Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KB SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Kampung KB Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat di Dusun Ngramang dan kendala yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode-metode pengumpulan data berikut: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Pendekatan kualitatif kemudian digunakan untuk menganalisis dan menjelaskan data penelitian ini yang terkumpul. Data tersebut kemudian di validasi dengan metode triangulasi sumber untuk mendapatkan data yang akurat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Kampung Keluarga yang dikepalai Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) Yogyakarta untuk membina dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera di Dusun Ngramang telah berhasil dilaksanakan, khususnya dalam meningkatkan jumlah penggunaan KB dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Dusun Ngramang melalui pemberdayaan dan pelatihan keterampilan masyarakat, serta melalui program unit Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)

    STAKEHOLDER ANALYSIS DALAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stakeholder dalam penanganan stunting di Kabupaten Bantul. Identifikasi, klasifikasi, dan investasi hubungan antar stakeholder menjadi pembahasan dalam analisis penanganan stunting ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan stunting di Kabupaten Bantul mengalami penurunan angka masyarakat yang terjangkit melalui keterlibatan 18 stakeholder dari masyarakat, pemerintah, LSM, dan akademisi. Stakeholder dapat diklasifikasikan menjadi: 1) Key Player, yakni Dinas P3APPKB, Dinas Kesehatan, dan Bappeda Kabupaten Bantul; 2) Subject, yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dukcapil, Dinas PMK, Dinas Sosial, Dispora, Kantor Kementerian Agama, TPP P3MD, dan DLH Kabupaten Bantul; 3) Context Setter, yakni Tim Penggerak PKK dan LPPM STIKes AKBIDYO; dan 4) Crowd, yakni Kader PKK, Kader Pembangunan Manusia, TPK, dan Kader Posyandu. Berbagai stakeholder tersebut berhubungan dengan bentuk saling melengkapi dan bekerjasama. Meskipun, miskomunikasi dan kurangnya koordinasi seringkali menjadi permasalahan yang muncul, karena memang banyaknya stakeholder yang terlibat.

    PELAKSANAAN PROGRAM GENERASI BERENCANA TERHADAP PEMAHAMAN REMAJA DI KECAMATAN TEMON, KULON PROGO

    Get PDF
    Permasalahan pada usia remaja seperti rendahnya pemahaman kesehatan reproduksi, penyalahgunaan NAPZA dan angka pernikahan dini yang tinggi membuat pemerintah berupaya untuk menggalakkan program Generasi Berencana (GenRe) yang dilaksanakan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan serta menganalisis perlaksanaan program Generasi Berencana (GenRe) terhadap pemahaman remaja di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program Genre di Kecamatan Temon belum berjalan efektif sepenuhnya jika dilihat dari empat aspek pelaksanaan kebijakan yang meliputi aspek komunikasi, birokrasi dan kelembagaan, sikap disposisi dan komitmen, serta sumber daya dari Program Genre itu sendiri. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Temon memiliki 30 remaja duta Genre yang diangkat untuk menjadi role model dalam merepresentasikan remaja yang sesuai dengan tujuan dari Program Genre. Secara keseluruhan aspek telah dilaksanakan dengan menggandeng institusi perangkat desa dan sekolah-sekolah tingkat menengah pertama dan atas di Kecamatan Temon. Meskipun tercapainya tujuan ini, namun masih banyak remaja atau sasaran dari program Genre itu sendiri yang masih belum memahami atau mendapatkan pemahaman yang cukup tentang program Genre di Kecamatan Temon itu sendiri. 

    RESPONSIVITAS DINAS KOMINFOSAN YOGYAKARTA DALAM PENANGANAN ADUAN MELALUI APLIKASI JSS

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami responsivitas Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, mengevaluasi kualitas kecepatan, ketepatan, kecermatan, dan ketepatan waktu pelayanan, serta mengkaji kemampuan dalam menanggapi keluhan masyarakat melalui Aplikasi JSS. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dilakukan pada Maret-Juni 2023 di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Dinas tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam merespons aduan melalui JSS. Strategi implementasi, integrasi dengan UPIK, dan tim khusus penanganan aduan membantu menciptakan pelayanan publik responsif dan efektif. Dinas tersebut juga menunjukkan kecepatan, ketepatan, kecermatan, dan kemampuan dalam menanggapi keluhan masyarakat. Tantangan terdapat pada ketepatan waktu pelayanan di luar jam kerja dan kendala dalam penanganan aduan yang melibatkan saling lempar tanggung jawab antar OPD, yang menyebabkan keterlambatan dan ketidakpuasan masyarakat

