Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SAMPAH DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS VII B DI MTS MUHAMMADIYAH SINGAPARNA TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui upaya meningkatkan kreativitas siswa melalui model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan menggunakan media sampah dalampembelajaran IPS pada kelas VII B di MTs Muhammadiyah Singaparna Tasikmalaya, 2)mengetahui peningkatan kreativitas siswa melalui model Pembelajaran Berbasis Proyekdengan menggunakan media sampah dalam pembelajaran IPS kelas VII B di MTsMuhammadiyah Singaparna Tasikmalaya tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakanPenelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi danrefleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B di MTs Muhammadiyah SingaparnaTasikmalaya yang berjumlah 24 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti,catatan lapangan, lembar observasi dan pedoman wawancara. Pengumpulan data diperolehdari hasil observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Keabsahan data yangdigunakan yaitu triangulasi teknik. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila reratapersentase indikator kreativitas siswa mencapai ≥75%. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa: 1) upaya untuk meningkatkan kreativitas siswa antara lain: a) memilih topik ataupermasalahan yang mampu merangsang siswa untuk berpikir dan bersikap kreatif; b)mendorong siswa menjadi aktif dalam pembelajaran dengan membangun kerjasama yangkuat dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas; c) mengajari siswa beberapa metodeuntuk menjadi kreatif; d) menerima ide-ide kreatif yang dihasilkan siswa; e) memberikanreward di akhir pembelajaran sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang kreatif, 2)peningkatan kreativitas siswa pada siklus I menunjukkan 63,25% pada kategori cukup danmeningkat sebesar 17,36% menjadi 80,61% pada siklus II dengan kategori baik. Hal inimenunjukkan rata-rata persentase telah mencapai kriteria keberhasilan tindakan yangditetapkan yaitu ≥75%
FILOSOFI DAN PENGARUH KONSTRUKSI RUMAH JOGLO TERHADAP GEMPA BUMI DI DESA JAGALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis rumah Joglo; (2) nilai-nilai filosofi yang terdapat pada kontruksi rumah Joglo; dan (3) Rumah Joglo yang mampu bertahan terhadap gempa bumi di Desa Jagalan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah sesepuh, pemilik rumah Joglo, dan budayawan. Pelaksanaan pengambilan data di Desa Jagalan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rumah Joglo di Jagalan dibagi menjadi tiga yaitu rumah Joglo Tumenggungan, rumah Joglo Kalang,dan rumah Joglo Rakyat Biasa; (2) Nilai-nilai filosofi pada konstruksi rumah Joglo sebagai pedoman hidup meliputi: Sangkan Paraning Dumadi, yaitu manusia Jawa harus berhati-hati dalam menjalani hakekat hidup. Manunggaling Kawula Gusti, yaitu suatu perwujudan sikap menambah dan menciptakan ketenangan batin. Pada akhirnya ditemukan sebuah keharmonisan antara manusia dengan Tuhan. Memayu Hayuning Bawana, yaitu perbuatan yang senantiasa mewujudkan dunia selamat, sejahtera dan bahagia; dan (3) Rumah Joglo mampu bertahan terhadap gempa bumi karena kekuatannya pada saka dengan sifat sendi dan jepit untuk menstabilkan bangunan ketika menerima gaya gempa, umpak mengurangi getaran gempa yang sampai ke saka, sunduk kili sebagai penguat bangunan, tumpangsari sebagai tumpuan usuk, dan nanasan atau prit gantil sebagai pengunci tumpangsari.Kata Kunci: Filosofi, Konstruksi Rumah Joglo, Desa Jagalan
Tingkat Pemahaman Kesiapsiagaan Kepala Keluarga dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Dusun Potrobayan Desa Srihardono Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul
Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan kepala keluarga di Dusun Potrobayan dalam menghadapi bencana yang diukur melalui parameter kesiapsiaagaan. Parameter yang digunakan untuk penelitian ini ada lima. Parameter tersebut yaitu pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, dan kemampuan memobilisasi sumberdaya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah kepala keluarga di Dusun Potrobayan sebanyak 207 kepala keluarga. Ukuran sampel penelitian sebanyak 68 kepala keluarga ditentukan dengan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%, selanjutnya sampel setiap RT (Rukun Tetangga) ditentukan dengan teknik Sample Random Sampling. Data dikumpulkan dengan angket. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapibencana gempa bumi pada kategori âsangat siapâ artinya kepala keluarga yang ada di Dusun Potrobayan sudah sangat siap, hal ini dapat dilihat melalui pengetahuan dan sikap kepala keluarga terhadap risiko gempa bumi, rencana tanggap darurat kepala keluarga terhadap bencana gempa bumi, sistem peringatan bencana gempa bumi yang dilakukan oleh kepala keluarga, dan kemampuan memobilisasi sumber daya kepala keluarga yang menunjukkan hasil rata-rata pada kategori âsangat siapâKata kunci : kesiapsiagaan, kepala keluarga, bencana gempa bumi
EKSISTENSI KELOMPOK TANI TAMBAK TIRTA ANUGRAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran pengurus kelompok tani tambak Tirta Anugrah terhadap pemberdayaan ekonomi anggota di Dusun Ngentak Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul yang meliputi kegiatan-kegiatan dan fungsi dibentuknya kelompok Tirta Anugrah, (2) Strategi pengurus Kelompok Tani Tambak Tirta Anugrah dalam pemberdayaan ekonomi anggota di Dusun Ngentak Poncosari Srandakan Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan informan 6 warga Dusun Ngentak yang tergabung dalam kelompok tani tambak Tirta Anugrah serta pengurus kelompok Tirta Anugrah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangular pada penelitian ini adalah kepala dusun. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles Hubberman dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Peran pengurus kelompok tani tambak Tirta Anugrah bagi pemberdayaan ekonomi anggota di Dusun Ngentak untuk meningkatkan taraf hidup anggotanya agar tercipta pola hidup yang mandiri yaitu melalui : (a) kegiatan yang dilakukan kelompok Tirta Anugrah yaitu usaha budidaya udang vaname; (b) Program lain disamping kegiatan budidaya yang meliputi kegiatan sosial, pelatihan atau sosialisasi, serta pendampingan sosial untuk menunjang tercapainya tujuan kelompok yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat Ngentak dan (c) tujuan pembentukan kelompok Tirta Anugrah. (2) Strategi pemberdayaan yang dilakukan kelompok Tirta Anugrah yaitu pemungkinan terkait dengan pemberian motivasi yaitu yaitu dengan menjadi contoh atau teladan dan kesempatan yang sama bagi masyarakat, penguatan terkait membangkitkan kesadaran, menyampaikan informasi dan menyelenggarakan pelatihan, perlindungan yaitu melindungi yang lemah agar tidak tergantung oleh kelompok yang kuat serta berkaitan dengan modal dan pemasaran serta interaksi pemberdaya dengan lembaga eksternal lain , pendukungan atau penyokongan terkait dengan pemberian bimbingan contohnya pengelolaan tambak dan dukungan agar masyarakat mampu menjalankan peranya dan tugas dalam kehidupanya dan pemeliharaan terkait pemberian kesempatan yang sama antar anggota kelompok
PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN EDUCATIVE PUNISHMENT TERHADAP PERILAKU DISIPLIN SISWA DI SMP NEGERI 1 SLEMAN
Reward dan Educative Punishment merupakan dua faktor yang diduga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya perilaku disiplin siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1. pengaruh pemberian reward terhadap perilaku disiplin siswa, 2. pengaruh pemberian educative punishment terhadap perilaku disiplin siswa, 3. pengaruh pemberian reward dan educative punishment secara bersama-sama terhadap perilaku disiplin siswa di SMP Negeri 1 Sleman.Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas VII dan VIII SMP N 1 Sleman yang berjumlah 448 siswa,teknik sampling yang digunakan yaitu teknik proportional random sampling dengan jumlah 211sampel siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Uji prasyarat analisis terdiri dari uji normalitas, uji linearitas, dan uji multikolinearitas. Pengujian hipotesis menggunakan regresi sederhana dan regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. ada pengaruh positif dan signifikan pemberian reward terhadap perilaku disiplin siswa, ditunjukkan dengan (rx1y) sebesar 0,390 dan nilai thitunglebih besar dari ttabel (6,122 1,960). 2. ada pengaruh positif dan signifikan pemberian educative punishment terhadap perilaku disiplin siswa, ditunjukkan dengan (rx2y) sebesar 0,585 dan nilai thitunglebih besar dari ttabel (10,422 1,960). 3. ada pengaruh positif dan signifikan atara pemberian reward dan educative punishment terhadap perilaku disiplin siswa di SMP N 1 Sleman yang ditunjukkan dengan hasil (rxy(12)) sebesar 0,597 dan nilai Fhitunglebih besar dari Ftabel (57,6223,03). Sumbangan Relatif masing-masing variabel yaitu pemberian reward 21,3% dan educative punishment 78,7% sedangkan Sumbangan Efektif masing-masing variabel pemberian reward sebesar 7,6% dan educative punishment sebesar 28%.Kata Kunci: reward, educative punishment, perilakudisiplinsiswa
