Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Pengaruh Citra Perusahaan, Kualitas Pelayanan, dan Electronic Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Pada CV. Dunia Motor Jaya Kota Probolinggo
The research aims to determine the effect of company image, service quality and electronic word of mouth partially on the decision purchase a motorcycle at CV. World Motor Jaya City of Probolinggo. The type of research used is a quantitative approach, with independent variables company image, service quality and electronic word of mouth and the dependent variable is purcashing decisions. The population in this research is consumers exist in january month 2025, which is not yet known for certain, the sampling technique used is non-probability sampling of 100 samples. The data sources used in this research come from primary data and secondary data, with the help of the Smart-PLS 4 application. The research results show that the company image variable (X1) has a positive and significant effect on purchasing decision (Y). The service quality variable (X2) has a positive and significant effect on purchasing decision (Y). The electronic word of mouth variable (X3) has a positive and significant effect on purchasing decision (Y).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra perusahaan, kualitas pelayanan, dan electrnic word of mouth secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor pada CV. Dunia Motor Jaya Kota Probolinggo. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan variabel bebas yaitu citra perusahaan, kualitas pelayanan, dan electronic word of mouth dan variabel terikat keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang ada pada bulan januari 2025 yang belum diketahui pastinya, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu nonprobability sampling sebanyak 100 sampel. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder, dengan bantuan aplikasi Smart-PLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel citra perusahaan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Variabel kualitas pelayanan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Variabel electronic word of mouth (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y)
MEMBANGUN PERILAKU KERJA RAMAH LINGKUNGAN PADA PEGAWAI PEMERINTAHAN DI KABUPATEN BENGKALIS, RIAU
Abstract
Establishing an environmentally friendly behavior contributes to environmental awareness by integrating environment practices into daily employee activities at their workplace due to most of its time is at work, and it refers to motive that workplace that had environmentally friendly work behavior bring the employees working in a supportive work environment and may perceive more motivates to deliver high quality work consistently and bring them to the employee well-being, reduces operational of Government Agencies’ costs, and positively impacts the environment. This exploratory qualitative research comprised the Respondents from six government employees or the State Civil Apparatus (ASN) who served in 3 (three) of government agencies including the horticulture, environment, and healthcare in one district/city in Bengkalis Riau Province. The findings of this research encompass five factors that can support in establishing an environmentally friendly behavior in government agencies. First, compiling and practicing policy instrument on environmentally friendly work behaviour in government areas. Second, enhancing the leadership's charge and role-modeling for being environmentally friendly behavior. Third, practicing and executing diverse environmentally friendly plan either solution and relating it into State Civil Apparatus. Fourth, adopt the technology that support environmentally friendly offices, and lastly, conduct training (education) and socialization on an environmentally friendly behavior to State Civil Apparatus. Hence those efforts affected the better human activities in the workplace.
Keywords: Work Behavior, Environmentally Friendly, Government Agencies, Employee Well-BeingAbstrak
Perilaku ramah lingkungan turut mendorong terciptanya kesadaran lingkungan dengan mengintegrasikan praktik-praktik lingkungan ke dalam aktivitas keseharian pegawai di tempat kerja karena sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat kerja, dan hal ini mengacu pada motif bahwa tempat kerja yang memiliki perilaku kerja ramah lingkungan akan membawa pegawai bekerja di lingkungan kerja yang mendukung dan dapat lebih termotivasi untuk memberikan pekerjaan berkualitas tinggi secara konsisten iya dan membawa kesejahteraan pegawai, mengurangi biaya operasional Instansi Pemerintah, dan berdampak positif terhadap lingkungan. Penelitian kualitatif eksploratif ini melibatkan Responden dari enam pegawai pemerintah atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di 3 (tiga ) instansi pemerintah yaitu hortikultura, lingkungan hidup, dan kesehatan di satu kabupaten/kota di Provinsi Bengkalis Riau. Temuan penelitian ini meliputi lima faktor yang dapat mendukung terwujudnya perilaku ramah lingkungan di instansi pemerintah. Pertama, menyusun dan mempraktikkan instrumen kebijakan tentang perilaku kerja ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan. Kedua, meningkatkan tanggung jawab dan keteladanan pimpinan untuk berperilaku ramah lingkungan . Ketiga, mempraktikkan dan melaksanakan berbagai rencana maupun solusi ramah lingkungan dan mengaitkannya dengan Aparatur Sipil Negara. Keempat, mengadopsi teknologi yang mendukung perkantoran ramah lingkungan, dan terakhir melakukan pelatihan (pendidikan) dan sosialisasi tentang perilaku ramah lingkungan kepada Aparatur Sipil Negara. Oleh karena itu upaya tersebut berdampak pada aktivitas manusia yang lebih baik di tempat kerja.
