Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Pengembangan Video Pembelajaran Pengenalan Alat Bahan, Pembuatan Spesi dan Pasangan Bata 1 Batu Pada Mata Kuliah Praktik Kerja Batu di Prodi PTSP FT UNY
Pengembangan media pembelajaran Praktik Kerja Batu sangat diperlukan agar pelaksanaan belajar mengajar lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan video pembelajaran perkenalan alat bahan, pembuatan spesi dan pasangan bata 1 batu. (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis video pembelajaran menurut ahli materi, ahli media dan mahasiswa atau pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran pada mata kuliah Praktik Kerja Batu 1 di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan FT UNY menggunakan metode penelitian Research and Development (RnD) yang beracuan pada model pengembangan yang dikembangkan oleh Thiagarajan yaitu 4D (four-D) dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap pendefinisian (define); (2) tahap perancangan (design); (3) tahap pengembangan (develop), dan (4) tahap penyebaran (desseminate). Pada penelitian ini menggunakan instrument berupa lembar penilaian dengan skala penilaian 1 sampai 5. Instrumen tersebut digunakan pada poses validasi yang dilakukan kepada ahli materi, ahli media dan mahasiswa atau pengguna. Teknik analisis datanya menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan video pembelajaran ini menunjukkan bahwa: (1) pengembangan video pembelajaran dengan 4D yang pertama Define (pendefinisian) memeproleh data hasil analisis, Desine (perancangan) pengembangan data yang telah didapat, Develop (pengembangan) validasi hasil pengembangan, Desseminate (penyebaran) publikasi hasil pengembangan. (2) penelitian ini mendapatkan hasil penilaian oleh ahli materi dengan kategori layak dengan skor rata-rata 3,98, oleh ahli media dengan kategori sangat layak dengan skor rata-rata 4,50, dan oleh pengguna (mahasiswa) mendapat skor presepsi dengan 37% layak dan 63% sangat layak. Dari hasil analisis tersebut video pembelajaran layak untuk disebarluaskan
Pembuatan Video Pembelajaran Perhitungan Pencahayaan Alami pada Mata Kuliah Fisika Bangunan
Salah satu faktor penunjang kegiatan pembelajaran adalah fasilitas yang digunakan contohnya media pembelajaran. Media pembelajaran bisa meningkatkan semangat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya mampu mempertinggi hasil belajar serta berkembangnya potensi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakand model 4D yaitu: (1) define: analisis kebutuhan pengembangan; (2) design: merencanakan media yang ingin dikembangkan; (3) develop: tahapan untuk memperoleh sebuah produk yang kelayakannya sudah teruji sebagai bahan pembelajaran dengan hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi serta ahli media, dan (4) disseminate: tahap penyebaran produk. Teknik pengumpulan data dalam penelitian pengembangan ini yaitu melalui angket penilaian. Penilaian dilaksanakan oleh ahli materi dan ahli media dengan instrumen penilaian yang sudah divalidasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan data yang didapatkan melalui instrumen penilaian. Analisis data dilakukan untuk menguraikan kualitas media berdasarkan dari penilaian ahli materi dan media. Dihasilkan video pembelajaran perhitungan pencahayaan alami pada mata kuliah fisika bangunan dengan penilaian dari enam aspek oleh ahli materi mendapatkan rerata skor sebesar 4,35 sehingga masuk kategori sangat layak dan penilaian dari ahli media pada tiga aspek yang ditinjau mendapat rerata skor sebesar 4,45 sehingga masuk kategori sangat layak. Penelitian pengembangan menghasilkan video pembelajaran perhitungan pencahayaan alami pada mata kuliah fisika bangunan dengan model pengembangan 4D yaitu define, design, development dan dissemination. Video pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini masuk kategori sangat layak, sehingga bisa digunakan dalam proses pembelajaran
PENGARUH TEKNIK EKSTRAKSI DAN KONSENTRASI FIKSATOR TERHADAP KETUAAN DAN ARAH WARNA PADA PENCELUPAN KAIN KATUN PRIMISSIMA MENGGUNAKAN LARUTAN GAMBIR (Uncaria Gambir Roxb) DAN DAUN SIRIH (Piper Betle L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh teknik ekstraksi yang digunakan dalam pembuatan zat pewarna alam gambir dan daun sirih terhadap ketuaan dan arah warna pada pewarnaan kain katun primissima; (2) pengaruh konsentrasi fiksator terhadap ketuaan dan arah warna pada pewarnaan kain katun primissima. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan desain eksperimen faktorial 2x6, dimana teknik ekstraksi diblender adalah A1, teknik ekstraksi direbus adalah A2. Zat fiksator yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu kapur tohor dan tawas yang masing-masing memiliki 3 konsentrasi 20 gr/l, 30 gr/l dan 40 gr/l dinyatakan dengan tawas adalah T1, T2, T3 dan kapur adalah K1, K2, K3. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengujian ketuaan warna yang dilakukan oleh tim penguji laboratorium evaluasi tekstil UII menggunakan Spektrofotometer UV-PC ISR-2200 dan SNI ISO 105-J03:2015, sedangkan penentuan arah warna menggunakan lingkaran warna model RGB. Analisis data yang digunakan adalah one way anova dan independent t test dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan : (1) teknik ektraksi berpengaruh terhadap ketuaan warna dan arah warna hasil pencelupan (2) konsentrasi fiksator tidak berpengaruh terhadap ketuaan warna, namun berpengaruh terhadap arah warna yang dihasilkan