    POLITICAL WILL PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DALAM KEBIJAKAN PENANGANAN KASUS STUNTING (TAHUN 2016-2020)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan political will yang dimiliki pemerintah daerah Kulon Progo dalam pelaksanaan kebijakan penanganan stunting pada tahun 2016-2020. Desain penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan melakukan kajian secara deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kulon Progo belum menunjukkan political will yang kuat dalam penanganan kasus stunting tahun 2016- 2020. Tahun 2016 dan 2017, pemerintah Kulon Progo belum memiliki perhatian khusus untuk kasus stunting. Tindakan politik sebagai inisiatif pemerintah Kulon Progo pada tahun 2018 terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018 untuk membentuk advokasi kebijakan stunting di tingkat daerah. Tahun 2018, pemerintah Kulon Progo membentuk Tim Penanganan Stunting sebagai upaya mobilisasi dukungan politik dari aktor multi-sektor. Hingga tahun 2020, pelaksanaan intervensi gizi masih terhambat oleh kurangnya sinergitas antar aktor serta penegakan hukum yang masih lemah. Alokasi anggaran untuk intervensi gizi yang disediakan juga masih kurang serta pelaksanaan intervensi masih memerlukan strategi yang lebih tepat

    Persepsi Peserta Didik Terhadap Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan Pada Paket Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton SMK Negeri 1 Seyegan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kesesuaian keseluruhan proses pembelajaran mata pelajaran Konstruksi Bangunan pada Paket Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton SMK N 1 Seyegan dengan pembelajaran berdasarkan karakteristik Kurikulum 2013, (2) mengetahui tingkat keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran mata pelajaran Konstruksi Bangunan pada Paket Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton SMK N 1 Seyegan, dan (3) mengetahui tingkat kemandirian peserta didik selama proses pembelajaran mata pelajaran Konstruksi Bangunan pada Paket Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton SMK N 1 Seyegan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik Kelas X Paket keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton SMK N 1 Seyegan tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 57 responden. Data penelitian diperoleh melalui angket. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembelajaran mata pelajaran Konstruksi Bangunan pada Paket Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton SMK N 1 Seyegan sesuai karakteristik Kurikulum 2013 dengan 42 responden (74%) menyatakan sesuai, (2) Peserta didik mampu meningkatkan  keaktifannya selama proses pembelajaran pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan Seyegan dengan 43 responden (75%) menyatakan mampu, (3) Peserta didik mampu meningkatkan kemandiriannya selama proses pembelajaran pada mata pelajaran Konstruksi Bangunan dengan 34 responden (60%) menyatakan mampu

    Penerapan Pendekatan Kontektual (CTL) Pada Mata Pelajaran Rencana Anggaran Biaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 1 Pajangan Bantul

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) peningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Rencana Anggaran Biaya dengan penerapan Pendekatan Kontektual (CTL), dan (2) peningkatan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Rencana Anggaran Biaya penerapkan Pendekatan Kontektual (CTL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berupa pretest dan posttest dan lembar observasi keaktifan belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, memaparkan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan: (1) keaktifan belajar siswa kelas XII TGB-B pada siklus I adalah 45%, pada siklus II menjadi 75% dan pada siklus III menjadi 85%, (2) hasil belajar siswa kelas XII TGB-B pada siklus I yang lulus KKM adalah 55%, pada siklus II yang lulus KKM adalah 80% dan pada siklus III yang lulus KKM adalah 95%

    Pengembangan Modul Pembelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung Kelas XII Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 3 Yogyakarta