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RESPONSIF GENDER DI SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA
Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi programsekolah responsif gender di SMP Negeri 15 Yogyakarta, (2) implementasi pro- gram sekolah responsif gender pada pembelajaran, (3) sarana dan prasarana penunjang program sekolah responsif gender, (4) kegiatan penunjang program sekolah responsif gender, dan (5) faktor pendukung dalam mewujudkan program sekolah responsif gender.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif.Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) implementasi program sekolah responsif gender di SMP Negeri 15 Yogyakarta dilakukan melalui tiga tahap yaitu pembiasaan, intervensi dan kegiatan khusus. (2) Implementasi program sekolah responsif gender dalam pembelajaran terdapat lima aspek yaitu, konsep ruang ke- las disesuaikan dengan kebutuhan gender, RPP berwawasan gender, sumber bela- jar yang dapat diakses oleh laki-laki dan perempuan, media pembelajaran yang tidak bias gender, dan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan sama terhadap laki-laki dan perempuan. (3) sarana prasarana sekolah responsif gender dapat dilihat dari ruang laktasi untuk ibu menyusui, pembagian kamar mandi anta-ra laki-laki dan perempuan yang seimbang, dan unit kesehatan sekolah untuk laki- laki dan perempuan. (4) Kegiatan penunjang program sekolah responsif gender yaitu kegiatan rutin dan insidental. Kegiatan rutin yaitu kajian keputrian se- dangkan kegiatan insidental yaitu lomba poster sekolah responsif gender, Dimas Diajeng, dan lomba band peserta didik. (5) Faktor pendukung dari dalam sekolah adalah manajemen sekolah responsif gender, dan pembelajaran berwawasan gen- der, faktor dari luar sekolah yaitu dukungan dari masyarakat dan wali murid.Kata kunci : program sekolah, gender,sekolah responsif gende
PROGRAM-PROGRAM KEGIATAN MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) IPS DI BIDANG KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIK GURU IPS SMP DI KOTA YOGYAKARTA
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Yogyakarta merupakan suatu forum yang digunakan oleh guru mata pelajaran IPS SMP di Kota Yogyakarta untuk saling berdiskusi mengenai pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Program-program MGMP IPS Kota Yogyakarta. (2) Faktor pendorong MGMP IPS Kota Yogyakarta. (3) Faktor penghambat MGMP IPS Kota Yogyakarta. (4) Upaya mengatasi hambatan MGMP IPS dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru IPS SMP di Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yakni tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Subjek penelitian ini adalah pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, pengurus dan anggota MGMP IPS Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program MGMP IPS Kota Yogyakarta di bidang kompetensi profesional dan pedagogik guru IPS SMP antara lain penyusunan soal UASBN IPS, pembuatan perangkat pembelajaran guru, pembuatan PTK, pembuatan soal online, peningkatan karir guru, studi lapangan, penguatan pendidikan karakter, pembahasan kisi-kisi soal USBN IPS. (2) Faktor pendorong MGMP IPS Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru IPS adalah program wajib dari Dinas Pendidikan, dukungan dari Dinas Pendidikan, keterlibatan kepala sekolah, komitmen pengurus, antusias guru dalam mengikuti kegiatan MGMP IPS Kota Yogyakarta. (3) Faktor penghambat MGMP IPS Kota Yogyakarta adalah waktu pertemuan, kurangnya kesadaran akan pentingnya MGMP, sulitnya kaderisasi kepengurusan, belum adanya kesekertariatan/gedung khusus untuk kegiatan MGMP IPS. (4) Upaya mengatasi hambatan yang dihadapi MGMP IPS Kota Yogyakarta adalah menggunakan hari libur untuk kegiatan MGMP, berkomunikasi dengan pihak sekolah agar aktif dalam kegiatan MGMP, menyepakati pemilihan calon pengurus diusahakan merata di setiap sekolah, berupaya menggunakan sekolah yang memiliki fasilitas pendukung sebagai tempat kegiatan MGMP.
