Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
    2322 research outputs found

    IMPLEMENTASI METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU REINFORCING BAR

    Get PDF
    The resources of a manufacturing company must be good to increase productivity and optimize the result, effective for business operations and support production and business, especially in industry. One of the prerequisites for working is the availability of raw materials. Raw material availability is neither excessive nor insufficient to adversely affect inventory stability and costs. The total production of S.10 rebar during the year was 51,122 pieces, S.13 rebar 65,543 pieces, S.16 rebar 89,668 pieces and S19 rebar 130,972 pieces. Frequency of ordering raw materials, delivery time and storage costs of raw materials are determined by MRP method, batch technique. The raw material order price for a total of one year is IDR 5,528,600. The total cost of raw material storage for 1 year is IDR 87,750,567,6875. The total cost of purchasing raw material for 1 year is IDR 20,154,860,026,6875

    PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN MACRO EXCEL DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN SATE LUWES: Design of an Accounting Information System Using Excel Macros for Financial Management of Sate Luwes

    No full text
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) significantly contribute to Indonesia's economic growth but often face financial management challenges. This research aims to assist MSMEs in financial management by designing a sales Accounting Information System using Excel Macros, with Sate Luwes as a case study. The data includes primary data from interviews and questionnaires, and secondary data from financial documents at Sate Luwes. The system development method employed is the waterfall model. The research identifies four types of sales transactions at Sate Luwes: on-site transactions, take-away, online, and aqiqah orders. The system design is conducted in three main stages: system analysis, system design, and system implementation. The designed system fulfills internal control components based on Mulyadi's theoretical approach, effectively focusing on application controls. Evaluation results using PIECES analysis indicate that the system successfully meets the needs and expectations of users at Sate Luwes.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara signifikan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia namun sering menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam pengelolaan keuangan dengan merancang Sistem Informasi Akuntansi penjualan menggunakan Macro Excel, dengan Sate Luwes sebagai studi kasus. Data yang digunakan meliputi data primer dari wawancara dan kuesioner, serta data sekunder dari dokumen keuangan di Sate Luwes. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model air terjun (waterfall). Penelitian ini mengidentifikasi empat jenis transaksi penjualan di Sate Luwes: transaksi di tempat, take-away, online, dan pesanan aqiqah. Perancangan sistem dilakukan dalam tiga tahap utama: analisis sistem, desain sistem, dan implementasi sistem. Sistem yang dirancang memenuhi komponen pengendalian internal berdasarkan pendekatan teoretis Mulyadi, dengan fokus yang efektif pada kontrol aplikasi. Hasil evaluasi menggunakan analisis PIECES menunjukkan bahwa sistem ini berhasil memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna di Sate Luwes

    Inelastic Behavior of Steel X-Bracings with Back-To-Back Channel Sections: A Numerical Study

    Get PDF
    There are two approaches in determining compression capacity of braces in X-bracing type of concentrically braced frames (CBFs) where the compression braces are connected and interacted with the tension braces. One approach is assuming the effective length factor, K, of the braces to be taken as 0.5, while the other approaches suggest more conservative K values and indicate that the compression braces behavior might be affected by the tension braces and connection plates stiffness. Finite element analyses using ABAQUS are conducted evaluate the nonlinear behavior of X-bracings with back-to-back channel sections with varied slenderness ratio and gusset plates flexural stiffness. From the analytical results, it is found that in all evaluated configurations, yielding in tension braces occurs before buckling of compression braces. Although behave inelastically, the tension braces could act as partial restraints for the compression braces at the intersection points, resulting symmetrical buckling shapes when the compression braces reach their axial capacity. Equivalent effective length factors, which are determined from back calculations based on AISC360-22 formulations for compression members, are ranged from 0.36 to 0.46 and from 0.70 to 0.82, for braces with higher and lower slenderness ratios, respectively. Yielding of gusset plates indicates that the corresponding brace lengths should be measured between the designated fold lines. Gusset plates flexural stiffness could also contribute to the compression capacity of the braces

