Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Taraf Keterlibatan Aktif Pemilih Menggunakan Hak Pilih Dalam Pilkada Serentak 2020
ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2020 Kecamatan Seyegan. Kemudian juga untuk menganalisis apa saja kendala yang dihadapi untuk berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2020 Kecamatan Seyegan dan menganalisis bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi untuk berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2020 Kecamatan Seyegan.Tingkat partisipasi pemilih Kecamatan Seyegan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2020 di era pandemi Covid-19 mengalami peningkatan cukup tinggi. Hal ini berarti terdapat peningkatan trend dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dan angka partisipasi Kecamatan Seyegan sudah mencapai target yang ditetapkan oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat enam kendala dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, yaitu: perlengkapan fasilitas yang meningkat, pembengkakan anggaran yang dikeluarkan, Citamasjajar yang belum maksimal, pembatasan kerumunan, shift pelaksanaan yang lama, dan ketakutan Covid-19 dalam kluster TPS. Cara mengatasi kendala yang dihadapi untuk berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2020 ada tiga, yaitu: peningkatan kinerja sosialisasi dan komunikasi, peninjauan Kembali protokol kesehatan agar memberikan sanksi yang jelas, dan penerapan metode digitalisasi untuk pemilihan umum yang akan datang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan cara cross check. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Implementasi Pembentukan Kampung Anti Politik Uang Dalam Pilkada Kabupaten Karimun Tahun 2020 (Studi Kasus Kampung Toga Parit Lapis, Kabupaten Karimun)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui terkait proses penetapan kampung anti politik uang oleh Bawaslu sebagai upaya dalam mencegah praktik politik uang di Kabupaten Karimun, dan (2) memberikan pemahaman serta pendidikan politik kepada masyarakat dengan diresmikannya kampung anti politik uang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah ketua Bawaslu Kabupaten Karimun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kampung pengawasan anti politik uang di Kampung Toga Parit Lapis merupakan inisiasi dari Bawaslu Kabupaten Karimun yang dilatarbelakangi dari hasil pemetaan potensi kerawanan. Tahapan yang dilakukan dalam proses penetapan Kampung Toga Parit Lapis menjadi kampung anti politik uang adalah tahapan penjajakan, tahapan sosialisasi, dan tahapan penetapan (pendeklarasian). (2) upaya yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Karimun dalam mencegah praktik politik uang pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Karimun selain membentuk kampung anti politik uang juga melaksanakan sosialisasi partisipatif
Pemanfaatan beragam sumber belajar dalam pembelajaran PPKn pada implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 2 Yogyakarta
Artikel ini disusun berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk melakukan analisis dan mendeskripsikan kemerdekaan pemanfaatan sumber belajar oleh guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMK Negeri 2 Yogyakarta dalam Kurikulum Merdeka. Selain itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat upaya guru PPKn SMK Negeri 2 Yogyakarta memanfaatkan sumber belajar secara merdeka dan bermanfaat dalam proses pembelajaran bersama peserta didik. Tidak sampai disitu, penelitian ini juga mendeskripsikan keberhasilan upaya guru PPKn SMK Negeri 2 Yogyakarta memanfaatkan berbagai sumber belajar secara merdeka terhadap peningkatan antusias dan semangat belajar peserta didik yang sudah pasti akan mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian pada artikel ini merupakan sebuah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yang ditentukan sendiri oleh peneliti dengan teknik purposive
PERBEDAAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE DENGAN TAKE AND GIVE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SEWON
The research background was the availability of the Inside-Outside Circle and Take and Give methods that can improve students’ learning achievement but they have not been used in the Social Studies learning process at SMP Negeri 2 Sewon. This study aimed to find out whether or not there is a significant difference in Social Studies learning achievement through the application of the Inside-Outside Circle and Take and Give methods among Grade VIII students of SMP Negeri 2 Sewon.This was a quasi-experimental research using the pretest-posttest, nonequivalent multiple-group design. The research population comprised all Grade VIII students of SMP Negeri 2 Sewon in the 2015/2016 academic year and the sample consisted of 29 students as experimental class 1 and 29 students as experimental class 2. The sample was selected by means of the simple random sampling technique. The data were collected by multiple choice tests. The instrument validity was assessed by the product moment and the reliability by Cronbach’s Alpha. The tests of analysis assumptions were tests of normality and homogeneity. The data analysis method was the independent sample t-test.The results of the study showed that there was a significant difference in Social Studies learning achievement through the application of the Inside-Outside Circle and Take and Give methods among Grade VIII students of SMP Negeri 2 Sewon. The results of the independent sample t-test for Social Studies learning achievement from the posttest showed tobserved ttable (1.903 1.672) with a significance value 0.05, namely Sig (2-tailed) 0.032 0.05. Based on the results, Ho was rejected and Ha was accepted so that it could be concluded that there was a significant difference in Social Studies learning achievement between experimental class 1 through the application of the Inside-Outside Circle method and experimental class 2 through the application of the Take and Give method. The application of the Take and Give method had a stronger effect on Social Studies learning achievement than that of the Inside-Outside Circle method
