Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAA DAN 2-IP TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium sp. SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi NAA dan 2-iP dan interaksi kedua faktor terhadap pertumbuhan tunas aksiler anggrek Dendrobium sp., mengetahui kombinasi konsentrasi yang optimum dan posisi nodus terbaik, Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari dua faktor: kombinasi konsentrasi zpt (NAA (0; 0,05; 0,1; 0,15; 0,2), 2-iP (2; 1,5; 1; 0,5; 0) dan posisi nodus (atas, bawah, tengah) sebanyak 6 ulangan. Eksplan menggunakan anggrek silangan Dendrobium Apel Ireng (D.S.Santoso 2019) x Dendrobium Vian (D.S.Santoso 2018) dari Dede Orchid Malang dan memiliki 4 nodus. Medium dasar mengunakan New Phalaenopsis (NP)+Air Kelapa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Jika terjadi beda nyata, analisis dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0,1 ppm NAA + 1 ppm 2-iP optimum pada pertumbuhan tunas aksiler anggrek Dendrobium Apel Ireng x Dendrobium Vian. Posisi nodus terbaik adalah posisi nodus bagian tengah. Tidak terdapat pengaruh penambahan variasi kombinasi konsentrasi zpt  (NAA+2-iP) dalam menginduksi tunas aksiler pada semua parameter serta tidak terdapat interaksi variasi kombinasi konsentrasi zpt (NAA+2-iP) dan posisi nodus terhadap induksi tunas aksiler pada semua parameter. Kata kunci : NAA, 2-iP, Posisi Nodus, Dendrobium sp., Kultur Jaringan, Tunas Aksile

    EKRANISASI NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA KE DALAM BENTUK FILM 172 DAYS SUTRADARA HADRAH DAENG RATU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan proses ekranisasi yang terjadi pada tokoh dan penokohan dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa dan film 172 Days karya Hadrah Daeng Ratu. (2) Mendeskripsikan proses ekranisasi yang terjadi pada alur dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa dan film 172 Days karya Hadrah Daeng Ratu. (3) Mendeskripsikan proses ekranisasi yang terjadi pada latar dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa dan film 172 Days karya Hadrah Daeng Ratu, dan 4) Mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perubahan antara novel 172 Days karya Nadzira Shafa dan film 172 Days karya Hadrah Daeng Ratu. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel 172 Days dan film 172 Days yang berdurasi 1 jam 43 menit. Fokus penelitian berupa proses ekranisasi alur, tokoh, dan latar. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat proses ekranisasi yang terjadi dalam fakta cerita. Dalam novel 172 Days, penciutan yang terjadi pada tokoh, alur dan latar masih wajar dilakukan ketika divisualisasikan ke bentuk film. Penambahan pada tokoh, alur dan latar masih bersangkutan dengan cerita dalam novel, tetapi alurnya lebih menarik dengan tambahan pada konflik. Sementara, perubahan bervariasi pada tokoh, alur dan latar divisualisasikan tidak terjadi perubahan yang jauh dengan sumber aslinya. Perubahan yang terjadi juga memunculkan faktor-faktor yang melatarbelakanginya, yakni perbedaan media, proses produksi, inovasi dan kreativitas, perubahan tokoh, perbedaan audiens, kebutuhan pasar, dan penyesuaian budaya. Kata Kunci: ekranisasi, film, novel, 172 Day

    ANALISIS TUTURAN EKSPRESIF PADA MEME DI MEDIA SOSIAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis tuturan dalam tuturan ekspresif pada meme di media sosial X dan (2) fungsi tuturan ekspresif pada meme di media sosial X. Subjek penelitian ini adalah meme di media sosial X. Objek penelitian ini adalah semua tuturan ekspresif yang terdapat dalam meme di media sosial X. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penggumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dan kontekstual. Uji keabsahan data menggunakan triagulasi sumber. Hasil penelitian yang didapat yaitu: pertama, jenis tuturan dalam tuturan ekspresif pada meme ada empat jenis tuturan, yaitu tuturan langsung literal ada 63 data, tuturan tidak langsung literal ada 29 data, tuturan langsung tidak literal ada 16 data, dan tuturan tidak langsung tidak literal ada 19 data. Kedua, fungsi tuturan ekspresif ada sembilan fungsi tuturan, yaitu fungsi untuk berterimakasih ada 3 data, untuk mengungkapkan rasa simpati ada 9 data, untuk mengungkapkan sikap keluhan ada 53 data, untuk mengucapkan selamat ada 1 data, untuk mengucapkan salam atau menyapa ada 8 data, untuk mengungkapkan harapan ada 11 data, untuk mengungkapkan permintaan maaf ada 7 data, untuk mengungkapkan rasa marah ada 26 data, dan untuk menyatakan kebahagiaan ada 8 data.Kata kunci: pragmatik, tuturan ekspresif, mem

