Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATERI VIRUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR
LKPD merupakan perangkat pembelajaran yang berupa lembaran berisi panduan untuk menuntun peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar seperti melakukan pengamatan, penyelidikan, pengukuran, pengolahan data, dan penarikan kesimpulan. Namun, LKPD yang digunakan oleh peserta didik kurang sesuai dengan LKPD yang seharusnya dan hanya berisi sekumpulan pertanyaan. Materi virus menjadi materi yang dianggap rumit oleh peserta didik karena objek yang tidak dapat diamati secara langsung. Hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik. Sehingga LKPD bermuatan AR dapat digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran yang yang meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik produk pengembangan LKPD bermuatan augmented reality pada materi virus, 2) mengetahui kelayakan produk pengembangan LKPD bermuatan augmented reality pada materi virus, dan 3) mengetahui kepraktisan produk pengembangan LKPD bermuatan augmented reality pada materi virus. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Namun, penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasa nsehingga hanya sampai pada tahap development. Instrumen yang digunakan berupa angket. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk LKPD bermuatan AR yang dikembangkan layak dan praktis digunakan berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media dan praktisi
ANALISIS KESTABILAN, KETERKONTROLAN, DAN KETEROBSERVASIAN MODEL PENDULUM TERBALIK
AbstrakPeran pendulum terbalik sangat penting dalam kemajuan peradaban manusia. Pendulum terbalik merupakan salah satu model sistem kendali sederhana yang menjadi dasar dalam berbagai penelitian teknologi masa kini. Sistem kendali memungkinkan adanya sistem yang stabil dan akurat. Sistem kendali dibutuhkan agar suatu perintah dapat dijalankan dengan lancar. Contoh sederhana dari sistem kendali ada pada mesin cuci konvensional. Mesin cuci konvensional bekerja dengan prinsip mesin cuci akan mati jika pengatur waktu pada mesin cuci sudah habis tanpa memperhatikan apakah cucian sudah bersih atau belum. Penelitian ini akan mengkaji masalah sistem kendali otomatis pada pendulum terbalik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan berbagai referensi. Pemodelan matematika sistem pendulum terbalik dilakukan sebelum menganalisis kestabilan, keterkontrolan, dan keterobservasiannya. Kemudian, dilakukan simulasi numerik secara analitik dan dengan bantuan program MATLAB untuk mendukung hasilnya. Berdasarkan hasil penelitian, ditunjukkan bahwa sistem tidak stabil, tetapi terkontrol dan terobservasi. Dilakukan simulasi numerik untuk mendukung hasil tersebut.Kata kunci: pendulum terbalik, sistem kendali, kestabilan, keterkontrolan, keterobservasian
IMPLEMENTASI ALGORITMA APRIORI UNTUK MENGETAHUI POLA PENYEDIAAN FASILITAS INDEKOS
D.I. Yogyakarta sebagai kota pelajar menjadi penyebab banyaknya mahasiswa berdatangan. Kondisi ini memunculkan permasalahan kebutuhan tempat tinggal, salah satunya berupa indekos. Kurangnya informasi seputar indekos, khususnya fasilitas yang diperoleh sesuai harga sewa indekos yang ditawarkan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mencari pola aturan asosiasi antar fasilitas indekos yang dipilih penyewa indekos dengan Algoritma Apriori. Data yang digunakan berupa ragam fasilitas yang ditawarkan indekos di sekitar Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Langkah penelitian terdiri dari: (i) perencanaan, (ii) preprocessing data, (iii) Algoritma Apriori, (iv) Association rules, (v) Uji WEKA. Dari hasil analisis dan pengujian y dengan menggunakan nilai min.supp sebesar 50% dan min.conf sebesar 70%, diketahui bahwa Algoritma Apriori dapat diimplementasikan pada data fasilitas indekos. Terdapat pengaruh harga sewa terhadap pola fasilitas indekos yakni terdapat pada hubungan Harga (≤ RP 700.000) è Kamar mandi luar. Adapun nilai conf. tertinggi sebesar 100% terdapat pada pola hubungan Lemari è Kasur dan Lemari, Wi-Fi è Kasur; sedangkan kurang eratnya hubungan Kasur è Wi-Fi dengan nilai conf. terendah yakni sebesar 71%.Kata kunci: Algoritma Apriori, Data Mining, Indekos
Pengembangan Infografis Keselamatan Kerja di Laboratorium sebagai Media Pembelajaran Kimia Tingkat SMA untuk Mendukung Literasi Informasi Kimia
