Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
INOVASI PROGRAM PENYALURAN JAMINAN PENDIDIKAN DAERAH MELALUI KARTU JOGJA BERPRESTASI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi program penyaluran JPD melalui KJB dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitiannya kepala UPT, kepala sub bagian UPT, pengelola JPD di sekolah, dan siswa penerima JPD. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan proses inisiasi inovasi KJB dimulai dengan proses agenda setting dan proses penyesuaian. Proses implementasi inovasi KJB melalui tahap re-definisi, tahap klarifikasi dan tahap rutinisasi. Faktor pendukung yaitu kerjasama, tersedianya SIM JPD, dukungan dari lintas sektor Organisasi Pemerintah Kota Yogyakarta, sarana prasarana, dan sumber daya manusia. Faktor penghambat yaitu masyarakat sasaran penerima JPD kurang memiliki keterampilan literasi teknologi informasi, sosialisasi lewat daring, pembatasan barang yang bisa dibeli dengan KJB, masyarakat lebih senang terima uang tunai dari pada kartu belanja, dan kurangnya toko mitra.Kata kunci: inovasi, Jaminan Pendidikan Daerah, Kartu Jogja Berprestas
Persepsi Petani tentang Tradisi Wiwitan dalam Era Modern di Kalurahan Argorejo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani tentang pelaksanaan tradisi wiwitan dalam era modern di Kalurahan Argorejo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), petani yang masih melaksanakan tradisi wiwitan, dan petani milenial. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi wiwitan pada era modern di Kalurahan Argorejo masih dilaksanakan oleh sebagian petani. Terdapat perubahan-perubahan dalam pelaksanaan tradisi wiwitan, diantaranya terletak pada ubarampe/perlengkapan yang digunakan, prosesi, dan tempat pelaksanaannya.Kata Kunci: Persepsi, era modern, petani, tradisi wiwita
MANAJEMEN KELAS UNTUK MENGATASI PROBLEMATIKA BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP MBS YOGYAKARTA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen kelas untuk mengatasi problematika belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian ini adalah guru IPS SMP MBS dan siswa SMP MBS. Metode pengambilan data pada penelitian ini dengan pengamatan, wawancara, dan penggunaan dokumen. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan analisis Miles Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan manajemen kelas yang dilakukan oleh guru IPS SMP Muhammadiyah Boarding School ialah dengan cara berupaya melakukan fungsi pengendalian dan pengorganisasian. Upaya yang dilakukan oleh guru IPS SMP MBS yakni: (1) berupaya mewujudkan situasi dan kondisi yang memungkinkan siswa untuk meningkatkan kemampuan dengan optimal; (2) menghilangkan hambatan-hambatan dalam interaksi pembelajaran; (3) menyediakan dan mengatur fasilitas belajar; (4) membimbing siswa sesuai dengan individunya
PEMANFAATAN MUSEUM SANGIRAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS SMP DI KABUPATEN SRAGEN
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pemanfaatan Museum Sangiran sebagai sumber belajar IPS tingkat SMP di Kabupaten Sragen, dan (2) mendapatkan hasil tentang faktor yang mendukung serta menghambat pemanfaatan Museum Sangiran sebagai sumber belajar IPS SMP di Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Museum Sangiran yang terletak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Subjek atau informan dari penelitian ini adalah Kepala Kelompok Kerja/Kapokja BPSMP Sangiran, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kabupaten Sragen, Edukator BPSMP Sangiran, dan guru IPS SMP di Kabupaten Sragen yang diwakili oleh anggota MGMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi berdasarkan sumber dan teknik. Analisis data menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, display, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemanfaatan Museum Sangiran sebagai sumber belajar IPS SMP dapat dilakukan dengan kegiatan pembelajaran kontekstual mempelajari lingkungan dan tinggalan arkeologis situs serta pemanfaatan dengan teknologi dan informasi yang berkembang, (2) kegiatan pemanfaatan Museum Sangiran dipengaruhi oleh faktor pendukung antara lain: pelayanan pengelola museum yang baik; kelengkapan koleksi museum; dan fasilitas yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: alokasi biaya; pemahaman guru; kurangnya minat peserta didik; dan daya dukung pemerintah yang kurang diprioritaskan untuk pemanfaatan Museum Sangiran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN DASAR TEKNIK MESIN SISWA KELAS X SMK N 2 WONOSARI
