Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
    2322 research outputs found

    Pengaruh Kualitas Informasi dan Kemudahan Penggunaan Website BTN Property For Developer Terhadap Efisiensi Biaya Operasional Pada Developer Kota Palembang

    No full text
    The property sector in Indonesia is rapidly expanding, with demand for landed houses driving housing needs. One solution to facilitate affordable housing is through the government-subsidized Home Ownership Credit (KPR). The BTN Property for Developer website has provided developers with an efficient platform to manage projects. This study aims to examine the impact of information quality and user-friendliness of the BTN Property for Developer website on the operational cost efficiency of developers in Palembang City. Accurate, relevant information and a simple, accessible system play a crucial role in reducing operational costs and improving productivity. This quantitative study uses non-probability sampling, specifically saturated sampling, with 70 developers actively using the website as participants. Data were collected via questionnaires and analyzed with SPSS software. The findings indicate that both the quality of information and ease of use positively affect operational cost efficiency. The better the information quality and the easier the website’s use, the more efficient the operational costs. Additionally, these factors collectively contribute to improving operational cost efficiency. Keywords: Property industry, Home Ownership Credit (KPR), Information Quality, Ease Of Use, Operational Cost Efficiency.Sektor properti di Indonesia berkembang pesat, dengan permintaan untuk rumah tapak yang mendorong kebutuhan perumahan. Salah satu solusi untuk memfasilitasi perumahan yang terjangkau adalah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disubsidi oleh pemerintah. Situs BTN Property for Developer telah menyediakan platform yang efisien bagi pengembang untuk mengelola proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kualitas informasi dan kemudahan penggunaan situs BTN Property for Developer terhadap efisiensi biaya operasional pengembang di Kota Palembang. Informasi yang akurat dan relevan serta sistem yang sederhana dan mudah diakses memiliki peran penting dalam mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel nonprobabilitas, khususnya sampel jenuh, dengan 70 pengembang yang aktif menggunakan situs tersebut sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kualitas informasi maupun kemudahan penggunaan memiliki pengaruh positif terhadap efisiensi biaya operasional. Semakin baik kualitas informasi dan semakin mudah penggunaan situs, semakin efisien biaya operasionalnya. Selain itu, kedua faktor ini secara kolektif berkontribusi untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional. Kata kunci: Industri properti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kualitas Informasi, Kemudahan Penggunaan, Efisiensi Biaya Operasional

    KAJIAN METAFORA PADA JULUKAN NEGATIF TERHADAP JOKO WIDODO DI MEDIA SOSIAL

    No full text
    Towards the end of his presidency in 2024, Joko Widodo came under intense scrutiny from the Indonesian public. Allegations of a political dynasty sparked widespread disappointment. This dissatisfaction was expressed through various metaphorically meaningful negative nicknames on the social media platform Instagram. The aim of this study is to analyze the metaphorical meanings embedded in the negative nicknames directed at Joko Widodo. The data consists of 25 negative nicknames found on Instagram, analyzed using the Conceptual Metaphor Theory proposed by Lakoff & Johnson (2003). The method employed is qualitative descriptive with a focus on content analysis. The results of the study shows that the metaphors used by Instagram users carry strong implications for Jokowi's political image. These nicknames associate him with authoritarianism, deception, nepotism, or the suppression of democracy. The use of such metaphors has the potential to damage Joko Widodo’s public image, especially when linked to public dissatisfaction with his administration’s policies.Menjelang akhir jabatannya sebagai Presiden RI di tahun 2024, Joko Widodo mendapatkan sorotan cukup tajam dari masyarakat Indonesia. Adanya dugaan wacana politik dinasti menimbulkan kekecewaan masyarakat. Kekecewaan ini diekspresikan melalui berbagai macam julukan negative bermakna metaforis di media sosial Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis makna metafora yang ada pada julukan negative terhadap Joko Widodo. Data dalam penelitian ini adalah julukan negative terhadap Joko Widodo yang ada di media sosial Instagram berjumlah 25 data dan akan dikaji menggunakan Teori Metafora yang digagas oleh Lakoff & Johnsen (2003). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metafora-metafora yang digunakan oleh netizen di Instagram memiliki implikasi kuat terhadap citra politik Jokowi. Julukan-julukan tersebut mengasosiasikan Jokowi dengan kekuasaan otoriter, penipuan, nepotisme, atau penindasan demokrasi. Penggunaan metafora seperti ini dapat membuat public image Joko Widodo buruk, terutama jika dikaitkan dengan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahannya

    MENTORING THE DEVELOPMENT PROGRAM OF MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH IN DUSUN MANDALAGIRI, CISONTROL, RANCAH DISTRICT, CIAMIS

    No full text
    Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) is a non-formal Islamic educational institution that has important and comprehensive roles in creating Islamic generations. The existence of MDT in an area is expected to be able to reastore the faded Islamic values in terms of spirituality, morality, and harmony. MDT At-Taqwa and MDT Miftahussa'adah in Mandalagiri Village, Cisontrol, Rancah, Ciamis, are two of the large number of madrasas that still need assistance in implementing madrasah development programs to a betterdirection. This is due to the current condition of the two madrasas, they do not yet have a Madrasah Diniyahcurriculum that is in accordance with the Ministry of Religion standards, there is no sustainable learning pattern, the long and short-term activity programs are not yet arranged, the welfare of teachers is still minimal, and the administration and infrastructure facilities are not yet complete in the process of teachingand learning activities. Given these problems, the assistance of this preparation program was carried out asan effort to improve the development program of the two MDTs in understanding the curriculum, teaching patterns, program activities, and the welfare of madrasa teachers. The assistance provided is the preparation of the MDT development program through internal strengthening, curriculum and secretarial administration. The method used in this program is ABCD (Asset Based Community-driven Development). The results obtained from this activity are the improved of MDT management, MDT assistance in curriculumimplementation, and the increase in madrasa administration management.Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) merupakan lembaga pendidikan Islam non-formal yang memiliki peranan penting dan komprehensif dalam mencetak generasi-generasi Islami. Keberadaan MDT disuatu wilayah diharapkan mampu mengembalikan nilai-nilai yang mulai memudar dalam hal spiritualitas, moralitas, dan kerukunan. MDT At-Taqwa dan MDT Miftahussa’adah di Dusun Mandalagiri, Cisontrol, Rancah, Ciamis, adalah dua dari sekian banyak madarasah yang masih memerlukan pendampingan dalam melaksanakan program pengembangan madrasah ke arah yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena kondisikedua madrasah saat ini, belum memiliki kurikulum Madrasah Diniyah yang sesuai standar Kemenag, tidakada pola pembelajaran yang berkelanjutan, belum tertatanya program kegiatan jangka panjang dan pendek, kesejahteraan guru yang masih minim, belum lengkapnya administrasi dan sarana prasarana dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya masalah tersebut, pendampingan penyusunan program ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengembangan program kedua MDT dalam memahami kurikulum, pola pengajaran, program kegiatan, dan kesejahteraan guru madrasah. Pendampinganyang dilakukan adalah penyusunan program pengembangan MDT melalui penguatan Internal, kurikulum dan administrasi kesekretariatan. Metode yang digunakan pada pendampingan ini adalah ABCD (Asset Based Community-driven Development). Hasil yang didapat dari kegiatan pendampingan ini di antaranya adalah tertatanya manajemen MDT, terdampinginya MDT dalam implementasi kurikulum, dan terjadinya peningkatan pengelolaan administrasi madrasah

    PLACE NAME CHANGES AND THREATS TO CULTURAL PRESERVATION: AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY IN BANTUL REGENCY YOGYAKARTA, INDONESIA

