Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    Dibalik gerakan tendangan double pencak silat: Kajian sistematik dalam analisis biomekanika

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan beberapa informasi yang di muat dalam sebuah resume tentang biomekanika tendangan double dalam olaharaga beladiri pencak silat. Basis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Wiley, Idokan Poland Association, PubMed, Cendekia, Schoolar dan beberapa jurnal relevan yang berhubungan dengan Tendangan Samping dan Pencak Silat. Sumber mengacu pada data sejak 2021 hingga 1998 tertua untuk mendapatkan sumber terkait tendangan double pencak silat. Gerakan kaki atlet saat akan melakukan gerakan tendangan double masih belum tepat dalam membentuk gerakan sesuai standar kaidah IPSI  sehingga tendangan yang dihasilkan kurang maksimal. Kesimpulan yang diperoleh adalah tendangan double dalam olahraga beladiri pencak silat memiliki teknik yang sulit di banding tendangan lainnya. Seorang atlet silat harus memiliki akurasi, kecepatan, kebenaran, ketepatan dan sudut segment tubuh dalam sebuah pertandingan terlebih lagi dalam melakukan gerak tendangan double. Analisa gerakan tendangan double atlet harus sesuai dengan ilmu mekanika diperlukan agar dapat dilakukan perbaikan serta atlet dapat melakukan gerakan tendangan double lebih efektif, efisien dan meminimalisir resiko cedera saat bertanding. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi peforma secara detail terkait komponen kondisi fisik.  Behind the double kick movement of pencak silat: A systematic review in biomechanical analysis Abstract: This study aims to integrate some of the information in a resume about the biomechanics of double kicks in pencak silat martial arts. The database used in this study refers to Wiley, Idokan Poland Association, PubMed, Cendekia, Schoolar, and several relevant journals related to Kick Side and Pencak Silat. Sources refer to the oldest data from 2021 to 1998 to obtain sources related to pencak silat double kicks. The athlete's foot movement when going to do a double kick is still not right in forming a movement according to the IPSI standard rules, so the resulting kick is less than optimal. The conclusion obtained is that a silat athlete must have the accuracy, speed, correctness, accuracy, and body segment angles in a match, especially in doing double kicks. The analysis of the athlete's double kick movement must be in accordance with the necessary mechanics so that improvements can be made and the athlete can perform the double kick movement more effectively and efficiently and minimize the risk of injury when competing. Future research is expected to be able to analyze and identify performance in detail related to the components of physical conditions

    Mengoptimalkan VO2Max: Dampak teknik pemanasan khusus pada siswa pendidikan jasmani

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pemanasan dengan teknik terhadap kemampuan VO2Max mahasiswa penjaskesrek Universitas Musamus. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah 27 mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkkan ada peningkatan kemampuan VO2Max terhadap mahasiswa setelah mendapat perlakukan berupa pemanasan dengan teknik, terbukti dari nilai thitung ttabel ( 7,471,71) dan eksperimen mempunyai pengaruh yang signifikan dengan rata-rata pretest 34,3 dan posttest 43,7 atau mengalami peningkatan sebesar 9,3 atau 17,7%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah “Terdapat pengaruh metode pemanasan dengan teknik terhadap kemampuan VO2Max mahasiswa jurusan Penjaskesrek Universitas Musamus”. Optimizing VO2Max: The impact of specialized warm-up techniques on physical education student

    POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) DI PLESAN TIRTOMULYO KRETEK BANTUL

    Get PDF
    Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pola komunikasi interpersonal orang tua dengan anak SD dalam pendampingan BDR, (2) mengetahui kendala komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR dengan anak SD, (3) mengetahui solusi mengatasi kendala komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR dengan anak SD. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah: (1) pola komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR adalah pola otoriter, demokratis, dan permissive, (2) kendala komunikasi interpersonal dalam pendampingan BDR antara lain suasana belajar yang tidak kondusif, pola komunikasi orang tua yang otoriter, hambatan psikologis dan biologis orang tua dan anak, kurangnya kredibilitas orang tua, dan anak berprasangka buruk pada orang tua. (3) cara untuk mengatasi kendala komunikasi interpersonal dalam pendampingan BDR adalah orang tua menerapkan pola demokratis dan meminta bantuan orang lain.Kata kunci : pola komunikasi, komunikasi interpersonal, pendampingan BDR Abstract            This study aims to: (1) find out the pattern of interpersonal communication between parents and elementary school children in BDR assistance, (2) find out the interpersonal communication obstacles of parents in BDR assistance with elementary school children, (3) find solutions to overcome parents' interpersonal communication obstacles in mentoring BDR with elementary school children. This research method is a qualitative method. Research subjects were determined by purposive sampling technique. The data analysis technique uses Miles and Huberman model data analysis. The results of this study are: (1) interpersonal communication patterns of parents in BDR assistance are authoritarian, democratic, and permissive patterns, (2) interpersonal communication barriers in BDR assistance include an unfavorable learning atmosphere, authoritarian parental communication patterns, obstacles psychological and biological parents and children, lack of credibility of parents, and children have prejudice against parents. (3) the way to overcome interpersonal communication obstacles in BDR assistance is for parents to apply a democratic pattern and ask for help from othersKeyword: communication patterns, interpersonal communication, BDR assistanc

