75643 research outputs found
Sort by
Self-Awareness Of Farmers In Snakebite Management In Panti District, Jember Regency
Introduction: Snakebite cases are one of the health problems that can threaten human life. The farmers
had a high risk of experiencing snakebites due to the farming activity in the area where snakes can live
and hide. Farmers must have good self-awareness to prevent being bitten by poisonous snakes. Farmers'
self-awareness measurements against poisonous snake bites are still not identified yet. Objective: To
describe the self-awareness of farmers in snakebite management. Methods: This was a quantitative
descriptive research design with a survey approach. The sample in this study was 100 farmers in Panti,
Jember Regency, with a cluster sampling technique. The data was collected using a self-awareness
questionnaire. Results: Most farmers were male with a mean age of 41,07 (SD = 11,43). Length of
work farmers with a median length of work of 12.00 (Min-Max 1-50), the majority of farmers' education
is high school (38%). Most respondents stated that some snakes in their area were non-venomous (71%).
They performed first aid by keeping the bitten part of the body from moving (79%), using a solid bond at
the top of the bite wound (81%), and not giving drinks containing alcohol to relieve pain (79%). The
preventive action was controlling rodents (rats) (92%), and cleaning the grass around the house (94%) is
the best way to prevent snakebite. The farmers also preferred modern treatment methods (Government
Hospital or Public Health Center) for snakebite treatment (76%). Conclusion: The farmers in Panti have
good self-awareness due to snakebite management. Most farmers know about the venomous and nonvenomous snakes in their area, give proper first aid treatment for snakebite victims, use prevention
methods to reduce the snakebite risk, choose the right medication and treatment for the victim in public
health services or general hospital
Hukum Perlindungan Konsumen
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) menyebutkan bila tujuan pembangunan nasional adalah memanifestasikan kelompok masyarakat yang berkeadilan serta sejahtera secara menyeluruh berlandaskan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pada era globalisasi, pengejawantahan dari pembangunan ekonomi nasional haruslah mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor riil seperti memproduksi barang dan/atau jasa tanpa merugikan konsumen. Selain itu, pembangunan ekonomi nasional tetap berkewajiban untuk menjamin peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Masyarakat selaku konsumen juga berkewajiban untuk lebih memperhatikan tingkat kehati-hatian, kepedulian dan pengetahuan terhadap berbagai barang hingga layanan yang didapatkannya. Oleh karena itu, diperlukan perangkat berupa regulasi untuk mewujudkan keserasian perlindungan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha sehingga dapat tercipta perdagangan yang sehat. Atas dasar itulah, para pemangku kepentingan merasa perlu untuk membentuk undang-undang yang berfokus mengatasi berbagai persoalan mengenai perlindungan konsumen
Variables Affecting Congregation's Trust and Mosque Organizational Performance
Mosque is a non-profit community organization, where the purpose of its establishment is not to seek profit, so this objective makes it different from commercial organizations. "Takmir" (manager of a mosque)as a manager, has the responsibility and trust of the congregation. This was explanatory research with a quantitative approach. The level of a good trust can be improved by consinously improving the quality of variabels so that the mosque organization managed can run properly and correctly and the congregation's trust can be achived. When the good mosque governance concept with the principles, internal control and services are used properly, it will be able to improve organization performance. Congregation's trust in the takmir to improve the performance of the mosque's organization can be achieved by increasing the ability, kindness and integrity of the takmir. The congregation's trust in the takmir will affect its intensity in participating in activities organized by the mosque, in which it will directly affect the performance of the mosque's organization. For Next research, it is recommended to add a variable of the concept of leadership from organizational managers. The participation variable from the congregation and the community, and professional variables, Professional someone will have a positive and significant impact on the quality of work
Analisis Ketahanan Hidup Pasien Gagal Jantung Menggunakan Model Extended Cox
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiGagal jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia
dengan beberapa kasus tersebar di seluruh dunia dan salah satunya di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu kelompok dengan angka kejadian tertinggi 371 per
100.000 penduduk di Asia Tenggara. Peneliti berusaha menemukan faktor utama
penyebab kematian gagal jantung, dengan meneliti beberapa variabel klinis yang
mempengaruhi gagal jantung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis model serta
menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap angka kelangsungan hidup
pasien gagal jantung. Model extended cox digunakan bila tidak memenuhi asumsi
proporsional hazard, variabel yang tidak memenuhi asumsi proporsional hazard
adalah usia dan kreatinin. Hasil model extended cox diperoleh dari uji Likelihood,
uji Wald, uji mundur dan pengujian parameter model terbaik menggunakan R.
