Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Analisis Tuning PID untuk Sistem Shaking Table Berbasis Mikrokontroler ESP32 dan LabVIEW
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kendali PID pada shaking table satu sumbu berbasis mikrokontroler ESP32 dan antarmuka LabVIEW dengan dukungan sensor ADXL345 sebagai pembaca percepatan serta sensor ultrasonik sebagai deteksi deformasi. Identifikasi sistem dilakukan dengan metode system identification menggunakan MATLAB, sehingga diperoleh model fungsi transfer dengan tingkat kecocokan (best fit) sebesar 53,93%. Parameter PID ditentukan melalui metode trial and error dengan kriteria steady-state error (SSE) dan Root Mean Square Error (RMSE). Pengujian dilakukan menggunakan tiga variasi parameter PID, dan hasil terbaik diperoleh pada kombinasi Kc = 8, Ti = 1, Td = 3 yang menghasilkan SSE sebesar 0,000128–0,000057 dan RMSE sebesar 0,047049–0,066629. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu mereplikasi respon gempa dengan akurasi dan kestabilan yang baik. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa sistem shaking table berbasis ESP32 dan LabVIEW dapat berfungsi sebagai sarana uji eksperimental skala laboratorium untuk bidang teknik sipil dan mitigasi bencana.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kendali PID pada shaking table satu sumbu berbasis mikrokontroler ESP32 dan antarmuka LabVIEW dengan dukungan sensor ADXL345 sebagai pembaca percepatan serta sensor ultrasonik sebagai deteksi deformasi. Identifikasi sistem dilakukan dengan metode system identification menggunakan MATLAB, sehingga diperoleh model fungsi transfer dengan tingkat kecocokan (best fit) sebesar 53,93%. Parameter PID ditentukan melalui metode trial and error dengan kriteria steady-state error (SSE) dan Root Mean Square Error (RMSE). Pengujian dilakukan menggunakan tiga variasi parameter PID, dan hasil terbaik diperoleh pada kombinasi Kc = 8, Ti = 1, Td = 3 yang menghasilkan SSE sebesar 0,000128–0,000057 dan RMSE sebesar 0,047049–0,066629. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu mereplikasi respon gempa dengan akurasi dan kestabilan yang baik. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa sistem shaking table berbasis ESP32 dan LabVIEW dapat berfungsi sebagai sarana uji eksperimental skala laboratorium untuk bidang teknik sipil dan mitigasi bencana
Pendampingan Penyusunan Anggaran untuk Keberlanjutan Bisnis UMKM Desa Cigugur Girang Kabupaten Bandung Barat
The Community Service Program (PKM) entitled “Budget Planning Assistance for Business Sustainability of MSMEs in Cigugur Girang Village” aims to improve financial literacy and budgeting skills among MSME actors. This program was implemented using a Service Learning approach, integrating training on financial planning, the use of budgeting worksheets, and assistance in preparing operational, cash, and sales budgets. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ ability to manage finances, control cash flow, and make more strategic business decisions. Although challenges remain, such as limited digital literacy and resource constraints, the program proved effective in strengthening MSME capacity. This program initiative contributes to empowering MSMEs to achieve business sustainability and competitiveness, while also having a positive impact on the local economy.Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM, or the Community Service Program) entitled “Budget Planning Assistance Supporting Business Sustainability for MSMEs in Cigugur Girang Village” aims to improve financial literacy and budgeting skills among MSME actors. This program was implemented using a service learning (SL) approach marked by integrating the following approaches, namely training on financial planning, using the budgeting worksheets, and assisting in the preparation of operational, cash, and sales budgets. Evaluation results show a significant improvement in participants’ ability to manage financial flows, control cash flow, and make more strategic business decisions. Although challenges remain, such as limited digital literacy and resource constraints, the program proved effective in strengthening MSME capacity. This program initiative contributes not only to empowering MSMEs to achieve business sustainability and competitiveness but also to boost a positive impact on the local economy.
