Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Menggunakan Aplikasi Google Sketchup Pada Metode Kerja Konstruksi Struktur Bangunan Gedung Bertingkat Rendah
Tujuan penelitian ini dirancang untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran berbasis video animasi pada materi metode kerja konstruksi struktur bangunan gedung bertingkat rendah; (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis video animasi pada materi metode kerja konstruksi struktur bangunan gedung bertingkat rendah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RD) yang mengacu pada model 4D (four-D) yaitu dengan tahapan: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket untuk menguji kelayakan media melalui validasi dosen ahli dan penilaian dari mahasiswa.Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan aplikasi Google SketchUp berisi materi metode kerja konstruksi struktur bangunan gedung bertingkat rendah yang berupa 9 (sembilan) video animasi dan ditampilkan dalam bentuk Microsoft Powerpoint; (2) kelayakan produk berdasarkan validasi ahli materi mendapatkan predikat sangat layak dengan skor rata-rata 3,77; berdasarkan validasi ahli media mendapatkan predikat layak dengan skor rata-rata 3,06; dan penilaian mahasiswa mendapatkan predikat layak deangan skor rata-rata 3,01
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Calon Siswa dalam Memilih Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 2 Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi calon siswa dalam memilih program keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 2 Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah faktor internal: minat, motivasi, dan bakat. Sedangkan faktor eksternal: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, teman sebaya, dan lingkungan masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X DPIB SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan jumlah 96 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian populasi karena semua populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diguanakan adalah teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal: pengaruh minat dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori sangat tinggi dengan frekuensi 66,67%. Pengaruh motivasi dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori sangat tinggi dengan frekuensi 57,29%, dan pengaruh bakat dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi 56,25%. Faktor eksternal: pengaruh lingkungan keluarga dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi 56,25%, pengaruh lingkungan sekolah dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi 46,88%, pengaruh teman sebaya dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori cukup dengan frekuensi 43,75%, dan pengaruh lingkungan masyarakat dalam memilih program keahlian DPIB masuk dalam kategori tinggi dengan frekuensi 41,67%
Sumbangan Hasil Belajar Kewirausahaan Dan Praktik Kerja Industri Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Pajangan Tahun Ajaran 2017/2018
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar hasil belajar kewirausahaan, hasil belajar praktik kerja industri dan minat berwirausaha siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Pajangan tahun ajaran 2017/2018, (2) mengetahui sumbangan hasil belajar kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa, (3) mengetahui sumbangan hasil belajar praktik kerja industri terhadap minat berwirausaha siswa, (4) mengetahui sumbangan hasil belajar kewirausahaan dan praktik kerja industri secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha siswa.Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto dengan Hasil belajar Kewirausahaan (X1) dan Hasil belajar Praktik Kerja Industri (X2) sebagai variabel bebas serta Minat Berwirausaha Siswa (Y) sebagai variabel terikat. Populasi penelitian sebanyak 62 siswa dan sampel sebanyak 50 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresional dengan pendekatan kuantitatif.Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Hasil belajar kewirausahaan siswa berada dalam kategori baik dengan nilai rerata sebesar 77,6 dengan capaian 98%. Hasil belajar praktik kerja industri siswa berada dalam kategori sangat baik dengan nilai rerata sebesar 84,6 dengan capaian 60%. Minat berwirausaha siswa berada dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rerata sebesar 80,3 dengan capaian 96%. (2) Hasil belajar kewirausahaan siswa tidak memiliki sumbangan yang signifikan terhadap minat berwirausaha siswa dengan perolehan thitung ttabel (1,524 2,011) pada taraf signifikansi 5% dan nilai probabilitas (p) sebesar 0,134 0,05 dan sumbangan efektif sebesar 4,6% (3) Hasil belajar praktik kerja industri siswa memiliki sumbangan positif yang signifikan terhadap minat berwirausaha siswa dengan perolehan thitung ttabel (5,002 2,011) pada taraf signifikansi 5% dan nilai probabilitas (p) sebesar 0,134 0,05 dan sumbangan efektif sebesar 34,3% (4) Hasil belajar kewirausahaan dan praktik kerja industri siswa secara bersama-sama memiliki sumbangan positif yang signifikan terhadap minat berwirausaha siswa dengan perolehan Fhitung Ftabel (14,572 3,20) pada taraf signifikansi 5%, nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 0,05 dan sumbangan efektif sebesar 38,9%
