Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
Dinamika respons audiens digital di media sosial x terhadap kampanye diversitas & inklusivitas sebagai brand activism skin game
AbstrakPenelitian ini berupaya untuk menyingkap pemahaman mengenai respons audiens pengguna media sosial X terhadap diversity and inclusive brand activism yang dilakukan oleh Skin Game sebagai merek dagang bagi salah satu skincare di Indonesia. Berupa studi kasus yang dilakukan pada enam belas respons audiens, penelitian dikaji menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, dan analisis didasarkan pada Brand Activism Theory yang di dalamnya terkandung Framework of Optimal Incongruence, didukung dengan konsep-konsep mengenai Karakteristik Aktivitas Audiens Digital. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) Terdapat ragam respons audiens, mulai dari yang termasuk dalam zona satisfaction, delight, hingga outrage; (2) Audiens berinteraksi menggunakan fitur like, retweet, dan reply terhadap respons yang cenderung menerima dan memercayai nilai kampanye; (3) Skin Game memberikan tanggapan melalui fitur reply terhadap beragam jenis respons; (4) Beberapa aktivitas audiens digital yang terjadi antara lain keikutsertaan audiens non-komunitas skincare dan aktivisme sosial, pemanfaatan anonimitas, serta penghapusan pesan. Kata Kunci : Brand Activism, Brand Skin Game, Diversity Inclusive Marketing, Respons Audiens AbstractThis research seeks to reveal an understanding of the response of the audience of X social media users to the diversity and inclusive brand activism carried out by Skin Game, an Indonesian brand for skincare products. Conducted on sixteen audience responses, this research was studied using descriptive qualitative methods. Datas are collected through observation and documentation, analysed based on Brand Activism Theory which contains the Framework of Optimal Incongruence, supported by concepts regarding the Characteristics of Digital Audience Activities. The results show that: (1) There are various audience responses, ranging from those in the zone of satisfaction, delight, to outrage; (2) Audiences interact using the like, retweet and reply features for responses that tend to accept and believe the value of the campaign; (3) Game Skin provides responses via the reply feature to various types of responses; (4) Several digital audience activities that occurred included the participation of non-community skincare audiences and social activism, the abuse of anonymity, and the deletion of uploaded messages.Keywords : Audience Response, Brand Activism, Brand Skin Game, Diversity Inclusive Marketin
Pola komunikasi interpersonal pelatih dan atlet dalam Olahraga Crossfit di Yogyakarta
AbstrakCrossfit merupakan olahraga yang populer di mancanegara. Sementara di Indonesia, peminatnya hanya tersebar di kota-kota besar, salah satunya di Yogyakarta. Minimnya kompetisi, berdampak pada jumlah prestasi yang dihasilkan oleh atlet olahraga crossfit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi interpersonal pelatih dan atlet dalam olahraga crossfit. Objek dari penelitian ini yaitu pelatih dan atlet crossfit di Bhumi Satoe, Yogyakarta. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk pengumpulan data pada penelitian yaitu wawancara dan observasi, untuk menentukan informan dalam pengambilan data menggunakan purposive sampling. Peneliti menggunakan teknik analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pola komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet crossfit di Bhumi Satoe adalah pola komunikasi sirkular, yaitu bentuk komunikasi dua arah berkelanjutan yang menghasilkan berbagai umpan balik atau feedback seperti dukungan, suportifitas, empati dan kesetaraan. Namun pada poin keterbukaan antara pelatih dan atlet masih belum dilakukan secara optimal.Kata Kunci : Crossfit, Komunikasi Interpersonal, Pola Komunikasi AbstractCrossfit is a popular sport overseas. While in Indonesia, enthusiasts are only spread in big cities, one of which is in Yogyakarta. The lack of competition has an impact on the number of achievements produced by crossfit athletes. Therefore, this study aims to determine how the interpersonal communication of coaches and athletes in crossfit sports. The object of this research is crossfit coaches and athletes at Bhumi Satoe, Yogyakarta. The approach used in this research is to use a qualitative approach. For data collection in the study, namely interviews and observations, to determine informants in data collection using purposive sampling. Researchers used data analysis techniques, namely, data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it is known that the interpersonal communication pattern between trainers and crossfit athletes at Bhumi Satoe is a circular communication pattern, which is a form of continuous two-way communication that produces various feedback or feedback such as support, supportiveness, empathy and equality. But at the point of openness between trainers and athletes is still not done optimally.Keywords : Crossfit, Interpersonal Communication, Patterns of Communicatio
