75643 research outputs found
Sort by
Implementasi Laporan Keberlanjutan Pada BUMDES Karya Mandiri Sebagai Perwujudan SDGs Desa
Finalisasi unggah file repositori tanggal 13 April 2022_KurnadiMunculnya SDGs Desa merupakan upaya mewujudkan SDGs nasional yang menjadi acuan pembangunan desa dengan sasaran dan tujuan yang meliputi tiga aspek pembangunan berkelanjutan yang telah dijabarkan pada triple bottom line yaitu aspek ekonomi, lingkungan dan sosial. Salah satu upaya untuk mewujudkan SDGs Desa yaitu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes diyakini dapat membantu perekonomian desa dan mendukung SDGs Desa melalui penyusunan laporan keberlanjutan yang berpedoman pada GRI Standards dan melibatkan peran pemangku kepentingan yang telah dipaparkan pada stakeholder theory. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah laporan keberlanjutan bagi pemangku kepentingan penting sebagai pertanggung jawaban BUMDes. pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini adalah laporan keberlanjutan (sustainability report) BUMDes yang disesuaikan dengan GRI Standards dan topik material yang diungkapkan yaitu dampak operasional BUMDes terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan.
Kata Kunci : SDGs Desa, triple bottom line, BUMDes, laporan keberlanjutan, GRI Standards, stakeholder theory.Hendrawan Santosa Putra, S.E., M.Si., Ak. (Dosen Pembimbing)
Rochman Efendi, S.E., M.Si., Ak. (Dosen Pembimbing
Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring Suhu dan Kekembaban pada Budidaya Jamur Tiram Berbasis IoT ( Internet of Things ) Menggunakan Metode ANN ( Artificial Neural Network)
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiBudidaya jamur tiram (oyster mushrooms) saat ini sangat populer di dalam
masyarakat pedesaan maupun perkotaan, baik dalam skala kecil, menengah maupun
industri. Dalam industri skala kecil sangat mudah untuk dilakukan karena tidak
memerlukan banyak modal dan peralatan. Modalnya hanya tempat budidaya jamur
yang lebih dikenal dengan kumbung. Tempat bibit jamur tumbuh yang disebut
dengan baglog. Perawatan yang teratur agar jamur dapat berkembang dengan baik.
Untuk daerah yang rata-rata bersuhu panas mempunyai resiko kegagalan yang
cukup tinggi daripada daerah yang beriklim dingin.
Temperatur maksimal yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur tiram
yaitu sekitar 28-35 derajat celcius jamur dapat tumbuh dengan baik dan
menghasilkan produk jamur yang berkualitas tinggi dan perekembangan jamur
tiram akan lebih banyak daripada dengan tidak mempunyai alat. Syarat tumbuh
lainnya yang diperlukan adalah kelembaban udara yang tinggi. Kemudian pada saat
pembentukan tubuh buah diperlukan kelembaban sekitar 68-83%. Kelembaban
dibawah 68% akan menyebabkan jamur sulit menyerap sari makanan sehingga
jamur tumbuh kurus atau kuallitas pada jamur tiram akan rendah.
Pada sistem kontrol dan monitoring suhu dan kelembaban pada budidaya
jamur tiram , sistem kontrol tersebut di gunakan untuk mengontrol secara otomatis
sehingga bisa menjaga suhu dan kelembaban ruangan yang ada pada budidaya
jamur tiram tersebut, dan untuk monitoring suhu dan keembaban hanya di gunakan
untuk memantau data suhu dan kelembaban pada ruangan budidaya jamur tiram
tersebut, untuk sistem kontrol tersebut terdiri dari, mikrokontroler,sensor, modue
relay. Pada sistem kontrol tersebut ditambahkan menggunakan metode ANN
(Artificial Neural Network) , untuk monitoring suhu dan kelembaban terdiri dari
module ES8266-12E , sensor , web cayenne IoT (Internet of Things) , pengujian ini
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER
dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pada jamur tiram dan untuk
membandingkan antara sistem kontrol ANN dengan sstem kontrol otomatis biasa.