    Pengelolaan Diklat pada Tim Pendamping Keluarga dalam Pencegahan Stunting di BKKBN DIY

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan Diklat Pada Tim Pendamping Keluarga dalam pencegahan stunting di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN). Metode penelitian dalam penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Permasalahan ada pada fokus yaitu Efektivitas Pengelolaan Diklat pada Pusdiklat Kependudukan dan Keluarga Berencana di BKKBN DIY. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian ini staf penyelenggara diklat dan sub koor program kerja di bidang pendidikan dan pelatihan di BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan 1) perencanaan diklat pada Tim Pendamping Keluarga (TPK) di BKKBN DIY meliputi analisis kebutuhan diklat, merumuskan tujuan diklat, menyusun rencana pelatihan, penyusunan bahan ajar, penggunaan media pembelajaran, dan pengorganisasian 2) pelaksanaan diklat yang dilakukan pada Tim Pendamping Keluarga meliputi tugas Tim Pendamping Keluarga yaitu melakukan pendampingan terhadap keluarga yang memiliki kerawanan terhadap stunting, penggunaan aplikasi Elsimil sebagai media atau bahan ajar yang digunakan untuk membantu proses pendampingan, Tim Pendamping keluarga bersama Penyuluh KB menggunakan media Poster Penting sebagai alat pemantauan tinggi badan dan tiga pesan kunci mengenai stunting, serta mekanisme dan langkah kerja Tim Pendamping Keluarga. 3) evaluasi diklat pada Tim Pendamping Keluarga meliputi peningkatan kemampuan TPK dalam melakukan pendampingan di lapangan, kemampuan mengaitkan materi diklat untuk menunjang tugas pendampingan, dan perubahan perilaku sampai kepada perilaku sasaran yang didampingi

    Revitalisasi permainan tradisional sebagai pengembangan Desa Wisata Muncar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mahasiswa Unnes Giat 6 dalam merevitalisasi permainan tradisional yang ada di Desa Muncar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menggunakan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini yaitu perangkat desa dan masyarakat Desa Muncar. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahsiswa KKN Unnes Giat 6 memilih dalam merevitalisasi permainan tradisional dengan memberikan peralatan tradisional yang dibuat sendiri bersama bantuan masyarakat Desa Muncar. Simpulan dan saran dalam penelitian ini yaitu penyediaan media permainan tradisional yang dilakukan dalam hal revitalisasi dikatakan berhasil di beberapa dusun di Desa Muncar. Dengan ragam permainan tradisional yang disediakan dengan tujuan dapat melestarikan budaya permainan tradisional di Desa Muncar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat khususnya anak-anak Desa Muncar. Dukungan Pemerintah Desa sangat diperlukan untuk pelestarian dan perkembanga dalam menggerakkan masyarakat untuk terus melestarikan budaya permainan tradisional Revitalization of games traditional games as a development of Muncar Tourism VillageThis study aims to find out how Unnes Giat 6 students revitalize traditional games in Muncar Village. This study used qualitative methods, using data obtained through observation, interviews, and documentation. Respondents in this study were village officials and the people of Muncar Village. The results showed that KKN Unnes Giat 6 students chose to revitalize traditional games by providing traditional equipment made by themselves with the help of the Muncar Village community. The conclusions and suggestions in this study are that the provision of traditional game media carried out in terms of revitalization is said to be successful in several hamlets in Muncar Village. With a variety of traditional games provided with the aim of preserving the culture of traditional games in Muncar Village, it can be well received by the community, especially the children of Muncar Village. Village Government support is needed for preservation and development in mobilizing the community to continue to preserve the culture of traditional games

