Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    Implementation Of Child Friendly City Policy On Fulfilling Children's Rights In Special Protection Clusters In Sleman Regency

    Get PDF
    This research aims to describe the implementation of the Child-Friendly Regency policy in order to fulfill children's rights in the special protection cluster in Sleman Regency along with supporting and inhibiting factors. This study is important to do because there are still many violations of children's rights in the special protection cluster that occur in Sleman Regency. This study uses a descriptive research type with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study are interviews, observations, and documentation. Primary data was obtained through interviews and observations with informants. Secondary data was obtained through reports, guidebooks, literature studies, profiles, and documentation. In ensuring the validity of the data, the researcher used the source triangulation technique. Meanwhile, the stages of data analysis in this study are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results of this study indicate that the implementation of the Child-Friendly Regency policy in fulfilling children's rights in the Special Protection cluster in Sleman Regency has gone well. Communication has been carried out clearly and consistently through communication forums, socialization, and social media. Resources are well met including human resources, budget, and facilities. The attitude of the implementing bureaucracy or disposition also runs well with the commitment and support in the implementation of the Child-Friendly District Policy in the special protection cluster. The bureaucratic structure is good with a clear division of tasks, authority, and SOP guidelines. The supporting factors are good communication, a clear legal umbrella, a forum for child participation, and government commitment and support. The inhibiting factors are the lack of expert personnel, infrastructure such as protection cars and safe houses, and sectoral egos

    Evaluasi Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Daerah Istimewa Yogyakarta

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak dalampenanganan kasus kekerasan seksual di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi Penelitian dilakukan di DaerahIstimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untukmemberikan gambaran jelas terhadap masalah penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan denganmetode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakanteori Bridgman dan Davis yaitu input, process, output, dan outcomes. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada indikator input, sumber daya manusia dan sumber dayapendukung yang ada belum cukup memadai dan menunjang untuk melaksanakan kebijakan perlindunganperempuan dan anak. Pada indikator process, kebijakan perlindungan perempuan dan anak ditranformasikandalam bentuk pendampingan dan konsultasi langsung yang diberikan dari sisi psikologis, hukum, mental danfisik korban. Pada indikator output, kebijakan ini telah menghasilkan Forum Perlindungan KorbanKekerasan dan Berkas Penanganan Kasus Kekerasan Seksual. Pada indikator outcomes, kebijakanpengupahan lebih banyak memberi dampak positif kepada korban kekerasan seksual dan memberi efek jerakepada pelaku kekerasan seksual, tetapi juga timbul dampak negatif yang dihasilkan dari kebijakan ini adalahadanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kebijakan ini untuk mendapatkan keuntungan pribad

    Implementasi Kebijakan Pengembangan Usaha Mikro di Kabupaten Sleman

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendapatkan ide-ide terbaik untuk pembuatan alternatif kebijakan pengembangan usaha mikro di Kabupaten Sleman, yang berfokus pada usaha kerajinan bambu. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif, untuk memberikan gambaran mendalam berdasar perspektif pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait. Pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha kerajinan bambu di Kabupaten Sleman berjalan kontinyu, Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan berbagai program, berupa sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, serta pendampingan secara berkala. Akan tetapi, pengembangan usaha tersebut belum berjalan optimal karena masih menemui berbagai kendala, yaitu tingginya persaingan usaha produk bambu, kurang maksimalnya peran pemerintah daerah dalam pemasaran produk, peralatan produksi yang masih tradisional, keterbatasan modal, dan sulitnya regenerasi. Perlunya dilakukan pengkajian agar pengembangan usaha masyarakat berjalan optimal.

    Evaluasi Program Dana Penguatan Modal Bagi Pedagang Pasar dan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Sleman Tahun 2019-2022

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengkaji evaluasi atas implementasi Program Dana Penguatan Modal (DPM) di Kabupaten Sleman Tahun 2019-2022. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi dengan informan dan dokumentasi. Sumber data sekunder diperoleh dari dokumen dan telaah dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan Program DPM di Kabupaten Sleman telah berjalan cukup baik dengan penghasilan yang meningkat dan usaha yang berkembang, meskipun masih terdapat pinjaman yang macet. Ada enam indikator yang menjadi dasar evaluasi program DPM ini yakni, 1) Efektivitas, pada Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2017 terdapat beberapa tujuan program DPM dengan terbukti terimplementasi pada pemberian akses pinjaman pada pedagang yang telah memiliki izin dagang. 2) Efisiensi, adanya optimalisasi sumber dana dan sumber daya manusia dalam pengelolaan dana. 3) Kecukupan, pada program DPM belum berjalan baik dengan terlihat adanya kredit macet yang cukup tinggi. 4) Perataan, pemberian pinjaman terlaksana tepat sasaran dengan besaran pinjaman diberikan batas maksimum. 5) Responsivitas, adanya kepuasan peminjam dengan tidak adanya kerumitan, penurunan kontribusi, dan perpanjangan waktu pengembalian. 6) Ketetapan, proses verifikasi awal sebelum pengajuan proposal berhasil menentukan penerima pinjaman