Dari pengujian yang telah di lakukan didapatkan data hasil training yang
telah dilakukan penelitian selama 7 hari , lalu data tersebut di training kedalam
matlab menghasilkan data hasil training ann dengan jumlah data yang ada adalah
untuk data suhu kontrol ann berjumlah 24 data dan data kelembaban pada kontrol
ann berjumlah 24 data , data ini nanti di masukkan ke dalam arduino due di gunakan
untuk kontrol otomatis untuk budidaya jamur tiram dengan menggunakan metode
ann.
Hasil pengujian sistem kontrol dan monitoring suhu dan kelembaban pada
budidaya jamur tiram berbasis IoT (Internet of Things) dengan menggunakan
metode ANN (Artificial Neural Network) pada gambar 4.17 dan gambar 4.19 pada
gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa kualtas pada kontrol ann dan kontrol
otomatis biasa hampir sama atau sedikit lebih baik menggunakan kontrol ann
darpada kontrol otomatis biasa dan gambar 4.23 dan gambar 4.24 disitu dapat
disimpulkan bahwa waktu pertumbuhan jamur tiram menggunakan konrol ann lebih
cepat daripada menggunakan kontrol otomatis biasa , jadi kuantitas kontrol ann
pada jamur tiram lebih baik daripada kontrol otomatis biasa dalam penelitian saya
kali ini.Dosen Pembimbing Utama : Khairul Anam, S.T., M.T., Ph.D
Dosen Pembimbung Anggota : Ali Rizal Chaidir, S.T., M.T
Pengantar Matematika 2 untuk Teknik Sipil
Deskripsi Mata Kuliah:
Mata kuliah Matematika 2 ini dilaksanakan melalui metode
pembelajaran dengan ceramah, diskusi, tanya jawab dan soal-soal untuk
mengetahui pemahaman dan kemampuan anak didik dalam menyelesaikan
soal-soal terkait persamaan diferensial, vektor dan matriks serta
penerapannya di bidang teknik sipil.
Bahan Kajian:
Persamaan Diferensial Linier orde 2 homogen, Persamaan
Diferensial Linier orde 2 non homogen, Transformasi Laplace dan
Transformasi Laplace Invers, Fungsi Gamma dan Beta, Fungsi Bessel,
Fungsi Legendre, Deret Fourier, Aljabar Vektor, Diferensial Vektor,
Integral Vektor, Matriks, Determinan, Invers, Sistem Persamaan Linier,
Eigen Value, Eigen Vektor
The Correlation Between The Role Of Forensic Odontology Knowledge and Interest as Forensic Odontologist in Dental Profession Students
Finalisasi unggah file repositori tanggal 7 Juni 2022_KurnadiDi tengah wabah pandemi Covid-19 yang belum usai, Indonesia masih terus dilanda musibah mulai dari kecelakaan hingga bencana alam sehingga terdapat orang hilang yang membutuhkan identifikasi dan membutuhkan peran forensik sesuai UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 118. Menurut Yunus dkk. (2019) menyatakan bahwa odontologi forensik berperan penting dalam identifikasi jenazah karena gigi memiliki struktur yang khas dan kuat. Padahal pada statistik PDGI jumlah odontologi forensik hanya 19 orang dan belum dibuka PPDGS odontologi forensik.
Menurut teori Robbins & Judge (2015) mengungkapkan bahwa pengetahuan bisa menjadi faktor dalam kurangnya minat spesialis odontologi forensik. Mahasiswa sebagai agent of change dianggap memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan masyarakat lainnya dan mahasiswa profesi dianggap matang untuk memikirkan peminatan paska sumpah dokter gigi. Didukung dengan Theory of Reasoned Action perilaku manusia dipengaruhi oleh minat jadi apabila terdapat minat pengambilan spesialis odontologi forensik maka diharapkan kemungkinan besar terdapat tindakan nyata untuk mengabdi sebagai tenaga odontologi forensik yang banyak dibutuhkan di Indonesia.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah survey analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling karena pengambilan sampel didasari pertimbangan oleh peneliti. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan peran odontologi forensik dan variabel terikat adalah minat pengambilan spesialis odontologi forensik pada mahasiswa profesi kedokteran gigi di Indonesia.