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk akhir media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran Dasar Teknik Mesin dan mengetahui kelayakan media pembelajaran tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE, yang menggunakan metode pengumpulan data angket. Penelitian ini menghasilkan Media pembelajaran berbasis android dalam mata pelajaran Dasar Teknik Mesin yang dilengkapi efek sound sentuhan, backsound, materi beserta gambar, video tutorial mengikir, latihan soal, dan evaluasi. Aplikasi ini berukuran 43,50 MB dan dapat di instal pada sistem android dengan ketentuan spesifikasi minimal RAM sebesar 512 MB, layar ukuran 3,5 inchi dengan sistem operasi minimal android 4.0 ice cream sandwich. Dengan hasil penilaian kelayakan oleh ahli materi mendapatkan persentase sebesar 92,85% dengan kategori Sangat Layak, oleh ahli media mendapatkan persentase kelayakan sebesar 92,52% dengan kategori Sangat Layak, dan oleh siswa mendapatkan persentase kelayakan sebesar 86,55% dengan kategori Sangat Layak.The purpose of this study was to produce the final product of android-based learning media in the Basic Mechanical Engineering subject and determine the feasibility of the learning media. This research is a research and development with ADDIE development model, which uses a questionnaire data collection method. This research produces android-based learning media in Basic Mechanical Engineering subjects which are equipped with touch sound effects, backsound, materials and pictures, video tutorials for filing, practice questions, and evaluations. This application is 43.50 MB in size and can be installed on the Android system with minimum specifications of 512 MB RAM, 3.5 inch screen with a minimum operating system of Android 4.0 Ice Cream Sandwich. With the results of the feasibility assessment by material experts getting a percentage of 92.85% in the Very Eligible category, by media experts getting a feasibility percentage of 92.52% in the Very Eligible category, and by students getting a feasibility percentage of 86.55% in the Very Eligible category
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PRAKTIK PEMESINAN DI SMK N 3 YOGYAKARTA PADA MASA PANDEMI
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan proses pembelajaran daring khususnya praktik pemesinan pada masa pandemi serta menganalisis apa saja yang menjadi hambatan atau kendala dari proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan guru dan siswa kelas XI jurusan teknik pemesinan SMKN 3 Yogyakarta tahun ajaran 2021/2022. Objek dalam penelitian ini adalah Keefektifan pembelajaran praktik pemesinan pada masa pandemi covid-19. Metode pengumpulan data berupa instrumen angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran praktik pemesinan di SMK N 3 Yogyakarta kelas XI Program Keahlian Studi Teknik Pemesinan tahun ajaran 2021/2022 pada masa pandemi dapat simpulkan sebagai efektif. Hal tersebut berdasarkan kepada lima indikator yang digunakan untuk menentukan keefektifan dalam penelitian ini yaitu kemampuan guru, ketepatan penggunaan waktu, keaktifan siswa, motivasi belajar, dan hasil belajar. Adapun faktor yang menghambat proses pembelajaran praktik pemesinan di SMK N 3 Yogyakarta khususnya pada masa pandemi yaitu fasilitas dan waktu. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the online learning process, especially machining practices during the pandemic and analyze what are the obstacles to the learning process. This research is a type of survey research with a descriptive quantitative approach. The research subjects used in this study were teachers and students of class XI majoring in mechanical engineering at SMKN 3 Yogyakarta in the 2021/2022 academic year. The object of this research is the effectiveness of learning machining practices during the covid-19 pandemic. Methods of data collection in the form of questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative. The results of this study indicate that learning machining practices at SMK N 3 Yogyakarta in class XI of the Mechanical Engineering Study Expertise Program for the 2021/2022 academic year during the pandemic can be concluded as effective. This is based on the five indicators used to determine effectiveness in this study, namely the teacher's ability, time use accuracy, student activity, learning motivation, and learning outcomes. The factors that hinder the learning process of machining practices at SMK N 3 Yogyakarta, especially during the pandemic, are facilities and time
EFEKTIVITAS APLIKASI SIMULATOR CNC BUBUT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMK N 3 YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan aplikasi simulator CNC bubut terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuasi eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes uji program dan kuisioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 58 siswa. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai n gain sebesar 0.72 dengan kategori tinggi dan nilai persentase n gain 72% dengan kategori cukup efektif. Maka dari itu penggunaan aplikasi simulator CNC bubut berdampak cukup efektif terhadap hasil belajar siswa.This study aims to determine the impact of using a CNC lathe simulator application on student learning outcomes. This research is experimental research with a quasi-experimental approach. Data collection techniques used in this study are program tests and questionnaires. The sampling technique in this study was purposive sampling with a sample of 58 students. The results of this study obtained a value of n gain of 0.72 with a high category and a percentage value of n gain of 72% with a fairly effective category. Therefore, the use of the CNC lathe simulator application has quite an effective impact on student learning outcomes