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 2 KLATEN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Pendidikan Karakter di SMP Negeri 2 Klaten meliputi: (1) Strategi, (2) Implementasi, (3) Hambatan dan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan penelitian ini merupakan warga sekolah meliputi: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang pendidikan dan kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, guru BK dan peserta didik di SMP Negeri 2 Klaten yang menerapkan pendidikan karakter. Analisis data interaktif menggunakan teknik Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Strategi implementasi pendidikan karakter dilakukan dengan: pemberian dukungan manajemen sekolah terhadap pelaksanaan pendidikan karakter, integrasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran, pembentukan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, penerapan pendidikan karakter melalui tata tertib sekolah, pengembangan karakter peserta didik melalui kerjasama dengan orang tua; (2) Hasil dari implementasi pendidikan karakter program yang dibuat dapat dijalankan tetapi masih ditemukan banyak pelanggaran, implementasi pendidikan karakter tidak hanya dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari tetapi juga dalam kegiatan pembelajaran. Implementasi pendidikan karakter dilaksanakan dengan menanamkan nilai-nilai karakter dalam program kegiatan tetapi tidak memiliki petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan sehingga tidak dapat di evaluasi dengan tepat; dan (3) hambatan dalam implementasi pendidikan karakter di sebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berasal dari kurangnya kesadaran warga sekolah tentang pentingnya pendidikan karakter, tidak adanya petunjuk teknis dan pelaksanaan yang mendukung pendidikan karakter sehingga tidak dapat dievaluasi dengan tepat, serta banyaknya pengaruh dari teman sebaya. Faktor eksternal berasal dari lingkungan keluarga yang kurang mendukung pendidikan karakter maupun dari pengaruh negatif media elektronik.
PEMANFAATAN LABORATORIUM GEOLOGI KARANGSAMBUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP NEGERI 1 KARANGSAMBUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemanfaatan Laboratorium GeologiKarangsambung sebagai sumber belajar IPS di SMP Negeri 1 Karangsambung. (2) Pemanfaatan Laboratorium Geologi Karangsambung sebagai tempat kegiatan ilmiah di SMP Negeri 1 Karangsambung. (3) Pemanfaatan Laboratorium Geologi Karangsambung sebagai sarana demontrasi alat peraga dan proses penyampaian di SMP Negeri 1 Karangsambung.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Karangsambung yang berjumlah 491 siswa dengan sampel berjumlah 216 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Propotional Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Uji coba instrumen menghasilkan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji Validitas yang digunakan adalah validitas konstruk dan analisis butir soal dengan korelasi product moment. Uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Teknik analisis data dengan statistik deskriptif yang meliputi tabel frekuensi, histogram, dan tabel kecenderungan variabel.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pemanfaatan laboratorium Geologi sebagai sumber belajar IPS memperoleh hasil 16.7% dalam kategori tinggi, 66.6% dalam kategori sedang, dan 16.7% pada kategori rendah, (2) Pemanfaatan Laboratorium Geologi Karangsambung sebagai tempat kegiatan ilmiah memperoleh hasil 22.2% pada kategori tinggi,59.3% pada kategori sedang, dan 18.5% pada kategori rendah, (3) Pemanfaatan Laboratorium Geologi Karangsambung sebagai sarana demontrasi alat peraga dan proses penyampaian memperoleh hasil 21.7% pada kategori tinggi, 75.5% pada kategori sedang, dan 2.8% pada kategori rendah.Kata kunci: Pemanfaatan, Laboratorium Geologi Karangsambung, Sumber Belajar IP
PERBEDAAN METODE LEARNING STARTS WITH A QUESTION DAN DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMPN 5 SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara penerapan metode pembelajaran Learning Starts With A Question dengan metode Disukusi di kelas VII SMPN 5 Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Pre test-Post test Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 5 Sleman sebanyak 128. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling yaitu kelas VII D sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen 2. Kedua kelas dipilih karena mempunyai kesetaraan dalam pencapaian hasil belajar dibandingkan kelas lainnya. Teknik pengumpulan data berupa tes. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan homogenitas. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji-t (independent sample t-test). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara metode pembelajaran Learning Starts With A Question dengan metode Disukusi di kelas VII SMPN 5 Sleman. Hasil uji-t (independent sample t-test) nilai posttest menunjukkan bahwa nilai thitung ttabel (2,198 1,998) dan nilai signifikansi 0,05 yaitu sig. (2-tailed) 0,032 0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kelas yang diberi perlakuan dengan menggunakan metode Learning Starts With A Question lebih tinggi hasilnya terhadap hasil belajar.Kata kunci : Metode Learning Starts With A Question, Metode Diskusi dan Hasil Belajar IPS
