Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS FLIPPEDLEARNING MENGGUNAKAN EDMODO DITINJAU DARI PENINGKATAN HASIL BELAJAR ASPEK KOGNITIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan peningkatan hasil belajar aspek kognitif antara peserta didik yang menerapkan pembelajaran fisika berbasis flipped learning menggunakan Edmodo dan pembelajaran konvensional, dan (2) ada tidaknya perbedaan peningkatan kemandirian belajar antara peserta didik yang menerapkan pembelajaran fisika berbasis flipped learning menggunakan Edmodo dan pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen semu dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MIPA SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar aspek kognitif antara peserta didik yang menerapkan pembelajaran fisika berbasis flipped learning menggunakan Edmodo dan pembelajaran konvensional, yang mana pembelajaran berbasis flipped learning menggunakan Edmodo lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional berdasarkan uji t dengan taraf signifikansi sebesar 0,039 Kata kunci: flipped learning, Edmodo, hasil belajar aspek kognitif, kemandirian belajar Abstract The purposes of this research were to find out: (1) whether there is a difference in the improvement of students’ learning outcomes in cognitive domain between physics instruction based on flipped learning using Edmodo and conventional learning, and (2) whether there is a difference in the improvement of students’ learning independence between physics instruction based on flipped learning using Edmodo and conventional learning.The method used in this research is quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population in this research was XI grade students in MIPA class at SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta for academic year 2017/2018. The sample of research was determined by cluster random sampling technique. Based on the results of this research, it can be concluded that: (1) there is a difference in the improvement of students’ learning outcome in cognitive domain between physics instruction based on flipped learning using Edmodo and conventional learning, in which flipped learning using Edmodo is more effective than conventional learning based on t test with a significance level of 0.03

    PENGARUH FRAKSI-X Selenium PADA STRUKTUR DAN PARAMETER KISI Pb(S,Se) MASIF PREPARASI TEKNIK BRIDGMAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi X atom selenium (Se) pada struktur kristal dan parameter kisi bahan semikonduktor Pb(S,Se) dalam bentuk masif, yang dipreparasi menggunakan teknik Bridgman. Kristal ditumbuhkan dengan memanaskan bahan Pb(S,Se) dengan alur suhu tertentu yaitu dipanaskan sampai pada suhu 300C selama 2 jam dan selanjutnya pada suhu  600C, pemanasan dilakukan juga selama 4 jam. Hasil XRD menunjukkan bahwa variasi fraksi x atom selen  tidak berpengaruh pada struktur kristal yaitu kubik. Namun x fraksi atom selenium tersebut berpengaruh pada  parameter kisi kristal       Pb(. Hasil perhitungan analitik parameter kisi yang dihasilkan yaitu, PbSe sebesar  6,1399,  sebesar  6,0748,  sebesar  6,0741 ,  sebesar 6,0224 , sebesar 5,9926 , sebesar 5,9909 , dan sebesar 5,9685 .