PENGARUH TEKNIK POUNDING, STEAMING, DAN IRON BLANKET TERHADAP HASIL PEWARNAAN MOTIF ECO PRINT MENGGUNAKAN DAUN JATI (Tectona grandis) PADA KAIN LINEN
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui hasil uji laboratorium ketahanan luntur warna eco print terhadap pencucian sabun dan panas setrika, (2) mengetahui arah warna yang dihasilkan dari teknik pounding, steaming, dan iron blanket, (3) mengetahui pengaruh teknik pounding, steaming, dan iron blanket terhadap hasil pewarnaan motif eco print menggunakan daun jati (Tectona grandis) pada kain linen dengan zat fiksasi tawas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Teknik pengumpulan datanya adalah pengujian kualitas hasil warna eco print daun jati pada kain linen ditinjau dari arah warna dan ketahanan luntur warnanya terhadap pencucian sabun dan panas setrika. Teknik analisis datanya statistik deskriptif dan anova nonparametrik yaitu Kruskal Wallis. Hasil penelitian menujukkan: (1) hasil uji laboratorium menujukkan bahwa ketiga teknik eco print ini memiliki ketahanan luntur warna yang baik, (2) teknik pounding menghasilkan arah warna marsala dengan nomor 18-1438 CTX, teknik steaming menghasilkan arah warna honeysuckle dengan nomor 18-2120 CTX, dan untuk teknik iron blanket menghasilkan arah warna radiant orchid dengan nomor 18-3224 CTX. (3) teknik pounding, steaming, dan iron blanket tidak berpengaruh terhadap hasil pewarnaan motif eco print menggunakan daun jati pada kain linen
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI TATA BUSANA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA SAAT PRAKTIK PEMBUATAN BUSANA INDUSTRI DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BOROBUDUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat pengetahuan alat pelindung diri pada siswa kelas XI Tata Busana di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. (2) Tingkat kedisiplinan siswa kelas XI Tata Busana dalam penggunaan Alat pelindung diri di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur (3) Hubungan tingkat pengetahuan dengan kedisiplinan siswa kelas XI Tata Busana dalam penggunaan alat pelindung diri saat praktik pembuatan busana industri di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pengetahuan dari 24 siswa yang ada 20 siswa (83%) berada pada kategori sangat tinggi,4 siswa (17%) berada pada kategori tinggi. (2) Kedisilinan penggunaan Alat Pelindung Diri dari 24 siswa, 11 siswa (45,83%) berada pada kategori rendah, 3 siswa (12,5%) berada pada kategori sangat rendah, 6 siswa (25%) berada pada kategori tinggi, dan 4 siswa (16,67%) berada pada kategori sangat tinggi. (3) Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kedisiplinan pekerja dalam penggunaan Alat Pelindung Diri pada saat praktik pembuatan busana industri di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur
PENGARUH FIKSATOR JERUK NIPIS (Citrusaurantifolia) TERHADAP KETAHANAN LUNTUR WARNA PADA BAHAN KATUN DAN SUTERA MENGGUNAKAN PEWARNA BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jenis (hue) / arah warna hasil pencelupan katun dan sutera dengan pewarna bunga telang dan fiksator jeruk nipis (2) Ketahanan luntur katun dan sutera yang diwarnai dan difiksasi (3) Pengaruh fiksator jeruk nipis terhadap ketahanan luntur katun dan sutera yang diwarna dan difiksasi. Penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan 3 desain penelitian factorial AB; Populasi bunga telang biru; sampel 500 gr bunga telang diekstrak dengan 2500 ml air. Teknik pengumpulan data yaitu pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun dan penodaan kain putih, uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering di laboratorium evaluasi tekstil UII. Instrumen penelitian menggunakan alat uji yang sudah terkalibrasi. Analisis data menggunakan anova non parametrik : uji kruskall wallis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) berdasarkan lingkar warna RGB menghasilkan warna Light Cyan pada katun, dan Honeydew pada sutera (2) hasil ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering pada kain katun dan sutera memiliki hasil baik sekali (3) hasil ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan penodaan pada kain katun (grayscale) berkategori jelek, (staining scale) berkategori baik; kain sutera (grayscale) berkategori kurang, (stainingscale) berkategori baik
