Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
    2322 research outputs found

    Analisa dan Perbandingan QoS Jaringan Internet dengan Metode PPPoE, PPTP, dan L2TP pada Implementasi Hotspot RT/RW Net

    No full text
      Abstract -Analyze and compare Quality of Service (QoS) service quality from internet networks using the PPPoE, PPTP, and L2TP methods in the Implementation of RT/RW Net Hotspots. This research was conducted with the aim of identifying the advantages and disadvantages of each method and comparing their performance in the context of RT/RW Net Hotspots. The PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet), PPTP (Point-to-Point Tunneling Protocol), and L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) methods are three commonly used methods for managing internet access on Hotspot networks. The analysis was carried out by comparing the QoS parameters, this method obtained Package Loss with the L2TP method with a QoS index value of 0% in the Very Good category. For the average Delay method of 11 ms in the Very Good category, for the Jitter value of the PPPoE method the value of 1 ms is of good value, while for the Trounghput value of the four methods the best value is the PPPoE Server method with an average value of 930 Mbps with the Very Good category . PPPoE as a protocol that has a good level of security and data transfer in testing. The results of this study are expected to provide a better understanding and help decision-making in choosing the performance of the PPPoE, PPTP, and L2TP methods in the context of implementing RT/RW Net Hotspots.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan membandingkan kualitas layanan QoS (Quality of Service) dari jaringan internet yang menggunakan metode PPPoE, PPTP, dan L2TP pada implementasi hotspot RT/RW Net. Tujuan lainnya adalah untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing metode serta membandingkan performa service dalam konteks hotspot RT/RW Net karena metode PPPoE (Point-to-Point Protocol over Ethernet), PPTP (Point-to- Point Tunneling Protocol), dan L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) adalah tiga metode yang umum digunakan untuk mengelola akses internet pada jaringan hotspot. Analisis dilakukan dengan membandingkan parameter QoS dan didapatkan Paket Loss dengan metode L2TP dan PPTP dengan nilai indeks QoS yaitu 0% dengan kategori sangat baik. Delay rata – rata sebesar 4 ms dengan kategori sangat baik, untuk nilai Jitter metode L2TP nilai 4 ms bernilai baik, sedangkan untuk nilai Trounghput dari keempat metode tersebut didapatkan nilai terbaik pada L2TP Server dengan rata – rata nilai sebesar 4285 Kbps dengan kategori baik. L2TP adalah protokol yang memiliki tingkat keamanan dan transfer data yang baik dari hasil pengujian yang telah dilakukan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dan membantu pengambilan keputusan dalam memilih kinerja metode PPPoE, PPTP, dan L2TP dalam konteks implementasi hotspot RT/RW Net

    Sistem Monitoring Pendinginan Panel Surya Menggunakan Uap Air Berbasis IoT

    No full text
    Panel surya memiliki suhu efektifitas maksimum, yang dimana apabila suhu permukaan panel surya telalu panas, maka dapat menurunkan kemampuan panel surya dalam menghasilkan daya listrik. Sistem IOT berfungsi untuk memonitoring data dari system pendinginan yang ada di solar panel. Selain itu, monitoring berfungsi untuk memaksimalkan kinerja pendingin karena alat bekerja secara otomatis berdasarkan hasil pengukuran suhu yang didapatkan dan juga kecepatan kipas pendingin dapat diatur dari jarak jauh. Monitoring pada alat pendingin panel surya menggunakan NodeMCU ESP8266, Blynk dan Google Spreadsheet. Sensor yang digunakan pada alat ini yaitu sensor DHT22 untuk mengukur suhu, kelembapan dan sensor PZEM-004T untuk mengukur tegangan, arus dan daya Alternating Current (AC). Berdasarkan pengujian keakuratan sensor yang dilakukan, sensor DHT22 memiliki rata-rata persentase error sebesar 0,034% sedangkan pembacaan tegangan sensor PZEM-004T memiliki rata-rata persentase error sebesar 0,007% dan pembacaan arus sensor PZEM-004T memiliki rata-rata persentase error sebesar 0,210%. Dalam pengujian penurunan suhu panel surya menggunakan pendingin, rata-rata suhu yang dapat diturunkan selama 5 detik yaitu 0,15°C dan penurunan suhu selama 1 menit yaitu 1,271°C. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan panel surya dari suhu 45°C ke suhu <40°C yaitu 4-5 menit.    