    PENGARUH KONSENTRASI DARI JENIS LARUTAN ASAM, BASA DAN GARAM TERHADAP INTENSITAS CAHAYA KELUARAN SERAT OPTIK BERBENTUK U

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lekukan fiber optik, konsentrasi larutan, perbedaan jenis larutan dan juga untuk mendapatkan sensitivitas dan linearitas terbaik pada sensor. Fiber optik yang digunakan adalah Polymer Optical Fiber (POF) tipe SH 4001-1.3. Polymer Optical Fiber (POF) memiliki indeks bias core sebesar 1,49 dan indeks bias cladding sebesar 1,41. Polymer Optical Fiber (POF) lebih banyak digunakan daripada fiber optik kaca karena lebih mudah diubah-ubah dan diberi perlakuan. Sumber cahaya yang digunakan adalah cahaya laser He-Ne dengan daya sebesar 5 mW dan panjang gelombang sebesar 632,8 nm. Keluaran dari Polymer Optical Fiber (POF) ini diterima oleh rangkaian pengikut tegangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan asam oksalat (H2C2O4), natrium hidroksida (NaOH) dan garam (NaCl) dapat menyebabkan pelemahan daya pada keluaran fiber optik dengan selisih nilai tegangan keluaran setiap perubahan konsentrasi larutan rata-rata 0,003 V sampai 0,01 V. Untuk sensitivitas sensor terbaik terdapat pada larutan garam (NaCl). Sedangkan linearitas sensor terbaik adalah larutan natrium hidroksida (NaOH). Kata kunci : Polymer Optical Fiber (POF), konsentrasi larutan, larutan asam oksalat (H2C2O4), larutan natrium hidroksida (NaOH) dan larutan garam (NaCl), indeks bias. Abstract This researchaimed to determine the effect of bending on optical fiber, solutionconcentration, differenttypes ofsolution on the light intensity output of u-shaped optical fiber, and also to obtain the bestsensitivityandlinearityon the sensor.The optical fiber usedwasPolymer Optical Fiber (POF) type SH-4001-1.3.Polymer Optical Fiber (POF) had a core refractive index of 1.49 andarefractive index of cladding at 1.41.Polymer Optical Fiber (POF) was more widely usedthan the glass optical fiberbecause it was easily altered andtreated.Thelight source usedwas He-Ne laser light withpowerof 5 mW and wavelength of632.8 nm. The outputof Polymer Optical Fiber (POF) was received by the voltagefollowercircuit.The resultsof this researchshowedthat the concentrationchange of the oxalate acid solution (H2C2O4), sodiumhydroxide (NaOH) andsalt (NaCl) decreased the optical fiber outputwith the difference of output voltage valueevery change of solution concentration average 0.003 V until 0.01 V.The best sensor sensitivity was found in the salt solution (NaCl).While the best sensorlinearity wassodiuma hydroxide (NaOH). Keywords: Polymer Optical Fiber (POF), solution concentration,acidoxalate (H2C2O4) solution,sodiumhydroxide (NaOH) solution,salt (NaCl) solution, refractive index

    PENGARUH VARIASI JUMLAH LINGKARAN YANG DIBENTUK MELINGKAR TERHADAP KARAKTERISTIK SERAT OPTIK SEBAGAI SENSOR PENGUKUR MASSA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lintasan serat optik dan pengelupasan buffer terhadap keluaran daya optik dan mengetahui sensitivitas serta linearitas terbaik pada sensor pengukur massa yang berbentuk melingkar. Serat optik yang digunakan adalah Polymer Optical Fiber (POF) tipe SH-4001-1.3. Lingkaran dibentuk dengan diameter 5 cm, variasi jumlah lingkarannya yaitu 1 lingkaran, 2 lingkaran dan 3 lingkaran. Selain memberikan variasi jumlah lingkaran, juga diberikan variasi perlakuan pada buffer. Kemudian serat optik diberikan tekanan diatasnya dengan massa beban maksimum sebesar 1 kg. Laser He-Ne dengan daya sebesar 5 mW dan panjang gelombang 632,8 nm digunakan sebagai sumber cahaya. Intensitas cahaya dari POF ini akan dideteksi menggunakan rangkaian pengikut tegangan sebagai receiver yang dihubungkan oleh multimeter digital. Jumlah lingkaran dan pengelupasan buffer dapat mempengaruhi ouput POF. Nilai intensitas cahaya keluaran pada serat optik yang dikelupas dan dibentuk tiga lingkaran mengalami pelemahan daya terbesar ketika diberikan massa sehingga memiliki sensitivitas terbaik. Membentuk serat optik menjadi tiga lingkaran tanpa pengelupasan buffer memiliki nilai linearitas terbaik. Kata kunci : serat optik, Polymer Optical Fiber (POF), rugi—rugi serat optik, pembengkokan (bending) Abstrack This study aims to determine the effect of number of optical fiber trajectories and buffer peeling on optical power output and to know the best sensitivity and linearity in circular mass measuring sensors. Fiber optic used is Polymer Optical Fiber (POF) type SH-4001-1.3. The circle is formed with a diameter of 5 cm, the variation of the number of circles is 1 circle, 2 circle and 3 circle. In addition to varying the number of circles, also given variations on the buffer. Then the optical fiber is given the pressure above it with a maximum mass of 1 kg. He-Ne laser with 5 mW endurance and 632.8 nm wavelength used as light source. The light intensity of the POF will perform the detection using a voltage follower circuit as a multilayed digital receiver. The number of loop and buffer peels can affect the POF ouput. The value of light intensity on the optical fiber that is exfoliated and formed three circles contains the greatest power weakening when given the mass so it has the best sensitivity. Forming optical fiber into three circles without peeling buffer has the best linearity value. Keywords: optical fiber, Polymer Optical Fiber (POF), optical fiber loss, bendin