    Strategi Dinas Tenaga Kerja dalam Mengurangi Pengangguran di Kabupaten Sidoarjo Melalui Program Pelatihan Keterampilan

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji upaya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo dalam mengatasi tingkat pengangguran melalui program pelatihan keterampilan. Masalah pengangguran yang tinggi di daerah ini memerlukan intervensi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing angkatan kerja. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas program pelatihan dalam meningkatkan keterampilan peserta dan menurunkan angka pengangguran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan pejabat Dinas Tenaga Kerja, instruktur pelatihan, dan peserta pelatihan, serta observasi partisipatif selama pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan keterampilan berhasil meningkatkan kemampuan kerja peserta, namun masih terdapat tantangan dalam penempatan kerja setelah pelatihan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan program yang lebih efektif di masa mendatang

    Effectiveness of “Pecah Ranting Hiburane Rakyat” Program in Realizing Sleman New Zero Stunting

    Get PDF
    This research aims to explain the effectiveness of the Prevention of Stunting Prone to Eliminate Malnutrition and Improve the People's Economy Programme, abbreviated as the ‘Pecah Ranting Hiburane Rakyat’ programme, and to identify the inhibiting factors in the implementation of the Pecah Ranting Hiburane Rakyat innovation programme in achieving Sleman new zero stunting. This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. This method was chosen to be able to explore in-depth information related to the effectiveness of the Pecah Ranting Hiburane Rakyat programme, the problems faced, and the solutions needed. Through in-depth interviews and documentation review, qualitative data was collected to gain a comprehensive understanding of the implementation of the Pecah Ranting Hiburane Rakyat programme in the field.The results of the study showed the following findings: (1) The Pecah Ranting Hiburane Rakyat programme has been successfully socialised quite well, although there are still indications that there are parties who do not fully understand the programme. (2) The Pecah Recah Ranting Hiburane Rakyat Innovation Programme targets two vulnerable groups, namely pregnant women with chronic energy deficiency (Bumil KEK) and stunting or stunting-prone toddlers. (3) The implementation of the Pecah Ranting Hiburane Rakyat programme succeeded in improving the nutritional status level of toddlers who were initially at the Red Line Limit (BGM) prone to stunting. (4) Monitoring and evaluation of the Pecah Ranting Hiburane Rakyat programme is carried out by the Puskesmas and the Sleman Regency Health Office on a regular basis. (5) The inhibiting factors in the implementation of this programme are budget constraints, limited supervisory capacity of the Puskesmas and Posyandu, lack of commitment from parents of programme recipients, and the overall socialisation of the programme which is still not optimal. This research shows that the implementation of the Pecah Ranting Hiburane Rakyat programme has the potential to bring Sleman to the status of newzero stunting cases

    PENGEMBANGAN MODUL PEMESINAN BUBUT SEBAGAI BAHAN AJAR KELAS XI TEKNIK PEMESINAN DI SMK N 1 NANGGULAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pemesinan bubut dan mengetahui hasil kelayakan modul pemesinan bubut sebagai bahan ajar kelas XI di SMK Negeri 1 Nanggulan. Penelitian ini merupakan penelitian RD dengan model pengembangan Four-D. Pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan instrumen angket. Analisis data menggunakan uji validitas dan penilaian kelayakan media. Penelitian menggunakan Teknik Analisis Deskriptif yang meliputi tiga tahap yaitu menggunakan skala likert, menghitung kelayakan modul, serta merubah data kuantitatif menjadi kualitatif. Penelitian ini menghasilkan modul Pemesinan Bubut sebagai bahan ajar dan tingkat kelayakan modul dari segi materi memperoleh persentase 84% dengan kategori Sangat Layak, dari segi media memperoleh persentase 88% dengan kategori Sangat Layak, dari guru memperoleh persentase 90% dengan kategori Sangat Layak, dari pengguna kelas XI memperoleh persentase 80% dengan kategori Layak, dari pengguna kelas XII memperoleh persentase 84% dengan kategori Sangat Layak untuk digunakan sebagai bahan ajar kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Nanggulan.This study aims to develop a lathe machining module and determine the feasibility results of the lathe machining module as teaching material for class XI at SMK Negeri 1 Nanggulan. This research is an RD research with a Four-D development model. Data collection by observation, documentation, and questionnaire instruments. Data analysis used validity test and media feasibility assessment. The research used Descriptive Analysis Techniques which included three stages, namely using a Likert scale, calculating module eligibility, and converting quantitative data into qualitative. This study produced a Lathe Machining module as teaching material and the feasibility level of the module in terms of material obtained a percentage of 84% in the Very Eligible category, in terms of the media it obtained a percentage of 88% in the Very Eligible category, from teachers obtaining a percentage of 90% in the Very Eligible category, from users class XI gets a percentage of 80% in the Feasible category, from class XII users get a percentage of 84% in the Very Feasible category to be used as teaching material for class XI Mechanical Engineering at SMK Negeri 1 Nanggulan

    PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT KONVENSIONAL TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru mata pelajaran teknik pemesinan bubut konvensional terhadap minat belajar siswa kelas XI teknik pemesinan SMK N 3 Yogyakarta. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI TP 1 dan TP 2 sebanyak 61 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: kompetensi pedagogik guru mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut Konvensional termasuk dalam kategori tinggi sebesar 43% dengan mean 61,63, minat belajar siswa kelas XI Teknik Pemesinan mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut Konvensional termasuk dalam kategori tinggi sebesar 62%, dengan mean 60,83 dan Kompetensi pedagogik guru mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut Konvensional berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMK Negeri 3 Yogyakarta.Research This study aims to determine the effect of the pedagogical competence of teachers of conventional lathe pedagogical competence of conventional lathe machining techniques teachers on the interest in learning of students in class XI of machining techniques at SMK N 3 Yogyakarta. This research includes quantitative descriptive research. The research population The population of this research is the students of class XI TP 1 and TP 2 as many as 61 people. Data collection techniques data collection techniques include observation, interviews, and questionnaires. The research data were analyzed using regression analysis, correlation coefficient and coefficient of determination. The results study showed that: the pedagogical competence of the teacher of the Conventional Lathe Machining Conventional Lathe Machining is included in the high category of 43%  with a  mean 61.63, students' learning interest in the class XI Mechanical Engineering subject Conventional Lathe Machining Technique included in the high category of 62%  with a mean of 60.83 and the pedagogical competence of the teacher in the subject of Conventional Lathe Machining Technique influences the learning interest of students in class XI. Engineering subject teacher's pedagogical competence has a positive and significant effect on student interest in learning interest of students in class XI Machining Engineering SMK Negeri 3 Yogyakarta

    Model Kemitraan Triple Helix antara Universitas, Industri, dan Pemerintah dalam Melaksanakan Kurikulum Berbasis Outcome di Era Disrupsi pada Departemen PTSP UNY: Tinjauan Eksternal Universitas

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk Mendeskripsikan model kemitraan Triple Helix (THM) yang ideal untuk melaksanakan kurikulum berbasis Outcome di era disrupsi menurut sudut pandang industri dan pemerintah; Mendeskripsikan ekosistem THM yang ideal menurut sudut pandang pemerintah dan industry; (3) Mendeskripsikan implementasi ekosistem THM yang terjadi di Indonesia menurut sudut pandang pemerintah dan industri; dan Menganalisis tingkat implementasi peran pemerintah dan industri dalam pelaksanaan implementasi THM. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada lingkup Departemen PTSP UNY dan dilaksanakan secara daring pada bulan Februari - Maret 2023. Pada penelitian ini yang menjadi sampel penelitian yaitu dari lingkup eksternal kampus (perwakilan pemerintah dan industri) yang memiliki hubungan kemitraan dengan Departemen PTSP UNY. Diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Model kemitraan Triple Helix (THM) yang ideal dari sudut pandang pemerintah dan industri adalah Balanced Triple-helix Model (BTM). Kemudian jika ditarik perbandingan antara konteks ideal dan implementasi THM dapat dikatakan masih butuh proses pembenahan baik dari sisi pemerintah, dan industri agar dapat mendekati atau mencapai konteks ideal. (2) Tingkat ekosistem THM yang ideal dari sudut pandang industri lebih tinggi dari pemerintah akan tetapi melalui hasil rerata masih dapat menjelaskan bahwa ekosistem fisik dan nonfisik dalam hal IPTEK tetap mendapat respons positif. (3) Tingkat implementasi ekosistem THM dari sudut pandang pemerintah pada kategori sebagian kecil terlaksana sedangkan pada sudut pandang industri pada kategori sebagian besar terlaksana. (4) Tingkat implementasi peran pemerintah pada kategori sebagian kecil terlaksana, sedangkan tingkat peran industri pada kategori sebagian besar terlaksana. Model kemitraan Triple Helix dilihat pada tiap sudut pandang aktor memiliki perbedaan hasil, hal ini menjadikan pengembangan lebih lanjut baik dalam sektor Pendidikan maupun hubungan model kemitraan Triple Helix

    Minat Belajar Siswa antara Pembelajaran Daring dan Luring di SMP Negeri 10 Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui minat belajar siswa pada pembelajaran daring mata pelajaran IPS di SMP Negeri 10 Yogyakarta, 2) mengetahui minat belajar siswa pada pembelajaran luring mata pelajaran IPS di SMP Negeri 10 Yogyakarta, 3) mengetahui perbandingan minat belajar siswa antara pembelajaran daring dan luring pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 10 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan menggunakan survey. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Uji validitas instrumen menggunakan judgment experts. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan teknik analisis Independent Samples t-test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) minat belajar siswa pada pembelajaran daring mata pelajaran IPS dengan rata-rata 60,67% termasuk dalam kategori sedang, 2) minat belajar siswa pada pembelajaran luring mata pelajaran IPS dengan rata-rata 74,65% termasuk dalam kategori tinggi 3) perbandingan minat belajar siswa antara pembelajaran daring dan luring pada mata pelajaran IPS dalam penelitian ini pembelajaran luring lebih diminati oleh siswa kelas VIII dari pada pembelajaran daring.

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