Pengembangan Modul Pembelajaran Sketchup 3D pada Mata Pelajaran APLPIG Kelas XII DPIB di SMK Negeri 3 Tebo Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran SketchUp 3D sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran APLPIG kelas XII DPIB di SMK Negeri 3 Tebo. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan untuk menghasilkan modul pembelajaran yang layak. Model yang digunakan yaitu model 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian ini didukung dengan data hasil observasi dan wawancara di sekolah, serta instrumen berupa lembar penilaian menggunakan skala Likert. Subjek penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran APLPIG. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mencari harga reratanya. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Proses pengembangan yang meliputi: (a) Tahap Define untuk mendefinisikan kondisi awal, kondisi peserta didik, dan menentukan kompetensi dasar yang mencakup dua kompetensi dasar untuk menentukan tujuan dan merancang materi pembelajaran; (b) Tahap Design dimulai dari penyusunan kriteria tes, penetapan format modul sebagai media dengan materi Google SketchUp, menerapkan Material Editor, dan Membuat Rumah Tinggal Sederhana; (c) Tahap Develop yang divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran; (d) Tahap Disseminate dengan menyebar luaskan modul melalui link Google Drive. (2) Hasil pengembangan modul yang meliputi penilaian kelayakan modul pembelajaran SketchUp 3D menurut ahli materi didapatkan rata-rata skor 4,40 tergolong kategori sangat layak, menurut ahli media didapatkan rata-rata skor 4,32 tergolong kategori sangat layak, dan menurut persepsi guru didapatkan rata-rata skor 4,14 tergolong kategori layak.Kata kunci: Modul Pembelajaran, SketchUp, APLPI
Pengembangan Video Pembelajaran Pekerjaan Pipa Galvanis pada Praktik Kerja Plambing di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY
Penelitian ini termasuk jenis penelitian Research and Development menggunakan model Four D (4D) yang meliputi define, design, develop, disseminate). Instrumen yang digunakan berupa angket menggunakan skala Likert dengan 5 pilihan jawaban. Angket tersebut digunakan dalam proses validasi ahli materi, media dan pengguna. Data hasil angket dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan video pembelajaran ini sebagai berikut. (1) Telah dikembangkan media pembelajaran berbasis video pipa galvanis dengan model 4D. (2) Hasil pengembangan media video pembelajaran yaitu; tahap define proses pembelajaran masih menggunakan jobsheet dan powerpoint tidak semua materi dijelaskan menggunakan video pembelajaran praktik kerja pipa galvanis. Tahap design video pebelajaran dirancang masing-masing durasinya adalah 5-6 menit per-segmen yang berisi materi yang sesuai dengan langkah kerja di jobsheet. Tahap develop menghasilkan penilaian tingkat kelayakan produk media pembelajaran yang dikembangkan. Berdasarkan penilaian ahli materi dengan rata-rata skor 4,76 dengan kategori “sangat layak”, dan menurut ahli media dengan rata-rata skor 4,95 dengan kategori sangat “layak”, serta persepsi pengguna dengan rata rata skor 4,796 dengan kategori “sangat layak”. Tahap disseminate yaitu dengan mengemas video pembelajaran melalui Google Drive dan Youtube serta menyebarkan video pembelajaran melalui link Google Drive dan Youtube.Kata kunci: model 4D (Four-D), pekerjaan pipa galvanis, video pembelajara
Pengembangan Modul Pembelajaran Luas Area Segibanyak Berbasis Google Earth Pro Pada Mata Kuliah Geomatika di Departemen PTSP FT UNY