    The Pengaruh Koneksi Politik, Karakter Eksekutif, dan Tata Kelola Perusahaan Terhadap Agresivitas Pajak: Studi Pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021

    No full text
    This study aims to determine the effect of political connections, executive character, and corporate governance on state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021. This research is also assisted by control variables, namely leverage and firm size. The population used in this study are all state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample used in this study is by using a purposive sampling method which consists of 12 companies that are used in the form of secondary data on the annual reports of BUMN companies. This study uses multiple linear regression analysis with the e-Views program. The results of this study indicate that simultaneous testing shows that political connections, executive character, and corporate governance have an effect on tax aggressiveness. Partially, the results of this study indicate that political connections and corporate governance have no effect on tax aggressiveness, while executive character has an effect on tax aggressiveness. Keywords : Political Connection, Executive Character, Corporate Governance, Tax Aggressiveness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh koneksi politik, karakter eksekutif, dan tata kelola perusahaan pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini juga dibantu dengan variabel kontrol yaitu leverage dan ukuran perusahaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode purposive sampling yang terdiri dari 12 perusahaan yang digunakan berupa data sekunder laporan tahunan perusahaan BUMN. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan program e-Views. Hasil penelitian ini menunjukkan pengujian secara simultan diperoleh hasil bahwa koneksi politik, karakter eksekutif, dan tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Secara parsial, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi politik dan tata kelola perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak, sedangkan karakter eksekutif berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Kata Kunci: Koneksi Politik, Karakter Eksekutif, Tata Kelola Perusahan, Agresivitas Pajak

    Analisis Communitization dalam Platform Social reading di Indonesia

    No full text
    The concept of social reading as a community platform for book readers emerged as the adoption of information technology in the field of book and ebook publishing. Where, this platform appears as a place between writers, readers, and publishers to interact with each other. Even since the covid-19 pandemic, the development of social reading platforms has been growing rapidly. This can be seen from the many similar platforms that have appeared during the pandemic. In this article, the author wants to analyze the communitization concept which is part of the new wave marketing in the development of social reading in Indonesia. By using a qualitative approach based on the constructivist paradigm and the case study method, this research raises several findings. Among other things, if the emergence of a social reading platform indirectly makes it easier for writers and publishers to find their target market, communicate interactively with them, and carry out a good marketing communication strategy. With the nature of horizontal interaction between them and the existence of technology as a medium, this is in accordance with the communitization aspect of New Wave Marketing.Konsep social reading sebagai salah satu platform komunitas pembaca buku muncul sebagai adopsi teknologi informasi dalam bidang penerbitan buku dan ebook. Di mana, platform ini muncul sebagai wadah antara penulis, pembaca, dan penerbit untuk saling berinteraksi. Bahkan semenjak pandemic covid-19, perkembangan platform sosial reading semakin pesat. Hal ini adapat terlihat dari banyaknya platform sejenis yang muncul saat pandemi. Dalam artikel ini, penulis ingin menganalisis konsep communitization yang merupakan bagian dari new wave marketing dalam perkembangan social reading di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berdasarkan pada paradigm konstruktivis dan metode studi kasus, penelitian ini memunculkan beberapa temuan. Diantaranya, bila kemunculan platform social reading secara tidak langsung memudahkan penulis dan penerbit menemukan target marketnya, berkomunikasi secara interaktif dengan mereka, dan melakukan strategi komunikasi pemasaran yang baik. Dengan adanya sifat interaksi secara horizontal antara mereka dan adanya teknologi sebagai medium, hal ini menjadi sesuai dengan aspek communitization dari New Wave Marketing. Kata-kata Kunci: Social Reading, Communitization, Marketing Communication, New Medi