    THE EFFECT OF SEVERAL CONCENTRATIONS OF GLYCINE AMINO ACID ADDITIONS IN MS MEDIUM TOWARS CALLUS GROWTH OF KONJAC (Amorphophallus muelleri) BY in vitro CULTURE

    No full text
    Konjac (Amorphophallus muelleri) is a plant that can be a source of carbohydrates and has high economic value. To accelerate the fulfillment of porang seeds in order to support maximum economic potential, it is necessary to develop alternative propagation techniques,which is in vitro culture. This study aimed to determine the effect of adding the glycine amino acid to MS medium on the growth of konjac callus and to determine the best concentration for callus growth in konjac plant tissue culture. This research was using frog bulb (bulbil) for the explant. In this study used a completely randomized design (CRD) with glycine amino acid concentrations from 0 mg/L, 1 mg/L, 2 mg/L, 3 mg/L, 4 mg/L, dan 5 mg/L with 3 replications. Data were analyzed using SPSS software with one way ANAVA and further test using DMRT 5%.The results showed that the addition of the glycine amino acid to MS medium affected the callus growth of konjac plant tissue culture based on the analysis of variance (ANAVA) test. The best concentration used based on the Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%, was 4 mg/L with the average callus appearance time of 3.06 wac and the average bending time of 2.1 wac

    HYGINIE, SANITATION AND NUTRITION OF SNACKS IN THE CANTEEN

    No full text
    The purpose of this study was to determine the sanitation hygiene of the school canteen, the contribution of wet snack food to meeting the daily nutritional needs of students and to find out whether there were differences in sanitation and nutritional hygiene between wet snacks sold in the school canteen between Adiwiyata school canteens and non-Adiwiyata schools. This type of research is a descriptive observational research. The sample in this study is packaged and unpackaged snacks which are often sold in the school canteen. The variables in the study were the condition of the snacks in SD Adiwiyata and SD non-Adiwiyata in Bantul Regency. The standard instrument from the Indonesian Ministry of Health regarding hygiene, sanitation and nutritional content of food uses a computer application "nutry survey" and the E. coli test at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNY. The result of the research is that the value of hygiene and sanitation of SD Adiwiyata canteen is 81.43% with good criteria, while non-Adiwiyata elementary school is 68.81% with moderate criteria. The average energy adequacy per day is 1461.6 kcal, while the recommended energy adequacy is 1594.5 kcal, thus only 92% fulfilled. There are differences in the hygiene and sanitation of wet snack food canteens between Adiwiyata and non-Adiwiyata elementary schools. Judging from the presence of E.coli and mold contamination, snacks in non-Adiwiyata school canteens showed that the number of E.coli and molds was higher than Adiwiyata Elementary School both in the morning and in the afternoon. Keywords : hygiene, sanitation, food nutrition, cantee

    ANALISIS KESTABILAN TITIK EQUILIBRIUM DARI MODEL MATEMATIKA PENYEBARAN PENYAKIT DBD DI DIY

    Get PDF
    Tujuan dari penulisan tugas akhir skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis kestabilan titik ekuilibrium pada model matematika penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahapan yang dilakukan untuk menganalisis penyebaran penyakit DBD adalah membuat model matematika SIRS (susceptible, infected, recovered) penyebaran penyakit DBD, kemudian menentukan titik ekuilibrium atau titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik penyakit dan menganalisa kestabilan titik ekulibrium model serta melakukan simulasi model matematika SIRS penyebaran penyakit DBD. Model matematika penyebaran penyakit DBD di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diperoleh berupa sistem persamaan diferensial order satu nonlinear dengan 3 persamaan. Hasil analisis kestabilan titik ekuilibrium pada model matematika penyebaran penyakit DBD di Daerah Istimewa Yogyakarta diperoleh bahwa jika bilangan reproduksi dasar  pada kondisi  titik equilibrium bebas penyakit stabil asimtotik lokal sedangkan pada kondisi  titik equilibrium endemik penyakit stabil asimtotik. Kata kunci: model SIRS, DBD, kestabilan, titik ekuilibrium