Mahasiswa Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) FT UNY memiliki beberapa permasalahan dalam pembelajaran, salah satunya terbatasnya sumber belajar yang memadai dalam menunjang pembelajaran Geomatika berbasis Google Earth Pro sebagai pengolahan informasi spasial. Pendekatan melalui media sebagai komponen pendukung dalam kegiatan pembelajaran dinilai mampu memberikan efektifitas tinggi pada proses pendidikan. Diperlukan media belajar agar mahasiswa dapat melakukan pengolahan informasi spasial berbasis Google Earth Pro secara mandiri. Tujuan dilaksanakan penelitian adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran luas area segibanyak berbasis Google Earth Pro pada mata kuliah Geomatika Departemen PTSP FT UNY. Penelitian difokuskan pada tujuan untuk mengetahui proses serta hasil pengembangan modul pembelajaran luas area segibanyak berbasis Google Earth Pro. Penelitian ini menerapkan model pengembangan 4D yang dipopulerkan Thiagarajan. Model 4D terdiri dari empat prosedur utama yaitu define, design, develop, serta disseminate. Dilakukan pengamatan dan kuisioner sebagai teknik pengumpulan data serta dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan mentransformasi data kuantitatif menjadi kualitatif. Data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan analisis menggunakan metode deskriptif. Perolehan data yang bersumber dari validasi terhadap validator dan kuisioner oleh mahasiswa merupakan bentuk data kuantitatif berupa tingkatan nilai skor. Hasil penelitian antara lain (1) prosedur define memerlukan pengembangan modul sesuai dengan kompetensi; (2) prosedur design menghasilkan naskah modul dengan empat kegiatan belajar serta dikemas dalam ukuran A4, (3) prosedur develop memperoleh hasil kelayakan validasi materi dengan skor 127 serta rata-rata 4,23 tergolong kategori “sangat layak”, hasil validasi media dengan skor 233 serta rata-rata 4,95 tergolong kategori “sangat layak”, dan kuisioner mahasiswa menghasilkan skor 3695 dengan rata-rata 4,56 tergolong kategori “sangat layak”; (4) prosedur disseminate menghasilkan modul dalam bentuk poster berisi informasi tautan barcode yang diserahkan kepada dosen pengampu mata kuliah dan disebarkan pada mahasiswa melalui Google Drive
Evaluasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Siswa SMK Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan pada Lembaga Sertifikasi Profesi P-1 di Daerah Istimewa Yogykarta
Menciptakan tenaga kerja yang profesional sesuai dengan standar pasar kerja merupakan misi pokok Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait dengan keterlaksanaan uji kompetensi sertifikasi siswa SMK Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan pada LSP-P1 di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui lima aspek evaluasi yaitu: aspek context, aspek input, aspek process, aspek product, dan aspek outcomes. Penelitian ini termasuk penelitian evaluasi dengan menggunkan model evaluasi Context, Input, Process, Product, dan Outcomes (CIPPO). Sampel responden ditentukan pada 2 orang guru yang bertindak sebagai pengelola penyelenggara Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan asesor uji kompetensi di 8 SMK Negeri pada Kompetensi Keahlian DPIB, namun karena adanya kesalahan informasi saat penyebaran angket maka diperoleh sampel sebanyak 20 respoden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi yang dilakukan secara online melalui aplikasi Google-form. Validasi instrumen dilakukan melalui validitas logis dengan mendasarkan pada expert judgment. Analisis data dengan teknik deskriptif baik kuantitatif maupun kualitatif dalam menentukan rerata skor, selanjutnya diinterpretasikan berdasarkan kriteria skor ideal, sehingga diperoleh persentase capaian komponen tersebut terhadap kriteria ideal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanan uji kompetensi keahlian pada siswa SMK Kompetensi Keahlian DPIB yang diselenggarakan oleh LSP-P1 di Daerah Istimewa Yogyakarta dilihat dari lima aspek yaitu: aspek context dengan capaian sebesar 84.872%, aspek input dengan capaian sebesar 82.495%, aspek process dengan capaian sebesar 86.491%, aspek product dengan capaian sebesar 81.667%, dan aspek outcomes denga capaian sebesar 83.056%. Berdasarkan hasil diatas maka kelima aspek tersebut masuk ke dalam kriteria sangat memadai. Namun dari aspek input terdapat dua komponen yang masuk ke dalam kriteria memadai saja yaitu peran LSP-P1 dengan capaian sebesar 79.630% dan tempat uji kompetensi dengan capaian sebesar 77.222%
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Materi Peralatan Ukur Tanah DPIB di SMKN 1 Sedayu