    POLA KOMUNIKASI ORGANISASI MASYARAKAT JAWIL JUNDIL DALAM MENERKAN TINDAK KRIMINALITAS JALANAN DI KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi organisasi masyarakat Jawil Jundil dalam menekan tindak kriminalitas jalanan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu Komandan selaku ketua organisasi Jawil Jundil dan Ketua Korlap organisasi Jawil Jundil. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa organiasi Jawil Jundil menerapkan pola komunikasi lingkaran untuk memberikan informasi dalam organisasi. Dalam hal menekan tindak kriminalitas di jalan khususnya di Kabupaten Sleman, organisasi Jawil Jundil sebelum melakukan operasi jalanan mereka akan melakukan brifieng terlebih dahulu. Selain itu organisasi Jawil Jundil melakukan giat operasi penyisiran selalu menggunakan kode etik yang mana sudah menjadi SOP (Standar Operasional Prosedur), dalam menjalankan fungsinya organisasi Jawil Jundil bersinergi dengan pihak Kepolisian dan TNI agar upaya giat operasi penyisiran sudah mendapatkan pertanggung jawaban dan jaminan dari lembaga yang sah dari hukum sebagai pencipta keamanan dan ketertiban masyarakat.Kata kunci : Pola Komunikasi Organisasi, Organisasi Masyarakat, Jawil Jundil AbstractThe purpose of this study was to determine the communication pattern of Jawil Jundil community organizations in suppressing street crime in Sleman Regency. This research is a descriptive research using a qualitative approach. The subject of this research is the Commander as the head of the Jawil Jundil organization and the Head of the Korlap of the Jawil Jundil organization. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The technique of checking the validity of the data uses triangulation of sources, techniques and time which is then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and verification. The results of the study indicate that the Jawil Jundil organization applies a circular communication pattern to provide information within the organization. In terms of suppressing crime on the road, especially in Sleman Regency, the Jawil Jundil organization before carrying out road operations will conduct a briefing first. In addition, the Jawil Jundil organization carries out sweeping operations, always using a code of ethics which has become a SOP (Standard Operating Procedure), in carrying out its functions the Jawil Jundil organization synergizes with the Police and TNI so that active efforts in sweeping operations have received accountability and guarantees from institutions that legitimate from the law as the creator of public security and order. Keywords : Organizational Communication Pattern, Community Organization, Jawil Jundi

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU GAJAH WONG EDUCATIONAL PARK DI KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini membahas terkait partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat dalam mengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gajah Wong Educational Park sebagai bentuk respons dari masih terbatasnya tenaga pemelihara RTH dari DLH Yogyakarta dan belum maksimalnya kedisiplinan mereka dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH Gajah Wong Educational Park dan faktor pendukung dan penghambat partisipasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian menemukan bahwa partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat berbentuk partisipasi tenaga, partisipasi buah pikiran, dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Partisipasi masyarakat pada tahap pengambilan keputusan berupa masyarakat melakukan identifikasi kebutuhan-kebutuhan terkait pembangunan RTH, merumuskan perencanaan pembangunan serta pengelolaan RTH, dan memberikan ide untuk pengembangan RTH. Pada tahap pelaksanaan kegiatan, masyarakat memberikan kontribusi tenaga dan pemberian informasi pengelolaan RTH kepada DLH Yogyakarta. Pada tahap pengambilan manfaat, masyarakat mendapatkan manfaat material, sosial, dan personal dari adanya RTH. Pada tahap evaluasi, masyarakat tidak melakukan evaluasi formal mengenai pengelolaan RTH. Penelitian juga menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam partisipasi masyarakat. Temuan-temuan tersebut berdampak bagi keberlanjutan pengelolalaan RTH Gajah Wong Educational Park

    TATA KELOLA KEMITRAAN ANTARA PT. GOTO GOJEK TOKOPEDIA TBK DENGAN MITRA PENGEMUDI DAN MITRA USAHA GOFOOD DI SERANG, BANTEN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tata kelola kemitraan Gojek dengan mitra pengemudi dan mitra usaha di Serang, Banten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini meliputi Gojek Cabang Serang, Mitra Pengemudi dan Usaha, Dinas Perhubungan Provinsi Banten, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa isi perjanjian kemitraan, dokumen sanksi dan komitmen Gojek, Peraturan Menteri Perhubungan, dan dokumen penyalahgunaan posisi tawar kemitraan dari KPPU. Berdasarkan hasil penelitian, tata kelola kemitraan ini termasuk ke dalam Pathological Partnership dan tidak layak disebut sebagai hubungan kemitraan dikarenakan tidak ada kolaborasi di dalamnya. Pada indikator agreement, pembuatan perjanjian kemitraan dibuat sepihak oleh perusahaan tanpa melibatkan mitra. Kemudian pada indikator management, semua pengaturan terkait pembagian hasil, jam kerja, tugas dan tanggung jawab, serta hak dan kewajiban diputuskan sepihak oleh perusahaan dan hanya perusahaan yang dapat mengubahnya. Pada indikator komitmen, Gojek mengembangkan komitmennya dalam memberikan healthy kit hingga workshop pada masa pandemi alih-alih memberikan jaminan kesehatan kepada mitra. Pada indikator accountability, tanggung jawab Gojek hanya sebatas memfasilitasi keluhan mitra dan tidak bertanggung jawab pada setiap kerusakan dan kerugian yang dialami oleh mitra dalam pelaksanaan kemitraan