    Mitigasi Arc Flash di Stasiun Pengumpul Minyak Melalui ETAP dan NFPA 70E

    No full text
    Bahaya kelistrikan, khususnya arc flash, tetap menjadi risiko kritis dalam sistem kelistrikan industri, terutama pada fasilitas minyak dan gas di mana keselamatan dan kontinuitas operasional sangat penting. Arc flash dapat melepaskan energi termal ekstrem dalam hitungan milidetik, yang berpotensi menyebabkan luka bakar serius, kerusakan peralatan, hingga kematian. Studi ini bertujuan untuk memitigasi risiko arc flash pada instalasi listrik stasiun pengumpul minyak dengan menggunakan ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) dan standar NFPA 70E (2024). Analisis difokuskan pada dua Motor Control Center (MCC-1 dan MCC-2) tegangan rendah dalam dua skenario: normal (AF-1) dan terburuk (AF-2). Simulasi ETAP menunjukkan bahwa pada AF-1, MCC-1 menghasilkan 22,21 cal/cm² pada jarak 9,17 m dengan arus 5,29 kA, dan MCC-2 sebesar 33,36 cal/cm² pada 10,21 m dengan 5,05 kA. Pada AF-2, MCC-1 mencapai 21,50 cal/cm² dan MCC-2 sebesar 30,50 cal/cm². Penilaian risiko semi-kuantitatif menggunakan matriks keparahan (Se) dan kemungkinan (Lo) menghasilkan skor awal 12 (tinggi) dengan Se = 4 dan Lo = 3. Upaya mitigasi seperti peningkatan peralatan, pengendalian administratif, dan APD menurunkan Lo menjadi 2, sehingga risiko sisa turun menjadi 8 (sedang). Studi ini menekankan pentingnya pendekatan mitigasi terintegrasi dan merekomendasikan riset lanjutan pada pemodelan prediktif dan pemantauan arc flash secara real-time

    Impact of Social Media Marketing on Consumer Engagement and Brand Loyalty among Generation Z in Indonesia

    No full text
    This study investigates the impact of social media marketing on consumer engagement and brand loyalty among Generation Z in Indonesia, focusing on the role of social media engagement, content quality, and influencer partnerships. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 500 respondents in Generation Z through an online survey, and the results were analyzed using Smart PLS for Structural Equation Modeling (SEM). Findings reveal that social media engagement and influencer partnerships significantly influence brand loyalty, with content quality serving as a key moderating factor. The study highlights that effective social media marketing strategies tailored to Generation Z’s preferences can strengthen brand loyalty and engagement. These insights offer practical implications for marketers looking to enhance brand loyalty in a digital landscape dominated by social media interaction

    Pemanfaatan Media Sosial Di Tengah Pandemi Covid-19 Di Kalangan Penyuluh Pertanian dan Perikanan Kota Depok

    Get PDF
    During the implementation of learning from home at all levels of education due to pandemic covid 19 which began in March 2020, the utilization of social media platforms as well as meeting apps was mushrooming. The digitalization of communication not only happened in the academic realm but also in other professions including the agriculture and fishery instruction realm. This article aims to elaborate on what extent to the utilization of social media platforms among agriculture and fishery instruction in Depok of West Java. Based on a qualitative research method which lies primarily on the following data gathering techniques, namely interview, literature study, and observation, this article shows that the utilization of social media platforms for information exchange among agriculture and fishery instructors was very low. People who want to consult prefer face-to-face communication to online communication through social media platforms. Keywords: pandemic covid 19, social media, agriculture and fishery instructors, sending informationDi saat diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work from Home (WfH) di berbagai tingkatan jenjang pendidikan yang disebabkan pandemic Covid-19 mulai Maret 2020, penggunaan platform media sosial dan juga aplikasi meeting sangat tinggi. Tidak hanya di wilayah pendidikan, namun juga di bidang kerja yang lain termasuk kepenyuluhan pertanian dan perikanan. Artikel ini bertujuan nntuk melihat sejauh mana penggunaan media sosial di kalangan penyuluh pertanian dan perikanan di Kota Depok di masa pandemi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan menitikberatkan penggalian data berupa wawancara, studi literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenfaatan media sosial dan aplikasi meeting belum sepenuhnya digunakan dalam rangka kepenyuluhan di wilayah Kota Depok. Para petani dan peternak masih lebih memilih melakukan pertemuan face to face kepada para penyuluh. Kata Kunci: pandemi covid 19, media sosial, penyuluh pertanian dan perikanan, penyampaian informas

    EKSPLORASI KUBURAN TEPI PANTAI DESA PLAWANGAN, KECAMATAN KRAGAN, KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH: KAJIAN TOPONIMI