    No full text
    Place-name changes in Bantul Regency, Indonesia, often driven by modernization, administrative interests, or infrastructure development, threaten the preservation of local culture by erasing the historical and cultural values embedded in the original names. This anthropological study aims to analyze the impact of place-name changes on cultural preservation and provide recommendations for protecting traditional names as part of cultural heritage. This study employs a qualitative approach that utilizes primary data from in-depth interviews with community leaders, cultural experts, and local historians, as well as secondary data from literature studies, historical archives, government documents, and local cultural records. Linguistic and anthropological analyses were conducted to identify the meaning and structure of place names before and after the changes and to understand the cultural and historical values they contain. This study reveals that place-name changes in Bantul, such as the merging of villages such as Gandekan, Teruman, and Bedjen into Bantul or the renaming of Ringinharjo to Bantulkarang, can lead to a loss of cultural and historical meaning, erode local identity, and disconnect communities from their heritage. The impact of these changes is complex and interrelated, with both positive and negative consequences for social, administrative, and bureaucratic aspects. This study emphasizes the importance of involving all stakeholders in the process of changing place names to maximize positive impacts and minimize negative ones. This highlights the need to preserve traditional place names as part of cultural heritage through documentation, promotion, and protection efforts by the government and community.  Perubahan nama tempat di Kabupaten Bantul, Indonesia, yang sering kali didorong oleh modernisasi, kepentingan administratif, atau pembangunan infrastruktur, mengancam kelestarian budaya lokal dengan menghapus nilai-nilai historis dan budaya yang tertanam dalam nama-nama asli. Penelitian antropologi ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan nama tempat terhadap pelestarian budaya dan memberikan rekomendasi untuk melindungi nama-nama tradisional sebagai bagian dari warisan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer dari wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, budayawan, dan sejarawan lokal, serta data sekunder dari studi literatur, arsip sejarah, dokumen pemerintah, dan catatan budaya lokal. Analisis linguistik dan antropologi dilakukan untuk mengidentifikasi makna dan struktur nama-nama tempat sebelum dan sesudah perubahan, serta untuk memahami nilai-nilai budaya dan sejarah yang dikandungnya. Penelitian ini mengungkapkan bahwa perubahan nama tempat di Bantul, seperti penggabungan desa-desa seperti Gandekan, Teruman, dan Bedjen menjadi Bantul atau penggantian nama Ringinharjo menjadi Bantulkarang, dapat menyebabkan hilangnya makna budaya dan sejarah, mengikis identitas lokal, dan membuat masyarakat tercerai berai dengan warisan budaya mereka. Dampak dari perubahan ini sangat kompleks dan saling terkait, dengan konsekuensi positif dan negatif pada aspek sosial, administratif, dan birokrasi. Studi ini menekankan pentingnya melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses perubahan nama tempat untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif. Hal ini menyoroti perlunya melestarikan nama-nama tempat tradisional sebagai bagian dari warisan budaya melalui upaya dokumentasi, promosi, dan perlindungan oleh pemerintah dan masyarakat. &nbsp

    Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk dan Keragaman Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Nafizh Bakery Probolinggo

    No full text
    Studi ini dilaksanakan peneliti agar bisa mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk dan keragaman produk pada keputusan pembelian pada Nafizh Bakery Kota Probolinggo. Jenis penelitian kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini lewat pendekatan asosiatif kausal, dibantu variabel yang mencakup variabel bebas yakni citra merek, kualitas produk dan keragaman produk dan variabel terikat yakni keputusan pembelian. Populasi yang dikaji peneliti mencakup konsumen Nafizh Bakery Kota Probolinggo dan jumlahnya belom diketahui. Sampel yang dipergunakan sejumlah 102 berdasarkan rumus Hair et al. Peneliti juga mempergunakan sumber data dari data primer dan data sekunder, melalui teknik analisis data Smart PLS 4. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa variabel citra merek (X1), kualitas produk (X2) dan keragaman produk (X3) memberi pengaruh pada keputusan pembelian (Y) secara signifikan positif. Kata kunci: Kata Kunci Citra merek, Kualitas Produk, Keragaman Produk dan Keputusan Pembelian  Studi ini dilaksanakan peneliti agar bisa mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk dan keragaman produk pada keputusan pembelian pada Nafizh Bakery Kota Probolinggo. Jenis penelitian kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini lewat pendekatan asosiatif kausal, dibantu variabel yang mencakup variabel bebas yakni citra merek, kualitas produk dan keragaman produk dan variabel terikat yakni keputusan pembelian. Populasi yang dikaji peneliti mencakup konsumen Nafizh Bakery Kota Probolinggo dan jumlahnya belom diketahui. Sampel yang dipergunakan sejumlah 102 berdasarkan rumus Hair et al. Peneliti juga mempergunakan sumber data dari data primer dan data sekunder, melalui teknik analisis data Smart PLS 4. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa variabel citra merek (X1), kualitas produk (X2) dan keragaman produk (X3) memberi pengaruh pada keputusan pembelian (Y) secara signifikan positif. Kata kunci: Kata Kunci Citra merek, Kualitas Produk, Keragaman Produk dan Keputusan Pembelia