    Reproduksi pesan roleplayer K-Pop di media sosial Facebook (studi etnografi virtual pada akun roleplayer Bangtan Sonyeondan)

    Get PDF
    AbstrakKehadiran platform media sosial berbasis Web 2.0 memberikan ruang bagi para penggemar untuk melangsungkan praktik budaya partisipasi berbasis virtual. Roleplay merupakan praktik budaya penggemar berbasis virtual termediasi intenet yang muncul sebagai hasil transformasi budaya konvensional ke budaya digital. Dalam melangsungkan aktivitas roleplaying-nya, roleplayer memiliki peran ganda. Peran tersebut adalah sebagai komunikator yang memproduksi unggahan berisi informasi seputar idolanya dan komunikan yang mengkonsumsi informasi seputar idola dari akun media sosial resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana In Character (IC) roleplayer BTS mereproduksi pesan di Facebook, dilihat dari aktivitas produksi dan pemaknaan pesan yang dikaitkan dengan Teori Logika Desain Pesan (Message Design Logics Theory) Barbara O’Keefe dan Teori Pemaknaan (Reception Theory) Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi virtual. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara semi terstruktur via ViCon (Video Conference) Zoom, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Identitas yang muncul pada profil akun roleplayer adalah identitas virtual yang merupakan konstruksi identitas online yang menggambarkan kehidupan offline, 2) Tema pesan yang muncul dalam unggahan roleplayer berhubungan dengan aktivitas nyata yang dilakukan oleh karakter idola yang diperankannya, dan 3) Reproduksi pesan roleplayer dapat dilihat melalui aktivitas produksi dan pemaknaan pesannya.Kata Kunci : Produksi Pesan, Roleplayer, Etnografi Virtual AbstractThe presence of web-based social media platform 2.0 provides space for the fans to carry out a virtual internet-based participatory cultural practices that has emerged as a result of the transformation of conventional culture into digital culture. During the roleplay, the roleplayer has a double role. The role is the communicators who produces an uploads information about their idol and the communicants who consumes information about their idol from official social media accounts. This study aims to find out how in character roleplayer BTS reproduces messages on Facebook, seen form the production and reception messages activites that are associated with Message Design Logic by Barbara O’Keefe and Reception Theory by Stuart Hall. This study uses a descriptive qualitative approach with virtual ethnography methods. The data collection method used in this study is the observer of participants, semi structured interview via ViCon Zoom and literature study. The research resuls showed that 1) The identity that appears on the roleplayer account profile is just a virtual identity which is an online identity construction that describe offline life, 2) The message theme that appears in the roleplayer’s upload is related to the real activity carried out by their portrayed idol character, and 3) The roleplayer’s message production can be seen through production and reception activity.Keywords : Message Production, Roleplayer, Virtual Ethnograph

    Pola komunikasi kelompok Squad Uwu Lurd pada permainan Mobile Legends : bang bang