Hasil analisis pasien gagal jantung menggunakan model Extended Cox
diperoleh parameter yang berpengaruh signifikan terhadap model. Hasil penelitian
dengan menggunakan model extended cox menunjukkan bahwa variabel yang
paling berpengaruh adalah umur, kreatinin, fraksi ejeksi dan hipertensi sebagai
faktor yang paling berpengaruh terhadap angka kelangsungan hidup pasien gagal
jantung dengan tujuan untuk menurunkan angka kematian akibat gagal jantung
pada pasien gagal jantung di Indonesia.Dosen Pembimbing Utama : Dr. Mohamat Fatekurohman, S.Si., M.Si.
Dosen Pembimbing Anggota : Prof. Drs. I Made Tirta, M.Sc., Ph.D
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Biostarter terhadap Laju Dekomposisi dan Kualitas Fisik Kompos Limbah Padat Pabrik Gula
Peningkatan volume produksi gula pasir menghasilkan limbah industri dalam jumlah yang besar. Batang tebu akan dikonversikan menjadi produk sampingan berupa 35-40% ampas tebu, 5% gula pasir, dan sisanya berupa tetes tebu, blotong dan air. Blotong dan ampas tebu memiliki kandungan kimiawi yang berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi kompos. Limbah padat yang dihasilkan tersebut justru langsung ditimbun pada suatu luasan lahan dengan harapan dapat terdekomposisi secara alami, akan tetapi penguraian bahan organik secara alami membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dalam menguraikan bahan organik. Justru penimbunan limbah industri tersebut diketahui menyebabkan pencemaran lingkungan. Permasalahan tersebut perlu mendapatkan penanganan secara efisien, untuk menekan volume limbah pabrik gula setiap tahunnya. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam mempercepat proses dekomposisi ialah dengan penggunaan biostarter. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi biostarter terhadap laju dekomposisi dan kualitas fisik kompos limbah padat pabrik gula. Penelitian ini dilakukan di greenhouse Kreongan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember pada 06 April hingga 18 Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari jenis dan konsentrasi biostarter yaitu EM4 (10 ml; 20 ml; dan 30 ml), Stardec (10 g; 15 g; dan 20 g) dan MOL rumen sapi (20 ml; 30 ml; dan 40 ml). Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), Apabila didapatkan hasil perbedaan yang nyata diantara perlakuan-perlakuan tersebut, maka akan dilakukan uji lanjutan bagi perlakuan yang nyata dengan menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf kepercayaan 95%.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh perlakuan terhadap variabel penelitian. Penggunaan jenis dan konsentrasi biostarter memiliki pengaruh berbeda sangat nyata terhadap variabel laju dekomposisi, pH kompos, warna kompos, C-organik dan N-total; serta memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap variabel aroma kompos; sedangkan berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap variabel suhu kompos, tekstur kompos dan C/N rasio kompos. Secara umum, penggunaan jenis dan konsentrasi biostarter memberikan pengaruh yang variatif pada setiap variabel penelitian. Perlakuan P8 (MOL rumen sapi; konsentrasi 30 ml) dinyatakan sebagai perlakuan terbaik karena memberikan pengaruh nyata terhadap variabel penelitian secara keseluruhan.Ir. Marga Mandala, M.P., Ph.D (Dosen Pembimbing I
Pengaruh Kualitas Layanan dan Nilai pelanggan operator kartu seluler telkomsel terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan pada mahasiswa universitas jember
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan nilai pelanggan operator kartu selular Telkomsel terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan pada Mahasiswa Universitas Jember. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Jember pengguna operator kartu selular Telkomsel PraBayar. Sampel yang digunakan sebanyak 120 orang ditentukan dengan teknik purposivesampling. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang dikuantitatifkan. Sumber data yang digunakan berupa data primer. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari penyebaran kuesioner kepada responden yaitu mahasiswa Universitas Jember pengguna operator kartu selular Telkomsel Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SEM (Structural Equation Model). Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas layanan berpengaruh melalui kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Nilai pelanggan berpengaruh melalui kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Nilai pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.Prof. Dr. Raden Andi Sularso, MSM.