Keywords: MSMEs, budget planning, mentoring, business sustainability, community service Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pendampingan Penyusunan Anggaran untuk Keberlanjutan Bisnis UMKM Desa Cigugur Girang” yang kemudian menjadi artikel ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan penyusunan anggaran bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan Service Learning (SL), yang mengintegrasikan pelatihan perencanaan keuangan, penggunaan kertas kerja, dan pendampingan penyusunan anggaran operasional, kas, dan penjualan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta dalam mengelola keuangan, mengontrol arus kas, serta membuat keputusan bisnis yang lebih terencana. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan literasi digital dan sumber daya, program ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Program ini berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM untuk mencapai keberlanjutan usaha dan daya saing yang lebih baik, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Kata kunci: UMKM , penyusunan anggaran, pendampingan, keberlanjutan usaha, pengabdian kepada masyaraka
Pengembangan Sistem Monitoring IoT Microbubble Generator Berbasis ESP 32 Untuk Mendukung Akuakultur
Permasalahan utama dalam budidaya perikanan air tawar adalah ketidakstabilan kualitas air yang sering tidak terdeteksi secara dini, terutama terkait parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Pemantauan secara manual memerlukan waktu, tenaga, dan berisiko terhadap keterlambatan deteksi perubahan kualitas air yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan ikan. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 Devkit V1 yang mengintegrasikan sensor pH, TDS, dan DO. Data ditampilkan secara lokal melalui LCD 20x4 I2C serta dikirim secara real-time ke platform Blynk dan Google Spreadsheet, guna memudahkan pemantauan jarak jauh dan pencatatan otomatis. Pengujian dilakukan pada akuarium yang dilengkapi teknologi mikrobubble untuk menganalisis efektivitas sistem dalam mendeteksi perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa sensor pH dan TDS memiliki kinerja yang stabil dengan rata-rata pH 7,79 (±0,41) dan TDS 28,27 ppm (±6,97), sedangkan sensor DO menunjukkan nilai rendah (rata-rata 0,038 mg/L) dengan tren peningkatan saat penggunaan mikrobubble. Sistem ini terbukti mampu memberikan solusi pemantauan kualitas air yang efisien, akurat, dan real-time, serta berpotensi mendukung pengelolaan akuakultur berkelanjutan dengan pengembangan lebih lanjut pada sistem aerasi dan sensor DO.Permasalahan utama dalam budidaya perikanan air tawar adalah ketidakstabilan kualitas air yang sering tidak terdeteksi secara dini, terutama terkait parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan Dissolved Oxygen (DO). Pemantauan secara manual memerlukan waktu, tenaga, dan berisiko terhadap keterlambatan deteksi perubahan kualitas air yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan ikan. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 Devkit V1 yang mengintegrasikan sensor pH, TDS, dan DO. Data ditampilkan secara lokal melalui LCD 20x4 I2C serta dikirim secara real-time ke platform Blynk dan Google Spreadsheet, guna memudahkan pemantauan jarak jauh dan pencatatan otomatis. Pengujian dilakukan pada akuarium yang dilengkapi teknologi mikrobubble untuk menganalisis efektivitas sistem dalam mendeteksi perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa sensor pH dan TDS memiliki kinerja yang stabil dengan rata-rata pH 7,79 (±0,41) dan TDS 28,27 ppm (±6,97), sedangkan sensor DO menunjukkan nilai rendah (rata-rata 0,038 mg/L) dengan tren peningkatan saat penggunaan mikrobubble. Sistem ini terbukti mampu memberikan solusi pemantauan kualitas air yang efisien, akurat, dan real-time, serta berpotensi mendukung pengelolaan akuakultur berkelanjutan dengan pengembangan lebih lanjut pada sistem aerasi dan sensor DO