STRATEGI PEMBANGUNAN DESA MELALUI DANA DESA (STUDI KASUS DI DESA PONGGOK KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perencanaan pembangunan di Desa Ponggok dalam rangka mengelola dana desa, (2) pelaksanaan pembangunan di Desa Ponggok dalam rangka mengelola dana desa, (3) evaluasi pembangunan di Desa Ponggok dalam rangka mengelola dana desa, (4) strategi pembangunan Desa Ponggok dalam rangka mengelola dana desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Waktu penelitian mulai bulan April dan berakhir bulan Juli, berlokasi di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Data yang dikumpulkan yaitu data kualitatif yang terdiri dari data primer hasil wawancara terstruktur dan observasi tidak terstruktur serta data sekunder hasil teknik studi dokumentasi. Peneliti sebagai instrumen utama dengan alat bantu pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis menggunakan konsep Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Perencanaan pembangunan Desa Ponggok terdiri dari lima tahapan. Penentuan program pembangunan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan, ketentuan program pembangunan dalam RPJM Desa dan prioritas penggunaan dana desa. (2) Pelaksanaan pembangunan di Desa Ponggok meliputi tiga tahapan. Pemerintah desa bersama masyarakat bekerja sama dalam melaksanakan program pembangunan. (3) Evaluasi program pembangunan dilakukan oleh masyarakat, tokoh masyarakat, lembaga desa dan pemerintah desa. Hasil pembangunan desa memberikan beberapa manfaat bagi Desa Ponggok. Namun disamping manfaat tersebut, timbul pula dampak positif dan negatif. (4) Desa Ponggok mengadopsi strategi pembangunan masyarakat desa terpadu. Implementasi strategi pembangunan desa terpadu tersebut secara keseluruhan dapat dilihat dari aspek perencanaan pembangunan, pelaksanaan pembangunan dan evaluasi pembangunan di Desa Ponggok.Kata kunci: Strategi Pembangunan Desa, Dana Des
KEBERHASILAN USAHA DI PAGUYUBAN PENGRAJIN KULIT SETYO RUKUN MANDING BANTUL
Sentra industri kulit yang ada di Manding merupakan satu satunya industri kulit diKabupaten Bantul. Sentra Industri Kulit di Manding memiliki 2 paguyuban pengrajin kulit yaitu paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun dan paguyuban pengrajin kulit Karya Sejahtera, akan tetapi yang masih aktif berjalan hanya paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) keberhasilan usaha di paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding; (2) jaringan sosial di paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding; (3) Hambatan dalam menjalankan usaha paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah ketua paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding, wakil ketua paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding dan pengrajin yang menjadi anggota di paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara interaktif sebagaimana yang diajukan oleh Miles Huberman. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) keberhasilan usaha di paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding dapat dilihat melalui tujuh indikator yaitu peningkatan modal, jumlah produksi, jumlah , perluasan usaha, perluasan daerah pemasaran, perbaikan sarana fisik, dan pendapatan usaha. Tujuh indikator tersebut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan; (2) jaringan sosial di paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding dibagi menjadi dua yaitu jaringan sosial horizontal antara sesama anggota paguyuban dan jaringan sosial vertikal antara pengrajin dengan pihak bank, pengrajin dengan pemerintah, dan pengrajin dengan pembeli; (3) Pencapaian keberhasilan usaha paguyuban pengrajin kulit Setyo Rukun Manding pada pelaksanaannya mengalami hambatan â hambatan yaitu sumber daya manusia (sdm), belum ada patokan harga secara paten, dan tidak adanya merk dagang. Kata kunci: keberhasilan usaha, pengrajin kuli
PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SISWA DI SMP NEGERI 3 GODEAN SEBAGAI SEKOLAH ADIWIYATA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku peduli lingkungan siswa di SMP Negeri 3 Godean sebagai sekolah Adwiyata. Perilaku peduli lingkungan tersebut dilihat dari beberapa aspek peduli lingkungan yang meliputi pengelolaan air, pengelolaan energi, pengelolaan sampah, peduli lingkungan sekitar, dan mitigasi bencana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Godean. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah 571 siswa. Jumlah sampel sebanyak 230 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Uji validitas menggunakan teknik korelasi product-moment sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbarch. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dokumentasi dan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku peduli lingkungan siswa di SMP Negeri 3 Godean berada pada kategori baik. Hal ini ditunjukkan dari indikator pengelolaan air, pengelolaan energi, pengelolaan sampah dan peduli lingkungan sekitar termasuk dalam kategori baik. Indikator penggunaan transportasi dan mitigasi bencana termasuk kedalam kategori cukup. Indikator yang mendapatkan nilai rata-rata tertinggi yaitu indikator pengelolaan air, sedangkan indikator yang mendapatkan nilai rata-rata terendah yaitu mitigasi bencana.