    Get PDF
    Since archaeological excavations were carried out from 1977 to 1993 at the Plawangan site located on the coastal community of Plawangan Village, archaeologists suspected that this site was once a necropolis (a burial place from the first century AD). This research aims to explore the public seaside cemeteries in Plawangan Village, Kragan District, Rembang Regency, Central Java based on their necronym pattern (naming of a cemetery). This research also seeks to reveal further the existence of public seaside cemeteries in Plawangan Village during modern times by examining the collective memories and meanings of local inhabitants for the names of cemeteries. In this research, the data were collected from interviews using the Cakap Semuka Method by applying Rekam Catat Techniques, namely Migit, Mbedhodo, and Pohlendeh cemeteries. By utilizing a qualitative approach and descriptive method, the writer analyzed seaside necronyms based on Nyström's Theory of Presuppositional Meanings, namely categorical, associative, and emotive meanings. Categorically, the seaside cemeteries of Plawangan Village were influenced by myth and flora categories. From the morphophonemic process, the forms of seaside necronym are pre-fixations, ellipsis, and verb phrases. Meanwhile, based on identification of associative and emotive meanings show interesting findings about the meanings and perceptions of nowadays society regarding the reasons why there are public cemeteries were located near the beach, such as: (1) choosing the location of a public cemeteries near beach because it follows the past burial methods archaeological sites in coastal sandy soil which are believed to be able to preserve bones longer than other types of soil, (2) traces of the spread of Islam, (3) myths in society, (4) loss of the haunted impression of each grave, and (5) the haul tradition of respected religious figures.Semenjak dilakukan penggalian arkeologi pada tahun 1977 sampai 1993 di situs Plawangan, tepatnya yang berlokasi di pemukiman pesisir Desa Plawangan, para arkeolog menduga bahwa situs tersebut dulunya merupakan sebuah necropolis (tempat penguburan dari abad pertama masehi). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pekuburan umum tepi pantai Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah melalui pola nekronim (penamaan pekuburan). Penelitian ini juga berupaya untuk menguak lebih jauh bagaimana eksistensi kuburan umum di tepi pantai Desa Plawangan pada zaman modern melalui penelisikan memori kolektif dan pemaknaan warga setempat akan nama-nama kuburan, khususnya kuburan di tepi pantai. Dalam penelitian ini, diperoleh tiga sampel data purposif nama kuburan, yaitu kuburan Migit, Mbedhodo, dan Pohlendeh. Data tersebut dikumpulkan dari hasil wawancara menggunakan Metode Cakap Semuka dengan bantuan Teknik Rekam Catat. Dengan memanfaatkan Pendekatan Kualitatif dan Metode Deskriptif, nekronim tepi pantai dianalisis berdasarkan Teori Makna Praanggapan Nyström (2016), yaitu makna kategorial, asosiatif, dan emotif. Secara kategorial, kuburan tepi pantai Desa Plawangan dipengaruhi oleh kategori mitos dan flora. Dari proses morfofonetiknya, pola nekronim tepi pantai berbentuk prefiksasi, ellipsis/pelesapan, dan frasa verba. Sementara itu, melalui identifikasi makna asosiatif dan emotif menunjukkan temuan menarik tentang pemaknaan dan persepsi masyarakat masa kini terkait alasan mengapa terdapat pekuburan umum yang berlokasi di tepi pantai, seperti: (1) pemilihan letak pekuburan umum di tepi pantai karena mengikuti metode penguburan masa purbakala di tanah pasir pesisir yang diyakini dapat mengawetkan tulang lebih lama daripada jenis tanah lainnya, (2) jejak penyebaran agama Islam, (3) perkembangan mitos di tengah masyarakat, (4) hilangnya kesan angker dari masing-masing kuburan, dan (5) tradisi haul tahunan tokoh agama zaman dahulu sebagai bentuk penghormatan. 

