Pubmedia Journal Series (Education)
Not a member yet
1075 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together Berbantuan Pptx terhadap Pemahaman Konsep Matematika Kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan mendapatkan data terkait pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yang dipadukan presentasi PowerPoint (PPTX) terhadap pengetahuan matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus I Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan mengambil sampel secara acak, penelitian ini dilaksanakan dengan membedakan dua kelompok, yaitu eksperimen dan kontrol, kelompok eksperimen diajarkan dengan metode NHT yang didukung presentasi multimedia, dan kelompok kontrol menerapkan metode konvensional atau tradisional. Tujuannya yakni, membandingkan efektivitas kedua pendekatan tersebut terhadap pemahaman konseptual matematika siswa. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman matematis yang lebih baik yang berbanding terbalik dengan kelompok kontrol yang lebih rendah. Hal ini menjadi penanda pengintegrasian strategi pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan presentasi PPTX mampu mewujudkan lingkungan belajar yang lebih menarik dan relevan, sehingga membantu siswa lebih memahami konsep matematika. Capaian dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pendekatan yang kolaboratif kemudian dipadukan dengan perangkat multimedia pada pendidikan dasar. Pendekatan seperti ini tidak hanya berpengaruh pada hasil berupa partisipasi saja, akan tetapi terhadap penafsiran konseptual siswa juga lebih mendalam dibandingkan sebelumnya, sehingga berdampak pada peningkatan prestasi akademik matematika. Secara keseluruhan, penelitian ini mendukung gagasan bahwa teknik pengajaran inovatif, terutama yang meningkatkan interaksi dan menggunakan perangkat digital, dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pelajar muda dalam menguasai mata pelajaran yang menantang seperti matematika
Pengembangan Media Pembelajaran Pop Up Book dengan Pendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPAS Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran konkret dalam wujud buku pop-up yang mengusung pendekatan kontekstual pada materi Bumiku Sayang, Bumiku Malang dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk siswa kelas V SD. Media ini dirancang agar memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi dalam penerapannya di kelas. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahap: (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi). Model ini dipilih karena menyediakan kerangka kerja sistematis dalam proses pembuatan media pembelajaran, mulai dari desain awal hingga produk akhir berupa Pop-up Book. Teknik pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan menguji kuesioner kepada tiga pakar, yaitu pakar materi, pakar bahasa, dan pakar media. menilai validitas media. Hasil penilaian menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi dengan skor 0,93 (materi), 0,89 (bahasa), dan 0,81 (media). Selain itu, kepraktisan media diuji dengan dilibatkannya tiga guru kelas V yang memberikan nilai kepraktisan sebesar 98,67%, serta 30 siswa kelas V yang memberikan skor 95,06%. Berdasarkan temuan ini, media Pop-up Book dinyatakan sangat valid, sangat praktis, dan layak dipergunakan pada kegiatan pembelajaran IPAS untuk siswa SD kelas
Keberhasilan Menyimak Teks Prosedur pada Siswa SMP Kelas 7: Simulasi Pembelajaran dengan Mahasiswa Kelas C Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2024 Universitas Siliwangi
Studi ini dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan menyimak peserta didik dalam memahami teks prosedural dengan memanfaatkan pendekatan discovery learning. Kegiatan simulasi dilaksanakan bersama mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi angkatan 2024 yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran bagi murid kelas VII tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan evaluasi lewat platform Quizizz. Media yang digunakan berupa video prosedural berjudul “Cara Membuat Cilok”, yang berfungsi untuk mendukung pemahaman teks secara kontekstual. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode discovery learning dan pendekatan berpikir logis berdampak positif pada peningkatan kemampuan menyimak siswa, dengan rata-rata nilai evaluasi sebesar 82. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya strategi pembelajaran aktif dan pemanfaatan media kontekstual dalam mengembangkan keterampilan menyimak siswa di tingkat SMP
Navigating Cultural and Contextual Complexities in Translating Uzbek Neologisms into English
This study explores the translation of Uzbek neologisms into English, focusing on the influence of cultural and contextual factors. The analysis highlights how cultural differences, domain-specific characteristics, and the impact of social media shape translation strategies and semantic accuracy. Using corpus linguistics methods, the study examines neologisms across various sectors, including technology (80% translated via calquing or direct translation), economics (70% calquing), culture (60% descriptive translation), and social media (70% transliteration). Examples such as “xalqona” (folk-style/traditional Uzbek-style) and “xesh” (hashtag) illustrate the challenges of preserving cultural nuances and standardizing informal terms. Corpus analysis reveals that 40% of neologisms are included in Uzbek explanatory dictionaries, while only 30% have equivalents in Uzbek-English translation dictionaries, with 70% of social media neologisms absent. The findings propose corpus-based approaches and standardized equivalents to enhance dictionary coverage and optimize translation processes, contributing to the fields of linguistics and translation studie
Implementasi Pembelajaran Loose Parts dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif implementasi pembelajaran loose parts dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Kreativitas memiliki peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak, namun praktik pembelajaran di banyak lembaga PAUD masih terbatas oleh metode dan media yang kurang mendukung eksplorasi bebas. Penelitian ini diterapkan dengan metode kualitatif melaui pendekatan Systematic Literatur Review (SLR) terhadap tujuh artikel terpilih yang membahas pembelajaran loose parts di PAUD dan kaitannya dengan kreativitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts secara signifikan meningkatkan kreativitas anak usia dini. Anak yang diberikan loose parts memiliki rata-rata kreativitas lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang menggunakan media konvensional seperti lembar kerja atau majalah. Selain kreativitas, loose parts juga terbukti berpengaruh positif terhadap perkembangan motorik halus anak. Anak yang belajar dengan loose parts memiliki kemampuan motorik halus yang lebih baik, Penggunaan loose parts memberikan kesempatan bagi anak untuk melakukan koordinasi kerja antara mata, tangan, kaki, pikiran secara bersamaan, sehingga melatih otot dan ketajaman berpikir. Loose parts mendorong anak untuk berpikir logis, mengenal bentuk, serta memahami konsep matematika dasar melalui eksplorasi langsung. Anak juga belajar mengembangkan kemampuan problem solving karena loose parts tidak memiliki aturan baku, sehingga anak bebas mencoba lagi tanpa takut salah. Penggunaan loose parts memberikan ruang bagi anak untuk mandiri dalam menyelesaikan tugas tanpa terlalu banyak arahan dari guru. Hal ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian anak dalam mencoba hal baru. Selain itu, loose parts mendorong sikap kooperatif, sosialisasi, komunikasi, serta negosiasi, terutama saat digunakan dalam kelompok atau di ruang terbuka