Kata kunci: Perilaku Kerja, Ramah Lingkungan, Instansi Pemerintah, Kesejahteraan Karyawa
INOVASI DALAM USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HAL TERSEBUT (UMKM Industri Kreatif Kota Depok)
This research aims to determine the level of readiness of MSMEs with the forms and innovation strategies implemented. Innovation itself is a combination of new ideas, changes, and innovation indices – a combination of innovation behavior – hereafter called innovation. The limitation of previous empirical research is that it has not integrated leadership factors, organizational structure, and service orientation as determinants that influence innovation. Referring to these problems, the aim of this research is to describe innovation in MSMEs, to describe leadership factors, organizational structure and service orientation towards innovation in MSMEs, as well as analyze the relationship model between leadership, structure and service orientation. Based on this, this research seeks to describe innovation in Depok City Creative Industry MSMEs through leadership factors, organizational structure and service orientation as well as analyzing the relationship model between leadership, structure and service orientation. Referring to a theoretical perspective, the nature of this research is explanatory research, which relies on a hypothetico-deductive method with a quantitative approach. The try out method was used in this research with data obtained through one data collection (questionnaire withdrawal). Data analysis is quantitative statistics. Research findings show that there is a significant influence on leadership variables on innovation, but not on organizational structure and service orientation variables. Both variables were not found to have a significant influence on innovation. The centralization of authority in terms of work and decision making strengthens the view that the organization is considered a mechanistic type of organization. Referring to these findings, factors that are thought not to have a positive influence on innovation need to be reviewed and their role increased in the future so that organizations are encouraged to become organic organizations through the distribution of power and authority evenly distributed among members.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan UMKM dengan bentuk dan strategi inovasi yang diterapkan. Inovasi sendiri merupakan gabungan dari ide-ide baru, perubahan, dan indeks inovasi – gabungan dari perilaku inovasi – yang selanjutnya disebut inovasi. Keterbatasan penelitian empiris sebelumnya adalah belum mengintegrasikan faktor kepemimpinan, struktur organisasi, dan orientasi pelayanan sebagai determinan yang mempengaruhi inovasi. Mengacu pada permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan inovasi pada UMKM, mendeskripsikan faktor kepemimpinan, struktur organisasi dan orientasi pelayanan terhadap inovasi pada UMKM, serta menganalisis model hubungan antara kepemimpinan, struktur dan orientasi pelayanan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berupaya mendeskripsikan inovasi pada UMKM Industri Kreatif Kota Depok melalui faktor kepemimpinan, struktur organisasi dan orientasi pelayanan serta menganalisis model hubungan antara kepemimpinan, struktur dan orientasi pelayanan. Mengacu pada perspektif teoritis, maka sifat penelitian ini adalah penelitian eksplanatif, yang bertumpu pada metode hipotetis-deduktif dengan pendekatan kuantitatif. Metode try out digunakan dalam penelitian ini dengan data diperoleh melalui satu kali pengumpulan data (penarikan kuesioner). Analisis data adalah statistik kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kepemimpinan terhadap inovasi, namun tidak pada variabel struktur organisasi dan orientasi pelayanan. Kedua variabel tersebut tidak ditemukan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inovasi. Pemusatan kewenangan dalam hal pekerjaan dan pengambilan keputusan memperkuat pandangan bahwa organisasi tersebut dianggap sebagai organisasi yang bertipe mekanistik. Mengacu pada hasil penelitian tersebut, faktor-faktor yang dianggap tidak memiliki pengaruh positif terhadap inovasi perlu ditinjau kembali dan ditingkatkan perannya di masa mendatang agar organisasi terdorong untuk menjadi organisasi organik melalui pembagian kekuasaan dan kewenangan yang merata kepada anggotanya