    ANALISIS LEVEL BERFIKIR MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT DENGAN MENGGUNAKAN TAKSONOMI BLOOM

    Get PDF
    This study aims to analyze students' cognitive abilities in solving mixed integer arithmetic operations based on Bloom's Taxonomy. A qualitative descriptive method was employed, involving three students from mathematics education and mathematics study programs. The research instruments included written tests and structured interviews designed to measure six cognitive levels: Knowledge, Understanding, Application, Analysis, Synthesis, and Evaluation. The results revealed variations in students' cognitive abilities. Student PI was at the low level, demonstrating proficiency in Knowledge and Understanding but struggling with Analysis, Synthesis, and Evaluation. Student JW was at the intermediate level, with adequate skills in Analysis but limited performance in Synthesis and Evaluation. Student AA was at the high level, successfully completing tasks up to Evaluation, although showing limitations in Synthesis complexity. This study highlights the significance of applying Bloom's Taxonomy to evaluate students' cognitive abilities. The findings provide insights into teaching strategies to enhance students' understanding and skills in solving mixed integer arithmetic operations.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat berdasarkan Taksonomi Bloom. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan tiga mahasiswa dari program studi pendidikan matematika dan matematika. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis dan wawancara terstruktur, yang dirancang untuk mengukur enam level kognitif: Pengetahuan, Pemahaman, Penerapan, Analisis, Sintesis, dan Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi level kemampuan kognitif mahasiswa. Mahasiswa PI berada pada level rendah, dengan kemampuan yang baik pada level Pengetahuan dan Pemahaman tetapi kesulitan pada level Analisis, Sintesis, dan Evaluasi. Mahasiswa JW berada pada level sedang, dengan kemampuan yang cukup baik pada level Analisis tetapi belum optimal pada level Sintesis dan Evaluasi. Mahasiswa AA berada pada level tinggi, mampu menjawab dengan baik hingga level Evaluasi meskipun terdapat keterbatasan pada kompleksitas soal Sintesis. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan Taksonomi Bloom dalam mengevaluasi kemampuan berpikir kognitif mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan tentang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung campuran bilangan bulat

    PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP MINAT MELAMAR PEKERJAAN DENGAN LOKASI KANTOR SEBAGAI VARIABEL MODERATING (STUDI PADA PENGGUNA JOBSTREET DI DEPOK)

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of compensation on job application interest with office location as a moderating variable among Jobstreet platform users in Depok. The data collection method used questionnaires with a sample of 100 respondents and was processed using the PLS-SEM analysis method. The data analysis results show that compensation has a positive and significant influence with a path coefficient value of 0.614 and P values of 0.000 on job application interest. The office location variable also has a positive and significant influence with a path coefficient value of 0.293 and P values of 0.001 on job application interest. Additionally, office location is proven to moderate the relationship between compensation and job application interest with a path coefficient value of 0.200 and P values of 0.012. These findings indicate that a strategic office location can strengthen the relationship between compensation and job application interest. The implications of this study are that companies on Jobstreet platform need to consider not only competitive compensation but also strategic office locations to attract job applicants' interest.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi terhadap minat melamar pekerjaan dengan lokasi kantor sebagai variabel moderating pada pengguna platform Jobstreet di Depok. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sampel 100 responden dan diolah menggunakan metode analisis PLS-SEM. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai koefiesien jalur 0,614 dan P values 0,000 terhadap minat melamar pekerjaan, variabel lokasi kantor juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai koefiesien jalur 0,293 dan P values 0,001 terhadap minat melamar pekerjaan. Selain itu, lokasi kantor terbukti memoderasi hubungan antara kompensasi dan minat melamar pekerjaan dengan nilai koefiesien jalur 0,200 dan P values 0,012. Temuan ini mengindikasikan bahwa lokasi kantor yang strategis dapat memperkuat hubungan antara kompensasi terhadap minat melamar pekerjaan. Implikasi dari penelitian ini adalah, perusahaan pada platform Jobstreet perlu mempertimbangkan tidak hanya kompensasi yang kompetitif, tetapi juga lokasi kantor yang strategis untuk menarik minat pelamar pekerjaa

    Analisis Usability Menggunakan Model USE Questionnaire pada Aplikasi Presensi Magang