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan guru, laboran dan peserta didik terhadap media infografis keselamatan laboratorium, serta menentukan karakteristik dan kelayakan media hasil pengembangan. Penelitian ini menerapkan Design Based Research (DBR) yang terdiri dari tahap (1) identifikasi masalah; (2) pengembangan desain; (3) siklus berulang; (4) refleksi. Analisis kebutuhan dilakukan pada 20 peserta didik, 5 laboran, dan 5 guru SMA di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Konten produk divalidasi oleh dosen jurusan kimia serta diujikan ke 10 reviewer dan 5 peer reviewer. Uji keterbacaan dilakukan terhadap 20 peserta didik SMA di Kabupaten Bantul. Hasil pengembangan diperoleh infografis yang memuat tentang keselamatan kerja di laboratorium dengan lima topik bahasan, yaitu aturan laboratorium kimia, kebakaran, bahan berbahaya dan beracun (B3), limbah B3, dan penanganan luka bakar. Karakteristik infografis tersebut diantaranya: 1) dibuat dengan jenis flat design; 2) mempunyai barcode untuk memuat materi lengkap; 3) disertai statistik dan persentase; 4) materi infografis berisi fakta, mitos, perbandingan, dan solusi alternatif. Kualitas infografis setelah direview tergolong kategori Sangat Baik (SB) dengan rerata skor 68,1 dan respon peserta didik tergolong kategori Sangat Baik (SB) dengan rerata skor 52,8
MODEL JOYFUL LEARNING BERBANTUAN VIDEO MATERI SISTEM REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Materi Sistem reproduksi manusia dianggap sulit dipahami oleh siswa kelas XI MIPA, karena termasuk sub bab materi abstrak. Hal tersebut menyebabkan nilai rata-rata kurang dari KKM. Namun, metode yang digunakan guru belum berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Kondisi seperti ini menyebabkan siswa tidak memahami materi yang diajarkan. Berdasarkan Hasil observasi pra penelitian di SMA juga menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas XI MIPA di SMA masih menggunakan model pembelajaran konvensional dengan pendekatan diskusi, presentasi, dan ceramah, dan belum menggunakan model pembelajaran yang terbaru seperti media pembelajaran audio visual. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperiment design Adapun desain yang digunakan adalah one-group pretest postest design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat peningkatan yang signifikan dari penerapan model pembelajaran joyful learning terhadap hasil belajar siswa di SMA N 1 Lohbener. Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI-3 MIPA SMA N 1 Lohbener pada materi sistem reproduksi sub materi (adaptif) menggunakan model joyful learning termasuk kedalam kategori sedang. (2) Setelah menerapkan model pembelajaran joyful learning mendapatkan hasil yang baik
PENGGUNAAN BUNYI DAN DIKSI DALAM ALBUM UNTUK DUNIA CINTA DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH: KAJIAN STILISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) aspek bunyi dan diksi yang terdapat dalam album Untuk Dunia Cinta dan Kotornya karya Nadin Amizah; (2) Mendeskripsikan makna dari aspek bunyi dan diksi yang terdapat dalam album Untuk Dunia Cinta dan Kotornya karya Nadin Amizah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah sebelas lagu dalam album Untuk Dunia Cinta dan Kotornya karya Nadin Amizah yang berjudul “Jangan Ditelan”, “Bunga Tidur”, “Rayuan Perempuan Gila”, “Ah”, “Semua Aku Dirayakan”, “Kekal”, “Di Akhir Perang”, “Tapi Diterima”, “Berpayung Tuhan”, “Tawa”, dan “Nadin Amizah”. Penelitian ini berfokus pada bunyi dan diksi dalam lirik lagu yang dikaji menggunakan teori stilistika. Data diperoleh dengan teknik membaca dan identifikasi. Validitas data yang digunakan dalam penelitian adalah validitas semantik dan ditujang dengan reliabilitas intrarater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) unsur bunyi dan diksi dalam album lagu Untuk Dunia Cinta dan Kotornya ditemukan unsur bunyi aliterasi (21), asonansi (37), daya evokasi (2), efoni (21), kakafoni (17), dan periodus (7). Sedangkan ditemukan unsur diksi pemanfaatan kosakata abstrak (89), kosakata konkrit (27), kata vulgar (2), sinonim-antonim (7), ungkapan (22), citraan (14), objek realitas alam (5), kata sapaan (55). Dari hasil tersebut dapat diketahui unsur bunyi yang paling dominan adalah asonansi, sedangkan unsur diksi yang paling dominan adalah pemanfaatan kosakata abstrak. (2) Makna konotatif banyak ditemukan dalam sajak efoni (8) dan penggunaan ungkapan (20) di album Untuk Dunia Cinta dan Kotornya.Kata kunci: bunyi, diksi, stilistik
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM KONTEN YOUTUBE LEONARDO EDWIN