ADA FAKTOR YANG MEMENGARUHI HARGA JUAL BARANG MEWAH TINGGI PADA PRODUK BRAND COACH
This study aims to analyze the factors that influence the high selling price of luxury goods on the Coach brand, because it has become a spotlight in global economic and business discussions. The main focus is directed at the role of consumer perception and brand strength in forming high selling prices. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method and secondary data analysis obtained from annual reports, international business articles, and academic literature. The results of the study indicate that Coach's pricing strategy is not determined by production costs alone, but by consumer perceptions of brand image, social status, exclusivity and global supply chain. This study suggests that further researchers develop more studies related to the integration of consumer perception, supply chain strategy, and brand value in the context of strategic marketing with a global scope to enrich the literature on marketing and consumer behavior.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingginya harga jual barang mewah pada brand Coach, sebab telah menjadi spotlight dalam diskusi ekonomi dan bisnis global. Fokus utama diarahkan pada peran persepsi konsumen dan kekuatan merek dalam membentuk harga jual tinggi. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis data sekunder yang didapat dari annual report tahunan, artikel bisnis internasional, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penetapan harga pada Coach tidak ditentukan dari biaya produksi saja, melainkan dari persepsi konsumen terhadap brand image, status sosial, eksklusivitas dan global supply chain. Penelitian ini menyarankan agar peneliti selanjutnya mengembangkan kajian lebih terkait integrasi antara persepsi konsumen, strategi supply chain, dan nilai brand dalam konteks pemasaran strategis dengan lingkup global untuk memperkaya literatur pemasaran dan perilaku konsumen
POTENSI AMBASSADOR PADA ASOSIASI PROFESI DI INDONESIA DALAM MENDORONG PEMENANGAN BIDDING KONFERENSI
International meetings (either conferences or other forms of meetings) that are held certainly have implications for the image of the host. The organization of the event represents the destination/country that acts as the host. The potential to organize international meetings can come from several market segments, one of which is the association market segment, especially professional associations affiliated with international or world-class associations. The main reason for preparing the Ambassador Program is that the majority of international association meetings that occur periodically and alternate between countries require a kind of competitive bidding process involving local or national contacts to submit proposals or invitations (ICCA, 2012). This research was conducted to increase the number of international association conferences held in order to improve Indonesia's competitiveness as a MICE Destination. The method that will be used is the exploratory method by conducting desk research and respondent surveys to professional associations affiliated with international associations.
Keyword: Ambassador Program, Bidding, Association Conference, MICEPertemuan internasional (baik berupa konferensi maupun pertemuan dalam bentuk lainnya) yang diselenggarakan pasti berimplikasi kepada image/ citra dari tuan rumah penyelenggara. Penyelenggaraan acara menjadi representasi dari destinasi/ negara yang bertindak sebagai tuan rumah. Potensi untuk menyelenggarakan pertemuan internasional dapat berasal dari beberapa segmen pasar, salah satunya adalah segmen pasar asosiasi, utamanya asosiasi profesi yang berafiliasi kepada asosiasi internasional atau tingkat dunia. Alasan utama untuk menyiapkan Ambassador Program adalah bahwa mayoritas pertemuan asosiasi internasional yang terjadi secara berkala yang bergantian antar negara membutuhkan semacam proses penawaran kompetitif (bidding) yang melibatkan kontak lokal atau nasional untuk mengajukan proposal atau undangan (ICCA, 2012). Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah penyelenggaraan konferensi asosiasi internasional dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia sebagai Destinasi MICE. Metode yang akan digunakan adalah metode exploratory dengan melakukan desk research dan survey responden kepada asosiasi profesi yang terafiliasi pada asosiasi internasional.