    Get PDF
    This research aims to overcome the problems associated with the attendance system used by PT X. Currently, the attendance system uses RFID technology which has several problems, such as USB cables that are often loose, problems with internet connections, and the vulnerability of the system to fraud. Therefore, it is necessary to update the existing attendance system. The proposed solution is the development of an Android-based attendance application that uses Quick Response Code (QR Code) technology and geolocation. QR Code is a 2-dimensional bar code that has a larger data storage capacity compared to barcodes. Geolocation is used to limit the area of use of the attendance feature which can only submit attendance if the user is in the PT X area. This research consists of 2 stages, namely the application development stage and the application implementation analysis stage. The application development stage uses the System Development Life Cycle (SDLC) method by implementing a prototype model. In the analysis stage, this research uses descriptive quantitative research methods. The analysis was conducted using the USE Questionnaire model. The results of the usability analysis of the internship attendance application get a score of 87.74% so that based on the USE rating the application is categorized as very feasible.Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan sistem absensi yang digunakan oleh PT X. Saat ini, sistem absensi menggunakan teknologi RFID yang memiliki beberapa kendala, seperti kabel USB yang sering longgar, kendala pada koneksi internet, dan rentannya sistem terhadap kecurangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pada sistem absensi yang ada. Solusi yang diusulkan adalah pengembangan aplikasi presensi berbasis Android yang menggunakan teknologi Quick Response Code (QR Code) dan geolokasi. QR Code adalah kode batang 2 dimensi yang memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar dibandingkan dengan barcode. Geolokasi digunakan untuk membatasi area penggunaan fitur absensi yang hanya bisa mensubmit absensi apabila pengguna berada di wilayah PT X. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yakni tahap pembuatan aplikasi dan tahap analisis implementasi aplikasi. Tahap pembuatan aplikasi menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan mengimplementasikan model prototype. Pada tahap analisis, penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Analisis dilakukan dengan menggunakan model USE Questionnaire. Hasil dari analisis usability aplikasi presensi magang mendapatkan nilai sebesar 87.74% sehingga berdasarkan pemeringkatan USE aplikasi dikategorikan sangat layak

    Evaluasi Sistem PLTS Grid-Connected 21.60 kWp di Politeknik Negeri Jakarta Dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

    Get PDF
    Untuk mengimplementasikan biadang keilmuan khususnya energi terbarukan, laboratorium konversi energi di Politeknik Negeri Jakarta menggunakan energi matahari sebagai alternatif pasokan listrik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta praktikum. Dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi terhadap sistem PLTS On-Grid 21,60kWP di laboratorium konversi energi PNJ yang sudah beroperasi selama 2 tahun namun belum pernah dilakukan maintenance. Evaluasi ini dilakukan dengan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) dengan mempertimbangkan  potensi shading, Performance Ratio, serta produksi harian dan bulanan. PLTS di laboratorium ini menggunakan 48 panel surya monokristalin berkapasitas 450 Wp, 1 buah inverter berkapasitas 60 kW. Sistem mampu menghasilkan daya sebesar 1986 kWh setiap bulannya dengan rasio kinerja sebesar 80%. Metode FMEA dipilih karena banyak industri, khususnya pembangkit listrik, menggunakan metode yang disebut Failure Modes and Effects Analysis (FMEA), yang mencakup Risk Priority Number (RPN). RPN berisi beberapa faktor, termasuk tingkat keparahan, indeks kejadian, dan indeks deteksi. Dengan menyiapkan FMEA pada sistem pembangkit listrik tenaga surya, keandalan sistem akan meningkat sehingga biaya operasional menjadi lebih murahUntuk mengimplementasikan biadang keilmuan khususnya energi terbarukan, laboratorium konversi energi di Politeknik Negeri Jakarta menggunakan energi matahari sebagai alternatif pasokan listrik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta praktikum. Dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi terhadap sistem PLTS On-Grid 21,60kWP di laboratorium konversi energi PNJ yang sudah beroperasi selama 2 tahun namun belum pernah dilakukan maintenance. Evaluasi ini dilakukan dengan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) dengan mempertimbangkan  potensi shading, Performance Ratio, serta produksi harian dan bulanan. PLTS di laboratorium ini menggunakan 48 panel surya monokristalin berkapasitas 450 Wp, 1 buah inverter berkapasitas 60 kW. Sistem mampu menghasilkan daya sebesar 1986 kWh setiap bulannya dengan rasio kinerja sebesar 80%. Metode FMEA dipilih karena banyak industri, khususnya pembangkit listrik, menggunakan metode yang disebut Failure Modes and Effects Analysis (FMEA), yang mencakup Risk Priority Number (RPN). RPN berisi beberapa faktor, termasuk tingkat keparahan, indeks kejadian, dan indeks deteksi. Dengan menyiapkan FMEA pada sistem pembangkit listrik tenaga surya, keandalan sistem akan meningkat sehingga biaya operasional menjadi lebih murah. Kata-kata kunci: Evaluasi, PLTS, FME