    Get PDF
    Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola komunikasi kelompok pada squad UWU Lurd melalui permainan Mobile Legends : Bang Bang dalam membentuk strategi permainan serta hambatan yang ditemui oleh squad UWU Lurd. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive, antara lain, manajer, kapten dan anggota squad UWU Lurd. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Hubberman yang meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan.Hasil menunjukan bahwa, pola komunikasi yang digunakan oleh squad UWU Lurd adalah pola komunikasi linier pada saat In-game, pola komunikasi sirkular pada fase draft-pick dan pola komunikasi spiral pada saat evaluasi, pola komunikasi yang terbentuk melalui saluran komunikasi virtual yakni menggunakan fitur voice chat yang terdapat di dalam game dan menggunakan media sosial grup whatsapp. Terdapat dua hambatan yang ditemukan yakni hambatan In-game dan hambatan out-game. Selain itu terdapat suara kurang jelas dan gangguan kualitas sinyal yang mengganggu saluran komunikasi.Kata kunci : Pola Komunikasi, Komunikasi Kelompok, Mobile Legends, Squad UWU Lurd. Abstract            This study aims to analyze how the pattern of group communication in the UWU Lurd squad through the game Mobile Legends: Bang Bang in forming game strategies and the obstacles encountered by the UWU Lurd squad. This research is a type of qualitative descriptive research with a participatory approach. The determination of informants in this study used a purposive technique, so that the managers, captains and members of the UWU Lurd squad were obtained. Collecting data using interviews, observation and documentation. The validity of this research data uses source triangulation. Data analysis used Miles and Hubberman's interactive model which included data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.The results show that the communication patterns used by the UWU Lurd squad are linear communication patterns during In-game, circular communication patterns during the draft-pick phase and spiral communication patterns during evaluation, communication patterns formed through virtual communication channels, use the voice chat in the game and whatsapp group social media . There are two obstacles found, namely in-game obstacles and out-game obstacles. In addition, there are less clear sound and signal quality disturbances that disrupt communication channels.Keywords :  Communication Pattern, Group Communication, Mobile Legends, Squad UWU Lurd

    Komunikasi efektif pelatih perempuan dengan atlet klub basket Bima Perkasa Jogja

    Get PDF
    Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses komunikasi efektif yang dilakukan antara pelatih perempuan dengan atlet klub basket Bima Perkasa Jogja ditinjau melalui 5 Hukum Komunikasi Efektif REACH serta mengetahui hambatan proses komunikasi efektif yang dialami oleh pelatih dengan atletnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sehingga di hasilkan 4 infoman yakni, 1 pelatih dan 3 atlet Bima Perkasa Jogja. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber sedangkan teknik analisis data menggunakan model miles and hubberman  Teknik analisis ini meliputi, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil menunjukan bahwa, terjadi komunikasi efektif yang dilakukan antara pelatih perempuan dengan atlet klub Bima Perkasa Jogja berjalan dengan adanya sikap Respect, Audible, Empathy, Clarity serta Humble. Dalam berkomunikasi pelatih mampu memberikan pesan dengan ringkas dan jelas, sehingga memudahkan atlet untuk menerapkan pada saat di lapangan. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa hambatan komunikasi efektif yang dialami oleh pelatih perempuan adalah hambatan Semantic dan hambatan Cultural Difference. Hambatan semantic meliputi adanya sebuah misskomunikasi mengenai instruksi yang diberikan oleh pelatih kepada atletnya, sedangkan Hambatan Culutral Difference meliputi,latar belakang pelatih yang religious sehingga para atlet tidak leluasa untuk mempraktikkan gerakan basket yang di contohkan karena membatasi untuk bersentuhan. Meski begitu hambatan tesebut dapat teratasi dengan baikKata kunci : Komunikasi Efektif, Pelatih, Atlet, Bima Perkasa Jogja Abstract            This study aims to analyze how the process of effective communication carried out between female coaches and athletes of the Bima Perkasa Jogja basketball club is reviewed through REACH's 5 Effective Communication Laws and to find out the barriers to effective communication processes experienced by coaches and their athletes. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The informants in this study were determined using the purposive sampling method, so that 4 informants were produced, namely, 1 trainer and 3 athletes from Bima Perkasa Jogja. Data collection methods used are interview and documentation methods, while data validity techniques use source triangulation while data analysis techniques use the Miles and Hubberman model. This analysis technique includes data reduction, data presentation and data verification. The results showed that there was effective communication between the female coaches and the athletes of the Bima Perkasa Jogja club running with an attitude of Respect, Audible, Empathy, Clarity and Humble. In communicating the trainer is able to give messages concisely and clearly, making it easier for athletes to apply them while on the field. The results of the study also show that the barriers to effective communication experienced by female trainers are semantic barriers and cultural difference barriers. Semantic barriers include the existence of a miscommunication regarding the instructions given by the coach to the athletes, while the Cultural Difference Barriers include the trainer's religious background so that the athletes are not free to practice the exemplary basketball moves. Even so, these obstacles can be overcome properly.Keywords :  Effective Communication, Coach, Athlete, Bima Perkasa Jogj