PENGARUH FASILITAS BENGKEL TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKTIK PEMESINAN BUBUT SISWA DI SMK N 3 YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fasilitas bengkel pemesinan, tingkat hasil belajar praktik pemesinan bubut siswa, pengaruh fasilitas bengkel pemesinan terhadap hasil belajar praktik pemesinan bubut siswa SMK N 3 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ex-post facto. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan kuesioner. Terdapat dua uji prasyarat dalam penelitian ini yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan fasilitas bengkel SMK N 3 Yogyakarta termasuk dalam kategori layak, hasil belajar praktik pemesinan bubut siswa termasuk dalam kategori kurang, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fasilitas bengkel dengan hasil belajar praktik pemesinan bubut sebesar 9%.This study aims to determine the feasibility of machining workshop facilities, the level of learning outcomes of students' lathe machining practices, the influence of machining workshop facilities on the learning outcomes of lathe machining practices of students of SMK N 3 Yogyakarta. This research is an ex-post facto quantitative research. Data collection techniques using observation, documentation, and questionnaires. There are two prerequisite tests in this study, namely the normality test and the linearity test. Data analysis technique using simple regression analysis. The results showed that the workshop facilities of SMK N 3 Yogyakarta were included in the feasible category, the learning outcomes of students' lathe machining practices were included in the poor category, there was a positive and significant influence between workshop facilities and the learning outcomes of lathe machining practices by 9%
PENGARUH FASILITAS PENGELASAN DAN PEMBELAJARAN PRAKTIK TATAP MUKA TERBATAS TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fasilitas pengelasan SMAW, bagaimana pembelajaran praktik tatap muka terbatas, bagaimana minat belajar siswa, adakah pengaruh fasilitas pengelasan dan pembelajaran praktik tatap muka terbatas terhadap minat belajar siswa. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei dengan instrumen penelitian menggunakan koesioner. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMK N 1 Purworejo sebanyak 30 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas pengelasan SMAW memiliki kategori baik, Pembelajaran praktik tatap muka terbatas berkategori cukup baik, Minat belajar siswa kelas XI memiliki kategori baik. Terdapat pengaruh yang signifikan antara Fasilitas Pengelasan SMAW Terhadap Minat Belajar Siswa , dengan pengaruh sebesar 34,87 %. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran praktik tatap muka terbatas terhadap minat belajar siswa dengan pengaruh sebesar 26,63 %. Terdapat pengaruh fasilitas pengelasan SMAW dan pembelajaran praktik tatap muka terbatas terhadap minat belajar siswa dengan pengaruh secara keseluruhan sebesar 61,5 %.The purpose of this study was to find out how the SMAW welding facility was, how limited face-to-face practical learning was, how was student learning interest, was there any influence of welding facilities and limited face-to-face practical learning on student learning interest. The method in this study is a survey method with a research instrument using a questionnaire. The research subjects were 30 students of class XI at SMK N 1 Purworejo. The results of this study indicate that the SMAW welding facilities have a good category, limited face-to-face practice learning is quite good, class XI students' interest in learning has a good category. There is a significant influence between the SMAW Welding Facility on Student Learning Interest, with an effect of 34.87%. There is a significant influence between limited face-to-face learning on students' learning interest with an effect of 26.63%. There is an influence of SMAW welding facilities and limited face-to-face practical learning on student learning interest with an overall effect of 61.5%
Upaya Pemenuhan Hak Asasi Manusia Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pemenuhan hak-asasi manusia narapidana, hambatan dalam pemenuhan hak asasi manusia narapidana, dan upaya untuk mengatasi hambatan dalam pemenuhan hak asasi manusia narapidana. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, kategorisasi dan unitisasi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemenuhan hak asasi manusia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta dilaksanakan dengan kegiatan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. 2) Hambatan dalam pemenuhan hak asasi manusia narapidana ditemui pada kemalasan dalam diri narapidana untuk melaksanakan kegiatan pembinaan, ketidakcocokan antar narapidana, dan kurangnya kontrol emosi dari petugas. 3) Upaya untuk mengatsi hambatan dalam pemenuhan hak asasi manusia narapidana dilakukan dengan pendekatan personal atau individual, melakukan penguatan pengamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan, dan Melakukan evaluasi pada sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan dalam menentukan narapidana untuk menjadi tampin