Hasil penelitian dari 259 responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan terdapat 217 (83,8%) responden perempuan dan 42 (16,2%) responden laki-laki. Berdasarkan wilayah universitas terdapat 12 (4,6%) responden Bali, 157 (60,6%) responden Jawa, 10 (3,9%) responden Kalimantan, 24 (9,3%) responden Sulawesi, dan 56 (21,6%) responden Sumatera. Berdasarkan semester profesi terdapat 75 responden (29%) kuranf dari semester 3 profesi kedokteran gigi dan 184 responden (71%) lebih dari sama dengan semester 3. Pada penelitian ini tingkat pengetahuan 33 responden (12,7%) adalah kurang, 137 responden (52,9%) adalah cukup, dan 89 responden (34,4%) adalah baik. Sedangkan tingkat minat 122 responden (47,1%) adalah sedang dan 137 responden (52,9%) adalah tinggi.
Pada analisis spearman rank angka koefisien korelasi sebesar 0,219**. Artinya tingkat kekuatan korelasi hubungan sangat lemah karena termasuk ke dalam kategori koefisien 0,00-0,25. Tanda bintang (**) artinya korelasi bernilai signifikan pada angka signifikasi sebesar 0,01. Dari angka koefisien korelasi juga bernilai positif yaitu 0,219 sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah (jenis hubungan searah), dengan demikian dapat diartikan bahwa jika pengetahuan peran odontologi forensik meningkat maka minat pengambilan spesialis odontologi forensik pada mahasiswa profesi kedokteran gigi di Indonesia juga meningkat. Selanjutnya diketahui nilai signifikasi atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, karena nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 berarti dapat diambil kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan peran odontologi forensik dengan minat pengambilan spesialis odontologi forensik.Dosen Pembimbing Utama : drg. Dwi Kartika A., M.Kes., Sp.OF.
Dosen Pembimbing Pendamping : Dr. drg. Masniari N., M.Kes., Sp.OF (K)
Convolution Neural Network untuk Verifikasi Garis Keturunan Berbasis Ekstraksi Fitur Wajah Local Binary Pattern
Finalisasi unggah file repositori tanggal 27 Mei 2022_KurnadiSetiap individu pasti memiliki ekspresi. Ekspresi muncul akibat adanya emosi yang dirasakan oleh individu. Ekspresi secara umum dibagi menjadi dua yaitu mikro ekspresi dan makro ekspresi. Perbedaan diantara keduanya yaitu mikro ekspresi muncul secara halus dan tanpa disadari dengan rentang waktu singkat. Sedangkan makroekspresi muncul secara disengaja dan disadari dengan rentang waktu lama. Ekspresi juga dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor keturunan. Dimana setiap keluarga pasti memiliki ciri khas pada wajah dalam hal ekspresi. Identifikasi individu melalui mikro ekspresi sangat penting dilakukan. Berbeda dengan makroekspresi yang mudah dikenali dan dideteksi, mikro ekspresi merupakan hal yang sulit dideteksi Adanya keterkaitan tersebut yaitu ekspresi dan kekerabatan (keturunan) maka dari itu, CNN (Convolutional Neural Network) dibutuhkan sebagai klasifikasi agar mikro ekspresi dari setiap individu dapat dideteksi. Dalam skripsi ini mikro ekspresi dideteksi berbasis CNN yang termasuk dalam deep learning. Metode CNN diimplementasikan dengan bantuan library OpenCV. Objek deteksi menggunakan dataset FIW (Families in the Wild). FIW (Families In the Wild) merupakan dataset berisi mikro ekspresi yang bersifat kekerabatan atau memiliki garis keturunan. Ekstraksi fitur yang digunakan adalah LBP (Local Binnary Pattern) yang termasuk dalam jenis feature texture. Pada penelitian ini menerapkan teknik linier regresi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menggunakan CNN dengan arsitektur VGGFace yang memanfaatkan teknik linier regresi didapatkan ROC AUC training sebesar 81,6% dan testing 81,4%.Dosen Pembimbing Utama : Ali Rizal Chaidir, S.T., M.T
Dosen Pembimbing Anggota : Dedy Wahyu Herdiyanto, S.T., M.T
Proses Berpikir Kritis Siswa Truth-Seekers SMA Negeri 1 Jember dalam Menyelesaikan Permasalahan dengan Informasi Kontradiksi Pada Materi Trigonometri Berdasarkan Teori Mekanisme dan Struktur Mental
Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa truth-seekers dalam menyelesaikan permasalahan dengan informasi yang kontradiksi berdasarkan teori mekanisme dan struktur mental kemudian (2) mendesain pembelajaran yang dapat membiasakan siswa berperilaku truth-seeking yang didasarkan oleh teori mekanisme dan struktur mental. Subjek penelitian ini adalah siswa truth-seekers SMPN 7 Jember. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, observasi dan wawancara. Soal tes yang diberikan adalah soal tipe Problem With Contradictory Information. Observasi dilakukan secara bersamaan dengan pemberian tes untuk melihat aktivitas siswa dalam pengerjaan soal. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam proses berpikir kritis siswa truth-seekers berdasarkan mekanisme dan struktur mental. Hasil dari penelitian yaitu siswa yang melakukan truth-seeking dalam penelitian ini membangun mekanisme mental yang terdiri dari interiorisasi, koordinasi, dan enkapsulasi serta mengkonstruk seluruh struktur mental yaitu aksi, proses, objek, dan skema. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses mekanisme mental siswa truth-seekers dalam penelitian ini tidak lengkap walaupun struktur mentalnya telah dikonstruk semua dalam pikirannya
Studi Fenomenologi Pelaksanaan Antenatal Care Terpadu Sebagai Upaya Deteksi Dini Preeklampsia Selama Masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Banjarsengon Kabupaten Jember
Finalisasi unggah file repositori tanggal 20 April 2022_KurnadiPreeklampsia adalah salah satu penyebab kematian maternal di Indonesia yang mencakup 24% dari total komplikasi kehamilan. Akibat pandemi COVID-19, pelaksanaan program ANC Terpadu mengalami beberapa tantangan dan hambatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan ANC Terpadu sebagai deteksi dini preeklampsia selama masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Banjarsengon Kabupaten Jember. Studi ini menggunakan studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dari wawancara mendalam, studi dokumen dan observasi langsung. Dari hasil wawancara, peneliti menentukan 6 tema utama, yaitu: (1) pelaksanaan ANC yang dinamis selama masa pandemic COVID-19, (2) pentingnya koordinasi pelaksanaan anc terpadu di tingkat puskesmas dan wilayah, (3) hambatan pelaksanaan anc terpadu selama masa pandemi COVID-19, (4) adaptasi penanganan ibu hamil terkonfirmasi positif COVID-19 (5) tantangan pemberian edukasi kepada ibu hamil, (6) respon ibu hamil terhadap pelaksanaan anc terpadu selama masa pandemi COVID-19, (7) cakupan pemeriksaan anc terpadu dan jumlah kasus preeklampsia selama masa pandemi covid-19 di puskesmas banjarsengon. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan ANC Terpadu di Puskesmas Banjarsengon telah melaksanakan perubahan yang diperlukan dalam pelaksanaan ANC Terpadu. Angka cakupan pemeriksaan menurun di 2020 akibat pembatasan social yang menurunkan angka pemeriksaan menjadi 344 pemeriksaan dan meningkatnya kasus preeklampsia menjadi 31 kasus. Di tahun 2021, Puskesmas Banjarsengon telah berhasil meningkatkan angka pemeriksaannya menjadi 429 pemeriksaan dan menurunkan kasus preeklampsia menjadi 16 kasusDosen Pembimbing Utama : Ns. Dini Kurniawati, M.Kep., Sp.Kep.Mat
Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Ira Rahmawati, M.Kep, Sp.Kep.An
Analisis Risiko Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta Seksi 1
Proyek jalan tol Solo-Yogyakarta seksi 1 merupakan salah satu proyek yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Dalam sebuah proyek pembangunan jalan tol sering terjadi berbagai risiko-risiko yang dapat menghalangi serta menghambat proses pembangunan proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengidentifikasi serta menganalisis risiko, sehingga dapat memberikan mitigasi terhadap risiko dominan yang terjadi pada proyek, agar dapat menghindari atau mengurangi risiko negatif yang ditimbulkan dari proses pembangunan proyek. Variabel risiko yang akan dianalisis meliputi risiko lokasi, risiko desain konstruksi dan uji operasi, risiko operasi, risiko konektivitas jaringan, risiko interface, risiko force majeure, dan risiko politik. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis risiko pada proyek adalah dengan saverity index dan kategori risiko akan ditentukan dengan bantuan matriks probabilitas dan dampak. Data yang diperlukan didapatkan dari matriks alokasi risiko KPBU dan hasil survey menggunakan kuesioner penelitian. Setelah dilakukan analisis risiko terhadap proyek pembangunan Tol SoloYogyakarta Seksi 1 didapatkan 14 risiko yang tergolong kedalam kategori risiko tinggi atau dominan sehingga perlu dilakukan mitigasi risiko. Risiko yang termasuk kategori risiko tinggi tersebut meliputi, risiko keterlambatan dan kenaikan biaya pembebasan lahan, lahan tidak dapat dibebaskan, lahan tidak dapat digunakan setelah dibebaskan, risiko struktur tanah, terhalangnya akses transportasi masyarakat, terganggunya kenyamanan masyarakat yang berada di sekitar proyek, gagal menjaga keamanan dan keselamatan dalam lokasi, kenaikan biaya konstruksi, kinerjakontraktor/sub kontraktor yang buruk, kesalahan desain, terlambatnya penyelesaian konstruksi, kegagalan kontrol dan monitoring proyek, gagal/terlambatnya perolehan persetujuan & perizinan, keterlambatan perolehan akses ke lokasi proyek.Ir. Akhmad Hasanuddin, S.T., M.T. (Dosen Pembimbing I)