    Visual Kemasan Perhiasan Kawat Tembaga Pernik Elok sebagai Representasi Produk

    Get PDF
    Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terus meningkat setiap tahunnya membuat persaingan bisnis di antara para UMKM semakin ketat. Pernik Elok, salah satu UMKM yang konsisten menjalankan bisnisnya sejak tahun 2017 berusaha untuk terus memperluas pasarnya demi mengatasi kompetisi bisnis yang terus meningkat di antara para UMKM. Akan tetapi, kemasan produk yang digunakannya saat ini belum memadai. Kemasan Pernik Elok yaitu berupa hard box polos dengan desain yang umum di pasaran tanpa adanya fitur yang dapat menjaga produk di dalamnya agar aman dan tetap rapi. Oleh karena itu, dilakukan perancangan dengan tujuan membuat kemasan Pernik Elok yang informatif, dengan visual merepresentasikan produk maupun brand Pernik Elok sendiri, serta struktur kemasan yang dapat melindungi produk. Perancangan diawali dengan pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi, survei, serta studi literatur. Data yang terkumpul dirangkum dalam arahan kreatif serta dianalisis menggunakan matriks SWOT (strength, weakness, opportunity, threat). Metode riset desain dilakukan dengan tahap mind map, mood board, sketsa kasar (thumbnail), sketsa halus, desain komprehensif, hingga mock up. Hasil perancangan ini yaitu berupa desain kemasan set-up box berbahan hard board. Bagian tutup menyatu dengan bagian utama serta dilengkapi pita sebagai pengikat yang menahan kemasan agar tertutup rapat. Desain surface kemasan menerapkan art nouveau sebagai gaya desain dengan pendekatan visual berupa ilustrasi. Dalam merancang sebuah kemasan prouk, penggunaan elemen grafis pada surface kemasan perlu disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan agar menjadi representasi yang baik dari produk yang hendak ditawarkan. Sementara itu, struktur kemasan juga harus dirancang sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan agar produk terlindungi dan aman selama proses distribusi

    S Strategi Promosi dalam Mengembangkan Education Event dan Youth Event secara Virtual oleh Outstanding Youth Indonesia