Komunikasi interpersonal orang tua dengan siswa dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja
Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui komunikasi interpersonal orang tua dengan siswa dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja. (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal orang tua dan siswa dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian di SMP N 5 Lawe Sigala-gala Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan mengumpulkan pertanyaan lalu di record dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa, guru, dan orang tua. Peneliti mengumpulkan informasi dengan cara mewawancarai informan. Sumber data yang digunakan ialah sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang dilakukan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi interpersonal orang tua dengan siswa dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMP Negeri 5 Lawe Sigala-gala masih kurang baik. Hal itu tercermin dari sibuk-Nya orang tua dalam bertani sehingga komunikasi yang terjalin antara orang tua dengan siswa minim. Terdapat faktor-faktor yang dalam komunikasi interpersonal dalam upaya menanggulangi kenakalan remaja yaitu: faktor kejujuran, persepsi interpersonal, hubungan interpersonal, lingkungan fisik dan atraksi interpersonal.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Orang Tua dan Anak, Kenakalan Remaja Abstract This study aims (1) to determine the interpersonal communication of parents with students in an effort to overcome juvenile delinquency. (2) to determine the factors that influence the interpersonal communication of parents and students in an effort to overcome juvenile delinquency. This research is a qualitative approach. Research site at SMP N 5 Lawe Sigala-gala The methods used are observation, interviews by collecting questions and then recording and documentation. The subjects in this study were students, teachers, and parents. Researchers gather information by interviewing informants. The data sources used are primary and secondary data sources. Data analysis techniques carried out are data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing / verification or called interactive models. The results showed that interpersonal communication between parents and students in tackling juvenile delinquency at SMP Negeri 5 Lawe Sigala-gala was still not good. This is reflected in the busy parents in farming so that communication between parents and students. There are factors that are in interpersonal communication in an effort to overcome juvenile delinquency, namely: honesty factors, interpersonal perceptions, interpersonal relationships, physical environment and interpersonal attractions. Keywords : Interpersonal Communication, Parent and Child, Juvenile Delinquenc
Analisis Sosial Media Monitoring TikTok Terhadap Event Make Over ‘DREAMscape’ pada Bulan Maret 2024
AbstrakSemakin berkembangnya zaman dan teknologi, brand-brand kecantikan dituntut untuk bisa terus berinovasi dan menciptakan kreatifitas baru. Menurut data Kemenko Perekonomian RI 2024, pada tahun 2023 industri kosmetik di Indonesia berkembang hingga 21,9%, yakni dari 913 perusahaan di 2022 menjadi 1.010 perusahaan. Bertumbuhnya brand kecantikan di Indonesia tentunya tidak hanya menambah persaingan namun juga menumbuhkan potensi brand untuk berkolaborasi. Experiential event bertajuk ‘DREAMscapes’, merupakan hasil kerja sama dari tiga brand kecantikan asal Indonesia, Make Over, Instaperfect dan Tavi dengan menggandeng Haluu World, experiential creator asal Indonesia. Hal ini mengundang beragam respon terutama di media sosial TikTok, sehingga diperlukan media monitoring sebagai upaya pemantauan brand. Menggunakan paradigma positivisme dengan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan alat pemantauan media Brand24 untuk melakukan pengumpulan data sentimen, penyebutan dan jangkauan di media sosial TikTok.Kata Kunci : Brand24, Media Monitoring, Make Over, TikTok Abstract As time and technology advances, beauty brands are required to continue to innovate and create new creativity. According to 2024 data from the Coordinating Ministry for the Economy of the Republic of Indonesia, in 2023 the cosmetics industry in Indonesia will grow by 21.9%, namely from 913 companies in 2022 to 1,010 companies. The growth of beauty brands in Indonesia certainly not only increases competition but also increases the potential for brands to collaborate. The experiential event entitled 'DREAMscapes', is the result of collaboration between three beauty brands from Indonesia, Make Over, Instaperfect and Tavi in collaboration with Haluu World, an experiential creator from Indonesia. This invites various responses, especially on TikTok social media, so media monitoring is needed as a brand monitoring effort. Using a positivism paradigm with quantitative descriptive methods by utilizing the Brand24 media monitoring tool to collect sentiment, mention and reach data on TikTok social mediaKeywords: Brand24, Media Monitoring, Make Over, TikTo
