 19%, dan aktivitas yang paling banyak teramati yaitu Move (berpindah tempat) dengan persentase 29% hal ini diketahui bahwa perilaku berpindah tempat tersebut dikarenakan semut Oecophylla smaragdina yang sedang mencari makanan
PEMANFAATAN BIO – SLURRY PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY
Bioslurry merupakan produk samping fermentasi kotoran ternak menjadi biogas yang mengandung bahan organik dan unsur hara yang bermanfaat untuk memperbaiki sifat tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari dampak penggunaan bio-slurry terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery pada tanah latosol dan regosol. Penelitian dilakukan di KP2 Institut Pertanian Stiper yang bertempat di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY . Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama dalam penelitian ini adalah penggunaan aplikasi bio-slurry dengan lima aras yaitu 0 g, 100 g, 200 g, 300 g, 400 g. Faktor kedua adalah jenis tanah dengan dua aras yaitu tanah latosol dan tanah regosol. Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara pemberian pupuk bio-slurry dan jenis tanah terhadap parameter berat segar tajuk, berat segar akar, panjang akar, dan volume akar. Pemberian dosis bio-slurry sebanyak 300 g pada tanah latosol secara nyata meningkatkan berat segar tajuk. Dosis bio-slurry sebanyak 400 g jenis tanah latosol secara nyata meningkatkan berat segar akar. Dosis bio-slurry sebanyak 100 gram jenis tanah latosol secara nyata meningkatkan panjang akar. Pemberian dosis bio-slurry dengan dosis 100 gram pada tanah regosol secara nyata sudah dapat meningkatkan volume akar. Penggunaan bio-slurry dengan dosis 400 gram secara nyata meningkatkan diameter batang dan berat kering akar. Kata Kunci: Bio – slurry, jenis tanah, main nursery.Bioslurry is a by-product of livestock manure fermentation into biogas which contains organic matter and nutrients which are useful for improving soil properties. This research was conducted with the aim of studying the impact of using bio-slurry on the growth of oil palm seedlings in the main nursery on latosol and regosol soils. The research was conducted at KP2 of the Stiper Agricultural Institute which is located in Maguwoharjo Village, Depok District, Sleman Regency, DIY. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor in this study was the application of bio-slurry with five levels, namely 0 g, 100 g, 200 g, 300 g, 400 g. The second factor is the type of soil with two levels, namely latosol soil and regosol soil. Each treatment combination was repeated four times. The results showed that there was a significant interaction between the application of bio-slurry fertilizer and soil type on the parameters of shoot fresh weight, root fresh weight, root length, and root volume. Applying a dose of 300 g of bio-slurry on latosol soil significantly increased the fresh weight of shoots. The dose of bio-slurry as much as 400 g of latosol soil type significantly increased the fresh weight of the roots. The dose of bio-slurry as much as 100 grams of latosol soil type significantly increased root length. Dosage of bio-slurry with a dose of 100 grams on regosol soil can significantly increase root volume. The use of bio-slurry at a dose of 400 grams significantly increased stem diameter and root dry weight.Keywords: Bio – slurry, type of soil, main nurser
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BERBAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP N 2 Berbah, (2) pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar kognitif siswa kelasVII SMP N 2 Berbah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian noneqivalentcontrol group design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP N 2 Berbah tahun ajaran 2015/2016 yangberjumlah empat kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling.Kelas VII B sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran dengan pendekatansaintifik, sedangkan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran denganpendekatan berbasis KTSP yang menerapkan Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi (EEK). Instrumen yang digunakandalam penelitian ini adalah lembar observasi keterampilan proses sains dan lembar soal hasil belajar kognitif siswa.Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji regresi liniersederhana menggunakan program SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan saintifikberpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP N 2 Berbah yang ditunjukkan oleh angkasignifikansi kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa adalah32,5%. (2) pendekatan saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP N 2 Berbah yangditunjukkan oleh angka signifikansi kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajarkognitif siswa adalah 26,8%. Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kogniti
IMPLEMENTASI NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP SETIA BUDI SUNGAILIAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai multikultural dalam pembelajaran IPS di SMP Setia Budi Sungailiat. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah guru IPS dalam menerapkan proses implementasi nilai multikultural dalam pembelajaran IPS melalui; 1) perencanaan pembelajaran IPS dapat memanfaatkan budaya lokal sebagai pengembangan nilai-nilai moral pada peserta didik dalam pembelajaran berbasis multikultural yang direncanakan dalam kurikulum, media pembelajaran, silabus dan RPP, 2) pelaksanaan pembelajaran IPS dengan memfasilitasi media yang berhubungan dengan multikultural, menambah poster-poster tentang nilai multikultural di lingkungan sekolah, mengembangkan materi serta tema tentang multikultural di sekolah, dan melengkapi sarana serta fasilitas yang masih belum ada, 3) penilaian pembelajaran IPS telah melalui format penilaian memuat aspak-aspek yang dinilai seperti; nilai demokratisasi, nilai pluralisme, dan nilai humanisme