Keyword: Ambassador Program, Bidding, Konferensi Asosiasi, MICE
 
Perancangan UI/UX Aplikasi Mobile Debt Note Menggunakan Metode Double Diamond
Debt Note mobile application is designed to allow users to record the debts quickly and easily digitally, so that the information is easily accessible and well-organized. This design uses Double Diamond method which functions as a design framework that includes four phases: Discover, Define, Develop, and Deliver. The previous research has confirmed that Double Diamond method works well to improve UI/UX which can help in the design process systematically and refine solutions and ideas. This method helps to determine the needs of users and creating user interfaces (UI) and user experience (UX) to meet the expectations of users. This application is designed with simple and intuitive interface that allows users to easily track and manage debt transactions along with payment schedules. In the feasibility measurement process, this design uses System Usability Scale (SUS) by measuring user's satisfaction level based on 10 Likert-based scale statements. From the evaluation stage using System Usability Scale (SUS) method, the score value is shown with an average of 89.375. The results of this feasibility test are included in the Very Good category, which represents a positive response from users to the application design. The results of this study indicate that the interface design has a very good level of usability and is suitable for use.Aplikasi mobile Debt Note dirancang untuk memungkinkan pengguna mencatat utang pengguna dengan mudah dan cepat secara digital, sehingga informasinya mudah diakses dan dapat terorganisasi dengan baik. Perancangan ini menggunakan metode Double Diamond yang fungsinya sebagai kerangka pembuatan desain yang mencakup empat fase utama yaitu: tahap Discover, Define, Develop, dan Deliver. Penelitian sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa metode Double Diamond berfungsi dengan baik untuk meningkatkan perancangan UI/UX yang dapat membantu dalam proses mendesain dengan cara sistematis serta menyempurnakan ide beserta solusi. Metode ini membantu dalam menentukan kebutuhan pengguna serta menciptakan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) yang sesuai dengan harapan para pengguna. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang sangat sederhana dan intuitif yang memungkinkan pengguna untuk melacak dan mengelola transaksi utang dengan mudah beserta jadwal pembayaran. Dalam proses pengukuran tingkat kelayakan, perancangan aplikasi ini menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan mengukur tingkat dari kepuasan pengguna berdasarkan 10 pernyataan skala berbasis Likert. Dari tahap evaluasi yang sudah dilakukan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menunjukkan bahwa nilai skor didapat dengan rata-rata 89,375. Hasil pengujian kelayakan ini termasuk dalam kategori Sangat Baik, yang merepresentasikan tanggapan positif dari pengguna terhadap desain akhir aplikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perancangan desain antarmuka memiliki tingkat kegunaan yang sangat baik dan layak digunakan
Ekstraksi Informasi Bencana Banjir Dari Berita Online Berbasis Named Enitity Recognition
Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, sehingga informasi cepat dan akurat tentang lokasi terdampak menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Named Entity Recognition (NER) berbasis Conditional Random Field (CRF) guna mengekstrak entitas penting (nama kota dan waktu) dari berita online terkait banjir. Data diambil dari 200 artikel berita tahun 2023 melalui metode web scraping dan manual dari lima portal berita nasional. Proses preprocessing mencakup pembersihan teks, tokenisasi, stemming, stopword removal, dan POS tagging. Data kemudian dilabeli menggunakan metode chunking dan IOB tagging untuk meningkatkan performansi identifikasi entitas. Evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan IOB tagging pada CRF meningkatkan kinerja model, dengan F1-score = 93.6%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CRF efektif dalam mengekstrak informasi bencana banjir, dan dapat mendukung pengambilan keputusan cepat dalam upaya penanggulangan bencana.Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, sehingga informasi cepat dan akurat tentang lokasi terdampak menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Named Entity Recognition (NER) berbasis Conditional Random Field (CRF) guna mengekstrak entitas penting dari berita online terkait banjir. Data diambil dari 200 artikel berita tahun 2023 melalui metode web scraping dan manual dari lima portal berita nasional. Proses preprocessing mencakup pembersihan teks, tokenisasi, stemming, stopword removal, dan POS tagging. Data kemudian dilabeli menggunakan metode chunking dan IOB tagging untuk meningkatkan akurasi identifikasi entitas. Evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan IOB tagging pada CRF meningkatkan kinerja model, dengan F1-score tinggi untuk entitas kota dan waktu kejadian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CRF efektif dalam mengekstrak informasi bencana banjir, dan dapat mendukung pengambilan keputusan cepat dalam upaya penanggulangan bencan