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) bentuk alih kode, (2) bentuk campur kode, (3) faktor penyebab alih kode, dan (4) faktor penyebab campur kode dalam konten youtube Leonardo Edwin.Jenis penelitian skripsi adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah konten youtube Leonardo Edwin rentang Januari 2023 sampai Maret 2024 sebanyak 14 video. Data peneltiian yang diambil yaitu tuturan yang mengandung alih kode dan campur kode. Instrumen penelitian adalah human instrument atau peneliti sendiri dengan berbekal pengetahuan mengenai bentuk alih kode, bentuk campur kode, faktor penyebab alih kode dan campur kode. Teknik pengumpulan data pada berupa teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teori. Hasil penelitian terdiri dari empat hal. Pertama, bentuk alih kode ditemukan 100 data yang didominasi oleh bentuk alih kode ekstern bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Kedua, faktor penyebab alih kode didominasi oleh faktor penutur. Ketiga, bentuk campur kode ditemukan 222 data yang didominasi oleh bentuk campur kode penyisipan unsur kata. Keempat, faktor penyebab campur kode mdidominasi oleh linguistic type.Kata kunci: alih kode, campur kode, Leonardo Edwin, Youtub
KONFLIK PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ANCIKA DIA YANG BERSAMAKU TAHUN 1995 KARYA PIDI BAIQ
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama, faktor penyebab konflik, dan cara penyelesaian konflik yang dilakukan oleh tokoh utama dalam novel Ancika Dia Yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq.Penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah novel Ancika Dia Yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Penelitian difokuskan pada konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama. Penelitian ini dikaji menggunakan teori psikologi. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Validitas data yang digunakan dalam penelitian adalah validitas semantis dan ditunjang dengan metode intrarater serta reliabilitas interater. Hasil penelitian yang pertama menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel Ancika Dia Yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq mengalami wujud konflik psikologis rasa bersalah yang dipendam, kekecewaan, rasa malu, kesedihan, dan kebencian. Kedua konflik psikologis tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi merasa tidak berdaya, kecewa dengan diri sendiri, dan rasa sayang pada orang terdekat. Faktor eksternal meliputi kecewa dengan orang lain, dan malu dengan perlakuan orang lain. Ketiga, cara penyelesaian konflik yang dilakukan oleh tokoh utama yaitu secara individu dan secara sosial. Penyelesaian yang dilakukan secara individu meliputi emosional, pengendalian diri, pasrah dan penyelesaian secara sosial berupa bantuan dari orang lain. Kata Kunci: konflik psikologis, tokoh utama, psikologi sastr
Analisis Kesenjangan Implementasi Kebijakan Jam Belajar Masyarakat pada Masa Pandemi di Kemantren Umbulharjo
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi kebijakan JBM pada Masa Pandemi di Kemantren Umbulharjo, faktor pendukung dan faktor penghambat, serta Menganalisis kesenjangan implementasi antar- kelurahan di Kemantren Umbulharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini ialah dinas, pendamping JBM, dan juga warga Kemantren Umbulharjo. Data analisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari kondesnasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitiam menunjukkan bahwa (1) Implementasi kebijakan JBM di Kemantren Umbulharjo di tiap kelurahan berbeda. (2) Faktor pendukung implementasi ialah warga cenderung menerima keberadaan JBM dan juga adanya kerjasama dengan beberapa lembaga untuk pelaksaan JBM pada masa pandemi. Sementara itu, faktor penghambat implementasi kebijakan JBM pada masa pandemi di Kemantren Umbulharjo ialah masih terdapatnya warga yang pasif di beberapa wilayah. (3) Perbedaan implementasi tersebut menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan antar-kelurahan di dalam Kemantren Umbulharjo
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PADA PPDB DI SMA NEGERI 1 CILACAP TAHUN 2018-2021
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan sistem zonasi, dampaknya, dan faktor yang menghambat maupun mendukung penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 1 Cilacap tahun 2018-2021. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dari model interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian mengungkapkan implementasi kebijakan sistem zonasi memiliki standar dan tujuan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, disposisi agen pelaksana dan kondisi lingkungan yang mendukung. Dampak yang ditimbulkan berupa dampak positif dan negatif. Kemudian, faktor penghambat terdiri atas ketimpangan persebaran lembaga pendidikan, ketimpangan kualitas guru dan murid, keterbatasan ekonomi orang tua, kurangnya pemahaman teknologi, serta pihak yang ingin mengintervensi kebijakan tersebut. Adapun faktor pendukung mengarah pada sumber daya manusia agen pelaksana yang kompeten, sarana dan prasarana yang mumpuni, kultur sekolah yang dibangun, dan letak geografis dari sekolah tersebut.