    FENOMENA PENGELOMPOKAN BUAH DAN SAYUR:PERSPEKTIF SEMANTIK LEKSIKAL

    Get PDF
    This study aims to understand the phenomenon of fruit dan vegetable grouping through a lexical semantic point of view, particularly Componential Analysis and  Componential Analysis of Meaning. Through these theories, the types of meaning components found in the data are described, namely common components and diagnostic components. This research uses qualitative research with the simak and catat method. Sources of data were obtained from articles which mentioned several overlapping food objects. Those object is used as a source of questionnaire research. The questionnaire consists of two parts. The first part contains grouping fruits or vegetables on overlapping food objects. The second part contains the reasons of respondents in determining the selected objects as fruits or vegetables. The research data in the form of reasons for choosing fruits or vegetables were analyzed based on Componential Analysis and then analyzed for their Meaning Components. The criteria for respondents in this study were men and women who are currently studying or have already finished their bachelor degree.The results showed that there are nine common components and one diagnostic component. Common components between fruits and vegetables are [BIJI], [DAUN], [AKAR], [BATANG], [KULIT HIJAU], [KULIT WARNA-WARNI], [MENTAH], [DIMASAK], DIKUPAS]. The diagnostic component between the fruit and vegetable is [DAGING BUAH]. In addition, there are differences of diagnostic components which are believed between one and the other group to be one of the factors in the phenomenon of fruit and vegetable grouping which does not find common ground in every discussion.Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena pengelompokkan buah dan sayur melalui sudut pandang semantik leksikal, khususnya definisi komponensial dan analisis komponen makna. Melalui teori tersebut diuraikan jenis-jenis komponen makna yang ditemukan pada data, yaitu komponen bersama dan komponen pembeda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode simak dan catat. Sumber data diperoleh dari artikel-artikel yang menyebutkan beberapa objek makanan yang tumpang-tindih. Objek tersebut dijadikan sumber data kuesioner penelitian. Kuesioner tersebut terdiri dari dua bagian. Pada bagian pertama berisi mengelompokkan buah atau sayur pada objek makanan yang tumpang tindih. Bagian kedua berisi alasan responden dalam menentukkan objek yang dipilih sebagai buah atau sayur. Data penelitian berupa alasan pemilihan buah atau sayur tersebut dianalisis berdasarkan definisi komponensial kemudian dianalisis komponen maknanya. Kriteria responden penelitian ini adalah laki-laki maupun perempuan yang sedang/telah studi S-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan komponen bersama dan satu komponen pembeda. Komponen bersama meliputi [BIJI], [DAUN], [AKAR], [BATANG], [KULIT HIJAU], [KULIT WARNA-WARNI], [MENTAH], [DIMASAK], DIKUPAS]. Komponen pembeda antara ranah buah dan sayur adalah [DAGING BUAH]. Selain itu, adanya perbedaan komponen pembeda yang diyakini kelompok yang satu dengan kelompok lainnya menjadi salah satu faktor fenomena pengelompokkan buah atau sayur tidak menemukan titik temu pada percakapan sehari-hari

    Analisis Strategi Pengembangan Usaha dengan Pendekatan BUSINESS MODEL CANVAS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis, merumuskan alternatif strategi, menentukan prioritas alternatif strategi, dan merancang model bisnis baru dengan pendekatan Business Model Canvas. Penelitian ini dilakukan pada Restoran Ayam Panggang X di Depok menggunakan metode penelitian model Eksploratoris Sekuensial, di mana penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif sebagai metode yang utama dan kuantitatif sebagai metode pelengkap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara, observasi, dokumentasi, kuesioner, dan triangulasi. Metode yang digunakan adalah Business Model Canvas (BMC) untuk menggambarkan model bisnis saat ini, Analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) untuk merumuskan alternatif strategi, dan Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas alternatif strategi. Berdasarkan hasil Analisis SWOT, terumuskan delapan alternatif strategi antara lain 1) Fokus dan kembangkan Value sebagai fnb tech, 2) Melakukan riset pada pasar digital secara berkesinambungan, 3) Melakukan evaluasi terhadap strategi pemasaran agar lebih terfokus, 4) Memperluas relasi bisnis, 5) Membuat promosi yang lebih menarik, 6) Menambah karyawan baru, 7) Meningkatkan alokasi biaya pemasaran, 8) Membuat peraturan yang lebih tegas bagi karyawan yang melanggar SOP. Berdasarkan hasil perhitungan Matriks QSPM strategi melakukan riset pada pasar digital secara berkesinambungan memiliki nilai tertinggi untuk diprioritaskan dengan niai 13,87

    1,288

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