Sorting warna dan Sorting berat dengan Pemrograman PLC untuk Sorting By Weight melalui pencitraan Factory I/O
Perkembangan industri otomasi telah mengubah cara kerja berbagai proses industri dari manual menjadi otomatis. Banyak kesalahan yang sering dilakukan saat penyortiran suatu barang sehingga untuk minimalisir kesalah yang dilakukan manusia atau human error. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyortiran barang berdasarkan berat menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Siemens dan perangkat lunak simulasi Factory I/O. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses penyortiran di industri, yang sering kali dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan manusia. Dalam penelitian ini, PLC diprogram menggunakan perangkat lunak TIA Portal, dan pengujian dilakukan dalam dua mode, yakni manual dan otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat memilah barang dengan tingkat keberhasilan antara 80-90% untuk kedua mode, meskipun terdapat kesalahan kecil pada beberapa percobaan. Simulasi menggunakan Factory I/O memungkinkan pengujian keandalan sistem sebelum diterapkan pada plant yang sebenarnya, sehingga memberikan wawasan yang lebih baik mengenai efektivitas program dan pengoperasian sistem penyortiran berbasis berat.Perkembangan industri otomasi telah mengubah cara kerja berbagai proses industri dari manual menjadi otomatis. Banyak kesalahan yang sering dilakukan saat penyortiran suatu barang sehingga untuk minimalisir kesalah yang dilakukan manusia atau human error. Dalam penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyortiran barang berdasarkan berat menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Siemens dan perangkat lunak simulasi Factory I/O. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses penyortiran di industri, yang sering kali dilakukan secara manual dan rentan terhadap kesalahan manusia. Dalam penelitian ini, PLC diprogram menggunakan perangkat lunak TIA Portal, dan pengujian dilakukan dalam dua mode, yakni manual dan otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat memilah barang dengan tingkat keberhasilan antara 80-90% untuk kedua mode, meskipun terdapat kesalahan kecil pada beberapa percobaan. Simulasi menggunakan Factory I/O memungkinkan pengujian keandalan sistem sebelum diterapkan pada plant yang sebenarnya, sehingga memberikan wawasan yang lebih baik mengenai efektivitas pemrograman dan pengoperasian sistem penyortiran berbasis berat
Analisis Implementasi Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk.
The purpose of this study is to determine how PT Unilever Indonesia Tbk's financial statement quality is affected by the internal control system's implementation, which is based on the COSO framework. To guarantee the accuracy of financial data and stop fraud or mistakes in reporting, a strong internal control system is essential. This study was carried out utilizing the literature study method and a qualitative methodology. The findings demonstrated that PT Unilever Indonesia Tbk has fully implemented the five components of COSO internal control: information and communication, control operations, risk assessment, monitoring, and the control environment. The company's financial statements are of higher quality as a result of this deployment, according to all fair audit views. This study demonstrates that the secret to producing transparent and reliable financial accounts is methodical and consistent internal control.
Keywords: Implementation of COSO-Based Control System; Five Components of COSO; Quality of Company Financial Statement
The Influence of Customer Experience on Repurchase Behavior in the E-Commerce Industry: A Case Study of April Eyewear on Shopee
This study aims to examine the influence of customer experience on repurchase behavior within the Indonesian e-commerce industry, with a specific focus on April Eyewear's presence on the Shopee platform. It investigates how various aspects of the customer journey, from initial product interaction to post-purchase support, contribute to a customer's decision to make repeat purchases. Drawing upon qualitative observations from the Shopee platform, this research explores how elements such as clear product information, efficient ordering processes, responsive customer service, and effective return policies shape the customer's perception and drive subsequent purchasing decisions. Findings are expected to highlight that a consistently positive customer experience is a critical driver for fostering brand loyalty (Yasa et al., 2020) and, consequently, encouraging repurchase behavior in the competitive online marketplace (Bolton et al., 2018). This study provides valuable insights for e-commerce businesses seeking to enhance customer retention and sustain long-term growt