Paksitya Purnama Putra, S.T., MT. (Dosen Pembimbing II
Peran Badan Narkotika Nasional dalam Mengurangi Penyalahgunaan Narkoba Melalui Intervensi Berbasis Masyarakat
Finalisasi unggah file repositori tanggal 31 Mei 2022_KurnadiThe problem of drugs has become a global issue and is a problem in many countries. This shows that drug crime has become a transnational and dangerous activity. The condition of drug abuse and illicit trafficking has now penetrated to the rural level, and has even spread to remote villages. With a government program that focuses on the welfare of rural communities and has an impact on improving the village economy, it turns out that the village is a potential market for drug dealers. This study aims to determine the role of the National Narcotics Agency in reducing Drug Abuse through Community-Based Interventions. This research uses descriptive research type and qualitative research approach. Determination of the research location using a purposive area technique. The technique of determining the informants used purposive sampling. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. Techniques for systematic data analysis are data collection, data reduction, data display, conclusion drawing and verification. In this study, researchers used the technique of data validity triangulation of sources. The results showed that the role of the National Narcotics Agency in Reducing Drug Abusers through Community-Based Interventions included: 1. The National Narcotics Agency played a role in the initial formation of the Community-Based Intervention Program, 2. The National Narcotics Agency played a role in providing assistance in providing assistance to face various obstacles, 3 The National Narcotics Agency plays a role in facilitation, namely providing motivation and support, 4. The National Narcotics Agency plays a role in initial monitoring and final monitoring to record weaknesses and problems encountered, 5. The National Narcotics Agency plays a role in evaluation to find out whether the program or activity is achieving results desired or not as a consideration in making decisions regarding program planning and program implementation.
Keywords: community-based intervention, drug abusers, national narcotics agency, roleDr. Mahfudz Sidiq, M.
Improvement of Knowledge, Behavior and Health of Pregnant Women in Preventing Prenatal Stunting
Stunting is a growth failure due to malnutrition in the first thousand days of a child's life, affecting growth and development during adulthood. The prevalence of stunting in the Bondowoso Regency reached the national prevalence, about 38%. One of the causes is inadequate nutrition of the mother during pregnancy. Malnutrition in pregnant women induces anemia, especially iron deficiency. This condition affects infant growth and development. The public health center regularly gives pregnant women iron tablets to prevent it. However, not all pregnant women are aware of the advantage of good nutrition and iron tablets. This study aimed to examine changes in aspects of health, knowledge, and behavior in anemia pregnant women after specific nutrition interventions, education, and mentoring. This study was qualitative with a case study design, which used in-depth interviews and direct observation toward respondents and assistance to three anemia pregnant women in Cindogo Village, Bondowoso Regency. The data collected were primary and secondary about respondents’ health status, knowledge of nutrition, and behavior of living style. The data obtained were analyzed descriptively. The result showed that before education, the respondents were not aware of their nutrition. However, after intervention and mentoring, they know about the advantages of nutrition and iron tablets and are also aware of their health and infants. Briefly, the respondent’s awareness about prenatal stunting, nutrition, and health during pregnancy changed. This alteration was expected to be able to prevent prenatal stunting in Cindogo Village, Bondowoso Regency