Analisis Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah dengan Geographically Weighted Regression Model dengan Pembobot Kernel Gaussian
Pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, infrastruktrur pendukung, tingkat kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat berbeda dengan daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah dan apakah faktor geografis juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah dengan menggunakan model Geographically Weighted Regression (GWR). Model GWR merupakan pengembangan dari model regresi berganda yang ketika asumsi heterogenitas tidak terpenuhi pada model regresi berganda maka dilakukan pembobotan dengan metode Weighted Least Regression (WLS). Pada penelitian ini pembobot yang digunakan adalah lokasi geografis dengan fungsi pembobot fixed kernel gaussian dan adaptive kernel gaussian. Diperoleh model GWR terbaik adalah model GWR dengan fungsi pembobot adaptive kernel gaussian yang ditunjukkan dengan nilai JKG =1,014040e+16,AIC =1270,36, 2=0,56 dan nilai p sebesar 0,443. Model GWR ini menghasilkan 35 model lokal. Model lokal yang diperoleh dapat dikelompokkan menjadi 5 kelompok berdasarkan variabel-variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel depende
FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS KINERJA KOMISI PENYIARAN INDONESIA PUSAT DALAM MENGAWASI PROGRAM INFOTAINMENT TAHUN 2017-2019
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam mengawasi kategori program Infotainment yang tidak efektif; 2) faktor penghambat KPI dalam mengawasi kategori program Infotainment tahun 2017-2019. Hasil penelitian ini adalah kinerja KPI dalam mengawasi program Infotainment yang tidak efektif disebabkan oleh: 1) adanya ketidaksesuaian KPI dalam melaksanakan wewenangnya yang sesuai regulasi dan ketentuan, 2) kategori program Infotainment tidak pernah masuk dalam agenda pembinaan, 3) pengenaan peringatan tertulis tidak tepat, 4) pelaksanaan literasi media tidak sejalan dengan amanat undang-undang penyiaran, 5) surat edaran gagal membawa perbaikan kualitas isi siaran, 6) pelaksanaan Sekolah P3SPS tidak konsisten, 7) faktor penghambatnya meliputi: penerapan sanksi bertingkat tidak konsisten, tidak ada regulasi ketentuan masa berlaku sanksi bertingkat, gagal mendefinisikan program siaran dengan ciri yang jelas, gagal berlaku konsisten pada penerbitan surat untuk satu program, adanya verifikasi lanjutan dan proses perumusan keputusan menyebabkan surat sanksi terlambat terbit, kedudukan peringatan tertulis tidak jelas, gagal merumuskan strategi literasi media, surat edaran tidak memiliki konsekuensi, dan masalah komitmen internal KPI yang inkonsisten dalam melaksanakan Sekolah P3SPS.Kata kunci : efektivitas kinerja pengawasan, KPI, infotainment AbstractThis research aims to find out: 1) the performance of Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) in supervising Infotainment program category ineffective; 2) the inhibiting factors of Komisi Penyiaran Indonesia in supervising Infotainment program category year 2017-2019. The result of this research is that KPI’s performance in supervising the ineffective Infotainment program is caused by: 1) a mismatch of KPI’s in carrying out their authority in accordance with regulations and provisions, 2) the Infotainment program category was never included in the coaching agenda, 3) the imposition of a written warning is not appropriate, 4) the implementation of media literacy is not in line with the mandate of broadcasting law, 5) the circular letter failed to bring improvement to the quality of broadcast content, 6) the implementation of P3SPS School is inconsistent, 7) inhibiting factors include: the application of multilevel sanctions is inconsistent, there is no regulation regarding the validity period of multilevel sanctions, failed to define broadcast program with clear characteristics, failed to apply consistently on the issuance of letters for one program, the existence of further verification and the decision formulation process causes the sanction letter to be issued late, the position of written warning is not clear, failed to formulate a media literacy strategy, circular letter have no consequences, and the problem of inconsistenct internal KPI commitment in implementing P3SPS School.Keywords : effectiveness of supervision performance, KPI, infotainmen