POTENSI DESA WISATA DALAM MENUMBUHKAN PELUANG WIRAUSAHA DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Studi Kasus Desa Wisata Nganggring, Girikerto, Turi, Sleman)
Desa Wisata Nganggring merupakan salah satu desa wisata dengan kategori tumbuh di Kabupaten Sleman. Desa Wisata Nganggring memiliki potensi alam, budaya, dan buatan yang dikembangkan menjadi atraksi wisata dengan konsep wisata edukasi. Potensi ini perlu pengembangan yang lebih optimal untuk menghasilkan manfaat bagi masyarakat lokal maupun lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peluang wirausaha yang terdapat di Desa Wisata Nganggring, dan (2) mengetahui pengelolaan lingkungan di Desa Wisata Nganggring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Nganggring, Girikerto, Turi, Sleman pada bulan April-Oktober 2018. Subjek penelitian ini adalah Ketua Kelompok Tani Ternak Mandiri Nganggring, Ketua Koperasi Tani Mandiri Nganggring, Ketua RT 04 Dusun Nganggring, Pengelola Desa Wisata Nganggring, dan Ketua Kelompok Pemuda Dusun Nganggring.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan tahap sebagai berikut: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Desa Wisata Nganggring mampu menumbuhkan dan mengembangkan peluang wirausaha bagi masyarakat setempat. Adapun peluang wirausaha yang tumbuh yaitu usaha pengolahan salak, usaha kerajinan tangan, usaha pengolahan susu kambing PE, dan usaha rumah makan. (2) Desa Wisata Nganggring telah melaksanakan pengelolaan lingkungan secara terpadu. Upaya pengelolaan lingkungan terwujud melalui pengembangan atraksi saba kali, pengelolaan limbah salak, pengembangan atraksi saba kebon, pembuatan lapangan jemparingan, pengembangan kawasan Kampung Ternak, dan pembangunan wahana outbound
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PROGRAM LIFE SKILL DI SMPIT LHI YOGYAKARTA
SMP N 3 Kalasan merupakan salah satu sekolah dari 70 sekolah di Kabupaten Sleman yang melaksanakan program sekolah ramah anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implemetasi program sekolah ramah anak di SMP Negeri 3 Kalasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru seni budaya selaku ketua satgas sekolah ramah anak SMP Negeri 3 Kalasan dan siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kalasan. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Uji triangulasi teknik dilakukan untuk mengetahui keabsahan data. Analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman aktivitas yang dilakukan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan/verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Implementasi program sekolah ramah anak di SMP Negeri 3 Kalasan dilakukan melalui beberapa program diantaranya program sosialisasi sekolah anti napza untuk mendukung hak anak bebas dari pengaruh obat-obatan terlarang; program sosialisasi anti bullying untuk mendukung hak anak yaitu mendapatkan perlindungan dari tindakan sewenang-wenang; program pembiasan pembentukan karakter seperti pembiasaan bersalaman, kegiatan keagamaan, untuk mendukung hak anak yaitu mendapatkan pendidikan yang dibutuhkan anak; program kantin sehat untuk mendukung hak anak mendapatkan standart kesehatan yang baik dengan kantin sehat sekolah menyediakan makanan yang bebas dari bahan pewarna, pengawet, dan kadaluarsa; program Porsenitas (Pekan Olahraga Seni antar Kelas) untuk mendukung hak anak yaitu hak untuk bermain dan sekolah menyediakan fasilitas 4 lapangan, gazebo, dan taman air mancur yang bisa dimanfaatkan siswa untuk bermain; program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan bekerjasama dengan Bank Sleman untuk memenuhi indikator sekolah ramah anak; program PHBS atau Pembiasaan Hidup Bersih dan Sehat untuk mendukung hak anak yaitu hak untuk mendapatkan standart kesehatan yang baik dan hak untuk mendapatkan standart hidup yang layak
KESULITAN-KESULITAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS NONREGULER PADA MATA PELAJARAN IPS SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA
Rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menimbulkan kesulitan belajar IPS yang disebabkan oleh faktor intern dan ekstern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor intern dan ekstern kesulitan belajar IPS pada peserta didik kelas nonreguler. Metode dalam penelitian ini adalah survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pesertadidik kelas non-reguler SMP N 15 Yogyakarta yang berjumlah 393 responden, jumlah sampel sebanyak 99, menggunakan teknik sampel proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket/kuesioner. Validasi instrumendengan expert judgment. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesulitan belajar pada faktor intern dan ekstern. Faktor intern yang menimbulkan kesulitan belajar pada peserta didik kelas nonreguler SMP Negeri 15 Yogyakarta, yaitu: faktor minat mengalami kesulitan sebesar(71,63%) disebabkan oleh enggannya peserta didik dalam mengerjakan soal, dan kurang dalam membaca referensi materi; faktor emosi (82,73%) disebabkan oleh peserta didik cepat bosan apabila pelajaran IPS dimulai dan timbulnya rasa malas karena tidak bisa mengontrol diri; cara belajar (69,12%) disebabkan oleh peserta didik belum mampu secara runtutmenjawab pertanyaan dari guru, peserta didik merasa kesulitan dalam mengungkapkan hal yang belum dimengertinya dan belum melaksanakan belajar kelompok. Faktor eksternal yaitu: faktor metode mengajar (67,71%), disebabkan oleh guru kurang memaksimalkan kegunaan laboratorium IPS dan guru membanding-bandingkan antar peserta didik; perhatian (66,77%) disebabkan oleh kurangnya pendampingan belajar oleh orang tua dirumah dan kesulitan dalam memahami kata-kata guru dalam menyampaikan materi; sedangkan faktor guru dan interaksinya terhadap peserta didik (78,5%) disebabkan oleh faktor guru yang belum bersikap penuh perhatian dalam penyampaian materi