    Strategi komunikasi pemasaran Kebun Binatang Gembira Loka di media sosial instagram @glzoojogja

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi pemasaran kebun binatang Gembira Loka di media sosial Instagram menggunakan analisis SOSTAC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan bagian humas dan pemasaran serta studi dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, website, jurnal dan penelitian terdahulu. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teori Miles and Huberman (1984) meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah analisis SOSTAC yang menunjukkan a) Situation analysis dengan memanfaatkan peluang fitur story dan promosi untuk menjangkau audiens dan meningkatkan engagement rate, b) Objectives berupa meningkatkan brand awareness dan menghemat biaya promosi, c) Strategy dilakukan dengan menentukan keluarga muda dengan anak balita sebagai target,  d) Tactics dilakukan dengan mempublikasikan setiap pembaruan layanan dan mengadakan diskon, e) Actions yang dilakukan yaitu memanajemen SDM dan membuat alur publikasi, f) Control dilakukan dengan membuat laporan kegiatan setiap bulan.Kata kunci : Strategi komunikasi pemasaran, Media sosial, Instagram, SOSTAC. AbstractThis study aims to determine the marketing communication strategy of Gembira Loka Zoo on social media Instagram using SOSTAC analysis. This research use descriptive qualitative approach. Primary data were obtained from interviews with public relations and marketing departments and documentation studies, while secondary data were obtained from books, websites, journals and previous research. The validity of the data in this study uses source triangulation. Data analysis uses the theory of Miles and Huberman (1984) including data reduction, data presentation and data verification. The results of this study are in accordance with the SOSTAC analysis steps which show a) Situation analysis by taking advantage of story and promotional feature opportunities to reach audiences and increase engagement rates, b) Objectives that is increasing brand awareness and saving promotion costs, c) Strategy is carried out by determining young family with toddlers as the target, d) Tactics are carried out by publishing every service update and giving discounts, e) Actions are carried out with managing human resources and making publication flows, f) Control is carried out by making activity reports every month.Keywords : Marketing communication strategy, Social media, Instagram, SOSTAC

    Komunikasi pemasaran digital brand “Good Day” di media sosial (analisis konten dan persepsi konsumen pada customer engagement brand “Good Day” di media sosial Instagram)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten Instagram Brand Good Day sebagai cara komunikasi pemasaran digital dalam membangun customer engagement serta menganalisis persepsi konsumen terhadap konten tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Data-data diabsah menggunakan triangulasi sumber dan dianalisis menggunakan Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Day memanfaatkan media sosial Instagramnya dengan melakukan komunikasi pemasaran digital. Melalui media tersebut, Good Day dapat membangun keterlibatan konsumen dengan menciptakan konten-konten yang menarik di Instagram. Konten-konten tersebut berupa promotional content (konten promosi), entertaintment content (konten hiburan), educational content (konten edukasi), conversational content (konten percakapan), seasonal content (konten musiman), dan konten repost. Cara tersebut memberikan dampak positif terhadap customer engagement, yang ditandai dengan persepsi positif konsumen, seperti ketertarikan dan kebutuhan konsumen terhadap konten-konten Instagram Good Day, keinginan konsumen untuk merekomendasikan produk ke orang lain, serta keaktifan konsumen dalam memberikan timbal balik.Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran Digital, Customer Engagement, Social Information Processing AbstractThis study aims to analyze Instagram Brand Good Day content as a way of digital marketing communication in building customer engagement and to analyze consumer perceptions of the content. The research was carried out using descriptive qualitative methods and data collection through in-depth interviews, documentation studies, and literature studies. The data were validated using source triangulation and analyzed using the Miles and Huberman Models. The results of the study show that Good Day takes advantage of its Instagram social media by conducting digital marketing communications. Through these media, Good Day can build consumer engagement by creating interesting content on Instagram. These contents are in the form of promotional content, entertainment content, educational content, conversational content, seasonal content, and repost content. This method has a positive impact on customer engagement, which is indicated by positive consumer perceptions, such as consumer interest and need for Instagram Good Day content, consumers' desire to recommend products to others, and consumers' activeness in providing feedback.Keywords : Digital Marketing Communication, Customer Engagement, Social Information Processin

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