UNGGAHAN INFO CEGATAN JOGJA (ICJ) SEBAGAI SUMBER INFORMASI BAGI MASYARAKAT YOGYAKARTA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana unggahan Info Cegatan Jogja (ICJ) sebagai sumber informasi bagi masyarkat Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Januari hingga 8 Februari 2021 di Grup Info Cegatan Joga (ICJ) pada media digital facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat enam jenis-jenis informasi dalam grup Info Cegatan Jogja yaitu iklan, berita kehilangan, keluhan, informasi kecelakaan, informasi tindakan kriminal dan informasi bencana alam, (2) Unggahan Grup Info Cegatan Jogja (ICJ) sudah memenuhi karakteristik informasi yang berkualitas karena sudah meliputi karakteristik effectiveness, efficiency, confidentialit, integrity, availability, dan reliability. Tetapi masih belum memenuhi salah satu karakteristik informasi berkualitas compliance, (3) Grup Info Cegatan Jogja (ICJ) memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat Yogyakarta. Kata kunci : Unggahan, Informasi, Info Cegatan Jogja(ICJ) AbstractThis study aims to find out about the upload on Info Cegatan Jogja (ICJ) as a source of information for the people of Yogyakarta. This research is a content analysis research that uses a qualitative approach. This research was conducted from 11 January 2021 to 8 February 2021 at the Info Group Cegatan Jogja (ICJ) on the digital media facebook. The results showed that (1) there were six types of information in the Info CegatanJogja group, namely advertisements, news of loss, complaints, accident information, information on criminal acts and information on natural disasters. Based on the percentage diagram for each upload, posts are dominated by advertisements, followed by information loss and the least percentage is entertainment uploads (2) Uploads of the JogjaCegatan Info Group (ICJ) have met the characteristics of quality information because they include the characteristics of effectiveness, efficiency, confidentiality, integrity, availability, and reliability. However, it still does not meet one of the characteristics of compliance quality information because the uploaded information is not a criterion for information about business. (3) The JogjaCegatan Info Group (ICJ) is very useful for the people of Yogyakarta. This is evidenced by the observations of researchers who found many positive responses from the people of Yogyakarta.Keywords : Upload, Information, Jogja Intercept Info (ICJ
Analisis permainan tradisional dalam pelestarian budaya: Systematic literatur review
Tujuan dalam penelitihan ini untuk mengevaluasi gerakan pada permainan tradisional Plinthengan. Metode yang digunakan dalam review research ini adalah kualitatif, dengan pendekatan systematic literatur review. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Google Scholar, ResearchGate, dan beberapa jurnal artikel yang relevan lainnya. Sumber yang diperoleh mengacu pada tahun 2022 hingga yang tersedia paling awal tahun 2000. Kata kunci dalam penelitian ini yaitu permainan tradisional, pelestarian budaya, Plinthengan, dan analisis gerak. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bermain Plinthengan dengan teknik yang benar akan menghasilkan tembakan yang akurat. Penelitian ini juga menemukan bahwa permainan tradisional Plinthengan memerlukan strategi dalam bermain seperti mencari gerakan paling efektif dan efisien menggunakan cara analisis biomekanika untuk menyempurnakan gerakan dan terhindar dari cidera. Keterbatasan dalam menyusun penelitian review research ini yaitu masih kurangnya sumber literasi mengenai permainan tradisional khususnya Plinthengan. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat membahas terkait analisis gerakan Plinthengan dari aspek biomekanika. Analysis of traditional games in cultural preservation: Systematic literature review Abstract: This research aims to evaluate the movements in the traditional Plinthengan game. The method used in this review research is qualitative, with a systematic literature review approach. The data collection used in this study refers to Google Scholar, ResearchGate, and several other relevant journal articles. The sources obtained refer to 2022 until the earliest available in 2000. The keywords in this study are traditional games, cultural preservation, Plinthengan, and motion analysis. The results of this study show that playing the plinth with the correct technique will produce an accurate shot. This study also found that traditional Plinthengan games require playing strategies such as finding the most effective and efficient movements using biomechanical analysis to perfect movements and avoid injury. The limitation in compiling this research review research is that there is still a lack of literacy sources regarding traditional games, especially Plinthengan. For further research, it is expected to be able to discuss the analysis of Plinthengan motion from the biomechanical aspect