    PERAN MANAJEMEN RISIKO DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN EVENT ORGANIZER

    No full text
    Indonesia’s event and MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) industries have demonstrated rapid growth over the past decade, contributing significantly to the country’s tourism and creative economy sectors. However, this progress has been accompanied by increased exposure to external disruptions, most notably the Covid-19 pandemic. In this volatile and competitive landscape, event organizer (EO) firms are required to adopt adaptive and forward-looking risk management strategies to ensure performance sustainability. This study aims to examine the relationship between risk management and organizational performance within the Indonesian event industry, with a particular focus on the financial and operational dimensions of risk. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected from 100 EO and MICE business operators across Indonesia. Structural equation modeling using Partial Least Squares (PLS-SEM) was applied to test the proposed model. Findings reveal that both financial risk (β = 0.297, p = 0.020) and operational risk (β = 0.370, p = 0.003) have a statistically significant and positive impact on firm performance. Together, these factors account for 69.2% of the variance in performance outcomes (R² = 0.692). The results emphasize the importance of implementing systematic and anticipatory risk management practices to enhance business resilience and competitive advantage. By identifying key risk factors that influence EO performance, this study contributes to a deeper understanding of strategic management in the event industry and offers practical implications for improving firm responsiveness amid an increasingly dynamic global environment.Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia, khususnya sektor MICE dan Event, telah menunjukkan perkembangan pesat namun juga sangat rentan terhadap gejolak, seperti dampak signifikan dari pandemi Covid-19. Dalam lingkungan bisnis yang kompleks, dinamis, dan penuh tantangan serta persaingan ketat ini, perusahaan penyelenggara acara (Event Organizer) dituntut untuk terus beradaptasi dan mengelola berbagai risiko guna mempertahankan serta meningkatkan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menggambarkan keterkaitan serta pengaruh signifikan manajemen risiko terhadap kinerja perusahaan event organizer, serta mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh signifikan dari faktor-faktor manajemen risiko yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data dari 100 pengusaha industri event dan MICE di Indonesia melalui metode Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa semua indikator valid dan reliabel. Pengujian model struktural menemukan bahwa Risiko Finansial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (koefisien 0.297, p = 0.020). Demikian pula, Risiko Operasional juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (koefisien 0.370, p = 0.003). Kedua variabel risiko ini secara kolektif menjelaskan hampir 70% variabilitas dalam kinerja perusahaan (R² = 0.692). Temuan ini menggarisbawahi bahwa pengelolaan risiko yang terstruktur dan proaktif, baik finansial maupun operasional, merupakan kunci penting dalam membentuk dan meningkatkan kinerja perusahaan event organizer di tengah dinamika industri

    Pengujian Reliabilitas Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center (MATIC) Menggunakan Pengujian Eksplorasi Metafora Tur Pariwisata

    No full text
    The tourism sector is an industry that is able to contribute to improving the economy and public welfare, and has even defeated the oil and coal sectors which have been the leading sectors. Digital services in the tourism sector have been developed by several regional governments, both in the form of mobile applications and websites for the promotion and marketing of tourist destinations, as well as various tourism information services, such as infrastructure, accommodation, cultural activities, locations, and so on. Malang Regency Tourism Intelligence Center (MATIC) is one of the digital public services in the tourism sector developed by the Malang Regency Government. MATIC is a big data and intelligence-based tourism service application that manages and analyzes tourism data comprehensively, which is developed into a one-stop application for tourism and creative economy information. Public service software is an Electronic-Based Command System (SPBE) which has the function of disseminating and providing public services, so it should have good and reliable performance in order to provide the best service to the public as application users. This study aims to support the implementation of MATIC by ensuring the reliability or provision of applications through software testing with tourism tour metaphor exploration testing techniques. The study presents exploration testing steps starting from the test preparation stage, test implementation, and test results that show the findings of 22 deficiencies or defects. The level of defects found were 14 low errors, 5 medium errors, and 3 high errors. Defects were found from three variations of tourism tour metaphor testing techniques, namely money tours, supporting actor tours, and supermodel tours.Sektor pariwisata merupakan industri yang mampu memberikan kontribusi pada peningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, bahkan telah mengalahkan sektor minyak dan batubara yang selama ini menjadi leading sektor. Pelayanan digital pada sektor pariwisata telah dikembangkan oleh beberapa pemerintah daerah baik berupa aplikasi mobile maupun website untuk promosi dan pemasaran destinasi wisata, serta berbagai layanan informasi wisata, seperti sarana prasarana, penginapan, event kebudayaan, lokasi, dan sebagainya. Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center (MATIC) merupakan salah satu pelayanan publik digital pada sektor pariwisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. MATIC merupakan aplikasi layanan pariwisata berbasis big data dan intelligence yang mengelola dan menganalisis data pariwisata secara komprehensif, yang dikembangkan menjadi aplikasi satu pintu untuk informasi wisata dan ekonomi kreatif. Perangkat lunak pelayanan publik merupakan Sistem Perintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang memiliki fungsi untuk menyebarkan informasi dan memberikan pelayanan publik, sehingga sudah sepatutnya memiliki performa yang baik dan handal agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selaku pengguna aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung penerapan MATIC dengan memastikan reliabilitas atau keandalan aplikasi melalui pengujian perangkat lunak dengan teknik pengujian eksplorasi metafora tur pariwisata. Penelitian menyajikan langkah pengujian eksplorasi yang dimulai dari tahap persiapan pengujian, pelaksanaan pengujian, dan hasil pengujian yang menunjukkan temuan 22 kekurangan atau defect. Adapun tingkat defect yang ditemukan yaitu 14 kesalahan rendah (low), 5 kesalahan sedang (medium) dan 3 kesalahan dengan tingkat tinggi (high). Defect ditemukan dari tiga variasi teknik pengujian metafora tur pariwisata, yaitu money tour, supporting actor tour dan supermodel tour