Implementasi DMAIC untuk Perbaikan Kinerja Mesin KWS Berbasis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin filling KWS pada lini produksi minuman berkarbonasi di PT XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan pendekatan DMAIC. Pengukuran efektivitas dilakukan melalui tiga parameter utama OEE, yaitu availability, performance, dan quality, serta identifikasi Six Big Losses untuk menemukan sumber kerugian terbesar. Data produksi periode Januari–Desember 2024 digunakan sebagai dasar perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata OEE sebesar 24%, yang berada jauh di bawah standar JIPM sebesar 85%. Performa mesin menjadi faktor paling kritis dengan nilai rata-rata 33%, sementara quality berada pada 78% dan availability relatif tinggi sebesar 94%. Analisis Six Big Losses mengidentifikasi kerugian terbesar berasal dari breakdown losses (71,81%) dan reduced speed losses (13,13%). Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan melalui pendekatan DMAIC yang berfokus pada peningkatan kecepatan operasi, pengurangan downtime, dan optimasi standar operasional. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas mesin dan produktivitas lini produksi
Nonverbal Communication in Journalism: A Literature Review on the Meet Nite live Broadcast on Metro TV
This literature review explores the role of nonverbal communication in the context of television journalism, particularly in the Meet nite live program broadcast by Metro TV. In television news delivery, communication is not solely reliant on verbal elements but is significantly supported by nonverbal cues such as facial expressions, gestures, eye contact, vocal intonation, and spatial use. Drawing from established theories of nonverbal communication and journalism studies, this paper examines how such nonverbal elements contribute to message construction, audience perception, and the credibility of presenters. The findings highlight that nonverbal communication in journalistic broadcasts serves not only to support verbal content but also to convey attitudes, manage impressions, and regulate interactions within the studio setting. This review aims to provide theoretical insights for future empirical research and offers recommendations for journalists and media practitioners to enhance the effectiveness and professionalism of news presentation.Komunikasi nonverbal memiliki peran penting dalam jurnalistik televisi karena mempengaruhi persepsi, kredibilitas, dan pemahaman audiens terhadap pesan yang disampaikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi nonverbal dalam program talkshow malam Meet nite live di Metro TV melalui pendekatan kajian pustaka. Dengan menggunakan teori komunikasi nonverbal dari para ahli seperti Birdwhistell, Mehrabian, dan Knapp, artikel ini membahas elemen komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, intonasi suara, dan proksemik dalam konteks penyiaran jurnalistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut tidak hanya memperkuat pesan verbal tetapi juga menjadi penentu kredibilitas dan keterlibatan audiens. Studi ini merekomendasikan pentingnya pelatihan komunikasi nonverbal bagi jurnalis televisi untuk meningkatkan efektivitas komunikasi jurnalistik
Pengaruh Mixed Bundled Products dan Keragaman Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mak–Mak di Yogyakarta
This study aims to analyze the effect of mixed bundled products and product diversity on consumer purchasing decisions on Indomie products in Yogyakarta. This study uses two independent variables, namely mixed bundled products (X1), and product diversity (X2), and one dependent variable, namely purchasing decisions (Y). Data were collected through questionnaires distributed to respondents who attended the Indofood event in Yogyakarta. Data analysis using multiple linear regression, validity test, reliability test, and classical assumption test. The results showed that mixed bundled products had no significant effect on purchasing decisions. This is due to the lack of consumer interest in bundled products, even though the price offered is attractive. In contrast, product diversity has a significant positive effect on purchasing decisions, where the more product variations offered, the more likely consumers are to buy. This study suggests that companies pay attention to consumer preferences in compiling bundled packages and increase product diversity in order to fulfill consumer desires. This study has limitations in the aspect of location, namely Yogyakarta and the focus of the variables studied