Pelaksanaan pembelajaran pada materi peralatan ukur tanah pada SMKN Sedayu yang seharusnya dilakukan secara offline, tetapi dilaksanakan secara online akibat adanya pandemi COVID-19. Pembelajaran online yang selama ini dilakukan masih dirasa monoton dan membosankan oleh siswa. Diperlukan pendekatan proses belajar yang menarik agar kegiatannya tidak monoton dan dapat menarik perhatian siswa. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif untuk materi peralatan ukur tanah DPIB di SMKN 1 Sedayu; dan (2) menilai kelayakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari empat tahapan yaitu: tahap pendefinisian, tahap desain, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Yogyakarta dengan subjek penelitian adalah ahli materi, ahli media, dan guru. Kuesioner digunakan sebagai instrument pengumpulan data kuantitatif dengan wawancara dan observasi sebagai pendukung. Hasil yang didapatkan dari penilitian ini adalah produk aplikasi media pembelajaran yang memiliki enam sub materi dan video yang menjelaskan mengenai cara penggunaan alat ukur tanah. Halaman utama aplikasi tersebut memiliki enam bagian yakni: profil, petunjuk, materi, tujuan, evaluasi, dan referensi. Adapun hasil validasi oleh para ahli tersebut, hasil kelayakan dari ahli materi mendapatkan skor 83,33 dengan kategori sangat layak, hasil kelayakan dari ahli media mendapatkan skor 72,03 dengan kategori layak, dan hasil kelayakan dari guru mendapatkan 81,04 dengan kategori layak
Pengembangan Video Pembelajaran Praktikum Pengujian Karakteristik Aspal Pada Mata Kuliah Praktikum Perancangan Perkerasan Jalan Departemen Pendidikan Teknik Sipil Dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
Ketersediaan video pembelajaran pada Praktikum Pengujian Karakteristik Aspal akan memudahkan mahasiswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara mandiri. Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan: (1) Melakukan pengembangan media pembelajaran melalui video praktikum mata kuliah Praktikum Perancangan Perkerasan Jalan Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY. (2) Mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran yang berbentuk video berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media dari Departemen Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY. Metode penelitian yang dipakai yaitu Research and Development (RD) model 4D. Pengumpulan data menggunakan teknik kuisioner angket yang diserahkan pada dosen validator ahli materi maupun media serta mahasiswa S1 Teknik Sipil Kelas F Departemen Pendidikan Teknik Ssipil dan Perencanaan FT UNY dengan pedoman skor skala likert. Hasil yang didapat dari penelitian ini:(1) Pada tahap define diketahui bahwa kegiatan perkulihan terlkait membutuhkan video pembelajaran untuk memaksimalkan kegiatan perkuliahan. (2) Pada tahap design dihasilkan video dengan format .mp4 dengan resolusi 720p. (3) Pada tahap develop didapat hasil dari uji validasi dan kelayakan oleh ahli media persentase kelayakan media mencapai 86% dan mendapatkan kriteria “sangat baik” dalam validitas media pembelajaran, hasil dari uji validasi dan kelayakan oleh ahli materi persentase kelayakan materi mencapai 89% dan mendapatkan kriteria “sangat baik” dalam validitas media pembelajaran, hasil dari uji kelayakan oleh mahasiswa S1 Teknik Sipil kelas E sejumlah 33 orang mendapatkan persentase kelayakan media pembelajaran memperoleh 93% dan mendapatkan kriteria “sangat baik” dalam validitas media pembelajaran. (4) Tahap Disseminate dilaksanakan dengan menempel poster yang berisi qr code beserta link Google Drive yang menyimpan empat pvideo pembelajaran praktikum yang telah dibua
PAS SUAI HASIL PEMBUATAN BLUS DENGAN POLA DASAR SISTEM MEYNEKE DAN SISTEM DANCKAERTS UNTUK WANITA BERTUBUH PENDEK GEMUK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) hasil pas suai pembuatan blus dengan pola dasar sistem Meyneke untuk wanita bertubuh pendek gemuk, (2) hasil pas suai pembuatan blus dengan pola dasar sistem Danckaerts untuk wanita bertubuh pendek gemuk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian ini adalah wanita dengan berat badan 59 kg dan tinggi badan 150 cm dengan IMT 26,2. Objek pada penelitian ini adalah pola blus menggunakan pola dasar sistem Meyneke dan sistem Danckaerts. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar penilaian untuk menilai hasil ketepatan pas suai blus dengan pola dasar sistem Meyneke dan sistem Danckaerts pada wanita bertubuh pendek gemuk. Hasil data dianalisis dengan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil pas suai pembuatan blus dengan pola dasar sistem Meyneke untuk wanita bertubuh pendek gemuk memperoleh rata-rata 54 dan masuk kategori sangat baik dengan presentase ketepatan pas suai 90%, (2) hasil pas suai pembuatan blus dengan pola dasar sistem Danckaerts untuk wanita bertubuh pendek gemuk termasuk kategori sangat baik dengan rata-rata 54,67 dengan presentase ketepatan pas suai 91,11%. Ketepatan pas suai blus dengan pola dasar sistem Danckaerts memiliki nilai lebih tinggi daripada blus dengan pola dasar sistem Meyneke, akan tetapi keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan ketepatan pas suai pada kriteria tertentu. Dapat disimpulkan kedua sistem pola dasar tersebut baik digunakan dalam pembuatan blus untuk wanita bertubuh pendek gemuk disesuaikan dengan hasil yang ingin dicapai