Drs. Ketut Indraningrat, M.S
Analisis Perawatan Cutter Section Dredger dengan Metode FMEA dan OEE
Perkembangan teknologi dan industri saat ini diikuti dengan meningkatnya permintaan dari industri bahan tambang atau mineral, salah satunya adalah timah. Indonesia, sebagai negara penghasil timah terbesar kedua di dunia memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan teknologi dan industri di dunia. Di Indonesia, penambangan timah dilakukan oleh beberapa perusahaan, salah satunya adalah PT Timah (Persero) Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas sistem alat keruk KIP 17 sebesar 77% dan komponen kritis yang didapat adalah shaft dan joint pada pompa. Hasil analisis menggunakan diagram Fishbone menunjukkan bahwa kualitas baut dan mur dan seal yang digunakan tidak baik. Dengan hasil penelitian tersebut, disarankan untuk menambah personel khususnya dalam kegiatan perawatan, serta meningkatkan kualitas mur, baut, dan seal agar tidak menyebabkan masuknya air yang dapat merusak komponen inti
Analisis Produktivitas pada Industri Abon Ikan Menggunakan Metode Marvin E. Mundel
The development of the shredded fish industry requires bussiness actors to continue to improve the competitiveness of the products they produce. Therefore, UD. Findari Food needs to measure productivity. The Marvin E. Mundel method is used as a method of measuring productivity by focusing on production cost as inputs (labor, raw material, maintenance, depreciation, utility) and income as output. The highest total productivity index was acheived in July at 100,80% cum the lowest productivity index in March was at 92,45%. Productivity evalution result at UD. Findari Food productivity increase by improving each input, including increasing skills and discipline in the workforce, planning for the procurement of appropriate raw materials, schedule planning maintenance of machines and equipment regularly and regularly, improve control over raw materials sent by suppliers, and efficient use of energy and fuel.Dr. Nita Kuswardhani S.TP., M.Eng
Bertung Suryadharma, S.ST., M.Ko
Peran Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru
Kepala sekolah merupakan seorang pendidik yang telah diberikan kepercayaan dalam mengatur dan memimpin sebuah lembaga pendidikkan. Salah satu fungsi kepemimpinan kepala sekolah yaitu melakukan kegiatan supervisi akademik guna meningkatkan kinerja guru dalam mengoptimalkan sasaran akademik berupa penguasaan belajar mengajar. Sehubungan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru di PAUD Al-Barokah 1 Bondowoso. Sehingga dari penelitian ini dapat diketahui bagaimana peran kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik terhadap kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observsai, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan hasil tindak lanjut dengan menggunakan teknik observasi kelas (classroom observation), pemberian kertas kosong (self evaluation cheklist), pertemuan individu, diskusi. Peran yang telah dilakukan oleh kepala sekolah yaitu menjadi koordinator, evaluator, konsultan, dan motivator
Early Childhood Caries in Children Aged 2-5 Years with Consumption of Breast Milk and Baby Formula
Early childhood caries (ECC) sering terjadi pada anak di Indonesia. Lesi karies pada permukaan gigi sulung yang terjadi pada anak usia 2 sampai 3 tahun disebut ECC karena mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik. Tujuan penelitian mengetahui ECC pada balita usia 2-5 tahun yang mengonsumsi air susu ibu (ASI) dan susu formula. Metode: Jenis penelitian observasional deskriptif cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 50 balita usia 2-5 tahun. Teknik pengambilan sampel total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Data dianalisis menggunakan software Microsoft Excel®. Hasil: ECC dialami balita 2-5 tahun sebanyak 58% dari total reponden. ECC pada usia 2-3 tahun lebih banyak dialami oleh laki laki dan sebaliknya pada usia 4-5 tahun. Balita usia 2-5 tahun sebanyak 34% mengonsumsi susu formula. Lamanya balita mengonsumsi ASI 0-2 tahun sebanyak 84,8% dan susu formula sebanyak 82,4%. Frekuensi mengonsumsi ASI 7-8 kali sehari sebanyak 73% dan konsumsi susu formula 3-4 kali sehari sebanyak 35,3%. Waktu balita mengonsumsi ASI pada pagi, siang, dan malam hari sebanyak 100% dan mengonsumsi susu formula pada waktu tersebut sebanyak 82%. Pembersihan rongga mulut setelah mengonsumsi ASI sebanyak 54,5% dan 53% setelah mengonsumsi susu formula. Indeks dmf-t mengonsumsi ASI dan formula masingmasing 5,3 dan 5,4 Simpulan: Persentase ECC balita usia 2-5 tahun yang mengonsumsi ASI lebih banyak mengalami ECC dibandingkan susu formula. Persentase lamanya mengkonsumsi ASI dan formula hampir sama selama 2 tahun. Persentase frekuensi mengonsumsi ASI dan waktu mengonsumi ASI pada pagi, siang dan malam lebih banyak daripada formula serta persentase melakukan pembersihan rongga mulut dan rerata indeks dmf-t hampir sama