Analisis wacana kritis nasionalisme banal dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kritik terhadap wacana nasionalisme banal dihadirkan serta mengetahui kontestasi wacana nasionalisme yang terbentuk dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis berupa analisis wacana krits model Norman Fairclough. Analisis dilakukan pada tataran teks yang hadir dalam film Lewat Djam Malam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dengan coding sheet sebagai instrtumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan dan menyiapkan data, membaca dan melihat seluruh data, membuat koding seluruh data, membuat koding sebagai bahan membuat deskripsi, menghubungkan antar tema, dan memberi interpretasi dan makna tentang nasionalisme banal Hasi penelitian ini adalah kritik Usmar Ismail terhadap nasionalisme banal dalam film Lewat Djam Malam dapat dikelompokan menjadi tiga pokok pikiran, diantaranya adalah: (1) Nasionalisme banal dapat melegitimasi kekuasaan pemerintah yang otoriter, (2) Nasionalisme banal dapat menyebabkan sikap apatis dan tidak kritis terhadap pemerintah, dan (3) Nasionalisme banal dapat menyebabkan pengabaian terhadap nilai-nilai HAM. Peneliti juga menemukan adanya kontestasi wacana dalam film Lewat Djam Malam di mana terdapat wacana nasionalisme progresif yang muncul sebagai wacana tandingan terhadap nasionalisme banal.Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Film, Nasionalisme Banal, Usmar Islmail Abstract This research aims to understand how critiques of banal nationalism discourse are presented and to identify the contestation of nationalist discourse formed in the film "Lewat Djam Malam" by Usmar Ismail. The study employs a qualitative approach with analytical methods using Norman Fairclough's critical discourse analysis model. The analysis is conducted on the textual level present in the film "Lewat Djam Malam". Data collection techniques involve document analysis with a coding sheet as the research instrument. Data analysis is carried out by organizing and preparing the data, reading and examining all the data, coding all the data, coding to create descriptions, connecting themes, and providing interpretation and meaning regarding banal nationalism. The result of this research is that Usmar Ismail's critique of banal nationalism in the film "Lewat Djam Malam" can be grouped into three main ideas, namely: (1) Banal nationalism can legitimize authoritarian government power, (2) Banal nationalism can lead to apathetic and uncritical attitudes towards the government, and (3) Banal nationalism can lead to neglect of human rights values. The researcher also found a discourse contestation in the film "Lewat Djam Malam" where there is a progressive nationalist discourse emerging as a competing discourse against banal nationalism.Keywords : Critical Discourse Analysis, Film, Banal Nationalism, Usmar Ismai
The Impact Of The Revitalization Of The Malioboro Area On Street Vendors In The Development Of Culture-Based Tourism in Yogyakarta City
This research aims to explain the impact of the revitalization of the Malioboro area and to provide policy recommendations for developing tourism in the Malioboro area of Yogyakarta. This research is descriptive qualitative research. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. Technique for checking the validity of the data used in this research is source triangulation. The data analysis technique is carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The result of this research show that revitalization of the Malioboro area has had an economic and socio-cultural impact on street vendors. The impact most felt by street vendors is a decrease in income, which then has an impact on other economic aspects such as a reduction in employees, the price of merchandise sold, and ownership of land and stalls. Apart from economic aspects, revitalization also has an impact on social aspects such as interpersonal relationships between street vendors, organizational changes, street vendor routines, increasing irregularities, and impacts on customs and art in Malioboro. The government’s primary goal in revitalizing the Malioboro area was to orginize itu. This objective has currently been met, and street vendors has been set up to suggest the Axis of Philosophy
Analisis Stakeholder Dalam Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Di Kabupaten Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan analisis stakeholder dalampencapaian SDGs pada tujuan 1 di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 8 stakeholder dalam pencapaian SDGs padatujuan 1 di Kabupaten Sleman, stakeholder diklasifikasikan menjadi: 1) KeyPlayer, Bappeda Kabupaten Sleman yang menjadi koordinator dalampenyusunan RAD, mengevaluasi RPJM. Dinsos Kabupaten Sleman melakukanpendataan serta penyaluran bantuan agar tepat sasaran; 2) Subject, Dinas PMKKabupaten Sleman mengkoordinasikan semua stakeholder yang terlibat agarpencapaian SDGs pada tujuan 1 di Kabupaten Sleman bisa berjalan di tingkatKalurahan; 3) Context Setter, Universitas Amikom Yogyakarta memberikanbeasiswa kepada masyarakat KPM, dan TKPK Kabupaten Sleman memilikikontribusi dalam menyusun Dokumen RPKD, RAP, serta berkontribusi dalammelakukan evaluasi dan juga menerima advokasi dari masyarakat; dan 4)Crowd, LSM SATUNAMA Yogyakarta memberikan pelatihan dan jugabantuan kepada masyarakat, Koordinator PKH Kabupaten melakukankoordinasi di tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Sementara Masyarakat KPMmerupakan stakeholder yang memiliki peran sangat minim, hal ini dibuktikandengan masih rendahnya kesadaran masyarakat bahwa dalam proses pencapaianSDGs pada tujuan 1 di Kabupaten Sleman perannya sangat memiliki pengaruhdan dampak yang besar. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat empatklasifikasi stakeholder dengan peran, kekuatan, dan kepentingan yang berbedadari setiap stakeholder. Hasil penelitian ini memberikan implikasi dalammenyelesaikan permasalahan terkait perbedaan kepentingan antara pemerintah,swasta, dan juga masyarakat
Dinamika Gender dalam Program Keluarga Harapan di Kota Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika gender dalam kegiatan pemberdayaan perempuan melalui Program Keluarga Harapan di Kota Yogyakarta dengan menggambarkan adanya gap antara konstruksi gender di masyarakat dengan tujuan pembangunan yang berorientasi kesetaraan gender serta memahami proses dan bentuk pengambilan keputusan yang dilakukan oleh KPM PKH perempuan di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada Koordinato, Pendamping, dan KPM PKH Kota Yogyakarta. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan website pemerintah. Teknik keabsahan data dilakukan dengan melakukan triangulasi sumber data, member checking, dan peer debriefing. Teknik analisis data dilakukan dengan penggumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika gender dalam PKH di Kota Yogyakarta tidak mengubah peran gender dalam keluarga secara keseluruhan. PKH dinilai memberikan dampak positif bagi KPM dalam kehidupan rumah tangga dan pemberdayaan perempuan, meskipun keterlibatan laki-laki dalam program sedikit. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan mengenai Undang-undang atau peraturan tentang kesetaraan dalam penerima bantuan PKH. Serta memberikan manfaat bagi pemerintah sebagai bahan evaluasi pelaksanaan dapat dikembangkan menjadi sebuah penelitian yang menganalisis suatu kebijakan pemberdayaan ekonomi yang dilihat dari sudut pandang gender.
Efektivitas Program Keluarga Harapan Bagi Kesejahteraan Sosial Mayarakat Miskin Desa Banjarejo Kabupaten Magetan
Indonesia salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Pertumbuhan penduduk yang cepat membawa berbagai tantangan dan peluang bagi pembangunan nasional, khususnya dalam konteks kemiskinan dan kesejahteraan sosial masyarakat. Untuk mengatasi kemiskinan dan mencapai kesejahteraan sosial khususnya bagi penduduk miskin pedesaan dan tertinggal, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai program bantuan dan jaminan sosial, salah satunya Program Keluarga Harapan. Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas Program Keluarga Harapan bagi kesejahteraan sosial masyarakat miskin yang diselenggarakan di Desa Banjarejo, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis data deskriptif dan interpretatif. Sumber data yang dipergunakan pada penelitian ini berupa sumber data primer yakni observasi dan wawancara, serta sumber data sekunder yakni sumber tertulis berupa buku, artikel ilmiah, bahkan arsip, dokumen pribadi dan resmi. Seluruh informasi yang ada di dalam penilitian ini merupakan informasi yang sudah terpilih melalui pertimbangan agar mampu memberikan informasi yang akurat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efektivitas PKH belum sepenuhnya dikatakan efektif sesuai dengan indikator penilaian efektivitas karena masih ditemukan permasalahan pada indikator pemahaman program
MANAJEMEN SISTEM MERIT DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DI KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini berlatar belakang pada adanya gap kompetensi antar pegawai pada sistem merit dalam pengelolaan sumber daya manusia di Kota Yogyakarta. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji terkait dengan pelaksanaan manajemen sistem merit dalam pengelolaan SDM di Kota Yogyakarta serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan manajemen sistem merit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil dan temuan penelitian ini yakni pelaksanaan manajemen sistem merit dalam pengelolaan SDM di Kota Yogyakarta dilaksanakan dengan baik dan inovatif dengan berusaha memaksimalkan perkembangan teknologi sebagai output sekaligus penunjang bagi pelaksanaannya. Meskipun terdapat persoalan tumpang-tumpang tindihnya kebijakan dari pemerintah pusat, akan tetapi pelaksanaan manajemen sistem merit dalam pengelolaan SDM di Kota Yogyakarta dapat dilaksanakan dengan baik melalui koordinasi rutin tiap bulan, menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik antar organisasi perangkat daerah, dan inovatif. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai analisis, evaluasi bagi instansi pemerintah serta memberikan informasi kepada publik terkait dengan manejemen sistem merit dalam pengelolaan sumber daya manusia di Kota Yogyakarta