PENGARUH DIGITALISASI PERPAJAKAN MELALUI SISTEM CORETAX TERHADAP EFISIENSI BIAYA KEPATUHAN PAJAK OLEH WAJIB PAJAK MENENGAH
Digital transformation of tax administration through the Core Tax Administration System (Coretax) represents a strategic innovation to optimize tax compliance cost efficiency for medium-scale taxpayers in Indonesia. The digitalization phenomenon in taxation has emerged as a fundamental paradigm in fiscal system modernization aimed at reducing compliance cost burdens that have traditionally constituted structural constraints for medium-scale business entities. This research analyzes the impact of tax digitalization implementation on compliance cost efficiency using quantitative approach with quasi-experimental difference-in-difference design on 384 medium taxpayers in South Jakarta during 2019-2024 period. Research methodology adopts purposive sampling with annual turnover criteria of Rp 4.8-50 billion, measuring compliance cost components including time costs, administrative costs, and opportunity costs through secondary data extraction from DGT tax information systems and taxpayer financial reports. Data analysis employs fixed effects regression with Ordinary Least Squares estimation and robust standard error correction to address heteroscedasticity and autocorrelation in econometric models. Research findings reveal that Coretax system implementation significantly negatively affects tax compliance costs with coefficient -0.318 (p-value = 0.002), indicating 31.8% compliance cost reduction compared to baseline period. Heterogeneity analysis demonstrates efficiency variation based on digital literacy levels, with high-literacy taxpayers achieving 38.4% efficiency compared to low-literacy 22.6%. Findings confirm digitalization strategy effectiveness in achieving dual objectives of compliance enhancement and administrative efficiency with implications of Rp 4.5 billion productive resource reallocation within study population, providing empirical evidence for optimizing digital tax transformation policies.Transformasi digital administrasi perpajakan melalui Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) merupakan inovasi strategis untuk mengoptimalkan efisiensi biaya kepatuhan perpajakan pada wajib pajak menengah di Indonesia. Fenomena digitalisasi perpajakan telah menjadi paradigma fundamental dalam modernisasi sistem fiskal yang bertujuan mengurangi beban biaya kepatuhan yang selama ini menjadi kendala struktural bagi entitas bisnis skala menengah. Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi digitalisasi perpajakan terhadap efisiensi biaya kepatuhan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental difference-in-difference pada 384 wajib pajak menengah Jakarta Selatan periode 2019-2024. Metodologi penelitian mengadopsi purposive sampling dengan kriteria omzet tahunan Rp 4,8-50 miliar, mengukur komponen biaya kepatuhan meliputi biaya waktu, administrasi, dan biaya peluang melalui ekstraksi data sekunder sistem informasi perpajakan DJP serta laporan keuangan wajib pajak. Analisis data menggunakan fixed effects regression dengan estimasi Ordinary Least Squares dan koreksi standar error robust untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi dalam model ekonometrik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi sistem Coretax berpengaruh signifikan negatif terhadap biaya kepatuhan pajak dengan koefisien -0,318 (p-value = 0,002), mengindikasikan reduksi biaya kepatuhan sebesar 31,8% dibandingkan periode baseline. Analisis heterogenitas menunjukkan variasi efisiensi berdasarkan tingkat literasi digital, dengan wajib pajak literasi tinggi memperoleh efisiensi 38,4% dibandingkan literasi rendah 22,6%. Temuan mengkonfirmasi efektivitas strategi digitalisasi dalam mencapai dual objective peningkatan kepatuhan dan efisiensi administratif dengan implikasi realokasi sumber daya produktif sebesar Rp 4,5 miliar pada populasi studi, memberikan evidensi empiris untuk optimalisasi kebijakan transformasi digital perpajakan.