    Get PDF
    Kurangnya sumber belajar lain seperti buku pelajaran atau modul, sehingga peserta didik hanya mengandalkan guru pengampu dalam memperoleh sumber belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengembangkan modul pembelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung Kelas XII Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 3 Yogyakarta. (2) Mengetahui kelayakan media pembelajaran berupa Modul Pembelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung Kelas XII Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 3 Yogyakarta berdasarkan ahli media, ahli materi dan guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (RD) model 4D (Thiagarajan). Pada model penelitian 4D terdiri dari empat tahap yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Data kelayakan modul diperoleh melalui pengisian lembar penilaian oleh expert judgement ahli materi, ahli media, dan guru. Teknik analisis data menggunakan tabel distribusi kelas interval. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Tahap define menghasilkan analisa karakteristik dan kemampuan belajar siswa, analisa tugas-tugas yang harus diselesaikan siswa, analisa berbagai konsep yang harus dipahami oleh siswa, hingga menyusun tujuan instruksional, (2) Tahap design menghasilkan draft awal modul, (3) Tahap develop dilakukan dengan penilaian oleh ahli materi, ahli media dan guru beserta revisinya, (4) Tahap disseminate dilakukan kepada siswa melalui guru, (5) Tingkat kelayakan Modul menurut ahli materi diperoleh skor rata-rata 76,6 poin sehingga termasuk dalam kriteria “baik”, (6) Tingkat kelayakan Modul menurut ahli media diperoleh skor rata-rata 91 poin sehingga termasuk dalam kriteria “baik sekali”, (7) Tingkat kelayakan Modul menurut ahli guru diperoleh skor rata-rata 92 poin sehingga termasuk dalam kriteria “baik sekali”. Sehingga hasil penilaian kelayakan modul secara keseluruhan mendapatkan kriteria “baik sekali” untuk dipergunakan sebagai bahan ajar dengan perolehan skor rata-rata keseluruhan 87,3 poin

    Pengembangan Video Pembelajaran Pembuatan Sambungan Kuda-Kuda Kayu pada Praktik Kerja Kayu 1 di Jurusan PTSP FT UNY

    No full text
    Perkembangan pendidikan tentunya tidak lepas dari adanya perkembangan revolusi industri yang terjadi. Tantangan dan tuntutan semakin meningkat dikarenakan hampir seluruh sektor menggunakan sistem digitalisasi, salah satunya sektor pendidikan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui media yang digunakan oleh dosen dalam mengajar materi pembuatan sambungan kuda-kuda kayu pada Praktik Kerja Kayu 1 di Jurusan PTSP FT UNY; dan (2) Untuk mengetahui seberapa besar tingkat keefektifan, kelayakan, dan kepraktisan media video pembelajaran pembuatan sambungan kuda-kuda kayu pada Praktik Kerja Kayu 1 di Jurusan PTSP FT UNY. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research Development) yang merujuk pada model pengembangan Four-D Models oleh Thiagarajan, yang terdiri atas define (tahap pendefinisian), design (tahap perancangan), develop (tahap pengembangan), dan disseminate (tahap penyebaran). Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari empat pilihan jawaban. Kuesioner tersebut digunakan pada validasi Ahli Materi, Ahli Media, dan Pengguna/Mahasiswa. Data yang didapat kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil dari penelitian serta pengembangan video pembelajaran yaitu: (1) penilaian dari Ahli Materi mendapatkan skor sebesar 63 dari 68 dengan persentase keseluruhan sebesar 96% termasuk dalam kategori “Sangat Efektif”, (2) penilaian dari Ahli Media didapatkan skor sebesar 88 dari 96 dengan persentase keseluruhan sebesar 95,2% termasuk dalam kategori “Sangat Layak”, serta (3) penilaian dari pengguna/mahasiswa mendapatkan rata-rata skor keseluruhan sebesar 31,7 dengan persentase keseluruhan sebesar 95% termasuk dalam kategori “Sangat Praktis”

    PENGEMBANGAN DAN ANALISIS KUALITAS APLIKASI MOBILE TOUR GUIDE MUSEUM DIRGANTARA MANDALA TNI AU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengembangkan aplikasi mobile tour guide Museum Dirgantara berbasis androidsebagai media informasi yang mempermudah wisatawan mengetahui koleksi yang ada di museum. (2) Memberikan jaminankualitas aplikasi mobile tour guide Museum Dirgantara dengan melakukan pengujian perangkat lunak sesuai standar ISO25010. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah research and development dengan prosedur pengembanganperangkat lunak model Waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Aplikasi tour guide Museum Dirgantara telah memenuhikebutuhan sebagai media informasi yang memudahkan pengunjung dalam menjelajahi museum dan mengetahui koleksi –koleksi di Museum Dirgantara (2) Hasil pengujian menunjukkan aplikasi telah memenuhi standar kualitas perangkat lunak ISO25010. Aspek functional suitability sebesar 100%, aspek compatibility pada berbagai sistem operasi dan tipe perangkat sebesar91,67% dan co-existence sebesar 100%, aspek performance efficiency CPU 18,37%, memory 19,01MB, time behavior 0,039seconds/thread, aspek usability sebesar 84,93%, dan hasil pengujian kualitas uji materi sebesar 100%. Hasil pengujian aplikasisecara keseluruhan dinyatakan “Sangat Baik”.Kata kunci: museum, aplikasi, standar ISO 2501

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