    Implementasi Sistem GPS Tracker Berbasis IoT untuk Monitoring dan Tracking Tools Fiber Optik di PT XYZ

    No full text
    The development of modern communication technology demands fast and high-capacity data transmission, making fiber optics the primary choice in telecommunications infrastructure. The implementation of fiber optic technology requires special supporting devices such as splicers, Optical Time Domain Reflectometers (OTDRs), and Optical Power Meters (OPMs), which have high investment values ​​but are vulnerable to loss. PT XYZ, which is engaged in telecommunications infrastructure maintenance, experiences obstacles related to real-time location monitoring and limited visibility in managing high-value equipment assets. This study designs an Internet of Things (IoT)-based GPS tracker system for monitoring and tracking fiber optic equipment using the integration of the ESP32 architecture, SIM7600G-H module for 4G LTE connectivity, active GPS, and the Firebase Realtime Database. The monitoring website was developed with a role-based access control system that regulates three levels of access: Admin, Reviewer, and Field Team. The results of GPS accuracy testing at 11 locations in Jakarta showed an average deviation of 2.02 m with 90.9% of locations achieving the good to very good accuracy category (≤5 meters). The website's performance efficiency evaluation based on the ISO 25010 standard achieved a score of 90.20%, in the "Very Good" category, with a range of 88%-92%. The system is capable of providing real-time monitoring with update intervals of 30 seconds to 1 minute, minimizing the risk of asset loss and optimizing the efficiency of field fiber optic equipment management.Perkembangan teknologi komunikasi modern menuntut transmisi data cepat dan berkapasitas tinggi, sehingga fiber optik menjadi pilihan utama dalam infrastruktur telekomunikasi. Implementasi teknologi fiber optik memerlukan perangkat pendukung khusus seperti splicer, OTDR, dan OPM yang memiliki nilai investasi tinggi namun rentan mengalami kehilangan. Kondisi ini memerlukan sistem pelacakan dan pemantauan untuk menjamin keamanan lokasi serta memantau kondisi operasional peralatan. PT XYZ yang bergerak dalam bidang pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi mengalami kendala terkait pemantauan lokasi secara real-time dan keterbatasan visibilitas dalam pengelolaan aset peralatan bernilai tinggi. Penelitian ini merancang sistem GPS tracker berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan dan pelacakan peralatan fiber optik menggunakan integrasi arsitektur ESP32, modul SIM7600G-H untuk konektivitas 4G LTE, GPS active, dan Firebase Realtime Database. Website monitoring dikembangkan dengan sistem role-based access control yang mengatur tiga level akses: Admin, Reviewer, dan Tim Lapangan. Hasil pengujian akurasi GPS pada 11 titik lokasi di Jakarta memperlihatkan rata-rata deviasi 2.02 meter dengan pencapaian terbaik 0.73m di Universitas Pancasila. Penilaian performance efficiency website berdasarkan standar ISO 25010 melalui survei 10 responden memperoleh nilai 90.20% kategori "Sangat Layak". Sistem mampu menyajikan pemantauan real-time dengan frekuensi pembaruan 30 detik hingga 1 menit, meminimalkan risiko kehilangan aset, dan mengoptimalkan efisiensi manajemen peralatan fiber optik lapangan