Kreativitas Guru PAUD dalam Menghadapi Keterbatasan Sarana dan Prasarana di TK Negeri Pembina Jekan Raya
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus untuk mengeksplorasi strategi adaptasi yang guru terapkan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan pemanfaatan optimal sumber daya lokal, seperti bahan daur ulang untuk membuat alat peraga edukatif dan modifikasi ruang kelas untuk kegiatan belajar yang lebih interaktif. Kolaborasi dengan orang tua dan lembaga lain juga berperan penting dalam mengatasi keterbatasan. Kreativitas guru terbukti menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi anak, meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menyoroti peran krusial kreativitas guru dalam memastikan kualitas PAUD, khususnya di daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran
Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian Dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Kombinasi Model Pjbl, Talking Stick, Kegiatan Kolase Dengan Media Kertas Bergambr Pada Kelompok B
Penelitian ini mengkaji permasalahan aktivitas, kemandirian, dan keterampilan motorik halus pada anak usia dini, yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut, diimplementasikan kombinasi model Project-Based Learning (PjBL) dan Talking Stick dengan media kertas bergambar. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas guru, menganalisis partisipasi dan kemandirian peserta didik, serta mengukur perkembangan motorik halus anak kelompok B di TK Kristen Betlehem Banjarmasin. Metodologi yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang masing-masing terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian melibatkan 15 anak dari kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisi menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas guru, partisipasi dan kemandirian anak, serta perkembangan motorik halus. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi model PjBL dan Talking Stick dengan media kertas bergambar efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi instruksional untuk pengembangan motorik halus pada anak usia dini
Implementasi Manajemen dan Digitalisasi Perpustakaan di SMA Negeri 13 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan manajemen dan digitalisasi perpustakaan di SMA Negeri 13 Surabaya dalam mendukung literasi serta layanan informasi bagi komunitas sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala perpustakaan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan telah memiliki struktur organisasi yang jelas dan sistem operasional yang teratur, meliputi layanan teknis, layanan kepada pemustaka, dan layanan IT. Proses klasifikasi dan katalogisasi dilaksanakan secara teratur dengan menggunakan sistem Klasifikasi Desimal Dewey (DDC) dan aplikasi SLiMS yang terhubung dengan OPAC, sehingga memungkinkan akses katalog secara online. Layanan yang tersedia di perpustakaan mencakup peminjaman, pengembalian, perpanjangan, reservasi, dan penggantian koleksi. Selain itu, program literasi Pojok Baca yang tersebar di gazebo sekolah menyediakan buku fisik dan akses ke e-book melalui barcode scanning, yang membantu menguatkan budaya literasi dalam bentuk digital dan informal di kalangan siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa digitalisasi dan manajemen perpustakaan memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan akses terhadap informasi, efisiensi layanan, dan minat baca di lingkungan sekolah
The Role of The Credit-Module System in Higher Education System in Uzbekistan
This article explores the implementation and impact of the credit-modular system (ECTS) in the higher education sector of Uzbekistan. The study is motivated by recent reforms aimed at improving educational quality, student autonomy, and alignment with international standards. Based on document analysis, academic literature, and empirical data gathered through interviews and surveys at a technical university, the article assesses how the CMS influences teaching and learning processes. The research reveals that ECTS encourages a shift from teacher-centered to student-centered learning, promoting independence, critical thinking, and time management. A comparative table outlines the fundamental differences between the traditional and modular systems in terms of flexibility, curriculum design, and assessment. Survey data from students and teachers confirm both the benefits and initial challenges of transitioning to the CM
Statistical Challenges in Spatial Data Analysis: The Role of Kriging Models
Using Kriging models, a complex geostatistical technique for extrapolating and forecasting unknown spatial values based on known data, this study investigates spatial data analysis. Traditional statistical techniques that suppose observations to be independent are considerably challenged by spatial autocorrelation—the tendency for nearby spatial points to show comparable features. The research highlights the application of Kriging to environmental data, especially air quality measurements like PM2.5 concentrations, in order to better comprehend and forecast pollution patterns over several geographical areas. Using both Ordinary and Universal Kriging approaches, the research shows how these methods can efficiently address spatial dependencies, nonstationarity (where data characteristics change across space), and anisotropy (directional spatial variability). Moreover, the research combines Kriging with machine learning algorithms to record more sophisticated spatial interactions, therefore enhancing prediction accuracy. Methods of crossvalidation are used to thoroughly evaluate the models' performance. The study emphasizes how Kriging enables precise spatial predictions, hence giving important information for environmental monitoring and well-informed decision-making