    KUALITAS PELAYANAN PUBLIK BIDANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KANTOR KECAMATAN ANAK TUHA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kualitas pelayanan publik bidang kependudukan di Kantor Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah serta faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Desain penelitian yang dipakai ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik bidang administrasi kependudukan di Kantor Kecamatan Anak Tuha tergolong cukup baik dalam beberapa aspek, akan tetapi perlu adanya sebuah peningkatan agar tercipta penyelenggaraan pelayanan yang lebih berkualitas. Dalam pelaksanaan peningkatan pelayanan masih terdapat beberapa kendala. Hal ini dapat dilihat dari aspek bukti fisik (tangible) yaitu pada indikator Tata ruang yang masih sempit dan sumpek, Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum kompeten, dan sarana prasaranan yang belum memadai. Pada aspek keandalan (reability) yaitu belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pegawai belum mampu menggunakan alat bantu. Kendala pada aspek ketanggapan (responsiviness) yaitu tidak memiliki wadah saran dan kritik. Pada aspek jaminan (assurance) yaitu tidak terjaminnya biaya dan keamanan masyarakat pengguna pelayanan. kendala yang terakhir pada aspek empati (emphaty) yaitu tidak menegakkan kepentingan umum dan keadilan. Namun Kecamatan Anak Tuha telah berupaya memberikan pelayanan yang berkualitas. Hal tersebut dapat dilihat dari aspek bukti fisik (tangible) yaitu pada indikator penampilan pegawai, aspek keandalan (reability) yaitu memberikan pelayanna yang tepat, dan aspek ketanggapan (responsiviness) yaitu memberikan informasi yang jelas. Adapun faktor pendukung yaitu semangat dan kesamaan tujuan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Terdapat juga faktor penghambat yaitu sarana prasarana yang belum memadai, Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum kompeten, dan belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP

    AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA DEMANGAN KECAMATAN SAMBI KABUPATEN BOYOLALI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan ADD di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali dan faktor pendorong serta faktor penghambat yang dihadapi oleh Pemerintah Desa Demangan dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan ADD. Penelitian ini dilatarbelakangi atas pengelolaan ADD di Desa Demangan yang belum optimal, padahal hal tersebut berperan penting dalam mewujudkan akuntabilitas dalam upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas pengelolaan ADD di Desa Demangan belum sepenuhnya baik. Pemerintah Desa Demangan belum mampu mencapai tiga indikator akuntabilitas yaitu penyajian informasi penyelenggaraan, belum dapat dilakukan secara terbuka, cepat dan tepat kepada masyarakat, mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kebijakan publik secara proporsional, dan masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan dan pemerintahan. Faktor pendorong akuntabilias adalah keberadaan SISKEUDES dan telah disediakannya format laporan pertanggungjawaban keuangan desa oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Sedangkan faktor penghambat akuntabilitas adalah kurangnya kesadaran Pemerintah Desa Demangan dalam memberikan informasi terkait penggunaan dana ADD.

    PENGARUH PENERAPAN E-GOVRNMENT TERHADAP KUALITAS LAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan E-Government melalui Sleman Smart Apps terhadap kualitas layanan publik di Kabupaten Sleman. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Government melalui Sleman Smart Apps berpengaruh (positif) secara signifikan terhadap kualitas layanan publik di Kabupaten Sleman. Serta, kontribusi pengaruh penerapan E-Government melalui Sleman Smart Apps sebesar 59,8% (Cukup Baik) terhadap kualitas layanan publik dan sisanya 40,2% pada kualitas layana

    Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis Aplikasi Dukcapil Smart di Disdukcapil Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan faktor pendorong serta faktor penghambat inovasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis Aplikasi Dukcapil Smart di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya inovasi berbasis Aplikasi Dukcapil Smart ini dapat memberikan kontribusi terhadap pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul karena menjadikan pelayanan lebih efektif dan optimal. Namun masih ditemukan beberapa faktor penghambat seperti masih adanya eror sistem di aplikasi, terdapat beberapa petugas yang masih menjalankan doubledesk sehingga kurang fokus, sosialisasi yang kurang maksimal karena sebagian masyarakat belum mengetahui aplikasi ini, dan kurangnya sarana prasarana yang dimiliki masyarakat sehingga tidak dapat mengakses pelayanan menggunakan Aplikasi Dukcapil Smart

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