    No full text
    It has been almost 2 years that we have lived side by side with the Covid-19 virus, many sectors of the economy have experienced paralysis, including the MICE Industry. The MICE industry is one of the sectors that has been greatly affected by the Covid-19 pandemic, many events that have been planned have had to be postponed or even canceled. New innovations began to emerge, such as holding virtual events. Outstanding Youth Indonesia is one of the start-ups engaged in education that participates in virtual event innovation. OYI organizes events in the field of education such as Scholarship Expo, International Competitions and also educational seminars. This research was conducted to determine the effective promotion strategy in marketing an education and youth event. This study applies a qualitative method, namely data collection through observation and interviews. Data collection techniques were carried out through direct observation methods and actively participated in the implementation of promotional strategies and interviewed the Chief Marketing Officer of OYI in order to obtain valid data related to the promotional strategies carried out. OYI sees the opportunity to use social media as a means to promote the event to be held, so that the promotion strategy that is maximized is the use of social media. Creating social media content that is currently happening among young people and related to events that will be held, as well as collaborating with several influencers to attract a wider target. The use of social media is considered effective because, in 2020 the participants who took part in the events organized by OYI were 15 participants and in 2021 there was an increase to 30 participants, the percentage increase experienced was 100%. The benefit of this research is to become a reference for the use of social media as an effective promotional strategy.Sudah hampir 2 tahun kita hidup berdampingan dengan virus Covid-19 banyak sektor perekonomian yang mengalami kelumpuhan tidak terkecuali Industri MICE. Industri MICE merupakan salah satu sektor yang terdampak sangat besar akibat pandemi Covid-19, banyak acara-acara yang sudah direncanakan harus ditunda bahkan dibatalkan. Mulai bermunculan Inovasi baru seperti diadakannya acara secara virtual. Outstanding Youth Indonesia merupakan salah satu start-up yang bergerak dibidang pendidikan yang mengikuti inovasi virtual event. OYI menyelenggarakan event-event  yang bergerak di bidang pendidikan seperti Expo Beasiswa, Kompetisi International dan juga seminar-seminar pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Strategi promosi yang efektif dalam memasarkan sebuah Education dan youth event. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif yaitu pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi langsung serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan strategi promosi dan mewawancarai Chief Marketing Officer OYI guna mendapatkan data yang valid terkait strategi promosi yang dilakukan. OYI melihat peluang penggunaan sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan event yang akan diselenggarakan, sehingga strategi promosi yang dimaksimalkan adalah dengan penggunaan sosial media. Pembuatan konten-konten sosial media yang sedang happening dikalangan anak muda dan berhubungan dengan event yang akan diselenggarakan, serta melakukan kerja sama dengan beberapa influencer guna menarik target yang lebih luas. Penggunaan sosial media dianggap efektfif karena, pada tahun 2020 peserta yang mengikuti event yang diselenggarakan OYI adalah 15 peserta dan pada tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu menjadi 30 peserta, secara presentase peningkatan yang dialami yaitu 100%. Manfaat penelitian ini adalah menjadi acuan untuk penggunaan sosial media sebagai strategi promosi yang efektif

    IMPLEMENTASI ALGORITMA DECISION TREE DENGAN FITUR SELEKSI WEIGHT BY INFORMATION GAIN

    No full text
    This paper aims to apply the weight selection feature by considering the Gain Ratio value in the decision tree algorithm in classifying student academic scores. We determine the feature selection from the gain ratio based on the split value information to reduce the feature's (attribute) bias value. The highest Gain Ratio' value will be the root of the branching in the tree in which becomes a determining feature (attribute) of student graduation. We use 82 data which are divide into two classes called a pass and a not pass. From the data, we know that the attribute ip smt 7 got the highest gain ratio value with 0.581. On the other hand, the multimedia introduction attribute got the lowest gain ratio value with 0.070. The calculation model using cross-validation with a value of k = 5 resulted in optimal performance. The resulting accuracy is 79.19% and AUC 0.778 using the decision tree algorithm. The threshold value of the gain ratio used is 1.00 so that four attributes are not used in this paper. feature selection using weights with information gain ratio will select the attribute selection process to be built in the model.Paper ini bertujuan adalah untuk menerapkan pemilihan bobot fitur dengan mempertimbangkan nilai Gain Ratio pada algoritma Decision Tree dalam mengklasifikasikan nilai akademik mahasiswa. Penentukan pemilihan fitur dari gain ratio berdasarkan informasi nilai split untuk mengurangi bias dalam fitur (atribut). Nilai Gain Ratio tertinggi akan menjadi akar percabangan pada pohon yang menjadi ciri penentu kelulusan mahasiswa. Kami menggunakan 82 data yang dibagi menjadi dua kelas yang disebut lulus dan tidak lulus. Dari data tersebut, diketahui bahwa atribut ip_smt 7 mendapatkan nilai gain ratio tertinggi dengan nilai 0,581. Sementara itu, atribut pengenalan multimedia mendapat nilai gain ratio terendah dengan nilai 0,070. Model perhitungan menggunakan validasi silang dengan nilai k = 5 menghasilkan kinerja yang optimal. Akurasi yang dihasilkan adalah 79,19% dan AUC 0,778 dengan menggunakan algoritma pohon keputusan. Nilai threshold dari gain ratio yang digunakan adalah 1,00 sehingga empat atribut tidak digunakan dalam tulisan ini. Seleksi fitur menggunakan bobot dengan information gain ratio akan menyeleksi proses seleksi atribut yang akan dibangun dalam model

    1,288

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