    STUDI PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI REJUVENATOR PADA CAMPURAN RAP

    No full text
    The increasing demand for pavement materials necessitates more sustainable solutions, one of which is the utilization of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) containing aged asphalt from recycled layers. However, the high incorporation of RAP often faces challenges such as increased stiffness, reduced ductility, and degradation of viscoelastic properties due to aging. In this context, waste cooking oil (WCO) has attracted significant attention as an eco-friendly and cost-effective rejuvenator. This study presents a systematic literature review on the application of WCO in RAP mixtures, focusing on its chemical characteristics, effects on rheological and mechanical properties, implementation challenges, and performance enhancement strategies through chemical modification and additive incorporation. The findings indicate that WCO effectively reduces binder viscosity, improves flexibility, enhances low-temperature cracking resistance, and extends the fatigue life of RAP mixtures. However, excessive WCO content may reduce Marshall stability and rutting resistance. Synergistic approaches such as polymer addition, nano-material incorporation, or chemical pre-treatment have proven effective in addressing these limitations. This review highlights WCO’s potential as a sustainable rejuvenator while emphasizing the need for further research on dosage optimization, quality standardization, and long-term performance evaluation to support large-scale industrial implementation.ABSTRAK Pertumbuhan kebutuhan material perkerasan jalan menuntut solusi yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) yang mengandung aspal tua hasil daur ulang. Namun, penggunaan RAP dalam kadar tinggi sering menghadapi permasalahan terkait peningkatan kekakuan, penurunan keuletan, dan degradasi sifat viskoelastis akibat proses penuaan. Dalam konteks ini, limbah minyak jelantah (waste cooking oil, WCO) telah banyak diteliti sebagai rejuvenator alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Studi ini bertujuan melakukan tinjauan sistematis terhadap penelitian terdahulu mengenai pemanfaatan WCO pada campuran RAP, meliputi karakteristik kimia, pengaruh terhadap sifat reologi dan mekanik, tantangan implementasi, serta strategi peningkatan performa melalui modifikasi kimia dan penambahan aditif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa WCO secara signifikan menurunkan viskositas dan meningkatkan fleksibilitas aspal RAP, memperbaiki ketahanan retak suhu rendah, serta meningkatkan umur kelelahan campuran. Namun, pada dosis tinggi, WCO dapat menurunkan stabilitas Marshall dan ketahanan terhadap deformasi permanen. Pendekatan sinergis seperti penambahan polimer, nano-material, atau perlakuan awal kimiawi terbukti efektif mengatasi kelemahan tersebut. Studi ini menegaskan bahwa WCO berpotensi besar sebagai rejuvenator berkelanjutan, namun diperlukan penelitian lanjutan terkait optimasi dosis, standar mutu, dan evaluasi umur layan jangka panjang untuk mendukung implementasi skala industri.   Kata kunci: limbah minyak jelantah, rejuvenator, RAP, sifat reologi, keberlanjuta

    Exploring Realized Volatility through High-Frequency Data: The Role of Liquidity, Transaction Costs, and Influencing Factors.

    No full text
    This research, which falls within the area of microstructure of financial markets, aims to compare liquidity with transaction costs, and determine the factors affecting volatility in small and large total asset energy companies in Indonesia. The use of data on companies with contrasting total assets contributes to providing investment portfolio management considerations for investors. The data used is taken from high-frequency stock price data per 30 minutes from Bloomberg subscribed. The illiquidity measurement method uses Amihud's Illiquidity, transaction costs use relative Bid-Ask Spread (BAS), and realized volatility is calculated using the square root of the realized variance. The use of 30-minute high-frequency stock price data can provide more detailed information. As a result, companies with small assets tend to have much greater stock price volatility, transaction costs, and illiquidity compared to companies with large assets. The factor affecting realized volatility is the volume of stock transactions. The greater the volume of stock transactions, the greater the volatility of stock prices. Keywords: High-Frequency Data; Realized Volatility; Amihud’s Illiquidity; Relative Bid-Ask Spread (BAS)

    1,288

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