 
PENGARUH MANAJEMEN WAKTU DAN PENGALAMAN ORGANISASI TERHADAP EMPLOYABILITY SKILLS MAHASISWA PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN UNESA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh manajemen waktu dan pengalaman organisasi terhadap employability skills mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran UNESA. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode analisis regresi linier berganda software berbantuan SPSS 25. Populasi penelitian menggunakan teknik total sampling dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 78 mahasiswa program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran angkatan 2022, 2023 dan 2024 yang mengikuri organisasi kemahasiswaan lingkup fakultas. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen waktu dan pengalaman organisasi berpengaruh sebesar 76% secara positif dan signifikan terhadap employability skills
KARAKTERISTIK PERILAKU MINAT KUNJUNGAN GENERASI Z (Gen-Z) PADA EVENT PAMERAN (STUDI KASUS DKI Jakarta)
This study aims to analyze the behavioral characteristics of Generation Z's (Gen Z) interest in visiting exhibition events in DKI Jakarta. A quantitative descriptive research method was employed, involving 103 respondents aged 20–23 years. The results indicate that Generation Z considers information from exhibitions important (mean 3.46) and shows high interest in participating in seminars/workshops (mean 3.31). Location (mean 3.69) and entry cost (mean 3.38) significantly influence their visitation decisions. Although visitation frequency is low (76.9% visit only 1–2 times/year), Generation Z demonstrates awareness of sustainability practices (mean 3.38), albeit with limited willingness to pay extra for them (mean 2.77). These findings suggest that exhibition organizers should adapt strategies regarding location, pricing, and educational content to attract Generation Z. Further research is needed to generalize the findings with a more diverse sample.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik perilaku minat kunjungan Generasi Z (Gen Z) pada event pameran di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 103 responden berusia 20-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z menganggap informasi dari pameran sebagai hal penting (mean 3,46) dan memiliki minat tinggi terhadap partisipasi dalam seminar/workshop (mean 3,31). Faktor lokasi (mean 3,69) dan biaya masuk (mean 3,38) berpengaruh signifikan terhadap keputusan kunjungan. Meskipun frekuensi kunjungan rendah (76,9% hanya 1-2 kali/tahun), Generasi Z menunjukkan kesadaran terhadap praktik keberlanjutan (mean 3,38), meskipun kesediaan membayar lebih untuk hal tersebut terbatas (mean 2,77). Temuan ini memberikan implikasi bagi penyelenggara pameran untuk menyesuaikan strategi dalam hal lokasi, biaya, dan konten edukatif guna menarik minat Generasi Z. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperluas generalisasi temuan dengan sampel yang lebih beragam
IMPLEMENTASI PEMBLOKAN SITUS DENGAN FIREWALL LAYER 7 PROTOCOL MENGGUNAKAN METODE NDLC PADA ROUTER MIKROTIK
In the current era of technological advancement, companies' dependency on computer networks is increasing. Intensive internet usage during working hours presents challenges in efficiently managing bandwidth. Uncontrolled activities such as accessing social media, playing online games, and streaming videos can degrade network quality, disrupt productivity, and cause service dissatisfaction. This research aims to enhance the efficiency of network usage in the company by focusing on reducing bandwidth due to uncontrolled internet usage, particularly by identifying and blocking access to websites unrelated to work activities using Firewall Layer 7 Protocol. Approximately 45% of employees frequently visit other sites during working hours. System development is carried out using the Network Development Life Cycle (NDLC) method, which illustrates the continuous cycle of computer network development. Testing results in the research using the BlackBox method with Winbox software to assess the planned system performance successfully blocked sites, online games, and increased bandwidth; after implementation, the bandwidth achieved was above 50Mbps during working hours. This method is expected to provide effective solutions to improve network quality, optimize bandwidth usage, and support overall company productivity.Di era kemajuan teknologi saat ini, ketergantungan perusahaan pada jaringan komputer semakin besar. Penggunaan internet yang intensif selama jam kerja menimbulkan tantangan dalam mengelola bandwidth secara efisien. Aktivitas yang tidak terkendali seperti mengakses media sosial, bermain game online, dan streaming video dapat menurunkan kualitas jaringan, mengganggu produktivitas, dan menimbulkan ketidakpuasan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan jaringan di perusahaan dengan memfokuskan pada penurunan bandwidth akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol, terutama dengan mengidentifikasi dan memblokir akses ke situs web yang tidak berkaitan dengan aktivitas kerja menggunakan Firewall Layer 7 Protocol. Sekitar 45% karyawan sering membuka situs lain selama jam kerja. Pengembangan sistem dilakukan dengan metode Network Development Life Cycle (NDLC), yang menggambarkan siklus pembangunan jaringan komputer secara berkelanjutan. Hasil pada pengujian di penelitian menggunakan metode BlackBox dengan perangkat lunak Winbox untuk menilai kinerja sistem yang direncanakan dengan hasil berhasil memblokir situs, game online dan meningkatnya bandwidth, sesudah dilakukannya implementasi Bandwidth yang di dapatkan diatas 50Mbps pada saat jam kerja. Metode ini diharapkan dapat memberikan solusi efektif untuk meningkatkan kualitas jaringan, mengoptimalkan penggunaan bandwidth, dan mendukung produktivitas perusahaan secara keseluruhan