    APLIKASI DETEKSI STATE (KONDISI) MATA SEBAGAI REKOMENDASI TINGKAT PENCAHAYAAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi kondisi (state) mata pada citra sebagai rekomendasi   tingkat   pencahayaan dengan menggunakan metode viola-jones untuk mendeteksi mata dan metode skin detection untuk menentukan kondisi mata. Langkah pertama adalah proses pengolahan citra, ukuran citra disesuaikan menggunakan fungsi resize; deteksi citra mata dengan metode viola-jones; pemisahan citra mata kanan dan mata kiri; serta segmentasi citra area mata dengan metode skin detection. Langkah kedua yaitu proses ekstraksi fitur citra, area mata (bukan kulit) yang terdeteksi diubah menjadi berwarna putih atau bernilai satu dalam jenis citra biner sehingga dapat dilakukan proses perhitungan sumbu mayor dan sumbu minor untuk menentukan rasio kerampingan. Selanjutnya, nilai rasio kerampingan digunakan untuk menentukan kondisi (state) mata dan rekomendasi tingkat pencahayaan yang masuk ke mata. Langkah terakhir adalah menghitung akurasi sistem aplikasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, pendeteksian kondisi mata pada 80 citra sebagai data latih dan 40 citra sebagai data uji dengan jaringan syaraf tiruan menghasilkan nilai akurasi pelatihan sebesar 91,25% dan 82,50% pada proses pengujian. Kata kunci: pencahayaan, viola-jones, skin detection, kondisi (state) mata

    OPTIMASI MODEL INTEGER LINEAR PROGRAMMING PADA PRODUKSI GETUK GORENG MENGGUNAKAN ALGORITMA B&B

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan pemodelan matematika dari produksi getuk goreng Nanang Putra dengan integer linear progamming. Algoritma BB (Branch and Bound) merupakan salah satu metode penyelesaian optimum integer linear programming yang menghasilkan variabel-variabel keputusan integer. Berdasarkan hasil penelitian, keuntungan maksimum dalam sehari yang diperoleh produsen getuk goreng Nanang Putra menggunakan algoritma BB (Branch and Bound) adalah sebesar  dengan banyaknya produksi getuk goreng varian original sebanyak 200 besek, varian nangka sebanyak 146 besek, dan varian durian sebanyak 254 besek. Kata Kunci: Optimasi, Produksi, Integer Linear Programming, BB, Branch and Bound AbstractThis research aims to formulate mathematical modeling of Nanang Putra's fried getuk production with integer linear programming. The BB (Branch and Bound) algorithm is one of the integer linear programming optimum solution methods that produce integer decision variables. Based on the results of the study, the maximum profit in a day obtained by the fried getuk producer Nanang Putra using the BB (Branch and Bound) algorithm is Rp 5,990,358.00 with the amount of production of fried getuk original variant of 200 baskets, jackfruit variant of 146 baskets, and durian variant of 254 baskets. Keywords: Optimization, Production , Integer Linear Programming, BB, Branch and Boun

    AGILE GOVERNANCE PADA JOGJA SMART SERVICE DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui agile governance pada Jogja Smart Service  dalam pelayanan publik di Kota Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksanaan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agile governance pada Jogja Smart Service telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak pada pelayanan publik di Kota Yogyakarta diantaranya; tata kelola yang sesuai mendorong pada terbentuknya kolaborasi subsistem pada Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang mandiri dan saling terintegrasi. mekanisme proses bisnis memberikan kemudahan akses layanan yang praktis dan efisien dari segi waktu dan biaya. Penyediaan media penyaluran aspirasi membantu menyaring aspirasi masyarakat dan mendukung penyelenggaraan pelayanan maupun pembangunan di Kota Yogyakarta. Program-program percepatan yang dilakukan berimplikasi baik pada peningkatan jumlah pengguna dan efektivitas pengelolaan aduan yang masuk. Upaya monitoring dan evaluasi serta Tim Diseminasi Informasi mampu mendorong adaptasi terhadap perubahan pada pelayanan publik secara sistematis dan berkelanjutan. Perubahan dan penambahan fitur layanan juga mendorong peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan. Selain itu, penyediaan fitur promosi dodolan mendukung pelaku bisnis dalam perputaran ekonomi.

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